
Pencarian Informasi Kesehatan: Konsep, pola perilaku, dan sumber
Pendahuluan
Pencarian informasi kesehatan merupakan aktivitas krusial yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di era digital. Ketika seseorang mengalami gejala kesehatan, ingin memahami suatu penyakit, atau mencari cara pencegahan, aktivitas mencari informasi dini akan menentukan keputusan kesehatan mereka selanjutnya. Di masa sebelumnya, sumber informasi kesehatan tradisional seperti televisi, radio, pamflet, dan tenaga medis secara langsung lebih dominan. Namun kemajuan teknologi informasi telah mendorong perubahan pola perilaku pencarian sehingga kini internet dan media digital menjadi sumber utama berbagai kelompok usia untuk mendapatkan informasi kesehatan secara cepat, mudah, dan kapan pun diperlukan. Di samping itu, kualitas serta kredibilitas informasi yang ditemukan menjadi faktor penentu perilaku kesehatan, terutama dalam konteks meningkatnya informasi yang salah atau menyesatkan (misinformation) di berbagai platform digital. Studi ilmiah menunjukkan bahwa aktivitas pencarian informasi kesehatan tidak hanya bertujuan memperoleh pengetahuan, tetapi juga memengaruhi keputusan dan tindakan terkait kesehatan seseorang secara langsung maupun tidak langsung, sehingga penting untuk memahami konsep dasar, pola perilaku, sumber informasi, serta dampak kualitas informasi terhadap perilaku kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
Definisi Pencarian Informasi Kesehatan
Definisi Pencarian Informasi Kesehatan Secara Umum
Pencarian informasi kesehatan mengacu pada Health Information-Seeking Behaviour (HISB), yaitu proses perilaku di mana individu secara aktif atau pasif mencari ataupun menerima informasi yang berkaitan dengan kesehatan, penyakit, pencegahan, diagnosis, dan manajemen kesehatan. HISB mencakup tindakan seperti mencari artikel kesehatan di internet, berkonsultasi dengan tenaga medis, membaca materi edukatif, hingga berdiskusi dengan keluarga atau teman mengenai gejala kesehatan. Studi mendefinisikan HISB sebagai perilaku untuk mencari dan menangani informasi kesehatan yang relevan untuk tujuan memahami kondisi kesehatan dan membuat keputusan terkait tindakan kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Pencarian Informasi Kesehatan dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), informasi didefinisikan sebagai keterangan atau berita yang memberikan pemahaman tentang sesuatu, sedangkan kesehatan diartikan sebagai keadaan sejahtera dari tubuh, pikiran, dan jiwa yang memungkinkan hidup secara sosial produktif. Dengan demikian, pencarian informasi kesehatan adalah proses memperoleh keterangan atau berita yang memberikan pemahaman tentang aspek kesehatan, baik melalui media cetak, elektronik, maupun komunikasi interpersonal, untuk kepentingan pengelolaan dan perbaikan kondisi kesehatan individu atau kelompok. (Sumber: KBBI, laman resmi KBBI).
Definisi Pencarian Informasi Kesehatan Menurut Para Ahli
-
Lambert & Loiselle (2007): HISB didefinisikan sebagai cara individu berupaya mencari informasi terkait kesehatan dan penyakit, yang melibatkan berbagai metode, sumber, dan motivasi dalam rangka memahami kondisi kesehatan dan cara menanganinya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Wilson (1993): Perilaku pencarian informasi kesehatan merupakan tindakan aktif untuk mengurangi ketidakpastian mengenai kesehatan dengan mengakses informasi dari berbagai kanal dan sumber. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Jia et al. (2021): HISB adalah proses di mana konsumen informasi kesehatan menggunakan media digital dan non-digital untuk mengakses informasi yang diperlukan guna mendukung pengambilan keputusan kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Xuewen et al. (2024): eHealth literacy dan perilaku pencarian informasi online mencerminkan kemampuan individu untuk mengakses, mengevaluasi, serta menggunakan informasi sesuai kebutuhan fisiologis dan emosional mereka. [Lihat sumber Disini - joiv.org]
-
Kington et al. (2021): Sumber informasi kesehatan mencakup profesional kesehatan, media, teman/keluarga, dan internet, dengan tingkat kepercayaan yang bervariasi tergantung konteks sosial dan demografis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Konsep Pencarian Informasi Kesehatan
Pencarian informasi kesehatan merupakan fenomena multidimensi yang melibatkan aspek psikologis, sosial, dan teknologi. Secara umum, proses ini dipicu oleh kebutuhan informasi terkait kesehatan, yang dapat muncul karena adanya gejala penyakit, kekhawatiran kesehatan, atau upaya pencegahan penyakit. Aktivitas ini dilakukan melalui berbagai kanal dan sumber, tergantung pada akses, literasi kesehatan, dan preferensi individu. Dalam era digital, internet menjadi media utama pencarian, karena kemampuannya menyediakan informasi yang cepat dan mudah dijangkau tanpa batasan lokasi atau waktu. Studi menunjukkan bahwa penggunaan internet untuk mencari informasi kesehatan sangat umum, dengan sebagian besar pengguna internet di berbagai komunitas menggunakan situs web kesehatan, media sosial, dan mesin pencari untuk mendapatkan informasi terkait penyakit, gejala, atau penanganan kesehatan. Namun, tidak semua informasi yang ditemukan memiliki kualitas yang sama, beberapa bersifat tidak akurat atau menyesatkan, yang dapat berdampak negatif terhadap keputusan kesehatan jika tidak dievaluasi secara kritis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Pola Perilaku Masyarakat dalam Mencari Informasi Kesehatan
Pola perilaku masyarakat dalam mencari informasi kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor demografis, akses teknologi, serta tingkat literasi kesehatan. Beberapa penelitian empiris menunjukkan bahwa hampir seluruh responden dalam studi komunitas di Indonesia mencari informasi kesehatan melalui internet sebagai respons terhadap kebutuhan informasi yang mereka rasakan, yakni mengetahui gejala penyakit umum atau cara penanganan sederhana. Dalam penelitian tersebut, mayoritas pelaku HISB menunjukkan perilaku baik dalam mengakses sumber digital yang mereka anggap relevan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
Dalam konteks global, pola HISB juga dipengaruhi usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, serta tingkat pendidikan. Misalnya, orang dewasa muda cenderung lebih sering mencari informasi kesehatan secara daring dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Pendidikan dan literasi kesehatan juga memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengevaluasi serta menyaring informasi yang mereka peroleh, sehingga mampu mendukung keputusan yang lebih baik mengenai layanan kesehatan atau penanganan kondisi tertentu. Namun, hambatan seperti keterbatasan literasi digital dan adanya informasi yang salah masih tetap menjadi tantangan dalam HISB. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Sumber Informasi Kesehatan Formal dan Informal
Sumber informasi kesehatan dapat dibedakan menjadi formal dan informal berdasarkan kredibilitas, otoritas, serta cara distribusinya.
Formal
Sumber formal mencakup kanal dan institusi yang diakui memiliki kredibilitas dan otoritas ilmiah dalam penyampaian informasi kesehatan. Contoh utama meliputi:
-
Tenaga kesehatan profesional: dokter, perawat, ahli gizi, dan tenaga medis lainnya yang memberikan informasi berdasarkan bukti ilmiah dan pengalaman profesional. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Lembaga kesehatan resmi: seperti situs pemerintah, organisasi kesehatan internasional (misalnya WHO), serta jurnal ilmiah yang menyediakan informasi yang telah melalui proses peer-review. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Publikasi ilmiah: artikel jurnal dan evidensi riset yang tersedia secara terbuka melalui repositori pendidikan tinggi dan perpustakaan digital.
Informal
Sumber informal mencakup kanal yang kurang terstruktur dan tidak memiliki pengawasan ilmiah ketat, termasuk:
-
Media sosial dan mesin pencari: platform seperti Facebook, TikTok, atau hasil pencarian Google yang sering digunakan masyarakat untuk mendapatkan info kesehatan cepat, meskipun tidak selalu terverifikasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Teman dan keluarga: individu sering kali berbagi pengalaman pribadi atau rekomendasi terkait kesehatan yang dapat memengaruhi persepsi kelompok sosial. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Media massa umum: televisi, radio, dan surat kabar yang menyampaikan konten kesehatan baik dari sumber profesional maupun populer tergantung pada program dan produksi editorial. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Peran Media Digital dalam Pencarian Informasi Kesehatan
Media digital telah merevolusi cara masyarakat mengakses informasi kesehatan. Internet menawarkan akses cepat ke artikel kesehatan, video edukatif, forum diskusi, dan sumber daya yang sangat beragam. Banyak orang kini mencari informasi kesehatan di portal kesehatan daring atau melalui mesin pencari karena kemudahan aksesnya. Penelitian kesehatan digital menunjukkan bahwa platform digital menyediakan peluang untuk mendapatkan informasi terbaru dan relevan berdasarkan kebutuhan spesifik pengguna. Selain itu, media sosial memungkinkan interaksi serta berbagi pengalaman kesehatan secara real-time, yang sering kali memperkuat keterlibatan individu dalam proses HISB. Namun, fenomena ini juga menghadirkan risiko penyebaran informasi yang tidak benar, sehingga kemampuan literasi digital dan kemampuan mengevaluasi sumber informasi menjadi krusial dalam menentukan kualitas serta keandalan informasi yang diperoleh. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Dampak Kualitas Informasi terhadap Perilaku Kesehatan
Kualitas informasi kesehatan secara langsung memengaruhi perilaku kesehatan masyarakat. Informasi yang akurat dan berbasis bukti dapat mendorong keputusan yang tepat seperti penggunaan layanan kesehatan preventif, pemilihan perawatan yang sesuai, serta perubahan gaya hidup yang sehat. Sebaliknya, informasi yang salah atau menyesatkan (misinformation) dapat menghasilkan keputusan yang berbahaya, seperti penggunaan pengobatan yang tidak efektif, penundaan mencari perawatan profesional, atau ketidakpatuhan terhadap rekomendasi medis yang benar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengguna HISB sering kali mencari informasi di berbagai website untuk membandingkan dan menilai relevansi konten, namun rendahnya tingkat krisis kritik terhadap sumber informasi dapat menjadi penghambat dalam mengakses informasi yang benar. Selain itu, rendahnya literasi kesehatan membuat individu lebih rentan terhadap konten yang kualitasnya diragukan, sehingga dapat memengaruhi keputusan dan perilaku kesehatan secara negatif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Kesimpulan
Pencarian informasi kesehatan adalah aktivitas penting yang memengaruhi cara masyarakat memahami kondisi kesehatan dan mengambil keputusan terkait penanganan atau pencegahan penyakit. Secara umum, HISB mencakup proses aktif dan pasif dalam mencari, memilih, serta menggunakan informasi dari berbagai kanal dan sumber. Era digital telah mempermudah akses informasi kesehatan, namun kualitas dan keandalan sumber informasi menjadi tantangan utama. Pola perilaku pencarian dipengaruhi oleh faktor demografis, akses teknologi, dan tingkat literasi, sementara perilaku ini juga dipengaruhi oleh kualitas informasi yang tersedia. Sumber informasi formal seperti tenaga kesehatan dan publikasi ilmiah tetap menjadi rujukan utama bagi keputusan kesehatan yang benar, sedangkan sumber informal sering menjadi rujukan cepat namun berisiko terhadap akurasi informasi. Oleh karena itu, peningkatan literasi kesehatan dan kemampuan mengevaluasi informasi sangat penting dalam menunjang keputusan kesehatan yang efektif di masyarakat modern.