Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-sehat-konsep-dan-determinan-psikologis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis - SumberAjar.com

Perilaku Sehat: Konsep dan Determinan Psikologis

Pendahuluan

Perilaku sehat merupakan salah satu aspek fundamental yang menentukan derajat kesehatan individu dan masyarakat secara menyeluruh. Kegiatan yang dilakukan setiap orang, dari pola makan, aktivitas fisik, cara mengelola stres, hingga hubungan sosial, semuanya memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan psikologis. Dalam konteks kesehatan masyarakat, perilaku hidup sehat menjadi fokus utama karena perilaku ini tidak hanya mampu mencegah penyakit tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan mental dan sosial seseorang. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

Dalam era modern, perubahan gaya hidup yang cepat dan kemajuan teknologi memicu tantangan baru terhadap pelaksanaan perilaku sehat. Faktor psikologis seperti motivasi, sikap, kepercayaan diri, serta dukungan sosial memegang peran penting dalam menentukan apakah seseorang mampu mempertahankan perilaku yang mendukung kesehatannya. Dengan memahami konsep dan determinan psikologis perilaku sehat, strategi promosi kesehatan dapat dirumuskan lebih efektif sehingga dapat merespon dinamika kehidupan kontemporer. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Perilaku Sehat

Definisi Perilaku Sehat Secara Umum

Perilaku sehat merujuk pada semua kegiatan, kebiasaan, dan tindakan yang dilakukan individu secara sadar untuk mempertahankan, meningkatkan, atau memulihkan kesehatannya. Menurut literatur kesehatan masyarakat, perilaku sehat mencakup tindakan preventif seperti olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, serta kemampuan mengendalikan pola tidur maupun manajemen stres untuk menjaga kesehatan fisik dan mental jangka panjang. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi ini menekankan bahwa perilaku sehat bukan hanya tindakan singkat tetapi sebuah pola yang dilakukan secara konsisten, dengan tujuan utama mencapai dan mempertahankan keseimbangan kondisi tubuh dan jiwa. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Perilaku Sehat dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perilaku sehat menjelaskan pola tingkah laku atau kebiasaan individu yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga, meningkatkan, atau memperbaiki kondisi kesehatan tubuh dan mentalnya. Lingkupnya meliputi tindakan yang berkaitan dengan pola hidup sehat, kebersihan, manajemen stres, serta pengambilan keputusan yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Sumber definisi dari laman resmi KBBI dapat diakses langsung melalui situs KBBI daring.

Definisi Perilaku Sehat Menurut Para Ahli

1. Taylor dan Peplau (2012)

Perilaku sehat adalah perilaku yang dilakukan individu untuk mempertahankan atau meningkatkan tingkat kesehatannya, baik tindakan yang terlihat maupun yang bersifat internal namun berdampak signifikan pada kondisi kesehatan. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

2. Sarafino dan Smith (2011)

Menekankan bahwa perilaku sehat mencakup aktivitas yang dilakukan tanpa memandang status kesehatan saat itu, melainkan fokus pada tujuan kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

3. Gochman (1998)

Perilaku sehat tidak hanya mencakup tindakan fisik semata, tetapi juga pola kebiasaan dan keyakinan yang mendukung upaya pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

4. Kasl dan Cobb (dalam Glanz et al., 2008)

Memperkenalkan tiga kategori perilaku sehat: perilaku pencegahan (preventive health behaviour), perilaku pencarian pengobatan (illness behaviour), dan perilaku kesadaran sakit (sick role behaviour). [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]


Bentuk-Bentuk Perilaku Sehat

Perilaku sehat mencakup berbagai bentuk nyata yang dapat diamati pada kehidupan sehari-hari. Bentuk perilaku ini dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori besar:

1. Perilaku Pencegahan Penyakit

Tindakan yang dilakukan individu atau kelompok untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan, seperti imunisasi, pemeriksaan kesehatan berkala, cuci tangan pakai sabun sebelum makan, serta penggunaan alat pelindung saat beraktivitas di luar rumah. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

2. Perilaku Peningkatan Kesehatan

Ini mencakup kebiasaan yang meningkatkan kualitas fungsi tubuh dan pikiran, seperti pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidur cukup, serta kegiatan yang mengurangi risiko stres kronis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

3. Perilaku Pengelolaan Emosi dan Stres

Fokus pada cara seseorang menangani tekanan emosional dan psikologis sehari-hari, termasuk teknik relaksasi, meditasi, atau konseling untuk mempertahankan kesehatan mental. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

4. Perilaku Sosial dan Dukungan Komunitas

Partisipasi dalam kegiatan sosial yang positif dan mendukung jaringan sosial yang sehat, yang turut membantu membangun lingkungan yang kondusif bagi praktik perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Perilaku sehat bersifat multifaset, mencakup lebih dari sekadar aspek fisik, tetapi juga mencerminkan interaksi antara individu, psikologi, dan lingkungan sosial. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Determinan Psikologis Perilaku Sehat

Determinasi perilaku sehat tidak semata berasal dari faktor fisik atau lingkungan, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang kompleks.

1. Pengetahuan dan Informasi

Pengetahuan yang akurat dan komprehensif tentang hubungan antara kebiasaan dengan kesehatan sangat memengaruhi keputusan seseorang untuk bertindak sehat. Individu yang memahami konsekuensi kesehatan dari perilaku tertentu cenderung mengambil tindakan preventif lebih konsisten. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

2. Sikap dan Keyakinan

Sikap positif terhadap kesehatan berhubungan langsung dengan tingkat motivasi untuk melakukan perilaku hidup sehat. Individu yang percaya bahwa tindakan sehat membawa manfaat besar cenderung memiliki komitmen yang lebih kuat dalam menerapkannya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

3. Motivasi dan Self-Efficacy

Motivasi intrinsik dan keyakinan diri (self-efficacy) memainkan peran besar dalam kemampuan seseorang untuk mempertahankan perilaku sehat, terutama ketika menghadapi resistensi atau godaan perilaku tidak sehat. [Lihat sumber Disini - annualreviews.org]

4. Sikap Sosial Subjektif dan Norma Kelompok

Norma sosial dan harapan dari kelompok sosial yang diikuti juga memengaruhi perilaku seseorang. Tekanan atau dukungan dari teman, keluarga, atau komunitas dapat memperkuat atau sebaliknya melemahkan perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

5. Regulasi Emosional dan Pengendalian Diri

Kemampuan dalam mengelola emosi, stres, dan impuls juga termasuk determinan psikologis penting. Individu dengan keterampilan mengelola stres yang baik cenderung mengambil keputusan yang lebih sehat dalam situasi sulit. [Lihat sumber Disini - annualreviews.org]


Peran Motivasi dan Sikap dalam Perilaku Sehat

Motivasi dan sikap merupakan konstruksi psikologis yang sangat memengaruhi arah dan intensitas perilaku seseorang.

Peran Motivasi

Motivasi memandu individu untuk mengejar tujuan kesehatan jangka panjang dengan mengarahkan perilaku mereka secara sadar. Motivasi intrinsik, yang berasal dari keinginan pribadi untuk hidup sehat, terbukti lebih efektif daripada motivasi ekstrinsik seperti tekanan sosial semata dalam mempertahankan perilaku sehat secara konsisten. [Lihat sumber Disini - annualreviews.org]

Peran Sikap

Sikap terhadap kesehatan mencerminkan sejauh mana individu menilai penting atau tidaknya perilaku sehat. Sikap positif terhadap kegiatan sehat akan meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor Lingkungan dalam Perilaku Sehat

Faktor lingkungan juga memengaruhi perilaku sehat individual maupun kelompok.

Lingkungan Fisik

Ketersediaan fasilitas kesehatan, akses ruang terbuka hijau, sarana olahraga, serta sanitasi yang baik turut mendukung individu dalam menerapkan perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - journal.an-nur.ac.id]

Lingkungan Sosial

Dukungan keluarga, teman, dan komunitas turut memengaruhi keputusan individu dalam mempertahankan gaya hidup sehat. Interaksi sosial yang sehat memberikan dorongan motivasional dan rasa tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri. [Lihat sumber Disini - journal.an-nur.ac.id]

Kebijakan dan Struktur Institusional

Kebijakan pemerintah dan struktur organisasi, seperti adanya program UKS di sekolah atau kampanye kesehatan masyarakat, juga menjadi bagian dari lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sehat secara kolektif maupun individual. [Lihat sumber Disini - journal.an-nur.ac.id]


Dampak Perilaku Sehat terhadap Kesehatan Mental

Perilaku sehat tidak hanya memberikan dampak positif pada kesehatan fisik, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap kesehatan mental.

1. Pengurangan Stres dan Kecemasan

Kegiatan seperti olahraga teratur, nutrisi seimbang, serta tidur yang cukup dapat menurunkan tingkat hormon stres dalam tubuh, sehingga membantu mengurangi kecemasan dan depresi. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

2. Meningkatkan Rasa Bahagia dan Kesejahteraan Emosional

Individu yang menerapkan pola hidup sehat cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik secara keseluruhan, termasuk kepuasan hidup dan mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi tantangan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

3. Memperkuat Keterampilan Sosial dan Interaksi

Kegiatan yang mendukung perilaku sehat sering kali melibatkan keterlibatan orang lain, yang pada gilirannya memperkuat keterampilan interpersonal serta jaringan sosial yang sehat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Perilaku sehat merupakan kumpulan tindakan sadar yang dilakukan untuk mempertahankan, meningkatkan, atau memulihkan kesehatan secara holistik, mencakup fisik, mental, dan sosial. Konsep ini didefinisikan secara luas oleh para ahli kesehatan, baik dalam konteks preventif maupun promotif kesehatan. Determinan psikologis seperti pengetahuan, sikap, motivasi, self-efficacy, serta norma sosial memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan perilaku sehat. Lingkungan fisik, sosial, serta kebijakan institusional merupakan faktor eksternal yang turut mempengaruhi praktik perilaku sehat. Dampak dari perilaku sehat pun tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional secara keseluruhan. Dengan pemahaman komprehensif akan faktor-faktor tersebut, strategi promosi kesehatan di berbagai level dapat dikembangkan lebih efektif untuk mencapai masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku sehat adalah segala tindakan dan kebiasaan yang dilakukan secara sadar oleh individu untuk menjaga, meningkatkan, dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial, seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, manajemen stres, dan menjaga hubungan sosial yang positif.

Bentuk-bentuk perilaku sehat meliputi perilaku pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengelolaan stres dan emosi, serta perilaku sosial yang mendukung kesehatan seperti keterlibatan dalam aktivitas komunitas dan menjaga relasi interpersonal yang sehat.

Determinan psikologis perilaku sehat adalah faktor-faktor psikologis yang memengaruhi seseorang dalam menerapkan perilaku sehat, seperti pengetahuan, sikap, motivasi, self-efficacy, regulasi emosi, serta norma sosial yang dianut individu.

Motivasi dan sikap berperan penting karena keduanya menentukan kesiapan dan konsistensi individu dalam menjalankan perilaku sehat. Motivasi yang kuat dan sikap positif terhadap kesehatan meningkatkan kemungkinan seseorang mempertahankan perilaku sehat dalam jangka panjang.

Lingkungan memengaruhi perilaku sehat melalui ketersediaan fasilitas kesehatan, dukungan sosial, norma masyarakat, serta kebijakan institusi. Lingkungan yang mendukung akan mempermudah individu untuk menerapkan dan mempertahankan perilaku hidup sehat.

Perilaku sehat berdampak positif terhadap kesehatan mental dengan menurunkan tingkat stres dan kecemasan, meningkatkan kesejahteraan emosional, memperbaiki kualitas hidup, serta memperkuat kemampuan individu dalam mengelola tekanan dan tantangan psikologis.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan Determinan Sosial Kesehatan: Konsep, ketimpangan, dan dampaknya Determinan Sosial Kesehatan Konsep Fungsi Psikologis Sehat PHBS: Konsep, determinan perilaku, dan dampaknya Psikologi Gaya Hidup Sehat: Konsep Integratif Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Gaya Hidup Sehat: Konsep dan Faktor yang Mempengaruhi Konsep Kesejahteraan Psikologis Self-Efficacy Kesehatan: Konsep, Determinan Psikososial, dan Pengaruh Perilaku Risiko Perilaku Tidak Aman Pasien: Konsep, Determinan, dan Pencegahan Gaya Hidup Sehat: Konsep, faktor pembentuk, dan keberlanjutan Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Faktor yang Mempengaruhi Asupan Lemak Sehat Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kecemasan Primigravida: Konsep, Determinan, dan Pendekatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Distres Psikologis: Konsep dan Indikator Perubahan Perilaku Kesehatan Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna