
Perilaku Sarapan pada Mahasiswa
Pendahuluan
Sarapan sering disebut sebagai “makan terpenting dalam sehari” karena perannya yang fundamental dalam menyediakan energi dan nutrisi setelah berpuasa semalaman. Pada mahasiswa, kebiasaan sarapan menjadi isu penting karena mengaitkan pola makan dengan produktivitas belajar, fungsi kognitif, serta kesehatan umum. Banyak mahasiswa melewatkan sarapan untuk berbagai alasan seperti keterbatasan waktu, kurangnya motivasi, atau kebiasaan hidup yang tidak teratur, yang pada gilirannya dapat berdampak negatif pada konsentrasi, suasana hati, dan energi sepanjang hari. Kondisi ini memunculkan kebutuhan untuk memahami perilaku sarapan dalam konteks kehidupan mahasiswa, termasuk tingkat kepatuhan, faktor yang memengaruhi, dampak dari tidak sarapan, hubungan dengan pola makan harian, serta upaya edukasi gizi untuk meningkatkan kebiasaan sarapan yang sehat di kalangan mahasiswa.
Definisi Perilaku Sarapan pada Mahasiswa
Definisi Sarapan Secara Umum
Sarapan secara umum merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan di pagi hari setelah bangun tidur dengan tujuan mengisi kembali energi yang habis setelah puasa semalaman dan memberikan nutrisi penting untuk memulai aktivitas harian. Sarapan memungkinkan tubuh memperoleh zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk fungsi metabolik dan kognitif sejak pagi hari. Studi nutrisi menunjukkan bahwa sarapan yang seimbang dapat membantu meningkatkan konsentrasi, stabilitas gula darah, serta kesiapan belajar dan bekerja secara umum.
Definisi Sarapan dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarapan diartikan sebagai makan sesuatu pada pagi hari sebagai alas perut agar terhindar dari rasa lapar atau sakit perut akibat perut kosong; dengan kata lain makan pagi yang memberikan energi sebelum memulai kegiatan harian. Arti kata ini menekankan aspek waktu (pagi hari) dan fungsi fisiologisnya dalam mengisi kembali kebutuhan energi tubuh setelah tidak makan semalaman. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Sarapan Menurut Para Ahli
-
Depkes (2005) menyatakan bahwa sarapan adalah makanan yang dikonsumsi pada pagi hari sebelum beraktivitas dan biasanya terdiri dari sumber zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]
-
Hardinsyah & Aries (2012) menjelaskan bahwa sarapan merupakan kegiatan makan dan minum antara bangun pagi sampai pukul 9 yang memenuhi sekitar 15, 30% kebutuhan gizi harian, berperan dalam meningkatkan fungsi konsentrasi belajar dan fisik. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]
-
Lundqvist et al. (2019) menegaskan bahwa sarapan memiliki efek positif pada performa kognitif, prestasi belajar, dan kualitas hidup, karena menyediakan glukosa yang dibutuhkan otak untuk konsentrasi dan proses mental. [Lihat sumber Disini - foodandnutritionresearch.net]
-
Adolphus et al. (2013) menyatakan bahwa sarapan bermanfaat secara signifikan bagi perilaku, performa akademik, dan fungsi kognitif siswa dan mahasiswa dengan menyediakan energi dan nutrisi yang diperlukan otak. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Tingkat Kepatuhan Sarapan pada Mahasiswa
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan mahasiswa untuk sarapan masih sangat beragam dan sering kali rendah. Studi cross-sectional pada mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa melaporkan jarang atau tidak rutin sarapan sebelum aktivitas kuliah, di mana prevalensi melewatkan sarapan bisa sangat tinggi terutama di kalangan mahasiswa karena berbagai alasan seperti bangun kesiangan, keterbatasan waktu, dan aktivitas lain di pagi hari. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Rata-rata pola sarapan pada mahasiswa menunjukkan bahwa banyak yang hanya sarapan beberapa kali dalam seminggu atau bahkan tidak sarapan sama sekali, yang menandakan tingkat kepatuhan yang rendah terhadap rekomendasi sarapan sehari-hari. Hal ini konsisten dengan temuan lintas negara bahwa persentase mahasiswa yang melewatkan sarapan sering mencapai puluhan persen dari populasi studi, menunjukkan masalah umum di kelompok usia ini. [Lihat sumber Disini - repository.unar.ac.id]
Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Sarapan
Beragam faktor memengaruhi kebiasaan sarapan mahasiswa, di antaranya:
-
Waktu dan Jadwal Kuliah
Banyak mahasiswa melewatkan sarapan karena bangun terlambat atau harus berangkat kuliah pagi sebelum sempat makan pagi. Ketidaksesuaian antara jadwal kuliah dan waktu sarapan sering menjadi alasan utama mengapa mahasiswa melewatkan makanan pagi. [Lihat sumber Disini - repository.unar.ac.id]
-
Pengetahuan Gizi
Mahasiswa yang kurang memahami manfaat nutrisi sarapan cenderung tidak memprioritaskan kegiatan ini. Pengetahuan rendah tentang hubungan sarapan dengan konsentrasi dan performa belajar dapat menjadi faktor yang melemahkan motivasi untuk sarapan. [Lihat sumber Disini - repository.unar.ac.id]
-
Kualitas Tidur dan Kebiasaan Malam
Mahasiswa yang tidur larut malam sering bangun kesiangan dan tidak sempat sarapan, yang menunjukkan hubungan antara kebiasaan tidur serta jadwal makan pagi yang berubah-ubah. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
-
Preferensi dan Dislike Makanan Pagi
Ketidaksukaan terhadap pilihan menu sarapan yang tersedia atau kebiasaan makanan tertentu dapat membuat mahasiswa memilih melewatkan sarapan. [Lihat sumber Disini - repository.unar.ac.id]
-
Status Sosioekonomi
Faktor seperti status keuangan dan akses terhadap makanan bergizi dapat memengaruhi kebiasaan sarapan, di mana mahasiswa dengan keterbatasan sumber daya mungkin mengalami hambatan untuk sarapan bergizi setiap hari. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Dampak Tidak Sarapan terhadap Konsentrasi dan Energi
Melewatkan sarapan dapat memberikan dampak negatif pada energi tubuh dan kemampuan kognitif. Ketika mahasiswa tidak sarapan, kadar glukosa darah dapat turun, mengakibatkan penurunan fungsi kognitif seperti konsentrasi, perhatian, dan pemecahan masalah, hal penting dalam aktivitas akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Penelitian pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa yang sarapan secara rutin memiliki tingkat energi yang lebih tinggi, suasana hati lebih baik, serta kemampuan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan yang melewatkan sarapan. Singkatnya, sarapan memberikan sumber glukosa awal yang dibutuhkan otak untuk proses belajar yang efektif setiap hari. [Lihat sumber Disini - journal.literasisains.id]
Tanpa sarapan, mahasiswa cenderung mengalami kelelahan, kesulitan fokus, dan potensi gangguan mood atau perasaan tidak nyaman selama kuliah di pagi hari. Studi juga mengaitkan perilaku melewatkan sarapan dengan konsentrasi belajar yang lebih rendah dan risiko penurunan performa akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Hubungan Sarapan dengan Pola Makan Harian
Sarapan bukan hanya sekadar makanan pagi; ia juga memengaruhi pola makan sepanjang hari. Mahasiswa yang sarapan secara teratur cenderung memiliki pola makan yang lebih teratur secara keseluruhan, termasuk asupan energi yang stabil serta kecenderungan memilih makanan bergizi sepanjang hari. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Sebaliknya, mahasiswa yang melewatkan sarapan sering kali mengalami peningkatan rasa lapar di siang hari yang dapat menyebabkan konsumsi makanan tidak sehat atau camilan tinggi kalori, yang berpotensi memicu pola makan yang kurang terkontrol dan berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - agridigi.fkp.unesa.ac.id]
Edukasi Gizi dalam Meningkatkan Kebiasaan Sarapan
Edukasi gizi terbukti sebagai strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya sarapan sehat. Program edukatif yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan gizi, termasuk pemahaman tentang manfaat sarapan dan cara menyiapkan menu sarapan yang praktis, dapat membantu memperbaiki kebiasaan makan pagi. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]
Melalui penyuluhan di kampus, penyediaan fasilitas sarapan sehat, serta integrasi materi gizi dalam kurikulum pendidikan kesehatan, mahasiswa dapat lebih termotivasi untuk sarapan secara konsisten. Edukasi ini tidak hanya menekankan aspek manfaat fisik tetapi juga efek positif sarapan terhadap konsentrasi, suasana hati, energi, dan prestasi akademik. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]
Kesimpulan
Perilaku sarapan pada mahasiswa merupakan bagian penting dari pola makan harian yang berkontribusi pada kesehatan fisik dan kognitif. Definisi sarapan mencakup konsumsi makanan pagi hari yang berfungsi untuk mengisi kembali energi tubuh, sedangkan dalam konteks akademik, sarapan berkaitan erat dengan kemampuan konsentrasi dan kesiapan belajar. Tingkat kepatuhan mahasiswa terhadap sarapan harian masih perlu ditingkatkan karena banyak mahasiswa yang melewatkan sarapan akibat berbagai faktor seperti jadwal kuliah, pengetahuan gizi, kebiasaan tidur, dan preferensi makanan. Dampak tidak sarapan mencakup penurunan energi, gangguan konsentrasi, dan potensi gangguan pola makan sepanjang hari. Hubungan sarapan dengan pola makan harian menunjukkan bahwa kebiasaan makan pagi yang baik terkait dengan pola makan yang lebih teratur dan pilihan makanan yang lebih sehat. Edukasi gizi merupakan langkah kunci dalam mendorong kebiasaan sarapan yang lebih baik, dengan fokus pada pemberian informasi yang tepat dan penyediaan fasilitas yang mendukung. Dengan demikian, peningkatan perilaku sarapan di kalangan mahasiswa dapat menjadi upaya strategis untuk menunjang kesehatan, fungsi kognitif, dan performa akademik secara keseluruhan.