Terakhir diperbarui: 01 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 1 December). Literasi Penelitian Mahasiswa: Strategi Peningkatannya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/literasi-penelitian-mahasiswa-strategi-peningkatannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Literasi Penelitian Mahasiswa: Strategi Peningkatannya - SumberAjar.com

Literasi Penelitian Mahasiswa: Strategi Peningkatannya

Pendahuluan

Perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia menuntut mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, melainkan juga mampu menjadi produsen pengetahuan melalui penelitian dan penulisan ilmiah. Kemampuan tersebut tak lepas dari kompetensi literasi akademik, terutama literasi penelitian, yang mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memproduksi informasi ilmiah secara kritis dan sistematis. Namun pada praktiknya, banyak mahasiswa yang menghadapi kesulitan dalam menjalankan penelitian, baik dari segi mencari sumber referensi yang relevan, mengevaluasi kualitas informasi, sampai menyusun tulisan ilmiah dengan struktur yang benar. Oleh karena itu, literasi penelitian mahasiswa menjadi aspek penting yang perlu ditingkatkan agar hasil penelitian bermutu, etis, serta memiliki kontribusi akademik dan praktis. Artikel ini bertujuan mendefinisikan literasi penelitian mahasiswa, mengulas literatur dan pendapat para ahli, serta menyajikan strategi efektif untuk meningkatkan literasi penelitian di kalangan mahasiswa.


Definisi Literasi Penelitian Mahasiswa

Definisi secara umum

Literasi penelitian dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang, dalam konteks mahasiswa atau akademisi, untuk melakukan berbagai tahap penelitian secara efektif: mulai dari identifikasi masalah, pencarian literatur, evaluasi dan seleksi sumber informasi, pemahaman metodologi, analisis data, sampai penulisan dan penyajian hasil penelitian. Literasi ini mencakup keterampilan berpikir kritis, kemampuan membaca dan menulis secara akademik, serta kemahiran dalam literasi informasi dan literasi digital. Dengan literasi penelitian yang baik, mahasiswa dapat bertransformasi dari konsumen materi menjadi produsen pengetahuan.

Definisi dalam kamus (KBBI)

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “literasi” merujuk pada kemampuan baca-tulis dan pemahaman terhadap bacaan, serta kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menyampaikan informasi. Meski KBBI tidak mendefinisikan secara spesifik “literasi penelitian,” definisi literasi dalam arti umum ini menjadi basis konseptual: literasi penelitian berarti literasi baca-tulis dan pemahaman informasi dikonteks penelitian ilmiah, yakni membaca literatur, mengevaluasi sumber, memahami metode, menulis ilmiah.

Definisi menurut para ahli

Berikut beberapa definisi literasi dan literasi akademik/ penelitian yang dikemukakan para peneliti dan ahli:

  • Dalam penelitian di Universitas Negeri Malang (2021), literasi informasi, bagian penting dari literasi penelitian, diartikan sebagai kemampuan mahasiswa dalam mengenali kebutuhan informasi, mencari dan mengevaluasi sumber, mengorganisir, menggunakan, serta membagikan informasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.brin.go.id]
  • Dalam studi di IAKN Toraja, literasi mahasiswa mencakup kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, memahami informasi, serta kemampuan menganalisis informasi dari berbagai sumber. [Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id]
  • Berdasarkan penelitian di Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, literasi akademik mahasiswa meliputi kemampuan menyusun struktur artikel ilmiah, menulis isi artikel (abstrak, metode, kesimpulan), serta kemampuan menelola referensi dan data, aspek penting dalam literasi penelitian. [Lihat sumber Disini - ejournal.unib.ac.id]
  • Dalam konteks literasi digital, yang relevan karena banyak literatur kini tersedia secara daring, kemampuan literasi digital mahasiswa dibuktikan berperan signifikan dalam pemanfaatan e-resources seperti e-journal, e-book, dan repositori digital. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]

Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa literasi penelitian mahasiswa merupakan gabungan beberapa bentuk literasi: literasi baca-tulis, literasi informasi, literasi digital, berpikir kritis, serta kemampuan menulis ilmiah secara sistematis.


Tantangan dalam Literasi Penelitian Mahasiswa

Minimnya Kebiasaan Membaca dan Intensitas Literasi

Berdasarkan penelitian di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, ditemukan bahwa meskipun mahasiswa rata-rata memiliki skor kemampuan membaca, kemampuan mereka dalam memahami makna tersirat, mengidentifikasi tema utama dan detail pendukung, serta melakukan analisis kritis masih tergolong rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa kebiasaan membaca yang minim dan kurangnya kedalaman literasi menjadi persoalan utama. [Lihat sumber Disini - jer.or.id]

Rendahnya Literasi Informasi dan Digital

Dalam era informasi dan teknologi digital, akses ke literatur semakin mudah, tetapi hal ini tidak serta merta membuat literasi informasi dan digital mahasiswa tinggi. Studi di Universitas Negeri Malang menyimpulkan bahwa meskipun mahasiswa dapat mengidentifikasi kebutuhan informasi dan mengakses sumber, kemampuan mereka untuk menggunakan strategi pencarian informasi, mengevaluasi kualitas informasi, serta mengorganisir dan memanfaatkan informasi masih berada pada tingkat yang perlu ditingkatkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.brin.go.id]

Sementara itu, penelitian di program pendidikan agama di universitas di Jember menunjukkan bahwa literasi baca-tulis dan literasi digital mahasiswa sering belum memadai dalam mendukung penyelesaian tugas akhir / skripsi. [Lihat sumber Disini - digilib.uinkhas.ac.id]

Keterbatasan Kompetensi Menulis Ilmiah

Dalam penelitian di Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, meskipun sebagian besar mahasiswa mampu menyusun sistematika artikel ilmiah, ada kelompok mahasiswa yang masih membutuhkan bimbingan dalam penulisan isi artikel: seperti judul, abstrak, metode, kesimpulan; serta dalam pengelolaan referensi. [Lihat sumber Disini - ejournal.unib.ac.id]

Kurangnya Literasi Kritis dan Evaluasi Informasi

Dalam konteks literasi digital dan media, studi menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa meskipun mahir secara teknis (menggunakan internet, akses e-resources), mereka cenderung memiliki literasi kritis yang rendah: kesulitan dalam menyaring, memverifikasi, dan mengevaluasi informasi di ekosistem digital yang kompleks. [Lihat sumber Disini - journal.stiestekom.ac.id]


Strategi Peningkatan Literasi Penelitian Mahasiswa

Pelatihan Literasi Informasi dan Digital di Kampus

Perguruan tinggi perlu menyediakan pelatihan literasi informasi dan literasi digital bagi mahasiswa. Pelatihan ini mencakup cara mencari literatur ilmiah, menggunakan database dan repositori jurnal, mengevaluasi kredibilitas sumber, mengorganisir referensi, serta menggunakan tools manajemen referensi. Dengan demikian, mahasiswa memiliki pondasi kuat dalam literatur review dan referensi ilmiah.

Pengintegrasian Literasi Akademik dalam Kurikulum

Dosen dan pengelola program studi sebaiknya mengintegrasikan literasi akademik, seperti penulisan ilmiah, kritis analitis, etika penelitian, ke dalam kurikulum perkuliahan. Misalnya melalui tugas-tugas yang menuntut mahasiswa melakukan tinjauan pustaka, menulis artikel ilmiah, atau melakukan mini-riset. Hal ini membantu membiasakan mahasiswa dalam proses penelitian sejak dini.

Pendampingan & Bimbingan Intensif oleh Dosen/Pembimbing

Bimbingan oleh dosen sangat penting untuk membantu mahasiswa memahami struktur penulisan ilmiah, metodologi penelitian, cara menyusun argumen logis dan koheren, serta penggunaan referensi yang benar. Sebagai contoh, kesulitan dalam menyusun artikel ilmiah di universitas di Jember menunjukkan urgensi pendampingan akademik yang sistematis. [Lihat sumber Disini - digilib.uinkhas.ac.id]

Mendorong Kebiasaan Membaca dan Diskusi Akademik

Universitas bisa memfasilitasi ruang dan budaya literasi: misalnya klub membaca, kelompok diskusi jurnal, seminar mahasiswa, workshop penulisan. Kebiasaan ini membantu mahasiswa aktif mengeksplorasi literatur, berdiskusi, serta mengasah keterampilan berpikir kritis dan analitis.

Memanfaatkan Teknologi dan E-Resources secara Bijak

Di era digital, banyak jurnal dan repositori daring dapat diakses publik. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan literasi digital dan informasi sehingga bisa memanfaatkan e-resources dengan optimal, mencari artikel open access, mengevaluasi kualitas jurnal, mendownload dan menyimpan referensi, serta menggunakan referensi tersebut dalam penulisan akademik.

Pengembangan Literasi Ilmiah melalui Proyek Riset Mandiri atau Kolaboratif

Universitas dapat mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam proyek penelitian, baik individu maupun kelompok, yang relevan dengan bidang studi. Melalui praktik nyata penelitian, mahasiswa belajar merancang penelitian, mengumpulkan data, menganalisis, hingga menulis laporan ilmiah. Pendekatan ini membantu mentransformasi literasi akademik teoritis menjadi keterampilan praktis.


Peran Literasi Penelitian dalam Meningkatkan Kualitas Tugas Akhir / Skripsi

Peningkatan literasi penelitian akan berdampak signifikan terhadap kualitas skripsi atau tugas akhir mahasiswa. Dengan literasi yang baik, mahasiswa dapat:

  • Menyusun kerangka penelitian yang jelas berdasarkan tinjauan pustaka yang komprehensif,
  • Menggunakan referensi dari sumber kredibel dan relevan, mengurangi ketergantungan pada sumber tidak terpercaya,
  • Menyusun argumen ilmiah secara logis dan koheren,
  • Mengorganisir struktur penulisan: judul → abstrak → latar belakang → metode → hasil & pembahasan → kesimpulan → daftar pustaka,
  • Menggunakan literatur terkini dan hasil penelitian terdahulu untuk memperkuat dasar teoritis dan diskusi penelitian,
  • Meningkatkan kemungkinan publikasi ilmiah (jurnal, konferensi) jika skripsi dikembangkan lebih lanjut.

Sebagai bukti empiris, penelitian di Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mampu menyusun sistematika artikel ilmiah, tetapi sejumlah mahasiswa tetap memerlukan bimbingan untuk menyempurnakan penulisan isi artikel. [Lihat sumber Disini - ejournal.unib.ac.id]


Kesimpulan

Literasi penelitian mahasiswa adalah fondasi penting bagi keberhasilan penelitian akademik dan penulisan ilmiah. Definisinya melibatkan gabungan literasi baca-tulis, literasi informasi, literasi digital, berpikir kritis, kemampuan menulis ilmiah, dan analisis sumber. Di Indonesia, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih menghadapi tantangan: kebiasaan membaca rendah, literasi informasi dan digital belum maksimal, serta keterbatasan dalam menulis ilmiah secara sistematis. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan strategi komprehensif: pelatihan literasi, integrasi literasi akademik dalam kurikulum, bimbingan intensif, budaya literasi kampus, pemanfaatan e-resources secara bijak, dan pengalaman riset nyata. Dengan literasi penelitian yang baik, mahasiswa dapat menghasilkan karya ilmiah berkualitas, meningkatkan kemampuan akademik, serta turut berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Literasi penelitian mahasiswa adalah kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan memproduksi informasi ilmiah secara sistematis. Termasuk kemampuan mencari literatur, membaca sumber akademik, berpikir kritis, memahami metodologi, dan menuliskan hasil penelitian.

Literasi penelitian penting karena menjadi dasar penyusunan tugas akhir, pengembangan pemikiran kritis, penggunaan sumber kredibel, serta peningkatan kualitas karya ilmiah yang dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Tantangan utama mahasiswa mencakup rendahnya kebiasaan membaca, kesulitan menemukan dan mengevaluasi referensi yang kredibel, keterbatasan literasi digital, pemahaman metodologi penelitian yang belum memadai, dan lemahnya kemampuan menulis ilmiah.

Peningkatan literasi penelitian dapat dilakukan melalui pelatihan literasi informasi dan digital, integrasi literasi akademik dalam kurikulum, pendampingan penelitian oleh dosen, penyediaan fasilitas diskusi akademik, serta pembiasaan membaca dan memanfaatkan e-resources secara optimal.

Literasi penelitian berperan dalam menghasilkan skripsi yang sistematis, argumentatif, dan berbasis sumber ilmiah kredibel. Mahasiswa menjadi mampu menyusun tinjauan pustaka yang kuat, memilih metode penelitian tepat, dan menyajikan analisis data secara valid.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Web Portofolio Mahasiswa Sistem Web Portofolio Mahasiswa Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Literasi Obat: Konsep, Urgensi, dan Peningkatan Pemahaman Literasi Obat: Konsep, Urgensi, dan Peningkatan Pemahaman Literasi Digital Tenaga Kesehatan Literasi Digital Tenaga Kesehatan Nutritional Literacy Nutritional Literacy Literasi Risiko Kesehatan: Konsep, Pemahaman Informasi, dan Respons Individu Literasi Risiko Kesehatan: Konsep, Pemahaman Informasi, dan Respons Individu Literasi Kesehatan Reproduksi Masyarakat Literasi Kesehatan Reproduksi Masyarakat Sistem Informasi Monitoring Tugas Mahasiswa Sistem Informasi Monitoring Tugas Mahasiswa Health Literacy: Konsep, peran masyarakat, dan implikasi Health Literacy: Konsep, peran masyarakat, dan implikasi Literasi Media: Konsep dan Kesadaran Kritis Literasi Media: Konsep dan Kesadaran Kritis Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Pola Penggunaan Obat Antasida pada Mahasiswa Pola Penggunaan Obat Antasida pada Mahasiswa Sistem Web Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem Web Penerimaan Mahasiswa Baru Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Penyesuaian Diri Mahasiswa: Konsep dan Dinamika Penyesuaian Diri Mahasiswa: Konsep dan Dinamika Adaptasi Sosial Mahasiswa Baru: Konsep dan Tantangan Adaptasi Sosial Mahasiswa Baru: Konsep dan Tantangan Konsep Motivasi Belajar Mahasiswa Konsep Motivasi Belajar Mahasiswa Health Literacy Masyarakat Health Literacy Masyarakat
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…