Terakhir diperbarui: 15 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 15 November). Prinsip Objektivitas dalam Riset Akademik. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/prinsip-objektivitas-dalam-riset-akademik  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Prinsip Objektivitas dalam Riset Akademik - SumberAjar.com

Prinsip Objektivitas dalam Riset Akademik

Pendahuluan

Riset akademik memiliki peran sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik di lingkungan perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun dalam penerapan praktis di dunia profesional. Untuk menghasilkan riset yang kredibel dan dapat dijadikan landasan bagi keputusan akademik maupun kebijakan publik, maka peneliti harus mematuhi sejumlah prinsip metodologis dan etis yang menjadi fondasi mutu penelitian. Salah satu prinsip utama tersebut adalah objektivitas. Prinsip objektivitas menyangkut bagaimana peneliti menjalankan penelitian dengan sikap netral, bebas dari bias, dan memperlakukan data serta analisis secara jujur dan transparan. Dalam konteks riset, pelanggaran terhadap objektivitas,misalnya melalui mengabaikan data yang tak sesuai hipotesis atau memanipulasi hasil,akan merusak validitas temuan dan menurunkan kepercayaan terhadap penelitian tersebut. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara mendetail tentang prinsip objektivitas dalam riset akademik: mulai dari definisinya secara umum, dalam KBBI, dan menurut para ahli; kemudian menguraikan aspek-aspek dan implementasi objektivitas dalam riset akademik; serta kesimpulan sebagai penutup.


Definisi Prinsip Objektivitas

Definisi Prinsip Objektivitas Secara Umum

Secara umum, objektivitas dapat dipahami sebagai sikap atau kualitas yang mengedepankan fakta, bukti, dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar pandangan atau interpretasi pribadi yang bias. Dalam riset akademik, hal ini berarti peneliti berusaha untuk “melihat seperti adanya”, bukan seperti yang diharapkan atau dibuat agar sesuai dengan keinginan. Sebagai contoh, salah satu sumber menyebut bahwa dalam penelitian kuantitatif, “penelitian kuantitatif lebih menekankan pada fenomena objektif dan memaksimalkan objektivitas”. [Lihat sumber Disini - sejurnal.com] Penjelasan ini menggarisbawahi bahwa objektivitas dalam riset berkaitan dengan penyajian data dan analisis yang menahan diri dari unsur-subjektivitas peneliti.

Definisi Prinsip Objektivitas dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, kata objektivitas atau ob·jek·ti·vi·tas didefinisikan sebagai “sikap jujur, tidak dipengaruhi pendapat dan pertimbangan pribadi atau golongan dalam mengambil putusan atau tindakan; keobjektifan”. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id] Definisi ini relevan dalam riset akademik karena menekankan bahwa tindakan peneliti atau keputusan penelitian tidak boleh terpengaruh oleh kepentingan pribadi, kelompok, atau nilai-nilai yang tidak berbasis bukti.

Definisi Prinsip Objektivitas Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi menurut para ahli yang bisa dijadikan rujukan dalam konteks riset akademik:

  1. Menurut buku metodologi yang membahas prinsip penelitian ilmiah: “Prinsip objektivitas merupakan salah satu ciri utama dari metode ilmiah … Objektivitas merujuk kepada sikap bebas nilai dan emosi saat melakukan penelitian. Dalam kata lain, peneliti harus mampu memisahkan antara pandangan atau perasaan pribadi mereka dengan data dan fakta yang ditemukan dalam penelitian.” [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  2. Dalam kajian sosiologi ilmu: “Objektivitas dalam riset ilmu sosial … terdiri dari tiga bentuk yaitu (1) objektivitas dalam arti bebas dari prasangka, (2) objektivitas dalam arti inter-subjektif, dan (3) objektivitas dalam arti reliabilitas.” [Lihat sumber Disini - philarchive.org]
  3. Buku metodologi penelitian menyebutkan bahwa “Menurut Babbie (2016), objektivitas mengacu pada kemampuan peneliti untuk memisahkan diri dari preferensi pribadi, emosi, atau bias yang mungkin mempengaruhi.” [Lihat sumber Disini - repository.mediapenerbitindonesia.com]
  4. Dari literatur etika penelitian di Indonesia: “Objektivitas yaitu upaya untuk minimalisasi kesalahan/bias dalam melakukan analisis penelitian, penelitian harus memiliki objektivitas baik dalam karakteristik maupun prosedurnya… instrumen pengumpulan data harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai.” [Lihat sumber Disini - jptam.org]

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa objektivitas dalam riset akademik mengandung unsur: kebebasan dari pengaruh subjektif atau kepentingan, penggunaan bukti dan fakta yang dapat diverifikasi, transparansi metode dan proses, serta mampu menghasilkan temuan yang dapat diuji ulang oleh peneliti lain.


Aspek dan Implementasi Prinsip Objektivitas dalam Riset Akademik

Dalam praktik riset akademik, menerapkan objektivitas bukan sekadar menyebutkan bahwa “peneliti netral”, tetapi terdapat beberapa aspek dan langkah konkret yang harus diperhatikan. Berikut pembahasannya secara mendalam.

1. Kebebasan dari Bias dan Kepentingan

Salah satu aspek utama objektivitas adalah memastikan bahwa penelitian tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, kelompok, sponsor, atau pihak eksternal yang dapat mempengaruhi hasil. Sebagai contoh, dalam audit atau akuntansi, penelitian menemukan bahwa variabel objektivitas berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit karena auditor yang objektif cenderung tidak membiarkan kepentingan klien mempengaruhi hasil pekerjaan mereka. [Lihat sumber Disini - jurnal.umt.ac.id]
Dalam konteks riset akademik, hal ini berarti peneliti harus secara sadar menghindari konflik kepentingan, memilih metode yang adil (fair), dan tidak menyembunyikan data yang tidak mendukung hipotesis hanya karena hasilnya tidak sesuai harapan.

2. Transparansi Metode dan Prosedur

Agar penelitian dapat dianggap objektif, metode dan prosedur harus dilaporkan secara jelas dan terbuka. Hal ini memungkinkan peneliti lain untuk menelaah, mengulangi, atau memvalidasi temuan yang dihasilkan. Sebuah literatur menyebut bahwa salah satu elemen objektivitas adalah “transparansi dalam metode dan prosedur penelitian, serta dalam penentuan dan interpretasi temuan.” [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dalam riset akademik, pelaporan yang jujur dan lengkap atas desain penelitian, instrumen, sampling, teknik analisis, dan keterbatasan merupakan bagian penting untuk mempertahankan objektivitas.

3. Validitas dan Reliabilitas Data

Objektivitas juga berkorelasi dengan kualitas data yang digunakan dalam penelitian. Jika instrumen pengumpulan data tidak valid atau reliabel, maka temuan yang dihasilkan akan rentan terhadap bias dan subjektivitas. Dalam kajian etika peneliti Indonesia disebut bahwa instrumen pengumpulan data harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai untuk mencapai objektivitas. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
Oleh karena itu, peneliti wajib melakukan pengujian instrument (misalnya uji validitas, uji reliabilitas) dan melaporkan bagaimana data dikumpulkan, bagaimana sampel diambil, serta bagaimana analisis dilakukan agar objek penelitian benar-benar mencerminkan fenomena yang dikaji.

4. Replikasi atau Uji Ulang (Repeatability)

Salah satu indikator objektivitas yang sering disebut dalam literatur metodologi adalah bahwa penelitian harus bersifat reproducible atau setidaknya prosedurnya dapat diulangi oleh peneliti lain dan menghasilkan hasil yang serupa (atau paling tidak wajar berbeda). Sebagai contoh, dari literatur metodologi: “Peneliti perlu memastikan bahwa prosedur dan metode yang digunakan dalam penelitian dapat diulangi dan menghasilkan temuan yang konsisten.” [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Walaupun dalam riset sosial humaniora replikasi penuh tidak selalu memungkinkan, penting bahwa prosedur penelitian dijelaskan dengan cukup sehingga peneliti lain dapat melakukan kajian serupa atau verifikasi.

5. Pemisahan antara Fakta dan Opini

Objektivitas mengharuskan peneliti memisahkan antara fakta yang diperoleh melalui pengamatan atau pengukuran, dengan opini atau interpretasi yang bersifat subjektif. Dalam penelitian tekstual misalnya, buku metodologi menyebut bahwa peneliti harus memisahkan perasaan atau pandangan pribadi mereka dari data dan fakta yang ditemukan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dalam praktiknya, ini berarti bahwa laporan penelitian harus menyajikan data mentah atau ringkasan data secara jelas, kemudian interpretasi harus didasarkan pada bukti dan logika, bukan sekadar asumsi atau keyakinan peneliti tanpa dukungan bukti.

6. Sikap Peneliti yang Reflektif dan Kritis

Objektivitas juga melibatkan sikap peneliti dalam terus-menerus memeriksa apakah dirinya sedang bias, mempertanyakan asumsi yang digunakan, dan terbuka terhadap kritik atau revisi. Litera­tur etika penelitian di Indonesia menyebut bahwa peneliti harus “hati-hati dan kritis memeriksa pekerjaan anda sendiri dan pekerjaan rekan-rekan anda”. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
Sikap ini penting karena penelitian yang dilakukan oleh orang yang sadar akan potensi bias dan berupaya memitigasinya cenderung lebih bermutu dan dapat dipercaya.

7. Penerapan Objektivitas di Berbagai Metode Penelitian

Objektivitas bukan hanya milik penelitian kuantitatif saja, meskipun dalam penelitian kuantitatif objektivitas sering ditekankan karena sifatnya yang mengandalkan angka dan pengukuran. Sebagai contoh, dalam penelitian kuantitatif disebut bahwa penelitian tersebut “lebih menekankan pada fenomena objektif dan memaksimalkan objektivitas.” [Lihat sumber Disini - sejurnal.com]
Namun dalam penelitian kualitatif atau mixed-methods juga prinsip objektivitas tetap relevan,meskipun pendekatan dan indikator objektivitasnya mungkin berbeda (misalnya melalui triangulasi data, audit trail, refleksi peneliti). Peneliti kualitatif tetap harus transparan terhadap proses, mengakui posisi subjektifnya, dan berupaya menjaga kejujuran dalam interpretasi.

8. Hambatan dan Tantangan dalam Menerapkan Objektivitas

Dalam praktik riset akademik, penerapan objektivitas sering menghadapi tantangan seperti:

  • Konflik kepentingan (misalnya penelitian yang dibiayai oleh pihak yang memiliki kepentingan tertentu)
  • Tekanan publikasi atau “publish or perish” yang dapat mendorong manipulasi data
  • Bias peneliti (confirmation bias, seleksi data)
  • Keterbatasan metodologis atau akses data yang membuat penelitian sulit sepenuhnya bebas bias
    Dalam kajian sosiologi ilmu dijelaskan bahwa meskipun idealnya ilmu bersifat bebas nilai, faktanya banyak dimengaruhi oleh nilai epistemik dan non-epistemik sehingga objektivitas menjadi “ideal regulatif” yang sulit dicapai sempurna. [Lihat sumber Disini - philarchive.org]
    Mengetahui hambatan-hambatan ini menjadi penting agar peneliti secara proaktif menerapkan langkah mitigasi, seperti deklarasi konflik kepentingan, penggunaan metode peer review, dan keterbukaan dalam publikasi data.

Kesimpulan

Prinsip objektivitas dalam riset akademik merupakan fondasi penting untuk menghasilkan penelitian yang kredibel, dapat dipercaya, dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan maupun praktik. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Objektivitas berarti sikap dan praktik penelitian yang bebas dari pengaruh subjektif, kepentingan pribadi atau kelompok, serta menjunjung tinggi fakta, bukti, dan transparansi.
  2. Definisi objektivitas dapat dilihat dari tiga sisi: secara umum (bebas bias, mengutamakan fakta), menurut KBBI (sikap jujur, tidak dipengaruhi pendapat atau golongan), dan menurut para ahli (kemampuan memisahkan diri dari preferensi pribadi, menjaga keandalan dan transparansi dalam penelitian).
  3. Dalam implementasi riset akademik, objektivitas meliputi kebebasan dari bias, transparansi metode, validitas dan reliabilitas data, kemampuan replikasi, pemisahan fakta dan opini, sikap reflektif peneliti, penerapan pada berbagai metode penelitian, serta pengelolaan hambatan dan tantangan yang mungkin muncul.
  4. Meski objektivitas adalah ideal yang sulit dicapai sepenuhnya,terutama karena pengaruh nilai, akses data, dan tekanan publikasi,upaya sistematis untuk menjaga objektivitas akan memperkuat kualitas, relevansi, dan integritas penelitian.

Untuk peneliti, menjaga objektivitas bukanlah pilihan terpisah dari kualitas penelitian, tetapi merupakan bagian tak terpisahkan dari etika ilmiah dan mutu metodologis. Dengan mempraktikkan prinsip-prinsip objektivitas secara konsisten, riset akademik akan lebih mampu memberikan kontribusi nyata, dapat dipertanggungjawabkan, dan diterima oleh komunitas ilmiah serta pemangku kepentingan.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Prinsip objektivitas dalam riset akademik adalah sikap dan prosedur penelitian yang mengutamakan fakta, bukti, dan metode yang bebas dari bias pribadi atau kepentingan tertentu. Objektivitas menuntut peneliti untuk transparan, jujur dalam analisis, dan memisahkan opini dari data yang diperoleh.

Objektivitas penting karena memastikan hasil penelitian dapat dipercaya, akurat, dan dapat diverifikasi oleh peneliti lain. Tanpa objektivitas, penelitian berisiko mengandung bias yang dapat merusak validitas dan kredibilitas temuan ilmiah.

Objektivitas dapat diterapkan dengan beberapa cara, seperti menggunakan metode yang transparan, menghindari konflik kepentingan, memverifikasi data menggunakan instrumen yang valid dan reliabel, memisahkan fakta dari opini, melakukan triangulasi data, serta terbuka terhadap kritik dan revisi.

Beberapa tantangan dalam menjaga objektivitas meliputi adanya bias kognitif peneliti, konflik kepentingan, tekanan publikasi, keterbatasan metodologi, serta pengaruh nilai sosial maupun institusional yang dapat memengaruhi proses penelitian.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Objektivitas Ilmiah: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya Objektivitas Ilmiah: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya Objektivitas: Pengertian, Pentingnya, dan Contoh dalam Penelitian Objektivitas: Pengertian, Pentingnya, dan Contoh dalam Penelitian Prinsip Objektivitas dalam Penelitian Sosial Prinsip Objektivitas dalam Penelitian Sosial Teknologi Adaptif untuk Riset Sosial Teknologi Adaptif untuk Riset Sosial Riset Terapan di Dunia Industri dan Pendidikan Riset Terapan di Dunia Industri dan Pendidikan Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Riset Modern Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Riset Modern Keamanan Informasi dalam Riset Online Keamanan Informasi dalam Riset Online Riset Kolaboratif antar Universitas Riset Kolaboratif antar Universitas Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Aksiologi Ilmu: Nilai dan Etika dalam Riset Aksiologi Ilmu: Nilai dan Etika dalam Riset Rasionalitas Akademik: Definisi dan Prinsip Rasionalitas Akademik: Definisi dan Prinsip Norma Akademik: Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Penelitian Norma Akademik: Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Penelitian Kontribusi Teknologi terhadap Riset Modern Kontribusi Teknologi terhadap Riset Modern Prinsip Etika Akademik dalam Penulisan Ilmiah Prinsip Etika Akademik dalam Penulisan Ilmiah Integritas Akademik: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya Integritas Akademik: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya Riset Kuantitatif di Era Digital Riset Kuantitatif di Era Digital Masa Depan Penelitian Digital di Era AI Masa Depan Penelitian Digital di Era AI Riset Bibliometrik: Definisi dan Contoh Riset Bibliometrik: Definisi dan Contoh Sistem Web Portal Informasi Akademik Sistem Web Portal Informasi Akademik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…