Terakhir diperbarui: 04 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 January). Kualitas Relasi Sosial: Konsep dan Determinan. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kualitas-relasi-sosial-konsep-dan-determinan 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kualitas Relasi Sosial: Konsep dan Determinan - SumberAjar.com

Kualitas Relasi Sosial: Konsep dan Determinan

Pendahuluan

Kualitas relasi sosial merupakan aspek fundamental dari kehidupan manusia karena relasi yang kuat dan bermakna tidak hanya memengaruhi cara individu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan, kesehatan mental, serta kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan emosional dan sosialnya. Konsep ini semakin penting dalam konteks masyarakat modern yang mengalami dinamika hubungan sosial yang kompleks akibat perubahan budaya, teknologi, dan mobilitas tinggi. Penelitian di bidang sosiologi dan psikologi sosial menunjukkan bahwa hubungan sosial yang berkualitas berkontribusi pada penurunan tingkat depresi, peningkatan dukungan sosial, serta peningkatan kesejahteraan subjektif individu melalui hubungan yang mendalam dan saling mendukung. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Definisi Kualitas Relasi Sosial

Definisi Kualitas Relasi Sosial Secara Umum

Kualitas relasi sosial secara umum merujuk pada tingkat kehangatan, dukungan, kepercayaan, dan kenyamanan yang dirasakan dalam hubungan antara individu maupun kelompok dalam masyarakat. Kualitas ini mencakup persepsi subyektif terhadap hubungan yang melibatkan interaksi interpersonal yang positif dan bermakna, serta tingkat kedalaman hubungan yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan sosial seseorang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Kualitas Relasi Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), relasi sosial diartikan sebagai hubungan antara individu dengan orang lain yang mencakup komunikasi, interaksi, dan keterkaitan di dalam masyarakat. Kualitas relasi sosial dapat dipahami sebagai mutu atau derajat yang mencerminkan kondisi hubungan itu sendiri, mulai dari hubungan yang kuat penuh dukungan sampai hubungan yang lemah atau kurang memuaskan. (Catatan: Untuk definisi KBBI secara langsung, akan dipastikan dari laman resmi KBBI bila diperlukan, namun karena akses langsung KBBI belum ditelusuri dalam sumber jurnal ini, definisi ini dirumuskan berdasarkan konsep umum relasi sosial yang terdapat dalam literatur sosiologi dan psikologi sosial.)

Definisi Kualitas Relasi Sosial Menurut Para Ahli

  1. Fletcher, Simpson, & Thomas (2000) menyatakan bahwa kualitas hubungan merefleksikan evaluasi subyektif individu terhadap hubungan yang dialaminya, terutama dalam konteks hubungan interpersonal intim, mencakup kepuasan, komitmen, keterikatan emosional, dan kepercayaan di antara pihak-pihak yang terlibat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Forsman et al. (2012) menekankan bahwa kualitas relasi sosial merupakan dimensi kognitif dalam modal sosial yang mencerminkan persepsi individu terhadap hubungan sosialnya, seperti tingkat kepercayaan, emosional, dan nilai dukungan dalam pergaulan sosial. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Jackson et al. (2014) dalam konteks studi hubungan sosial lintas budaya menyatakan bahwa kualitas hubungan sosial mencerminkan seberapa positif individu menilai dinamika pertemanan atau hubungan keluarga dalam kehidupan sosial mereka. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

  4. Surra, Hughes, & Jacquet (1999) menambahkan bahwa komitmen dalam hubungan merupakan bagian penting dari kualitas relasi sosial yang menggambarkan keterlibatan dan niat keberlangsungan hubungan tersebut. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Dimensi Kualitas Relasi Sosial

Sebuah hubungan sosial yang berkualitas terdiri dari beberapa dimensi penting yang secara kolektif mencerminkan keseluruhan mutu hubungan tersebut. Dimensi-dimensi ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Kedalaman Hubungan

Dimensi ini menunjukkan sejauh mana hubungan tersebut memiliki nilai emosional yang kuat, rasa saling percaya, dan ketersediaan dukungan emosional antara pihak-pihak yang terlibat. Hubungan yang memiliki kedalaman emosional tinggi cenderung memberikan rasa aman, penghargaan, serta dukungan saat individu menghadapi tantangan kehidupan. [Lihat sumber Disini - journal.ubaya.ac.id]

2. Dukungan Sosial

Dukungan sosial mencakup bantuan emosional, instrumental (bantuan praktis), dan informasional yang diberikan oleh jaringan sosial seseorang. Dukungan ini terbukti berkorelasi tinggi dengan kesejahteraan subjektif individu serta kemampuan individu untuk menghadapi stres. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

3. Kepercayaan dan Komitmen

Hubungan dengan kualitas tinggi menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi di antara pihak-pihak yang terlibat. Kepercayaan ini menciptakan dasar yang stabil untuk hubungan jangka panjang dan mendorong komitmen yang lebih kuat dalam mempertahankan hubungan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

4. Kepuasan dalam Hubungan

Kepuasan merujuk pada penilaian individu terhadap hubungan yang mereka jalani: seberapa baik hubungan tersebut memenuhi kebutuhan emosional, sosial, dan psikologis mereka. Kepuasan hubungan yang tinggi umumnya menunjukkan kualitas relasi sosial yang baik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

5. Frekuensi dan Kualitas Interaksi Sosial

Meskipun bukan representasi tunggal dari kualitas, interaksi yang sering dan bermakna cenderung memperkuat kedekatan hubungan serta memfasilitasi pemahaman yang lebih baik di antara individu. [Lihat sumber Disini - tandfonline.com]


Faktor Penentu Kualitas Relasi Sosial

Beberapa faktor dapat memengaruhi seberapa berkualitas sebuah hubungan sosial:

Faktor Internal Individu

  • Kecerdasan Emosional

    Kemampuan individu untuk memahami dan mengatur emosi sendiri serta empati terhadap emosi orang lain sangat menentukan cara individu berinteraksi dan mempertahankan hubungan yang berkualitas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Komunikasi Efektif

    Komunikasi yang jujur, terbuka, dan empatik memfasilitasi pembentukan hubungan yang lebih mendalam serta meminimalkan konflik interpersonal.

Faktor Kontekstual dan Sosial

  • Dukungan Sosial Lingkungan

    Kerangka sosial yang mendukung interaksi positif, seperti keluarga yang harmonis, kelompok teman yang suportif, dan budaya inklusif, dapat memperkuat kualitas hubungan sosial. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  • Norma Budaya dan Sosial

    Nilai dan norma budaya yang mengedepankan kerja sama, gotong royong, dan penghargaan terhadap hubungan interpersonal akan meningkatkan kemampuan individu membangun relasi yang berkualitas.

  • Pengalaman dan Sejarah Sosial Pribadi

    Pengalaman masa lalu, seperti trauma sosial atau hubungan yang stabil sejak dini, dapat memengaruhi bagaimana individu membentuk dan mempertahankan relasi sosial di masa dewasa. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Kualitas Relasi Sosial dan Kepuasan Hubungan

Kualitas relasi sosial berkaitan erat dengan kepuasan yang dirasakan dalam hubungan interpersonal. Kepuasan terdiri dari penilaian subjektif individu terhadap seberapa baik hubungan itu memenuhi kebutuhan emosional, sosial, dan psikologis mereka. Individu yang melaporkan kualitas hubungan tinggi cenderung juga melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi dalam relasi mereka, yang berkontribusi dalam memperkuat hubungan itu sendiri. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Kualitas Relasi Sosial terhadap Kesejahteraan

Kualitas relasi sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan individu, baik secara psikologis maupun sosial. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan berkualitas tinggi dapat menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan kesejahteraan mental seseorang, karena adanya dukungan emosional yang efektif dan perasaan keterhubungan dalam jaringan sosial. [Lihat sumber Disini - mdpi.com] Selain itu, dukungan sosial yang kuat dari lingkungan sosial juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan subjektif seseorang melalui perasaan dihargai dan didukung oleh orang-orang di sekitarnya. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]


Kualitas Relasi Sosial dalam Konteks Sosial

Dalam konteks sosial yang lebih luas, kualitas relasi sosial memainkan peran penting dalam struktur masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat yang memiliki relasi sosial berkualitas tinggi di antara warganya cenderung memiliki tingkat solidaritas sosial yang lebih kuat, jaringan dukungan sosial yang lebih efektif, serta kohesi yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan bersama. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Kesimpulan

Kualitas relasi sosial merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia yang mencerminkan kedalaman, dukungan emosional, kepercayaan, dan kepuasan dalam hubungan interpersonal. Dimensi-dimensi tersebut tidak hanya memengaruhi cara individu berinteraksi satu sama lain, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dan sosial. Faktor internal seperti kecerdasan emosional serta faktor eksternal seperti dukungan sosial lingkungan turut menentukan kualitas relasi sosial yang terbentuk. Secara sosial, masyarakat dengan kualitas relasi yang tinggi menunjukkan tingkat kohesi dan kesejahteraan yang lebih baik, memperkuat jaringan dukungan sosial yang menjadi fondasi bagi kesejahteraan kolektif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kualitas relasi sosial adalah tingkat mutu hubungan antarindividu yang ditandai oleh kepercayaan, dukungan emosional, kedekatan, kepuasan, dan interaksi yang positif dalam kehidupan sosial.

Kualitas relasi sosial penting karena berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis, kesehatan mental, kepuasan hidup, serta kemampuan individu dalam menghadapi stres dan tantangan sosial.

Dimensi utama kualitas relasi sosial meliputi kedalaman hubungan, dukungan sosial, kepercayaan dan komitmen, kepuasan hubungan, serta kualitas dan frekuensi interaksi sosial.

Kualitas relasi sosial dipengaruhi oleh faktor internal seperti kecerdasan emosional dan kemampuan komunikasi, serta faktor eksternal seperti dukungan lingkungan sosial, norma budaya, dan pengalaman sosial sebelumnya.

Kualitas relasi sosial yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, menurunkan tingkat stres dan depresi, serta memperkuat rasa keterhubungan dan kepuasan hidup individu.

Dalam konteks masyarakat, kualitas relasi sosial berperan dalam memperkuat kohesi sosial, solidaritas, dan kerja sama antaranggota masyarakat sehingga mendukung kesejahteraan kolektif.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Relasi Sosial: Fungsi dan Faktor Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna Relasi Kekuasaan: Konsep dan Dinamika Sosial ERD (Entity Relationship Diagram) Determinan Proksimal Kesehatan: Konsep, Faktor Individu, dan Lingkungan Determinan Sosial Kesehatan: Konsep, ketimpangan, dan dampaknya Determinan Sosial Kesehatan Dominasi Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Class Diagram: Konsep dan Aplikasi Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Kohabitasi Sosial: Konsep dan Dinamika Modern Ontologi Sosial: Pengertian dan Relevansinya dalam Penelitian Kecemasan Primigravida: Konsep, Determinan, dan Pendekatan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan PHBS: Konsep, determinan perilaku, dan dampaknya Paradigma Kritis: Prinsip dan Contohnya dalam Penelitian Sosial Stunting: Konsep, Determinan Gizi, dan Pencegahan Ontologi Kritis: Definisi dan Contoh dalam Ilmu Sosial Interaksi Ekonomi Sosial: Konsep dan Relasi Sosial
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna