Terakhir diperbarui: 05 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 5 January). Keterikatan Sosial: Konsep dan Kebutuhan Psikologis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/keterikatan-sosial-konsep-dan-kebutuhan-psikologis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Keterikatan Sosial: Konsep dan Kebutuhan Psikologis - SumberAjar.com

Keterikatan Sosial: Konsep dan Kebutuhan Psikologis

Pendahuluan

Keterikatan sosial merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang mencakup ikatan emosional yang kuat dengan individu atau kelompok lain. Ikatan ini tidak hanya terbentuk antara anak dan orang tua, tetapi juga dalam hubungan sosial sepanjang hidup, seperti antara teman sebaya dan pasangan romantis. Penelitian psikologis menunjukkan bahwa keterikatan sosial berperan penting dalam perkembangan emosi, pembentukan identitas, dan kesejahteraan psikologis seseorang. Hubungan sosial ini tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi landasan bagi regulasi emosional, dukungan saat menghadapi stres, dan pembentukan rasa diterima secara sosial. Studi modern bahkan menunjukkan bahwa keterikatan sosial memiliki implikasi neurobiologis yang memengaruhi struktur dan fungsi otak manusia, serta berhubungan dengan motivasi moral dan perilaku prososial. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Definisi Keterikatan Sosial

Definisi Keterikatan Sosial Secara Umum

Keterikatan sosial secara umum dipahami sebagai ikatan emosional dan psikologis yang terbentuk antara individu atau kelompok yang mencerminkan rasa saling keterhubungan, saling memberi dukungan, dan saling membutuhkan dalam interaksi sosial. Keterikatan ini berkembang sejak masa kanak-kanak dan terus berubah sepanjang kehidupan, mencakup hubungan dengan orang tua, teman, pasangan, dan komunitas sosial yang lebih luas. Studi psikologis mengatakan bahwa ikatan ini merupakan dasar untuk pengalaman sosial yang sehat dan menjadi penopang kesejahteraan mental seseorang. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi Keterikatan Sosial dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keterikatan sosial diartikan sebagai hubungan batin atau ikatan perasaan antara seseorang dengan orang lain dalam masyarakat yang mencakup rasa kekeluargaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Konsep ini lebih menekankan pada hubungan interpersonal yang mempengaruhi sikap dan perilaku individu terhadap kelompok sosialnya. (Sumber: KBBI Daring).

Definisi Keterikatan Sosial Menurut Para Ahli

  1. John Bowlby

    John Bowlby menyatakan bahwa keterikatan sosial adalah sebuah sistem perilaku yang evolusioner yang bertujuan untuk mempertahankan kedekatan antara individu dengan figur yang menjadi tempat mereka mencari rasa aman. Ikatan ini penting khususnya pada masa awal kehidupan dan berpengaruh pada kemampuan individu membentuk hubungan sosial nanti di masa dewasa. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

  2. Mary Ainsworth

    Ainsworth mengembangkan ide Bowlby dengan menekankan pentingnya responsivitas dan kepekaan orang tua terhadap kebutuhan anak dalam membentuk pola keterikatan yang aman atau tidak aman. Pola keterikatan ini kemudian mempengaruhi cara individu berinteraksi dalam hubungan sosial di kemudian hari. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Attachment Theory dalam Psikologi Modern

    Secara teori psikologi kontemporer, keterikatan sosial mencakup ikatan emosional antara individu, baik dalam konteks keluarga maupun hubungan dewasa, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kompetensi sosial individu. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas keterikatan dapat memengaruhi bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain serta bagaimana ia merespon stres sosial. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Penelitian Kontemporer tentang Social Attachment

    Beberapa penelitian psikologi modern menyatakan keterikatan sosial merupakan struktur multidimensi yang mencakup koneksi sosial, identitas sosial, dan ketergantungan sosial sebagai aspek penting dalam hubungan interpersonal dan kesejahteraan mental individu. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Teori Keterikatan Sosial

Teori keterikatan sosial paling dikenal berasal dari karya John Bowlby yang menekankan bahwa manusia memiliki sistem keterikatan dasar yang secara biologis tertanam untuk membentuk hubungan sosial yang kuat demi bertahan hidup dan perkembangan psikologis. Bowlby melihat keterikatan ini sebagai motivator utama perilaku sosial, di mana individu mencari kedekatan dengan figur yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

Mary Ainsworth kemudian melengkapi teori ini melalui penelitiannya yang mengidentifikasi pola-pola keterikatan pada anak, seperti keterikatan aman, cemas, dan menghindar, yang dipengaruhi oleh responsivitas dan sensitivitas pengasuh terhadap kebutuhan emosional anak. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Selain itu, penelitian modern menunjukkan keterikatan sosial dipengaruhi oleh mekanisme neurobiologis seperti hormon oksitosin dan vasopresin yang berkaitan dengan perilaku bonding dan rasa kepercayaan dalam hubungan interpersonal. Ini menegaskan bahwa hubungan sosial manusia tidak hanya dibentuk oleh pengalaman psikologis, tetapi juga oleh proses biologis otak dan sistem hormonal. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Faktor yang Mempengaruhi Keterikatan Sosial

Beberapa faktor penting yang mempengaruhi keterikatan sosial antara lain:

  1. Responsivitas Pengasuh

    Responsif terhadap kebutuhan emosional, terutama pada masa awal kehidupan, sangat mempengaruhi pola keterikatan yang terbentuk pada anak. Pola keterikatan yang aman cenderung muncul ketika pengasuh responsif terhadap sinyal emosional anak. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

  2. Pengalaman Sosial Sejak Dini

    Interaksi sosial yang positif sejak usia dini menyediakan dasar bagi perkembangan keterampilan interpersonal yang sehat dan kepercayaan terhadap orang lain. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Konteks Keluarga dan Budaya

    Struktur keluarga, nilai budaya, serta pola komunikasi di lingkungan sosial turut menentukan kualitas keterikatan sosial yang dibentuk. Budaya yang menekankan keterikatan keluarga dan komunitas cenderung menghasilkan keterikatan sosial yang kuat. (Sumber: penelitian sosial budaya).

  4. Hubungan Teman Sebaya dan Kelompok Sosial

    Interaksi dengan teman sebaya dan kelompok sosial lainnya memberi peluang bagi individu untuk mengembangkan identitas sosial, rasa keterhubungan, dan dukungan emosional yang berkontribusi pada keterikatan sosial. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Keterikatan Sosial dan Kebutuhan Psikologis

Keterikatan sosial berhubungan erat dengan pemenuhan kebutuhan psikologis dasar seperti:

  1. Kebutuhan Akan Rasa Aman dan Kepastian

    Keterikatan sosial memberi rasa aman, baik secara emosional maupun kognitif, yang penting bagi stabilitas psikologis individu. Individu merasa aman dan diakui dalam lingkungannya sehingga mampu menghadapi situasi sosial yang menantang dengan lebih baik.

  2. Kebutuhan Akan Rasa Dihargai dan Diterima

    Hubungan keterikatan yang aman mendukung rasa dihargai, diterima, dan layak secara sosial, yang berkontribusi pada harga diri dan kesejahteraan psikologis seseorang.

  3. Kebutuhan Akan Dukungan Sosial

    Dukungan dari hubungan keterikatan, baik secara emosional maupun instrumental, berperan penting dalam membantu individu mengatasi stres dan tantangan kehidupan. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berkaitan positif dengan kesejahteraan psikologis individu di berbagai konteks, seperti pendidikan dan lingkungan kerja. [Lihat sumber Disini - jiip.stkipyapisdompu.ac.id]

  4. Identitas dan Keterhubungan Sosial

    Keterikatan sosial membantu individu merasa menjadi bagian dari kelompok sosial dan identitas kolektif, yang berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan psikologis akan hubungan sosial yang bermakna. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Dampak Keterikatan Sosial terhadap Kesejahteraan

Keterikatan sosial memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan individu:

  • Kesejahteraan Psikologis

    Individu dengan keterikatan sosial yang aman cenderung menunjukkan kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi, termasuk stabilitas emosi dan kemampuan menghadapi stres.

  • Hubungan Sosial yang Lebih Sehat

    Pola keterikatan yang aman meningkatkan kemampuan berkomunikasi, empati, dan kualitas hubungan interpersonal dewasa.

  • Resiliensi Emosional

    Keterikatan sosial memungkinkan individu mengembangkan keterampilan regulasi emosional yang lebih efektif karena adanya rasa dukungan dan keterhubungan sosial.

Penelitian terkait kesejahteraan psikologis menunjukkan bahwa dukungan sosial dari lingkungan, baik keluarga maupun teman sebaya, berkaitan positif dengan tingkat kesejahteraan psikologis individu, baik pada anak maupun orang dewasa. [Lihat sumber Disini - jiip.stkipyapisdompu.ac.id]


Keterikatan Sosial dalam Hubungan Sosial

Keterikatan sosial muncul dan berperan dalam berbagai bentuk hubungan, seperti:


Kesimpulan

Keterikatan sosial merupakan konsep psikologis yang krusial dalam memahami bagaimana manusia membentuk hubungan dengan orang lain dan bagaimana hubungan tersebut berkontribusi pada kesejahteraan psikologis individu. Dimulai dari teori Bowlby dan Ainsworth yang menekankan pentingnya ikatan emosional sejak masa kanak-kanak, hingga penelitian modern yang menunjukkan keterkaitan neurobiologis dan sosialnya, keterikatan sosial terbukti memengaruhi pembentukan identitas, kemampuan regulasi emosional, serta kualitas hubungan interpersonal sepanjang hidup. Hubungan interpersonal ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan psikologis dasar seperti rasa aman, rasa dihargai, dan dukungan sosial, tetapi juga berdampak luas pada kesejahteraan psikologis individu dalam berbagai konteks kehidupan. Dengan pemahaman dan penguatan keterikatan sosial yang sehat, individu dapat membangun jaringan sosial yang suportif dan menghadapi tantangan psikologis dengan lebih tangguh.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Keterikatan sosial adalah ikatan emosional dan psikologis yang terbentuk antara individu dengan orang lain atau kelompok sosial, yang ditandai oleh rasa aman, saling membutuhkan, dan dukungan emosional dalam hubungan sosial.

Keterikatan sosial penting karena membantu memenuhi kebutuhan psikologis dasar seperti rasa aman, rasa diterima, dukungan emosional, dan identitas sosial, yang berperan besar dalam kesejahteraan psikologis individu.

Keterikatan sosial dijelaskan melalui teori keterikatan yang dikembangkan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth, yang menekankan pentingnya ikatan emosional sejak masa kanak-kanak dan pengaruhnya terhadap hubungan sosial di masa dewasa.

Faktor yang memengaruhi keterikatan sosial meliputi pola pengasuhan, pengalaman sosial sejak dini, lingkungan keluarga, budaya, hubungan dengan teman sebaya, serta kualitas interaksi sosial yang dialami individu.

Keterikatan sosial yang sehat berdampak positif terhadap kesejahteraan psikologis, meningkatkan stabilitas emosi, resiliensi terhadap stres, kualitas hubungan interpersonal, serta kepuasan hidup secara keseluruhan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pola Attachment: Konsep dan Dampaknya Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat Komitmen Organisasi: Perspektif Psikologi Kerja Identitas Kelompok: Konsep, Pengaruh, dan Perannya Social Identity: Konsep dan Contoh Solidaritas Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Jenis Solidaritas Komunitas: Konsep dan Kekuatan Sosial Konsep Kesejahteraan Psikologis Konsep Fungsi Psikologis Sehat Dukungan Sosial: Konsep dan Kesejahteraan Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Distres Psikologis: Konsep dan Indikator Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa Analisis Deskriptif Kuantitatif: Jenis dan Contohnya Ketergantungan Sosial: Konsep dan Dinamika Hubungan Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Konsep Adaptasi Psikologis Kualitas Hidup Psikologis: Konsep dan Indikator Respons Adaptasi Psikologis Pasien
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna