Terakhir diperbarui: 01 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 January). Pola Attachment: Konsep dan Dampaknya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pola-attachment-konsep-dan-dampaknya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pola Attachment: Konsep dan Dampaknya - SumberAjar.com

Pola Attachment: Konsep dan Dampaknya

Pendahuluan

Attachment merupakan konsep sentral dalam psikologi perkembangan dan hubungan interpersonal yang menjelaskan bagaimana ikatan emosional pertama kali terbentuk antara individu, khususnya anak dan pengasuh, serta bagaimana hubungan ini membentuk pola-pola interaksi sosial sepanjang hidup. Ikatan ini bukan sekadar hubungan biologis semata, tetapi berperan sebagai fondasi psikologis yang memengaruhi cara seseorang memahami dirinya sendiri, berinteraksi dengan orang lain, dan mengatur emosinya. Pola attachment yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dapat memengaruhi kualitas hubungan sosial dan kepribadian seseorang di masa dewasa, termasuk dalam hubungan romantis, hubungan kerja, serta kemampuan regulasi emosi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kualitas attachment berhubungan erat dengan kesejahteraan psikologis dan fungsi sosial individu. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]


Definisi Attachment

Definisi Attachment secara Umum

Attachment dalam psikologi merujuk pada suatu ikatan emosional yang kuat yang terbentuk antara individu dengan figur penting dalam hidupnya, umumnya antara anak dan pengasuh utama. Konsep ini menekankan betapa pentingnya hubungan awal dalam menentukan pola perilaku interpersonal seseorang sepanjang hidupnya. Hubungan ini mencerminkan kebutuhan dasar manusia untuk merasa aman, dicintai, dan dilindungi, serta berperan sebagai landasan bagi eksplorasi lingkungan sosial yang lebih luas. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

Definisi Attachment dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), attachment biasanya diterjemahkan sebagai kelekatan atau ikatan emosional, yang menjelaskan hubungan psikologis yang kuat dan berkelanjutan antara dua individu yang ditandai oleh keinginan untuk tetap dekat secara emosional dan mencari perlindungan atau dukungan dalam situasi stres. (Sumber: KBBI, link ke definisi attachment/kelekatan di web KBBI secara spesifik)

Definisi Attachment Menurut Para Ahli

  1. John Bowlby, Bowlby adalah pendiri attachment theory yang menyatakan bahwa attachment adalah suatu hubungan emosional yang terorganisir antara seorang anak dengan pengasuhnya yang berfungsi memberi rasa aman dan sebagai dasar untuk eksplorasi lingkungan. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

  2. Mary Ainsworth, Ainsworth menjelaskan attachment melalui observasi empiris yang membedakan berbagai pola keterikatan berdasarkan respons anak terhadap pemisahan dan reuni dengan pengasuh. [Lihat sumber Disini - relationalpsych.group]

  3. Bartholomew & Horowitz, Mereka mengembangkan model keterikatan dewasa yang melihat attachment sebagai kombinasi model diri dan model orang lain untuk menjelaskan variasi pola hubungan interpersonal. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

  4. Mikulincer & Shaver, Menurut mereka, keterikatan berperan dalam regulasi emosi dan keterlibatan interpersonal sepanjang kehidupan, serta pola-pola ini dapat memprediksi kepuasan dalam hubungan dewasa serta kesehatan psikologis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Teori Dasar Attachment

Attachment theory pertama kali dikemukakan oleh John Bowlby pada pertengahan abad ke-20 sebagai sebuah teori psikodinamik dan evolusi untuk menjelaskan bagaimana hubungan awal antara anak dan pengasuh utama memberi dasar bagi perkembangan emosi dan sosial seseorang. Bowlby berargumen bahwa manusia memiliki sistem keterikatan biologis yang memastikan mereka tetap dekat dengan figur penting sebagai cara bertahan hidup dan rasa aman. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

Bowlby menekankan bahwa pengalaman awal dengan pengasuh membentuk “model internal kerja” yang akan memengaruhi cara individu berpikir, merasakan, dan bertindak dalam hubungan sepanjang hidup. Mary Ainsworth kemudian memperluas teori ini secara empiris melalui Strange Situation Procedure, menunjukkan bagaimana perbedaan pola respons anak dalam situasi yang mengancam atau menguji keterikatan bisa diklasifikasikan ke dalam tipe-tipe tertentu. [Lihat sumber Disini - relationalpsych.group]

Sejak penelitian awal, teori ini terus berkembang melalui berbagai kajian psikologi perkembangan dan sosial yang menegaskan bahwa attachment bukan hanya relevan pada masa kanak-kanak, tetapi juga pada hubungan dewasa termasuk hubungan romantis dan hubungan sosial yang lebih luas. [Lihat sumber Disini - tandfonline.com]


Jenis-Jenis Pola Attachment

Attachment dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe utama berdasarkan kualitas hubungan antar individu dalam konteks keterikatan emosional. Klasifikasi klasik mencakup:

  1. Secure Attachment

    Individu dengan pola ini merasa nyaman dengan kedekatan emosional, percaya diri dalam hubungan, dan mampu mengekspresikan kebutuhan serta memberikan dukungan kepada orang lain. Orang dengan secure attachment biasanya menunjukkan stabilitas dalam hubungan sosial dan memiliki regulasi emosi yang baik. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]

  2. Anxious (Ambivalent) Attachment

    Ciri dari pola ini adalah rasa cemas yang berlebihan terhadap penolakan atau ditinggalkan. Individu sering kali membutuhkan validasi emosional yang tinggi dan rentan merasa tidak aman dalam hubungan sosialnya. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]

  3. Avoidant Attachment

    Pola ini ditandai oleh kecenderungan untuk menjaga jarak emosional, menghindari kedekatan, dan menyamarkan kebutuhan emosional. Individu dengan pola ini sering kali berfokus pada kemandirian tetapi mengalami kesulitan dalam hubungan yang intim. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]

  4. Disorganized Attachment

    Ini adalah pola yang menunjukkan ketidakteraturan dalam strategi keterikatan, sering kali muncul akibat pengalaman pengasuhan yang traumatis atau inkonsisten. Individu dengan pola ini menampilkan gangguan dalam pendekatan terhadap hubungan interpersonal. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]


Faktor yang Mempengaruhi Pola Attachment

Pola attachment terbentuk melalui interaksi kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor:

  1. Pengalaman Pengasuhan

    Interaksi awal dengan figur pengasuh yang responsif dan konsisten cenderung menghasilkan secure attachment, sedangkan respons yang tidak konsisten atau mengabaikan dapat memicu insecure patterns seperti anxious atau avoidant. [Lihat sumber Disini - journal.pubmedia.id]

  2. Temperamen Anak

    Karakter bawaan anak memengaruhi bagaimana ia merespons pengasuhan; misalnya, anak yang sangat reaktif emosional bisa lebih rentan terhadap pola insecure jika tidak ditangani secara optimal oleh pengasuh. [Lihat sumber Disini - tandfonline.com]

  3. Faktor Sosial dan Lingkungan

    Situasi stres keluarga, konflik, atau ketidakstabilan sosial dapat memengaruhi kualitas hubungan dalam keluarga yang berimplikasi pada pola keterikatan anak. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suka.ac.id]

  4. Peristiwa Traumatik

    Pengalaman traumatis atau kekerasan dalam keluarga dapat berkontribusi pada pola keterikatan tidak teratur atau disorganized. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suka.ac.id]


Dampak Pola Attachment terhadap Hubungan Sosial

Pola attachment tidak hanya berdampak pada perkembangan dini anak, tetapi juga memengaruhi bagaimana individu menjalani hubungan sosial di kemudian hari:

  1. Kualitas Hubungan Romantis

    Orang dengan secure attachment biasanya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam membentuk hubungan yang stabil dan sehat, sedangkan insecure attachment sering dikaitkan dengan konflik interpersonal dan ketidakstabilan hubungan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Regulasi Emosi dan Komunikasi

    Pola insecure cenderung menunjukkan kesulitan dalam mengatur emosi dan komunikasi dalam hubungan interpersonal, yang dapat mempengaruhi pembentukan koneksi yang mendalam dan saling percaya. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Keterampilan Sosial

    Secure attachment memberi fondasi bagi keterampilan sosial yang baik, sementara insecure attachment dapat membatasi kemampuan seseorang dalam menjalin dan mempertahankan hubungan sosial yang memuaskan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. Kesejahteraan Psikologis

    Attachment yang aman berkorelasi dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik, sedangkan pola insecure dapat memprediksi tingkat kecemasan, isolasi sosial, dan gangguan hubungan interpersonal. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Attachment dan Perkembangan Kepribadian

Attachment juga berefek pada perkembangan dan struktur kepribadian seseorang. Pola-pola keterikatan yang terbentuk sejak dini menciptakan pola internalisasi diri dan orang lain yang menjadi bagian dari identitas psikologis seseorang. Secure attachment memungkinkan individu mengembangkan rasa harga diri yang sehat, kapasitas empati, serta keterampilan interpersonal yang matang. Sebaliknya, insecure attachment dapat menjadi faktor risiko dalam gangguan emosional, pola hubungan yang tidak sehat, atau kecenderungan ke kecemasan dan ketergantungan dalam hubungan interpersonal. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kesimpulan

Attachment merupakan konsep psikologis fundamental yang menjelaskan bagaimana ikatan emosional awal terbentuk dan memainkan peran besar dalam membentuk pola hubungan sosial dan kepribadian sepanjang hidup. Pola pola attachment, secure, anxious, avoidant, dan disorganized, mempengaruhi cara individu merasakan dan berinteraksi dalam hubungan interpersonal, baik di masa kanak-kanak maupun dewasa. Banyak faktor, termasuk pengalaman pengasuhan, karakter anak, dan stressor lingkungan, membentuk pola keterikatan ini. Dampaknya sangat luas, mencakup kualitas hubungan romantis, regulasi emosi, keterampilan sosial, serta perkembangan kepribadian dan kesejahteraan psikologis. Pemahaman tentang pola attachment memberi wawasan penting bagi psikolog, pendidik, orang tua, dan individu untuk meningkatkan kualitas hubungan interpersonal dan mendukung perkembangan psikologis yang sehat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pola attachment adalah pola ikatan emosional yang terbentuk antara individu dengan figur signifikan, terutama pengasuh utama, yang memengaruhi cara individu membangun hubungan, mengatur emosi, dan memandang diri serta orang lain sepanjang hidup.

Jenis-jenis pola attachment meliputi secure attachment, anxious attachment, avoidant attachment, dan disorganized attachment. Setiap pola memiliki karakteristik berbeda dalam cara individu menjalin dan mempertahankan hubungan interpersonal.

Tokoh utama dalam teori attachment adalah John Bowlby yang mengembangkan attachment theory, serta Mary Ainsworth yang memperluasnya melalui penelitian empiris tentang pola keterikatan anak dan pengasuh.

Pola attachment dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan, konsistensi respons emosional pengasuh, temperamen anak, lingkungan sosial, serta pengalaman stres atau trauma pada masa awal kehidupan.

Pola attachment memengaruhi kualitas hubungan sosial, termasuk kemampuan membangun kepercayaan, komunikasi emosional, regulasi emosi, serta stabilitas hubungan romantis dan interpersonal di masa dewasa.

Pola attachment dapat mengalami perubahan melalui pengalaman hubungan yang aman, dukungan emosional yang konsisten, serta intervensi psikologis seperti konseling atau terapi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Mother-Infant Bonding Mother-Infant Bonding Keterikatan Sosial: Konsep dan Kebutuhan Psikologis Keterikatan Sosial: Konsep dan Kebutuhan Psikologis Pengetahuan Ibu tentang Manfaat Rooming-In Pengetahuan Ibu tentang Manfaat Rooming-In Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa Bias Kognitif: Jenis, Dampak, dan Cara Menghindarinya Bias Kognitif: Jenis, Dampak, dan Cara Menghindarinya Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Rooming-In Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Rooming-In Ketidakstabilan Emosi Pasien: Faktor dan Pendekatan Ketidakstabilan Emosi Pasien: Faktor dan Pendekatan Insecurity: Konsep dan Pembentukan Diri Insecurity: Konsep dan Pembentukan Diri Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Penerapan Metode Kangaroo Mother Care Penerapan Metode Kangaroo Mother Care Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Primigravida Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Primigravida Diet Tinggi Protein: Konsep, Efek Fisiologis, dan Keamanan Diet Tinggi Protein: Konsep, Efek Fisiologis, dan Keamanan Pemanfaatan Big Data Kesehatan Pemanfaatan Big Data Kesehatan Bias: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya dalam Penelitian [PDF] Bias: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya dalam Penelitian [PDF] Pola Makan Tidak Teratur: Faktor dan Dampaknya Pola Makan Tidak Teratur: Faktor dan Dampaknya Gangguan Pola Seksualitas: Pengertian dan Dampaknya Gangguan Pola Seksualitas: Pengertian dan Dampaknya Vitamin Deficiency: Jenis dan Dampaknya Vitamin Deficiency: Jenis dan Dampaknya Pola Diet Tinggi Lemak dan Dampaknya Pola Diet Tinggi Lemak dan Dampaknya Perfeksionisme: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya Perfeksionisme: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…