Terakhir diperbarui: 04 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 January). Konflik Interpersonal: Konsep dan Resolusi. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/konflik-interpersonal-konsep-dan-resolusi 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Konflik Interpersonal: Konsep dan Resolusi - SumberAjar.com

Konflik Interpersonal: Konsep dan Resolusi

Pendahuluan

Konflik interpersonal merupakan fenomena yang sangat umum terjadi dalam kehidupan sosial manusia. Saat dua atau lebih individu berinteraksi dalam berbagai konteks, baik itu dalam lingkungan kerja, keluarga, sekolah, maupun komunitas sosial, adanya perbedaan pandangan dan tujuan sering kali memunculkan ketegangan. Ketegangan ini tidak selalu bersifat destruktif; bila dikelola dengan baik, konflik bisa menjadi pemicu pemahaman lebih dalam antar individu, pertumbuhan hubungan, bahkan inovasi dalam organisasi atau kelompok. Namun tanpa strategi penyelesaian yang efektif, konflik interpersonal dapat menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya produktivitas, stres psikologis, friksi emosional, hingga rusaknya hubungan sosial itu sendiri. Oleh karena itu, pemahaman komprehensif mengenai konsep, jenis, penyebab, dampak, serta cara menyelesaikan konflik interpersonal sangat penting untuk kehidupan sosial dan profesional. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]


Definisi Konflik Interpersonal

Definisi Konflik Interpersonal Secara Umum

Konflik interpersonal adalah suatu situasi ketika dua atau lebih individu mengalami pertentangan yang berasal dari perbedaan tujuan, kebutuhan, nilai, atau keyakinan satu sama lain. Bentuk pertentangan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari perbedaan pandangan sederhana hingga ekskalasi emosional yang kompleks, tergantung pada karakter individu yang berkonflik dan konteks interaksinya. Konsep ini menggambarkan realitas sosial bahwa manusia adalah makhluk sosial dengan ekspektasi, prioritas, dan persepsi yang berbeda-beda, sehingga konflik interpersonal menjadi bagian tak terelakkan dari hubungan antarmanusia. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]

Definisi Konflik Interpersonal dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik memiliki arti pertentangan atau perlawanan pendapat yang menimbulkan ketegangan dan bisa melibatkan dua pihak atau lebih. Dalam konteks interpersonal, konflik menunjukkan adanya perbedaan pendapat, minat, atau kebutuhan yang menyebabkan pergesekan antara individu.

Definisi Konflik Interpersonal Menurut Para Ahli

  1. Hocker & Wilmot (2018) menyatakan bahwa konflik interpersonal terjadi ketika dua pihak atau lebih yang saling bergantung mengalami perjuangan karena tujuan yang tidak kompatibel, serta hambatan yang menghalangi pencapaian aspirasi masing-masing pihak. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]

  2. Rahim (2001) mendefinisikan konflik interpersonal sebagai representasi ketidaksesuaian, perbedaan atau ketidakcocokan antara dua atau lebih individu yang berinteraksi. [Lihat sumber Disini - scirp.org]

  3. Barki dan Hartwick (2004) menjelaskan bahwa konflik interpersonal adalah proses dinamis antara dua pihak yang mengalami reaksi emosional negatif karena perselisihan dan hambatan dalam mencapai tujuan mereka. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Definisi praktis lain bahwa konflik interpersonal bisa diartikan sebagai perbedaan pendapat yang menghasilkan rasa tidak puas, kerenggangan emosional, atau bahkan pertentangan perilaku antara individu atau kelompok kecil. [Lihat sumber Disini - hood.edu]


Jenis-Jenis Konflik Interpersonal

Konflik interpersonal tidak hanya satu bentuk saja; ada beberapa jenis yang sering dibedakan dalam penelitian sosial dan komunikasi:

  1. Konflik Tujuan (Goal Conflict)

    Terjadi ketika dua pihak memiliki tujuan yang tidak sesuai atau bahkan saling bertentangan sehingga tidak ada titik temu dalam mencapai tujuan bersama. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]

  2. Konflik Nilai (Value Conflict)

    Merupakan perbedaan yang bersumber dari sistem nilai atau keyakinan yang dimiliki setiap individu. Karena setiap nilai bersifat subjektif, konflik jenis ini cenderung lebih sulit diselesaikan. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id]

  3. Konflik Ego

    Terjadi ketika identitas atau harga diri individu dipertaruhkan, sehingga konflik lebih bersifat emosional dan bisa intens. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id]

  4. Konflik Peran (Role Conflict)

    Timbul ketika individu memiliki tugas dan ekspektasi berbeda dalam suatu konteks sosial tertentu yang tidak sejalan satu sama lain. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]

  5. Konflik Informasi (Information Conflict)

    Disebabkan oleh kesalahan informasi, miskomunikasi, atau perbedaan makna dari informasi yang berbeda. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Jenis-jenis di atas mencerminkan bahwa konflik interpersonal bisa bersifat kognitif hingga emosional, tergantung sumber perbedaannya.


Faktor Penyebab Konflik Interpersonal

Ada banyak faktor yang memicu terjadinya konflik interpersonal. Banyak penelitian menekankan bahwa konflik interpersonal tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui kombinasi beberapa elemen yang saling berinteraksi:

  1. Perbedaan Nilai, Sikap, dan Persepsi

    Perbedaan dalam cara pandang terhadap situasi dapat menjadi penyebab utama konflik. Ketika satu pihak melihat sesuatu dari perspektif berbeda dengan pihak lain, konflik dapat muncul. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]

  2. Karakter dan Kepribadian Individu

    Faktor kepribadian, seperti dominasi, keramahan, atau kemandirian, mempengaruhi cara individu menghadapi ketegangan; perbedaan gaya ini bisa memicu konflik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Komunikasi yang Tidak Efektif

    Miskomunikasi atau kurangnya keterbukaan dalam komunikasi sering kali menjadi penyebab konflik karena salah paham dalam interpretasi pesan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  4. Tujuan / Kepentingan yang Berbeda

    Ketidakcocokan antara kepentingan individu dalam mencapai hasil tertentu bisa berujung pada konflik. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]

  5. Lingkungan Sosial dan Konteks Situasional

    Politik organisasi, struktur hierarki, dan sistem penghargaan dapat memperkuat konflik interpersonal, terutama bila pihak merasa tidak diperlakukan secara adil. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Faktor-faktor di atas menunjukkan bahwa konflik interpersonal bersifat multikausal, sering kali melibatkan kombinasi elemen internal dan eksternal.


Dampak Konflik Interpersonal terhadap Hubungan

Konflik interpersonal membawa konsekuensi yang beragam, tergantung pada cara individu merespons dan menyelesaikannya:

  1. Dampak Negatif

  2. Dampak Positif

Dampak konflik sangat tergantung pada proses penyelesaiannya; resolusi yang baik justru memberikan pembelajaran dan kedewasaan sosial.


Strategi Resolusi Konflik Interpersonal

Penyelesaian konflik interpersonal yang efektif ditandai oleh komunikasi terbuka, empati, dan penyusunan strategi yang adil bagi semua pihak. Berikut strategi yang banyak direkomendasikan dalam penelitian:

  1. Negosiasi dan Dialog Terbuka

    Melibatkan pihak berkonflik untuk membicarakan perbedaan pendapat secara terstruktur sehingga solusi yang disepakati memenuhi kebutuhan masing-masing pihak. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id]

  2. Kolaborasi / Win-Win Solution

    Strategi ini bertujuan menemukan solusi yang memaksimalkan keuntungan kedua pihak lewat kompromi dan kerjasama. [Lihat sumber Disini - digilib.esaunggul.ac.id]

  3. Komunikasi Empatik

    Mendorong pendengar aktif serta menanggapi perasaan dan pandangan pihak lain dengan empati dapat meredam eskalasi konflik. [Lihat sumber Disini - ethics.ucsd.edu]

  4. Mediasi Pihak Ketiga

    Dalam situasi yang sangat kompleks, pemanfaatan pihak netral (misalnya fasilitator) membantu mengurai konflik secara objektif. [Lihat sumber Disini - pon.harvard.edu]

  5. Avoidance atau Penghindaran Situasional

    Strategi ini kadang perlu bila konflik terlalu intens atau melibatkan pihak yang sedang emosional tinggi; namun penghindaran sebaiknya bukan solusi jangka panjang. [Lihat sumber Disini - talenta.usu.ac.id]

Strategi-strategi di atas dapat dipilih dan disesuaikan berdasarkan konteks konflik, hubungan antar individu, serta tingkat urgensi penyelesaian.


Konflik Interpersonal dalam Interaksi Sosial

Dalam kehidupan sosial sehari-hari, konflik interpersonal tak terhindarkan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, komunitas, maupun organisasi kerja. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan individu dalam mengelola konflik interpersonal sangat penting untuk menjaga kualitas interaksi sosial secara umum. Pemahaman tentang bagaimana perbedaan nilai, budaya, dan komunikasi berperan dalam konflik interpersonal memberikan dasar bagi strategi resolusi yang lebih efektif di masyarakat. Misalnya dalam konteks remaja, komunikasi interpersonal berperan penting dalam menyelesaikan konflik pertemanan; ungkapan emosi, keterbukaan, dan penyamaan persepsi menjadi kunci agar perselisihan tidak berlarut menjadi konflik sosial yang lebih besar. [Lihat sumber Disini - ejournal.cahayailmubangsa.institute]


Kesimpulan

Konflik interpersonal adalah fenomena kompleks yang muncul dari ketidaksesuaian antara individu-individu yang berinteraksi karena perbedaan tujuan, nilai, persepsi, atau komunikasi. Konflik ini bisa bersifat destruktif jika tidak dikelola dengan baik, namun juga dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan hubungan dan solusi kreatif bila dihadapi secara konstruktif. Penyebab konflik interpersonal sangat beragam, mencakup perbedaan nilai, kepribadian, komunikasi yang buruk, serta konteks sosial tertentu. Dampak konflik dapat negatif maupun positif tergantung pada cara penyelesaiannya. Strategi resolusi konflik yang efektif melibatkan negosiasi, kolaborasi, komunikasi empatik, mediasi, dan penyesuaian perilaku kedua belah pihak. Dalam kehidupan sosial, kemampuan menyelesaikan konflik interpersonal menjadi keterampilan penting untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial dan meningkatkan kualitas interaksi manusia secara umum.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Konflik interpersonal adalah pertentangan yang terjadi antara dua individu atau lebih akibat perbedaan tujuan, nilai, persepsi, kepentingan, atau cara berkomunikasi dalam suatu hubungan sosial.

Jenis-jenis konflik interpersonal meliputi konflik tujuan, konflik nilai, konflik ego, konflik peran, dan konflik informasi yang muncul akibat perbedaan pemahaman atau miskomunikasi antarindividu.

Penyebab utama konflik interpersonal antara lain perbedaan nilai dan sikap, kepribadian individu, komunikasi yang tidak efektif, kepentingan yang bertentangan, serta faktor lingkungan dan situasi sosial.

Konflik interpersonal dapat berdampak negatif seperti menurunnya kepuasan hubungan, stres emosional, dan kerenggangan sosial. Namun, jika dikelola dengan baik, konflik juga dapat memperkuat hubungan dan meningkatkan pemahaman antarindividu.

Konflik interpersonal dapat diselesaikan secara efektif melalui komunikasi terbuka, negosiasi, kolaborasi untuk solusi win-win, empati, serta mediasi pihak ketiga jika diperlukan.

Konflik interpersonal sulit dihindari karena setiap individu memiliki latar belakang, nilai, kebutuhan, dan cara berpikir yang berbeda, sehingga perbedaan pandangan dalam interaksi sosial menjadi hal yang wajar.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Konflik Sosial: Konsep, Faktor, dan Penanganannya Komunikasi Interpersonal: Ciri dan Contoh Narasi Ilmiah: Definisi, Struktur, dan Contoh Penulisan Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Hubungan Antar Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Dialektika Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Pola Komunikasi Keluarga Tidak Efektif: Konsep, Penyebab, dan Dampak Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Kompetensi Sosial: Konsep dan Indikator Penelitian Naratif: Pengertian dan Aplikasinya Asertivitas: Konsep dan Peran Sosial Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Reintegrasi Sosial: Konsep dan Pemulihan Hubungan Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung Sistem Web Penjadwalan Ujian Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal Gangguan Pola Seksualitas: Konsep, Dampak Psikososial, dan Pendekatan Pola Attachment: Konsep dan Dampaknya Konsep Penyesuaian Diri Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna