Terakhir diperbarui: 02 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 2 January). Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/stress-kerja-faktor-dan-penanggulangannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya - SumberAjar.com

Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya

Pendahuluan

Stres kerja merupakan fenomena yang semakin sering dibahas dalam psikologi industri dan organisasi, terutama di era modern yang penuh dengan tuntutan performa tinggi. Banyak pekerja mengalami tekanan emosional dan fisiologis ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan mereka, dengan konsekuensi yang luas baik secara individual maupun organisasi. Stres kerja bukan sekadar rasa lelah sesaat, tetapi respon kompleks yang mencakup aspek psikologis, biologis, dan perilaku atas tekanan yang dialami di lingkungan kerja. [Lihat sumber Disini - workplacementalhealth.org]


Definisi Stress Kerja dalam Psikologi

Definisi Stress Kerja Secara Umum

Stres kerja umumnya dipahami sebagai respon negatif yang dialami seseorang ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan dan sumber daya yang tersedia untuk menghadapinya. Kondisi ini dapat mengakibatkan reaksi emosional, fisiologis, dan perilaku yang merugikan kesejahteraan pekerja serta produktivitas organisasi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi Stress Kerja dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stres kerja dapat dimaknai sebagai tekanan psikologis yang timbul akibat beban kerja, tanggung jawab, dan kondisi pekerjaan yang dinilai melebihi kemampuan individu sehingga memengaruhi keseimbangan emosional dan fisik pekerja. Link sumber definisi KBBI: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id] (akses definisi terkait “stres kerja” langsung di situs KBBI)

Definisi Stress Kerja Menurut Para Ahli

  1. Cooper & Marshall (1976) menyatakan bahwa stres kerja adalah interaksi negatif antara pekerja dan lingkungan kerja yang timbul dari tuntutan berlebihan yang melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Karasek & Theorell (1990) menjelaskan stres kerja sebagai kondisi ketika tanggung jawab dan tuntutan kerja digabung dengan kurangnya kontrol atau keputusan yang bisa diambil oleh pekerja. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Folkman, Lazarus, Pimley & Novacek (1987) mendefinisikan stres kerja sebagai respon negatif yang muncul ketika persyaratan pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan nyata atau yang dirasakan oleh pekerja. [Lihat sumber Disini - scirp.org]

  4. Canadian Mental Health Association (2018) menyebutkan stres kerja sebagai reaksi emosional dan fisik yang terjadi ketika pekerja tidak mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan pekerjaan mereka. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Sumber dan Faktor Penyebab Stres Kerja

Stres kerja tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan akibat dari kombinasi kondisi lingkungan kerja, tuntutan pekerjaan yang tinggi, serta faktor personal pekerja itu sendiri. Beberapa penelitian nasional dan internasional mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi pada terjadinya stres kerja.

Pertama, beban kerja yang berlebihan menjadi salah satu penyebab utama. Beban kerja yang sulit, tidak proporsional atau menumpuk dapat meningkatkan tekanan psikologis, bahkan ketika pekerjaan dilakukan dengan jam kerja yang panjang tanpa istirahat cukup. [Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id]

Selain itu, ketidakjelasan peran dan tugas pekerjaan sering muncul sebagai faktor pemicu stres kerja karena pekerja menjadi tidak yakin terhadap ekspektasi yang harus dipenuhi dan tidak memiliki pedoman yang jelas dalam menjalankan tugasnya. [Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org]

Kurangnya dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja juga terbukti berkaitan dengan tingkat stres kerja yang tinggi. Ketika seseorang merasa tidak mendapat dukungan atau dorongan emosional, risiko stres meningkat. [Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org]

Faktor lain termasuk ketidakseimbangan antara tuntutan & kontrol pekerjaan, di mana pekerja memiliki sedikit kendali terhadap jam, metode, atau beban kerja mereka, serta tekanan dari perubahan teknologi, konflik interpersonal di tempat kerja, hingga tanggung jawab pekerjaan yang meningkat tanpa kompensasi yang sebanding. [Lihat sumber Disini - acas.org.uk]

Secara individual, faktor personal seperti pengalaman kerja, keterampilan, usia, dan beban mental yang dirasakan juga memengaruhi stres kerja. Penelitian di Jakarta Timur menunjukkan bahwa aktivitas fisik, usia, dan beban kerja mental berkorelasi dengan tingkat stres kerja yang dialami pekerja. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]


Gejala Stres Kerja pada Individu

Stres kerja dapat menunjukkan dirinya lewat berbagai gejala fisik, psikologis, dan perilaku. Menurut penelitian ilmiah, gejala awal stres kerja seringkali bersifat psikologis, termasuk kecemasan yang meningkat, mudah marah, serta penurunan kepuasan kerja. [Lihat sumber Disini - nature.com]

Selain itu, stres kerja juga dapat memanifestasikan keletihan kronis, gangguan tidur, dan gejala fisik lainnya seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, serta gangguan sistem imun jika tidak ditangani dengan tepat. [Lihat sumber Disini - nature.com]

Secara perilaku, individu yang mengalami stres kerja kronis mungkin menunjukkan tanda-tanda seperti penurunan produktivitas, sering absen, menarik diri dari interaksi sosial kerja, serta perubahan mood yang drastis atau agresif. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Dampak Stres Kerja terhadap Kinerja

Dampak stres kerja tidak hanya memengaruhi kesehatan pekerja, tetapi juga kinerja organisasi secara keseluruhan. Stres yang berkepanjangan dapat menurunkan produktivitas karena pekerja menjadi kurang fokus, sering melakukan kesalahan, atau mengalami penurunan kemampuan kognitif yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang efektif. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Penelitian menunjukkan hubungan antara stres kerja dengan peningkatan absensi, turnover, konflik interpersonal, dan gangguan kinerja secara keseluruhan karena stres kerja secara sistemik mampu mengganggu keseimbangan fungsi kerja individu. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Selain itu, stres kerja juga berkaitan dengan reaksi fisik yang merugikan kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan kardiovaskular, hipertensi, hingga potensi menurunkan kemampuan kerja dalam jangka waktu panjang karena kondisi fisik yang memburuk. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Strategi Penanggulangan Stres Kerja

Strategi penanggulangan stres kerja mencakup pendekatan individu maupun organisasi.

Secara individu, teknik coping seperti membangun dukungan sosial, mengatur waktu secara efektif, teknik relaksasi, dan menjaga keseimbangan kehidupan kerja terbukti membantu dalam mengurangi tingkat stres. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Selain itu, keterampilan manajemen stres seperti menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, serta pemahaman terhadap pemicu stres pribadi dapat membantu pekerja mengelola tekanan yang muncul. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Secara organisasi, intervensi mencakup pelatihan manajemen tekanan kerja, perbaikan desain pekerjaan, peningkatan komunikasi antara manajemen dan pekerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan mental. [Lihat sumber Disini - bookchapter.unnes.ac.id]

Penyusunan kebijakan seperti kebijakan keseimbangan kehidupan kerja-kerja dan pengembangan program kesejahteraan pekerja juga terbukti mengurangi efek stres dalam organisasi secara umum, selain pendekatan preventif seperti pelatihan mindfulness dan dukungan psikologis. [Lihat sumber Disini - bookchapter.unnes.ac.id]


Peran Organisasi dalam Mengelola Stres Kerja

Organisasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Peran ini meliputi:

  1. Menetapkan struktur pekerjaan yang jelas, termasuk tanggung jawab dan harapan kerja, sehingga pekerja memiliki arah yang jelas. [Lihat sumber Disini - acas.org.uk]

  2. Meningkatkan dukungan sosial internal, seperti keterbukaan komunikasi antara atasan dan bawahan, serta dukungan rekan kerja. [Lihat sumber Disini - acas.org.uk]

  3. Mengimplementasikan kebijakan kerja fleksibel, seperti jam kerja fleksibel atau cuti kesejahteraan untuk mengurangi tekanan berlebihan. [Lihat sumber Disini - bookchapter.unnes.ac.id]

  4. Memberikan pelatihan dan program kesejahteraan, seperti workshop manajemen stres, seminar tentang work-life balance, dan fasilitasi konseling psikologis. [Lihat sumber Disini - bookchapter.unnes.ac.id]

  5. Evaluasi dan monitoring tingkat stres kerja secara berkelanjutan melalui survei internal atau asesmen kesehatan mental, sehingga organisasi mampu bertindak cepat terhadap kondisi yang memburuk. [Lihat sumber Disini - bookchapter.unnes.ac.id]


Kesimpulan

Stres kerja merupakan respon kompleks yang timbul ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya, mencakup gejala psikologis, fisik dan perilaku yang berpengaruh pada kinerja pekerja dan produktivitas organisasi. Berbagai faktor penyebabnya termasuk beban kerja berlebihan, ketidakjelasan peran, serta kurangnya dukungan sosial. Dampaknya sangat signifikan baik bagi individu maupun organisasi, sehingga perlu strategi penanggulangan yang komprehensif baik di level personal maupun organisasi. Manajemen stres kerja yang efektif memerlukan peran aktif organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dukungan sosial yang kuat, serta kebijakan yang mendukung keseimbangan kerja-kehidupan. Penanggulangan stres kerja yang tepat tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Stres kerja adalah kondisi tekanan fisik dan psikologis yang dialami individu ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan, sumber daya, atau kapasitas dirinya dalam mengelola pekerjaan tersebut.

Faktor penyebab stres kerja meliputi beban kerja berlebihan, ketidakjelasan peran, konflik kerja, tekanan waktu, kurangnya dukungan atasan dan rekan kerja, serta ketidakseimbangan antara tuntutan dan kontrol pekerjaan.

Gejala stres kerja dapat berupa kelelahan fisik, gangguan tidur, kecemasan, mudah marah, penurunan motivasi, sulit berkonsentrasi, serta perubahan perilaku seperti penurunan produktivitas dan menarik diri dari lingkungan kerja.

Stres kerja berdampak negatif terhadap kinerja karena dapat menurunkan konsentrasi, meningkatkan kesalahan kerja, meningkatkan absensi dan turnover, serta menurunkan kualitas dan efektivitas kerja individu.

Penanggulangan stres kerja dapat dilakukan melalui strategi individu seperti manajemen waktu, relaksasi, dan gaya hidup sehat, serta strategi organisasi seperti perbaikan desain kerja, dukungan sosial, dan kebijakan keseimbangan kerja-kehidupan.

Organisasi berperan dalam mengelola stres kerja dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, memberikan dukungan psikologis, menetapkan peran kerja yang jelas, serta menyediakan program kesejahteraan dan manajemen stres bagi karyawan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Coping Stress: Jenis dan Contoh Penerapannya Coping Stress: Jenis dan Contoh Penerapannya Hubungan Stress dan Pola Makan Hubungan Stress dan Pola Makan Pengelolaan Stres Pasien Pengelolaan Stres Pasien Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis Produktivitas Kerja: Konsep, Pengukuran Output, dan Efisiensi Produktivitas Kerja: Konsep, Pengukuran Output, dan Efisiensi Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Konsep Koping Psikologis Konsep Koping Psikologis Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Budaya Kerja Modern: Konsep dan Perubahan Nilai Budaya Kerja Modern: Konsep dan Perubahan Nilai Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Analisis Kinerja Sistem Berbasis Web Analisis Kinerja Sistem Berbasis Web Prekarisasi Kerja: Konsep dan Ketidakpastian Sosial Prekarisasi Kerja: Konsep dan Ketidakpastian Sosial Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Budaya Keselamatan Kerja Tenaga Kesehatan Budaya Keselamatan Kerja Tenaga Kesehatan Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial Kesehatan Kerja Tenaga Medis Kesehatan Kerja Tenaga Medis Hipotesis Kerja: Pengertian dan Cara Menyusunnya Hipotesis Kerja: Pengertian dan Cara Menyusunnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…