
Motivasi Berprestasi: Konsep dan Faktor Psikologis
Pendahuluan
Motivasi berprestasi merupakan salah satu konsep yang sering dibahas dalam psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan karena peranannya yang sangat penting dalam mendorong individu mencapai tujuan serta meraih hasil optimal dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam konteks akademik. Fenomena motivasi berprestasi tidak hanya berkaitan dengan dorongan untuk sukses, tetapi juga erat hubungannya dengan proses internal individu dalam menetapkan tujuan, mengatasi rintangan, serta menjaga ketekunan dan semangat dalam menghadapi tantangan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi memengaruhi hasil belajar, keterampilan, hingga perkembangan karakter individu dalam setting pembelajaran formal maupun nonformal. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suka.ac.id]
Definisi Motivasi Berprestasi
Definisi Motivasi Berprestasi Secara Umum
Motivasi berprestasi secara umum dapat dipahami sebagai dorongan yang mendorong individu untuk mencapai kesuksesan, memenuhi standar keunggulan tertentu, serta meningkatkan kualitas performa dalam aktivitas yang dijalani. Dorongan ini merupakan bagian dari motivasi secara umum yang merupakan kekuatan internal yang mengarahkan dan menguatkan perilaku menuju pencapaian tujuan tertentu. Motivasi itu sendiri dalam konteks psikologi diartikan sebagai usaha atau dorongan yang menyebabkan seseorang bergerak melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan atau mendapatkan kepuasan tertentu. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Motivasi Berprestasi dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah motivasi didefinisikan sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, termasuk di dalamnya dorongan untuk meraih prestasi dan mempertahankan upaya agar hasil yang dicapai lebih baik dari sebelumnya. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Motivasi Berprestasi Menurut Para Ahli
Motivasi berprestasi telah dirumuskan oleh banyak ahli psikologi dan pendidikan:
David McClelland
McClelland mendefinisikan motivasi berprestasi sebagai kebutuhan individu untuk mencapai prestasi, bertindak kompetitif dengan standar keunggulan tertentu, serta berusaha dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai keberhasilan. Teori ini menunjukkan bahwa individu yang termotivasi berprestasi tinggi akan menetapkan tujuan tinggi dan akan bekerja keras untuk mencapainya. [Lihat sumber Disini - ejournal.stitpn.ac.id]
Atkinson dan Cohen
Dalam pandangan Atkinson, motivasi berprestasi merupakan kecenderungan untuk memilih tugas yang dapat memberikan tantangan serta harapan untuk sukses, dan juga menghindari kegagalan karena ada dorongan mengatasi rintangan melalui usaha yang maksimal. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
Heckhausen
Heckhausen menekankan bahwa motivasi berprestasi melibatkan dorongan untuk memelihara dan meningkatkan keahlian individu dalam kegiatan yang dihadapinya, serta berorientasi pada standar keunggulan yang lebih tinggi dari yang sebelumnya dicapai. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
Santrock
Santrock menjelaskan motivasi berprestasi sebagai harapan untuk menyelesaikan sesuatu dengan standar kesuksesan tertentu serta melakukan usaha yang signifikan untuk mencapai tujuan tersebut. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
Teori-Teori Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi dalam psikologi telah dianalisis melalui beberapa kerangka teori yang membantu menjelaskan mengapa individu memiliki tingkat motivasi berprestasi yang berbeda, serta bagaimana motivasi ini memengaruhi perilaku dalam mencapai tujuan.
Teori Kebutuhan McClelland
Menurut McClelland, manusia memiliki kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement) yang muncul sejak kecil dan berkembang sepanjang hidup. Individu dengan kebutuhan berprestasi tinggi cenderung memilih tugas yang menantang namun realistis, berusaha keras untuk mencapai hasil terbaik, dan menunjukkan rasa tanggung jawab pribadi yang tinggi terhadap hasil yang dicapai. Karakteristik dari motivasi berprestasi ini termasuk kemampuan mengambil risiko yang sehat, mencari tantangan, dan evaluasi terhadap umpan balik kinerja. [Lihat sumber Disini - ejournal.stitpn.ac.id]
Teori Atkinson
Atkinson memandang motivasi berprestasi sebagai hasil dari interaksi antara dorongan berprestasi dan harapan untuk sukses serta kecenderungan menghindari kegagalan. Semakin tinggi harapan individu akan sukses dan semakin rendah kecemasan terhadap kegagalan, individu tersebut akan lebih termotivasi untuk mengerjakan tugas yang menantang demi mencapai prestasi. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]
Teori Heckhausen
Heckhausen menekankan peran standar keunggulan dalam motivasi berprestasi, di mana prestasi individu diukur oleh kemampuan untuk mengatasi hambatan, mempertahankan kualitas kerja yang tinggi, serta mengevaluasi performa terhadap diri sendiri dan orang lain. Dorongan untuk meningkatkan keterampilan serta memperbaiki prestasi menjadi fokus utama dari teori ini. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
Teori Psikologi Humanistik
Meskipun tidak secara spesifik membahas motivasi berprestasi, teori humanistik seperti yang dikemukakan Maslow menunjukkan bahwa kebutuhan akan aktualisasi diri berada pada puncak hirarki kebutuhan manusia, di mana pencapaian prestasi merupakan bagian penting dari proses pemenuhan kebutuhan psikologis dan potensial individu. [Lihat sumber Disini - liputan6.com]
Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi dipengaruhi oleh beragam faktor psikologis yang berasal dari dalam diri individu maupun dari lingkungan sosialnya. Faktor-faktor ini akan menentukan kuat lemahnya dorongan seseorang dalam mengejar prestasi.
Efikasi Diri dan Kepercayaan Diri
Efikasi diri merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas secara efektif. Individu dengan efikasi diri yang tinggi cenderung memiliki motivasi berprestasi yang lebih kuat karena percaya bahwa usaha mereka akan menghasilkan keberhasilan. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa meningkatnya efikasi diri berkorelasi positif dengan motivasi berprestasi siswa dalam konteks pendidikan. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suka.ac.id]
Dukungan Sosial dan Lingkungan Keluarga
Keluarga, teman, serta lingkungan sosial sangat berpengaruh dalam membentuk motivasi berprestasi, terutama melalui dorongan verbal, penghargaan, model perilaku, serta umpan balik terhadap pencapaian individu. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga secara signifikan memengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa. [Lihat sumber Disini - repository.binawan.ac.id]
Konsep Diri dan Kemandirian
Konsep diri, yaitu citra atau persepsi individu terhadap dirinya sendiri, berpengaruh kuat terhadap motivasi berprestasi; individu dengan konsep diri positif cenderung lebih termotivasi untuk mencapai keberhasilan. Selain itu, kemandirian dalam belajar juga meningkatkan motivasi berprestasi karena individu memiliki kontrol lebih terhadap proses belajar dan pencapaian tujuan akademiknya. [Lihat sumber Disini - jpsy165.org]
Faktor Emosional dan Kognitif
Emosi seperti kecemasan, rasa takut gagal, rasa percaya diri, serta strategi kognitif seperti penetapan tujuan dan perencanaan belajar turut memengaruhi bagaimana individu bertindak untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Dampak emosi terhadap motivasi berprestasi dapat bersifat memperkuat atau menghambat tergantung pada kondisi psikologis individu. [Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id]
Motivasi Berprestasi dan Tujuan Akademik
Hubungan antara motivasi berprestasi dan tujuan akademik sangat kuat karena motivasi berprestasi memberikan arah serta energi bagi individu untuk menetapkan dan mengejar target akademik yang tinggi. Individu yang memiliki motivasi berprestasi cenderung menetapkan tujuan yang realistis namun menantang, meningkatkan strategi belajar, serta melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan guna meraih target akademik tersebut. Penelitian empiris menunjukkan bahwa motivasi berprestasi secara signifikan berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa dalam konteks sekolah menengah atas, dengan motivasi berprestasi tinggi berkorelasi positif dengan nilai yang diperoleh oleh siswa. [Lihat sumber Disini - jurnal.penerbitwidina.com]
Motivasi berprestasi juga mendukung keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, meningkatkan persistensi dalam mengerjakan tugas akademik, dan mendorong pengembangan strategi belajar yang efektif, yang semuanya merupakan bagian dari pencapaian tujuan akademik secara optimal. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suka.ac.id]
Dampak Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi
Motivasi berprestasi memiliki dampak luas terhadap prestasi baik di konteks pendidikan maupun konteks lain seperti karier atau pekerjaan. Individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung mencapai hasil belajar yang lebih baik, tetap gigih menghadapi tantangan, serta mampu mengatasi hambatan yang muncul dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi berkontribusi secara positif terhadap prestasi belajar, menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi akademik siswa atau mahasiswa. [Lihat sumber Disini - jurnal.penerbitwidina.com]
Selain meningkatkan prestasi akademik, motivasi berprestasi juga dapat meningkatkan keterampilan non-akademik seperti kemampuan menyelesaikan tugas dengan efektif, berpikir kritis, serta kemampuan menghadapi situasi kompetitif dengan lebih baik. Hal ini karena individu yang termotivasi berprestasi cenderung menunjukkan usaha yang lebih besar serta strategi psikologis yang adaptif dalam mencapai target mereka. [Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id]
Motivasi Berprestasi dalam Konteks Pendidikan
Dalam konteks pendidikan, motivasi berprestasi memainkan peran sentral dalam proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebih aktif dalam pembelajaran, dapat menetapkan target belajar yang jelas, serta berusaha maksimal dalam menghadapi tugas yang menantang, yang semuanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. [Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id]
Tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung motivasi berprestasi, melalui strategi pembelajaran yang memotivasi, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta penghargaan yang relevan dengan usaha siswa. Lingkungan sekolah yang positif dapat menumbuhkan motivasi berprestasi pada siswa sehingga berdampak langsung pada peningkatan prestasi akademik. [Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id]
Kesimpulan
Motivasi berprestasi merupakan dorongan psikologis internal yang membuat individu menetapkan, mengejar, dan mempertahankan upaya untuk mencapai standar kesuksesan tertentu. Konsep ini memiliki landasan teori yang kuat dari psikologi motivasi seperti teori McClelland dan Atkinson yang menekankan kebutuhan untuk berprestasi serta harapan untuk sukses. Faktor psikologis seperti efikasi diri, dukungan sosial, konsep diri, dan proses kognitif turut memengaruhi tingkat motivasi berprestasi seseorang. Dalam konteks akademik, motivasi berprestasi terbukti memiliki dampak positif terhadap prestasi siswa, meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran, serta mendorong perilaku belajar yang efektif. Oleh karena itu, membangun motivasi berprestasi yang kuat merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas hasil belajar serta pencapaian individu dalam berbagai bidang kehidupan.