Terakhir diperbarui: 04 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 January). Motivasi Berprestasi: Konsep dan Faktor Psikologis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/motivasi-berprestasi-konsep-dan-faktor-psikologis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Motivasi Berprestasi: Konsep dan Faktor Psikologis - SumberAjar.com

Motivasi Berprestasi: Konsep dan Faktor Psikologis

Pendahuluan

Motivasi berprestasi merupakan salah satu konsep yang sering dibahas dalam psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan karena peranannya yang sangat penting dalam mendorong individu mencapai tujuan serta meraih hasil optimal dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam konteks akademik. Fenomena motivasi berprestasi tidak hanya berkaitan dengan dorongan untuk sukses, tetapi juga erat hubungannya dengan proses internal individu dalam menetapkan tujuan, mengatasi rintangan, serta menjaga ketekunan dan semangat dalam menghadapi tantangan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi memengaruhi hasil belajar, keterampilan, hingga perkembangan karakter individu dalam setting pembelajaran formal maupun nonformal. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suka.ac.id]


Definisi Motivasi Berprestasi

Definisi Motivasi Berprestasi Secara Umum

Motivasi berprestasi secara umum dapat dipahami sebagai dorongan yang mendorong individu untuk mencapai kesuksesan, memenuhi standar keunggulan tertentu, serta meningkatkan kualitas performa dalam aktivitas yang dijalani. Dorongan ini merupakan bagian dari motivasi secara umum yang merupakan kekuatan internal yang mengarahkan dan menguatkan perilaku menuju pencapaian tujuan tertentu. Motivasi itu sendiri dalam konteks psikologi diartikan sebagai usaha atau dorongan yang menyebabkan seseorang bergerak melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan atau mendapatkan kepuasan tertentu. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Motivasi Berprestasi dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah motivasi didefinisikan sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, termasuk di dalamnya dorongan untuk meraih prestasi dan mempertahankan upaya agar hasil yang dicapai lebih baik dari sebelumnya. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Motivasi Berprestasi Menurut Para Ahli

Motivasi berprestasi telah dirumuskan oleh banyak ahli psikologi dan pendidikan:

  1. David McClelland

    McClelland mendefinisikan motivasi berprestasi sebagai kebutuhan individu untuk mencapai prestasi, bertindak kompetitif dengan standar keunggulan tertentu, serta berusaha dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai keberhasilan. Teori ini menunjukkan bahwa individu yang termotivasi berprestasi tinggi akan menetapkan tujuan tinggi dan akan bekerja keras untuk mencapainya. [Lihat sumber Disini - ejournal.stitpn.ac.id]

  2. Atkinson dan Cohen

    Dalam pandangan Atkinson, motivasi berprestasi merupakan kecenderungan untuk memilih tugas yang dapat memberikan tantangan serta harapan untuk sukses, dan juga menghindari kegagalan karena ada dorongan mengatasi rintangan melalui usaha yang maksimal. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]

  3. Heckhausen

    Heckhausen menekankan bahwa motivasi berprestasi melibatkan dorongan untuk memelihara dan meningkatkan keahlian individu dalam kegiatan yang dihadapinya, serta berorientasi pada standar keunggulan yang lebih tinggi dari yang sebelumnya dicapai. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  4. Santrock

    Santrock menjelaskan motivasi berprestasi sebagai harapan untuk menyelesaikan sesuatu dengan standar kesuksesan tertentu serta melakukan usaha yang signifikan untuk mencapai tujuan tersebut. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]


Teori-Teori Motivasi Berprestasi

Motivasi berprestasi dalam psikologi telah dianalisis melalui beberapa kerangka teori yang membantu menjelaskan mengapa individu memiliki tingkat motivasi berprestasi yang berbeda, serta bagaimana motivasi ini memengaruhi perilaku dalam mencapai tujuan.

Teori Kebutuhan McClelland

Menurut McClelland, manusia memiliki kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement) yang muncul sejak kecil dan berkembang sepanjang hidup. Individu dengan kebutuhan berprestasi tinggi cenderung memilih tugas yang menantang namun realistis, berusaha keras untuk mencapai hasil terbaik, dan menunjukkan rasa tanggung jawab pribadi yang tinggi terhadap hasil yang dicapai. Karakteristik dari motivasi berprestasi ini termasuk kemampuan mengambil risiko yang sehat, mencari tantangan, dan evaluasi terhadap umpan balik kinerja. [Lihat sumber Disini - ejournal.stitpn.ac.id]

Teori Atkinson

Atkinson memandang motivasi berprestasi sebagai hasil dari interaksi antara dorongan berprestasi dan harapan untuk sukses serta kecenderungan menghindari kegagalan. Semakin tinggi harapan individu akan sukses dan semakin rendah kecemasan terhadap kegagalan, individu tersebut akan lebih termotivasi untuk mengerjakan tugas yang menantang demi mencapai prestasi. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]

Teori Heckhausen

Heckhausen menekankan peran standar keunggulan dalam motivasi berprestasi, di mana prestasi individu diukur oleh kemampuan untuk mengatasi hambatan, mempertahankan kualitas kerja yang tinggi, serta mengevaluasi performa terhadap diri sendiri dan orang lain. Dorongan untuk meningkatkan keterampilan serta memperbaiki prestasi menjadi fokus utama dari teori ini. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Teori Psikologi Humanistik

Meskipun tidak secara spesifik membahas motivasi berprestasi, teori humanistik seperti yang dikemukakan Maslow menunjukkan bahwa kebutuhan akan aktualisasi diri berada pada puncak hirarki kebutuhan manusia, di mana pencapaian prestasi merupakan bagian penting dari proses pemenuhan kebutuhan psikologis dan potensial individu. [Lihat sumber Disini - liputan6.com]


Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Motivasi Berprestasi

Motivasi berprestasi dipengaruhi oleh beragam faktor psikologis yang berasal dari dalam diri individu maupun dari lingkungan sosialnya. Faktor-faktor ini akan menentukan kuat lemahnya dorongan seseorang dalam mengejar prestasi.

Efikasi Diri dan Kepercayaan Diri

Efikasi diri merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas secara efektif. Individu dengan efikasi diri yang tinggi cenderung memiliki motivasi berprestasi yang lebih kuat karena percaya bahwa usaha mereka akan menghasilkan keberhasilan. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa meningkatnya efikasi diri berkorelasi positif dengan motivasi berprestasi siswa dalam konteks pendidikan. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suka.ac.id]

Dukungan Sosial dan Lingkungan Keluarga

Keluarga, teman, serta lingkungan sosial sangat berpengaruh dalam membentuk motivasi berprestasi, terutama melalui dorongan verbal, penghargaan, model perilaku, serta umpan balik terhadap pencapaian individu. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga secara signifikan memengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa. [Lihat sumber Disini - repository.binawan.ac.id]

Konsep Diri dan Kemandirian

Konsep diri, yaitu citra atau persepsi individu terhadap dirinya sendiri, berpengaruh kuat terhadap motivasi berprestasi; individu dengan konsep diri positif cenderung lebih termotivasi untuk mencapai keberhasilan. Selain itu, kemandirian dalam belajar juga meningkatkan motivasi berprestasi karena individu memiliki kontrol lebih terhadap proses belajar dan pencapaian tujuan akademiknya. [Lihat sumber Disini - jpsy165.org]

Faktor Emosional dan Kognitif

Emosi seperti kecemasan, rasa takut gagal, rasa percaya diri, serta strategi kognitif seperti penetapan tujuan dan perencanaan belajar turut memengaruhi bagaimana individu bertindak untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Dampak emosi terhadap motivasi berprestasi dapat bersifat memperkuat atau menghambat tergantung pada kondisi psikologis individu. [Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id]


Motivasi Berprestasi dan Tujuan Akademik

Hubungan antara motivasi berprestasi dan tujuan akademik sangat kuat karena motivasi berprestasi memberikan arah serta energi bagi individu untuk menetapkan dan mengejar target akademik yang tinggi. Individu yang memiliki motivasi berprestasi cenderung menetapkan tujuan yang realistis namun menantang, meningkatkan strategi belajar, serta melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan guna meraih target akademik tersebut. Penelitian empiris menunjukkan bahwa motivasi berprestasi secara signifikan berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa dalam konteks sekolah menengah atas, dengan motivasi berprestasi tinggi berkorelasi positif dengan nilai yang diperoleh oleh siswa. [Lihat sumber Disini - jurnal.penerbitwidina.com]

Motivasi berprestasi juga mendukung keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, meningkatkan persistensi dalam mengerjakan tugas akademik, dan mendorong pengembangan strategi belajar yang efektif, yang semuanya merupakan bagian dari pencapaian tujuan akademik secara optimal. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suka.ac.id]


Dampak Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi

Motivasi berprestasi memiliki dampak luas terhadap prestasi baik di konteks pendidikan maupun konteks lain seperti karier atau pekerjaan. Individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung mencapai hasil belajar yang lebih baik, tetap gigih menghadapi tantangan, serta mampu mengatasi hambatan yang muncul dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi berkontribusi secara positif terhadap prestasi belajar, menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi akademik siswa atau mahasiswa. [Lihat sumber Disini - jurnal.penerbitwidina.com]

Selain meningkatkan prestasi akademik, motivasi berprestasi juga dapat meningkatkan keterampilan non-akademik seperti kemampuan menyelesaikan tugas dengan efektif, berpikir kritis, serta kemampuan menghadapi situasi kompetitif dengan lebih baik. Hal ini karena individu yang termotivasi berprestasi cenderung menunjukkan usaha yang lebih besar serta strategi psikologis yang adaptif dalam mencapai target mereka. [Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id]


Motivasi Berprestasi dalam Konteks Pendidikan

Dalam konteks pendidikan, motivasi berprestasi memainkan peran sentral dalam proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebih aktif dalam pembelajaran, dapat menetapkan target belajar yang jelas, serta berusaha maksimal dalam menghadapi tugas yang menantang, yang semuanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. [Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id]

Tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung motivasi berprestasi, melalui strategi pembelajaran yang memotivasi, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta penghargaan yang relevan dengan usaha siswa. Lingkungan sekolah yang positif dapat menumbuhkan motivasi berprestasi pada siswa sehingga berdampak langsung pada peningkatan prestasi akademik. [Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id]


Kesimpulan

Motivasi berprestasi merupakan dorongan psikologis internal yang membuat individu menetapkan, mengejar, dan mempertahankan upaya untuk mencapai standar kesuksesan tertentu. Konsep ini memiliki landasan teori yang kuat dari psikologi motivasi seperti teori McClelland dan Atkinson yang menekankan kebutuhan untuk berprestasi serta harapan untuk sukses. Faktor psikologis seperti efikasi diri, dukungan sosial, konsep diri, dan proses kognitif turut memengaruhi tingkat motivasi berprestasi seseorang. Dalam konteks akademik, motivasi berprestasi terbukti memiliki dampak positif terhadap prestasi siswa, meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran, serta mendorong perilaku belajar yang efektif. Oleh karena itu, membangun motivasi berprestasi yang kuat merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas hasil belajar serta pencapaian individu dalam berbagai bidang kehidupan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Motivasi berprestasi adalah dorongan psikologis dalam diri individu untuk mencapai keberhasilan, memenuhi standar keunggulan tertentu, serta meningkatkan kualitas hasil kerja atau belajar melalui usaha yang maksimal.

Motivasi berprestasi penting dalam pendidikan karena berperan dalam meningkatkan keterlibatan belajar, ketekunan, serta kemampuan siswa dan mahasiswa dalam mencapai tujuan akademik dan prestasi belajar yang optimal.

Beberapa teori utama motivasi berprestasi antara lain teori kebutuhan berprestasi dari McClelland, teori motivasi berprestasi Atkinson, serta pandangan Heckhausen yang menekankan standar keunggulan dan pengembangan kompetensi individu.

Motivasi berprestasi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti efikasi diri, konsep diri, dukungan sosial, kondisi emosional, serta faktor kognitif seperti penetapan tujuan dan strategi belajar.

Motivasi berprestasi memiliki hubungan positif dengan prestasi akademik, di mana individu dengan motivasi berprestasi tinggi cenderung menunjukkan usaha belajar yang lebih konsisten dan mencapai hasil akademik yang lebih baik.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Guru Berprestasi Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya Fear of Failure: Konsep dan Dampak Psikologis Motivasi: Definisi, Faktor, dan Peranannya dalam Dunia Pendidikan Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Motivasi Belajar: Pengertian, Faktor, dan Teori-Teorinya Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Motivasi Intrinsik: Konsep dan Contoh Konsep Motivasi Belajar Mahasiswa Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Konsep Kesejahteraan Psikologis Konsep Fungsi Psikologis Sehat Internal Motivation: Makna dan Contoh Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Burnout Psikologis: Pengertian, Faktor, dan Pencegahan Distres Psikologis: Konsep dan Indikator Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Hubungan Media Digital dengan Motivasi Belajar Respons Adaptasi Psikologis Pasien
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna