Terakhir diperbarui: 04 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 January). Efikasi Diri Belajar: Konsep dan Performa Akademik. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/efikasi-diri-belajar-konsep-dan-performa-akademik 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Efikasi Diri Belajar: Konsep dan Performa Akademik - SumberAjar.com

Efikasi Diri Belajar: Konsep dan Performa Akademik

Pendahuluan

Efikasi diri belajar merupakan salah satu konsep krusial dalam psikologi pendidikan yang berkaitan dengan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mencapai target akademik tertentu. Pada konteks modern pendidikan, kemampuan untuk mengelola belajar sendiri, mempertahankan motivasi, serta menghadapi tantangan akademik semakin penting, terutama di era pembelajaran campuran dan online. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki tingkat efikasi diri belajar yang tinggi cenderung memiliki performa akademik yang lebih baik dibandingkan yang rendah efikasi dirinya, karena mereka mampu menyusun strategi belajar yang efektif, fokus pada tujuannya, serta bertahan ketika menghadapi tantangan pembelajaran. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Efikasi diri belajar bukan hanya sekadar percaya diri secara umum, tetapi merupakan keyakinan spesifik terkait kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik tertentu. Pemahaman mendalam mengenai konsep ini penting untuk praktisi pendidikan, pendidik, dan peneliti karena berkaitan langsung dengan strategi pembelajaran yang efektif dan peningkatan hasil belajar siswa atau mahasiswa. Selanjutnya pada artikel ini akan dibahas konsep, faktor yang mempengaruhi, sumber-sumber efikasi diri, strategi pembelajaran terkait, serta hubungannya dengan performa akademik secara ilmiah.


Definisi Efikasi Diri Belajar

Definisi Efikasi Diri Belajar Secara Umum

Efikasi diri belajar atau learning self-efficacy merupakan keyakinan individu atas kemampuan mereka untuk mengorganisir dan mengeksekusi tindakan yang diperlukan dalam proses pembelajaran agar mencapai hasil yang diinginkan. Konsep ini berbeda dengan kepercayaan diri umum, karena lebih berfokus pada keyakinan kemampuan dalam domain akademik dan tugas belajar tertentu. Individu dengan efikasi diri belajar yang tinggi akan lebih mampu merencanakan strategi belajar, mengambil keputusan dalam menghadapi tugas akademik, serta mempertahankan usaha ketika menemui hambatan dalam proses belajarnya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Efikasi Diri Belajar dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “efikasi” berarti kemampuan atau daya guna sesuatu. Secara lebih luas, ketika digabungkan dengan istilah “diri belajar”, efikasi diri belajar dapat diartikan sebagai kemampuan diri yang dimiliki seseorang dalam kegiatan belajar yang mencerminkan keyakinan pada efektivitas dirinya dalam proses dan strategi belajar yang dilakukannya. (Sumber: KBBI Online), link: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id]

Definisi Efikasi Diri Belajar Menurut Para Ahli

  1. Albert Bandura mendefinisikan efikasi diri sebagai keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri dalam menyusun dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu dalam konteks tugas tertentu. Dimensi efikasi ini mencerminkan keyakinan akan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk merencanakan, mengambil keputusan, dan bertahan dalam aktivitas belajar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Schunk (1991) menyatakan bahwa efikasi diri akademik mencakup keyakinan individu bahwa dirinya mampu menyelesaikan tugas akademik dan mengatasi tantangan yang datang selama proses pembelajaran. [Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id]

  3. Artino Jr. (2012) menjelaskan bahwa self-efficacy berdasar pada penilaian individu terhadap kemampuannya untuk mengatur dan menjalankan prosesnya sendiri dalam rangka mencapai suatu target performa dalam pembelajaran yang kompleks. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Daud (2024) dalam sebuah studi mediasi menyatakan bahwa efikasi diri akademik berkorelasi positif dengan keterlibatan belajar (learning engagement) serta pencapaian akademik, memperlihatkan pentingnya efikasi diri terhadap keterlibatan aktif siswa dalam aktivitas belajar. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Efikasi diri belajar menurut para ahli di atas menekankan bahwa efikasi bukan sekedar rasa percaya diri umum, tetapi keyakinan khusus yang mempengaruhi pilihan strategi belajar, usaha, serta kemampuan mengatasi hambatan.


Sumber-Sumber Efikasi Diri Belajar

Menurut teori Bandura, terdapat empat sumber utama yang membentuk efikasi diri seseorang, termasuk dalam konteks belajar:

  1. Pengalaman Keberhasilan (Mastery Experience)

    Pengalaman langsung menyelesaikan tugas akademik dengan sukses merupakan sumber utama dalam membangun efikasi diri. Ketika seseorang berhasil menyelesaikan tugas belajar yang menantang, keyakinannya meningkat karena pengalaman tersebut menjadi bukti nyata kemampuan dirinya. [Lihat sumber Disini - pubs.sciepub.com]

  2. Pengalaman Vicarious (Vicarious Experience)

    Memperhatikan keberhasilan orang lain, terutama yang memiliki kemiripan konteks atau kemampuan, dapat meningkatkan efikasi diri karena individu melihat contoh nyata bahwa tugas yang tampak sulit sebenarnya bisa diselesaikan. [Lihat sumber Disini - pubs.sciepub.com]

  3. Persuasi Sosial (Social Persuasion)

    Dorongan dari orang lain seperti guru, teman, atau mentor dapat mempengaruhi keyakinan individu untuk lebih percaya pada kemampuan dirinya dalam belajar. Persuasi positif dapat memperkuat motivasi belajar dan keyakinan atas keberhasilan tugas akademik yang akan dihadapi. [Lihat sumber Disini - pubs.sciepub.com]

  4. Respons Afektif dan Psikologis (Physiological & Affective States)

    Kondisi emosional dan psikologis individu juga mempengaruhi efikasi diri. Misalnya, ketika siswa tenang dan optimis, mereka cenderung lebih yakin terhadap kemampuan belajarnya dibandingkan saat cemas atau stres. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Sumber-sumber ini sering saling berkaitan dan membentuk keyakinan individu secara kumulatif, sehingga strategi pendidikan yang mampu memperkuat pengalaman keberhasilan atau memberikan model yang inspiratif akan berdampak positif pada efikasi diri belajar siswa. [Lihat sumber Disini - pubs.sciepub.com]


Faktor yang Mempengaruhi Efikasi Diri Belajar

Banyak penelitian pendidikan menunjukkan bahwa efikasi diri belajar tidak terbentuk secara spontan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, antara lain:

  1. Pengalaman Akademik Sebelumnya

    Siswa yang telah berhasil menyelesaikan tugas akademik di masa lalu cenderung memiliki efikasi diri yang lebih tinggi karena pengalaman tersebut memberi bukti kompetensi yang mereka miliki. [Lihat sumber Disini - pubs.sciepub.com]

  2. Peran Lingkungan Keluarga dan Dukungan Sosial

    Dukungan orangtua, bimbingan guru, serta interaksi positif dengan teman sebaya turut menentukan keyakinan belajar siswa. Lingkungan yang mendukung dapat memperkuat keyakinan diri siswa terhadap kemampuan belajarnya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Kecemasan Akademik dan Kondisi Psikologis

    Individu dengan kecemasan akademik tinggi dapat mengalami penurunan efikasi diri karena perasaan gugup atau takut gagal menghambat keyakinan atas kemampuan dirinya. Sebaliknya, siswa yang stabil emosi cenderung memiliki efikasi diri lebih positif. [Lihat sumber Disini - journal.ipb.ac.id]

  4. Strategi Pengaturan Diri

    Kemampuan siswa dalam mengatur waktu belajar, merencanakan strategi, dan memonitor progresnya sendiri berpengaruh besar terhadap efikasi diri belajar karena mereka merasa mampu mengendalikan proses belajarnya. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suska.ac.id]

  5. Motivasi dan Tujuan Belajar

    Motivasi intrinsik dan tujuan akademik yang jelas dapat memperkuat efikasi diri belajar karena siswa memiliki arah dan dorongan yang kuat untuk mencapai prestasi yang diharapkan. [Lihat sumber Disini - indojurnal.com]

Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dalam konteks pembelajaran sehingga intervensi pendidikan yang komprehensif perlu mempertimbangkan aspek psikologis siswa selain aspek akademik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Efikasi Diri Belajar dan Strategi Pembelajaran

Efikasi diri belajar berkaitan erat dengan cara individu memilih dan menerapkan strategi pembelajaran. Siswa yang memiliki efikasi diri belajar tinggi cenderung:

  1. Menggunakan Strategi Belajar Aktif

    Mereka lebih sering menggunakan metode belajar yang melibatkan berpikir kritis, diskusi antar teman, latihan soal intensif, dan pengaturan waktu belajar secara mandiri. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Mengatasi Hambatan Belajar

    Dalam menghadapi kesulitan belajar, siswa dengan efikasi diri tinggi tidak cepat menyerah. Sebaliknya, mereka mencari solusi, berkonsultasi dengan guru, atau mencoba strategi alternatif sampai berhasil. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suska.ac.id]

  3. Keterlibatan Belajar yang Lebih Tinggi

    Penelitian pada mahasiswa menunjukkan bahwa efikasi diri berkorelasi positif dengan keterlibatan siswa dalam aktivitas belajar, yang pada gilirannya meningkatkan pencapaian akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Perseverance dan Ketahanan Menghadapi Tantangan

    Siswa yang percaya pada kemampuan diri cenderung lebih tahan terhadap frustrasi pembelajaran, serta tetap termotivasi meskipun tugas akademik sulit. [Lihat sumber Disini - journal.ipb.ac.id]

Strategi pembelajaran yang menekankan pembelajaran aktif, pemberian umpan balik yang konstruktif, dan pendampingan siswa sesuai kebutuhan sangat efektif dalam memperkuat efikasi diri belajar siswa.


Pengaruh Efikasi Diri Belajar terhadap Performa Akademik

Banyak bukti empiris menunjukkan hubungan positif antara efikasi diri belajar dan performa akademik di berbagai level pendidikan:

  1. Hubungan Positif dengan Prestasi Belajar

    Penelitian menunjukkan efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa di sekolah, di mana siswa dengan efikasi tinggi memiliki prestasi yang lebih baik terhadap mata pelajaran tertentu. [Lihat sumber Disini - journal.lppmunindra.ac.id]

  2. Korrelasi dengan Prestasi Akademik

    Beberapa studi meta-analisis menemukan bahwa self-efficacy berkorelasi moderat hingga positif dengan prestasi akademik secara umum, menunjukkan bahwa keyakinan siswa terhadap kemampuan diri merupakan prediktor performa akademik. [Lihat sumber Disini - konkuk.ac.kr]

  3. Mediating Role (Mediasi melalui Keterlibatan Belajar)

    Penelitian modern menunjukkan bahwa keterlibatan belajar (learning engagement) dapat memediasi hubungan antara efikasi diri dan prestasi akademik, artinya efikasi diri meningkatkan keterlibatan yang kemudian berdampak pada performa akademik yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Hubungan terhadap Strategi Belajar

    Studi juga menunjukkan bahwa efikasi diri membantu siswa memilih strategi belajar yang lebih efektif dan persistensi dalam menghadapi tugas belajar yang kompleks, yang berujung pada peningkatan hasil akademik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Dengan demikian, efikasi diri belajar tidak hanya berkaitan dengan keyakinan subjektif semata, tetapi juga memiliki implikasi nyata terhadap capaian akademik siswa atau mahasiswa.


Efikasi Diri Belajar dalam Konteks Pendidikan

Dalam konteks pendidikan formal, efikasi diri belajar memiliki peran penting dalam berbagai domain:

  1. Pendidikan Dasar dan Menengah

    Siswa sekolah dasar dan menengah yang memiliki efikasi diri tinggi dilaporkan lebih siap menghadapi pekerjaan rumah, ujian, dan tugas pembelajaran lainnya dibandingkan mereka yang rendah efikasi dirinya. [Lihat sumber Disini - journal.lppmunindra.ac.id]

  2. Pendidikan Tinggi

    Mahasiswa dengan efikasi diri akademik tinggi cenderung lebih mampu mengatur waktu belajar, berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas, serta menggunakan strategi metakognitif untuk meningkatkan pemahaman akademik mereka. [Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id]

  3. Pembelajaran Online dan Hybrid

    Dalam setting pembelajaran daring, efikasi diri menjadi faktor penting untuk keterlibatan aktif, karena siswa harus mandiri dalam mengelola sumber belajar, interaksi dengan materi online, dan pengaturan waktu secara pribadi. [Lihat sumber Disini - excli.de]

  4. Peran Guru dan Lingkungan Sekolah

    Lingkungan pembelajaran yang mendukung, penguatan umpan balik positif, serta pembelajaran yang berpusat pada siswa terbukti membantu meningkatkan efikasi diri belajar dan performa akademik siswa. [Lihat sumber Disini - indojurnal.com]

Efikasi diri belajar dalam pendidikan bukan hanya sekadar konsep psikologis, melainkan dasar penting yang dapat menjadi fokus dalam desain kurikulum, strategi pengajaran, serta intervensi pendidikan untuk meningkatkan hasil belajar.


Kesimpulan

Efikasi diri belajar merupakan keyakinan spesifik individu terhadap kemampuan mereka dalam mengorganisir dan menyelesaikan tugas pembelajaran. Definisi ini dikembangkan dari teori kognitif sosial Bandura yang menyatakan bahwa efikasi diri memainkan peran penting dalam motivasi, usaha, strategi, serta persepsi terhadap tantangan akademik. Sumber-sumber efikasi seperti pengalaman keberhasilan, observasi model, persuasi sosial, dan kondisi afektif turut membentuk keyakinan ini. Faktor internal (seperti pengalaman keberhasilan dan motivasi) serta faktor eksternal (lingkungan keluarga dan sekolah) mempengaruhi tingkat efikasi. Efikasi diri yang tinggi berkaitan dengan penggunaan strategi pembelajaran efektif, keterlibatan aktif, serta ketahanan menghadapi hambatan. Bukti empiris menunjukkan hubungan positif antara efikasi diri belajar dan performa akademik di berbagai level pendidikan. Dengan memahami dan memperkuat efikasi diri belajar, praktisi pendidikan dapat membantu siswa dan mahasiswa mencapai performa akademik lebih optimal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Efikasi diri belajar adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengatur, melaksanakan, dan menyelesaikan aktivitas belajar untuk mencapai tujuan akademik tertentu.

Efikasi diri belajar penting karena memengaruhi motivasi, ketekunan, pemilihan strategi belajar, serta kemampuan siswa atau mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik.

Sumber efikasi diri belajar meliputi pengalaman keberhasilan, pengalaman vikarius melalui pengamatan orang lain, persuasi sosial dari lingkungan, serta kondisi emosional dan psikologis individu.

Efikasi diri belajar dipengaruhi oleh pengalaman akademik sebelumnya, dukungan lingkungan keluarga dan sekolah, kondisi psikologis, strategi pengaturan diri, serta motivasi dan tujuan belajar.

Efikasi diri belajar memiliki hubungan positif dengan performa akademik. Individu dengan efikasi diri tinggi cenderung lebih terlibat dalam pembelajaran, menggunakan strategi belajar efektif, dan mencapai prestasi akademik yang lebih baik.

Guru berperan penting melalui pemberian umpan balik positif, pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemberian contoh keberhasilan, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan aman secara psikologis.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Efikasi Diri Akademik: Pengertian dan Pengaruhnya Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Optimasi Performa Sistem Web Minat Belajar: Konsep dan Pembentukannya Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Kepuasan Belajar: Konsep dan Faktor Psikologis Sistem Mobile Monitoring Kebiasaan Belajar Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Siswa Minat Belajar: Faktor dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Burnout Akademik: Konsep dan Faktor Risiko Kemandirian Belajar: Definisi, Indikator, dan Contoh Kesiapan Belajar Mahasiswa: Konsep dan Indikator Prestasi Akademik: Cara Mengukur dan Faktor Penentunya Motivasi Belajar: Pengertian, Faktor, dan Teori-Teorinya Sistem Web Portal Informasi Akademik Faktor Lingkungan terhadap Hasil Belajar Motivasi Berprestasi: Konsep dan Faktor Psikologis
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna