
Food Safety Awareness
Pendahuluan
Food Safety atau keamanan pangan menjadi isu krusial dalam kehidupan modern karena hubungan langsungnya dengan kesehatan masyarakat, kualitas hidup, dan ketahanan nasional terhadap penyakit bawaan makanan (foodborne illness). Kejadian keracunan makanan semakin sering terjadi di berbagai negara dan bukan hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menguras sumber daya kesehatan publik serta biaya ekonomi yang tidak sedikit. Organisasi kesehatan internasional seperti WHO menekankan bahwa makanan aman adalah hak dasar manusia dan kunci untuk mencapai kesejahteraan serta pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, pemahaman yang mendalam mengenai aspek-aspek Food Safety, dari konsep dasar sampai perilaku masyarakat, perlu dibangun secara komprehensif melalui edukasi dan koordinasi multi-pihak, termasuk pemerintah, industri pangan, dan konsumen itu sendiri. [Lihat sumber Disini - journal.upy.ac.id]
Definisi Food Safety
Definisi Food Safety Secara Umum
Secara umum, Food Safety atau keamanan pangan dipahami sebagai kondisi dan serangkaian upaya untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran yang dapat membahayakan kesehatan manusia saat makanan disiapkan, ditangani, disimpan, dikelola, dan dikonsumsi. Konsep ini mencakup pencegahan terhadap cemaran biologis (seperti bakteri, virus), kimia (seperti pestisida, bahan aditif yang tidak aman), maupun fisik (seperti benda asing dalam makanan) yang dapat menyebabkan penyakit atau dampak buruk lain bagi konsumen. [Lihat sumber Disini - eprints.univetbantara.ac.id]
Definisi Food Safety dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah Food Safety merujuk pada “keamanan pangan”, yakni suatu kondisi pangan yang aman untuk dikonsumsi dan tidak mengandung bahaya yang dapat merugikan kesehatan apabila diolah dan dimakan sebagaimana mestinya. Istilah ini sendiri tercakup dalam istilah “keamanan pangan” dalam peraturan pemerintahan Indonesia seperti PP No. 86 Tahun 2019 yang menegaskan bahwa pangan harus bebas dari cemaran biologis, kimia, dan fisik agar aman dikonsumsi. [Lihat sumber Disini - eprints.univetbantara.ac.id]
Definisi Food Safety Menurut Para Ahli
-
World Health Organization (WHO): Food Safety adalah ilmu dan praktik yang menjamin makanan tidak akan menyebabkan kecelakaan atau penyakit apabila disiapkan dan dikonsumsi sesuai dengan penggunaan yang dimaksudkan. Pendekatan ini mencakup penanganan, penyimpanan, serta pengolahan yang tepat untuk menghindari kontaminasi yang berbahaya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia: Dalam PP No. 86/2019, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat merugikan kesehatan manusia serta memastikan tidak bertentangan dengan keyakinan/kultur masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. [Lihat sumber Disini - repository.stikespersadanabire.ac.id]
-
Schmidt & Rodrick (2003): Food safety didefinisikan sebagai probabilitas tidak menderita bahaya dari konsumsi suatu makanan tertentu, menekankan aspek statistik dari risiko dalam rantai pangan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Ahli Ilmu Pangan Modern: Seluruh tahapan dalam sistem produksi pangan dari hulu ke hilir termasuk pertanian, pemrosesan, penyimpanan dan distribusi merupakan bagian dari jaminan keamanan pangan melalui standar manajemen mutu pangan seperti HACCP. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Faktor Risiko Kontaminasi Pangan
Kontaminasi pangan merupakan proses masuknya agen berbahaya ke dalam makanan yang memicu potensi penyakit. Risiko kontaminasi dapat berasal dari berbagai faktor:
-
Cemaran Biologis: Bakteri patogen, virus, jamur, parasit yang muncul dari kebersihan pengolahan yang buruk atau sanitasi yang tidak memadai.
-
Cemaran Kimia: Residu pestisida, bahan aditif yang tidak terkontrol, toksin metabolit mikroba, serta polutan lingkungan yang masuk ke dalam pangan.
-
Cemaran Fisik: Partikel asing seperti logam, plastik, rambut yang ikut dalam makanan saat produksi, pengolahan atau penyajian.
-
Faktor Lingkungan: Suhu penyimpanan yang tidak memadai, kelembapan tinggi, atau paparan udara yang tidak bersih meningkatkan laju pertumbuhan mikroba.
Praktik pengendalian risiko ini menjadi inti dari sistem manajemen keamanan pangan untuk mengurangi kemungkinan bahaya di semua tahap produksi dan distribusi. [Lihat sumber Disini - journal.upy.ac.id]
Pengetahuan Konsumen tentang Keamanan Pangan
Pengetahuan konsumen merupakan komponen penting dalam Food Safety karena keterampilan dan informasi yang dimiliki individu konsumen menentukan perilaku mereka dalam memilih, menyiapkan, dan menyimpan pangan. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun konsumen umumnya memiliki pengetahuan dasar mengenai keamanan pangan, terdapat kesenjangan signifikan pada aspek teknis seperti waktu pencucian tangan, suhu penyimpanan, dan pencegahan kontaminasi silang di dapur rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran konsumen meningkat, praktik nyata sering tidak sesuai dengan standar keamanan pangan yang benar. [Lihat sumber Disini - jurnal.unmuhjember.ac.id]
Perilaku Memilih dan Mengolah Makanan
Pemilihan dan pengolahan makanan memiliki implikasi besar terhadap keamanan pangan di tingkat rumah tangga. Konsumen yang memahami pentingnya memilih bahan baku yang bersih, membaca label informasi, menjaga kebersihan alat dapur, serta menerapkan praktik pengolahan yang benar cenderung mengurangi risiko penyakit bawaan makanan. Tempat penyimpanan yang sesuai, penghindaran kontaminasi silang serta pengaturan suhu yang tepat selama memasak dan penyimpanan dapat menjadi modal penting dalam mewujudkan praktik aman itu. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]
Peran Label Pangan dalam Food Safety
Label pangan merupakan alat edukasi yang penting bagi konsumen. Informasi seperti tanggal kedaluwarsa, petunjuk penyimpanan, komposisi bahan, dan peringatan alergi memberikan gambaran tentang bagaimana pangan sebaiknya dipilih dan dikonsumsi. Pengetahuan konsumen tentang label ini dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih aman, terutama terkait tanggal “use-by”, “best before”, serta klaim halal atau nutrisi lainnya yang berpotensi berpengaruh pada keamanan dan kepercayaan terhadap produk. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Pengaruh Lingkungan dan Kebiasaan Rumah Tangga
Lingkungan rumah dan kebiasaan harian mempengaruhi seberapa aman pangan disiapkan dan dikonsumsi. Faktor seperti sanitasi rumah, akses air bersih, kebersihan peralatan dapur, dan praktik penyimpanan makanan menjadi dasar bagi tingkat keamanan pangan di rumah. Kebiasaan buruk seperti menyimpan makanan dalam suhu tidak sesuai, atau menggunakan alat yang tidak bersih dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroba yang berdampak kesehatan. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]
Edukasi Keamanan Pangan bagi Masyarakat
Program edukasi keamanan pangan yang berkelanjutan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik aman di masyarakat. Sosialisasi dan pelatihan yang menyasar pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, serta konsumen rumah tangga mampu menurunkan skor mikroba berbahaya dalam produk lokal dan meningkatkan skor keamanan pangan secara keseluruhan. Pemberian informasi disertai alat bantu praktik sederhana sering kali meningkatkan keterlibatan komunitas dalam menjaga keamanan makanan yang disajikan. [Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id]
Dampak Kontaminasi terhadap Kesehatan
Kontaminasi pangan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga penyakit serius yang menimpa organ internal, bahkan berujung pada kematian jika paparan terhadap patogen atau toksin sangat tinggi. Selain itu, kejadian penyakit bawaan makanan berdampak pada sistem kesehatan publik, produktivitas kerja, serta biaya medis yang meningkat. [Lihat sumber Disini - journal.upy.ac.id]
Peran Pemerintah dan BPOM dalam Pengawasan
Pemerintah melalui lembaga pengawas seperti BPOM memiliki peranan penting dalam menetapkan standar keamanan pangan, melakukan inspeksi, serta mengendalikan peredaran produk pangan di pasar. BPOM bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan memastikan produk pangan memenuhi regulasi yang aman, efektif, serta memberikan edukasi kepada produsen dan konsumen mengenai aspek penting keamanan pangan di seluruh rantai pasokannya. [Lihat sumber Disini - e-sertifikasi.pom.go.id]
Strategi Meningkatkan Kesadaran Food Safety
Strategi peningkatan kesadaran Food Safety harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, mencakup:
-
Peningkatan edukasi dan literasi pangan di sekolah, komunitas, dan media publik.
-
Kolaborasi multi-pihak antara pemerintah, industri, dan konsumen untuk standarisasi praktik aman.
-
Kontrol regulasi yang tegas serta monitoring pemasaran pangan.
-
Pengembangan materi audio-visual dan digital tools yang mudah diakses masyarakat luas.
Pendekatan komprehensif ini dapat membantu konsumen memahami risiko dan praktik yang benar sehingga mampu mewujudkan ekosistem pangan yang lebih aman. [Lihat sumber Disini - journal.upy.ac.id]
Kesimpulan
Food Safety Awareness bukan sekadar konsep teoretis, tetapi bagian integral dari kesehatan masyarakat, perilaku konsumen, dan sistem produksi pangan yang berkelanjutan. Definisi keamanan pangan mencakup upaya komprehensif untuk mencegah kontaminasi melalui semua tahapan pangan, dari produksi sampai konsumsi. Pengetahuan konsumen, praktik aman dalam memilih dan mengolah makanan, serta peran label pangan memperkuat kemampuan individu dalam meningkatkan keamanan pangan di lingkungan rumah tangga. Program edukasi dan pengawasan oleh pemerintah serta badan pengawas seperti BPOM menjadi kontrol penting dalam memastikan produk yang beredar aman untuk dikonsumsi. Dengan strategi yang tepat dan partisipasi aktif dari semua pihak, kesadaran dan praktik Food Safety dapat meningkat dan secara signifikan menurunkan dampak buruk kontaminasi pangan terhadap kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.upy.ac.id]