Terakhir diperbarui: 27 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 27 November). Penelitian Naratif: Pengertian dan Aplikasinya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penelitian-naratif-pengertian-dan-aplikasinya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penelitian Naratif: Pengertian dan Aplikasinya - SumberAjar.com

Penelitian Naratif: Pengertian dan Aplikasinya

Pendahuluan

Penelitian dalam ilmu sosial dan humaniora sering kali menghadapi tantangan ketika ingin menggali realitas subjektif, pengalaman hidup, serta makna yang melekat pada pengalaman individu atau kelompok. Metode kuantitatif, dengan keunggulan dalam menggeneralisasi data dan menghasilkan angka, kurang mampu menangkap kedalaman makna, konteks kehidupan, dan kisah personal di balik fenomena. Dalam konteks tersebut, muncul metode kualitatif yang lebih fleksibel dalam mengeksplorasi aspek-aspek manusiawi yang kompleks. Salah satu pendekatan kualitatif yang memungkinkan peneliti “masuk ke kehidupan manusia”, menangkap narasi pribadi, dan memaparkan kisah hidup secara kronologis adalah yang dikenal sebagai penelitian naratif.

Artikel ini membahas secara komprehensif tentang apa itu penelitian naratif, dasar teoritis dan karakteristiknya, hingga bagaimana metode ini diaplikasikan dalam penelitian, sehingga pembaca memperoleh gambaran jelas tentang kelebihan, batasan, dan potensi penggunaannya.


Definisi Penelitian Naratif

Definisi Secara Umum

Penelitian naratif adalah pendekatan penelitian kualitatif yang berpusat pada narasi, yaitu cerita hidup, pengalaman, atau kisah individu, untuk memahami makna subjektif dari pengalaman tersebut. Secara umum, metode ini berusaha menggali pengalaman hidup individu melalui cerita yang dikisahkan secara langsung oleh partisipan, kemudian menyusunnya dalam bentuk narasi kronologis. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]

Dalam penelitian naratif, peneliti tidak hanya melihat peristiwa sebagai variabel, melainkan sebagai bagian dari konstruksi makna, identitas, dan konteks sosial-budaya, sehingga hasil penelitian biasanya berupa narasi tematik, refleksi pengalaman, serta interpretasi mendalam tentang kehidupan personal atau kelompok. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Definisi dalam KBBI

Istilah “naratif” berasal dari kata “narasi” atau “narasi/tutur cerita”. Menurut definisi leksikal (seperti dalam kamus bahasa Indonesia), “narasi” menunjuk pada penyampaian cerita atau penuturan peristiwa dengan runtutan waktu, dari awal hingga akhir. Dalam konteks akademik dan penelitian, “naratif” merujuk pada cara penyajian data penelitian berupa cerita atau penuturan, bukan data kuantitatif. Meskipun definisi leksikal dapat berbeda-beda antar kamus, esensi “naratif = penyajian secara cerita/tutur” tetap seragam.

Namun, dalam literatur metodologi penelitian, istilah “penelitian naratif” sering dipahami sebagai bentuk penelitian kualitatif yang menggunakan “narasi kehidupan” sebagai sumber data utama, bukan sekadar penulisan cerita biasa.

Definisi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli telah menjelaskan penelitian naratif dari berbagai sudut pandang:

  • Menurut John W. Creswell, penelitian naratif adalah salah satu jenis penelitian kualitatif di mana peneliti berusaha menampilkan kehidupan seseorang secara naratif dan kronologis. [Lihat sumber Disini - kc.umn.ac.id]
  • Menurut D. Jean Clandinin dan F. Michael Connelly, penelitian naratif merupakan penyelidikan terhadap pengalaman hidup individu, melalui cerita hidup atau life story, yang kemudian direkonstruksi oleh peneliti dalam bentuk narasi. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
  • Menurut literatur umum, penelitian naratif adalah metode yang berfokus pada mempelajari pengalaman manusia melalui narasi, baik berupa wawancara, dokumen pribadi, cerita lisan, atau bentuk dokumentasi lain, sehingga memungkinkan peneliti memahami bagaimana individu mengkonseptualisasikan makna hidupnya. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
  • Menurut ulasan di jurnal metodologi, penelitian naratif menekankan pada penyusunan kembali cerita individu dalam bentuk kronologis, termasuk setting, karakter, konflik, dan resolusi, sehingga menghasilkan laporan berbentuk teks naratif-tematik yang menggambarkan perjalanan hidup atau pengalaman subjek penelitian. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]

Dengan demikian, penelitian naratif bukan sekadar wawancara atau kumpulan cerita, tetapi proses sistematis untuk memahami, menata, dan merepresentasikan kehidupan manusia dari perspektif mereka sendiri.


Karakteristik dan Jenis Penelitian Naratif

Sebelum membahas aplikasinya, penting untuk mengenali karakteristik khas dan jenis-jenis penelitian naratif agar peneliti bisa menyesuaikan dengan tujuan dan konteks penelitian.

Karakteristik Utama

Menurut literatur metodologi, penelitian naratif memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Fokus pada pengalaman individu, masalah yang diteliti biasanya adalah pengalaman hidup seseorang, bukan fenomena besar di masyarakat secara umum. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
  • Narasi disusun secara kronologis, cerita dituturkan dari awal, melalui berbagai peristiwa, konflik, hingga resolusi, dengan memperhatikan setting, karakter, tindakan, dan hasilnya. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
  • Laporan hasil penelitian dalam bentuk teks naratif, bukan tabel statistik, tetapi cerita, deskripsi, refleksi, dan interpretasi. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
  • Data bersifat kualitatif, subjektif, dan kontekstual, peneliti memanfaatkan wawancara mendalam, dokumen pribadi, kisah hidup, atau artefak lain sebagai sumber data. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
  • Hubungan dekat antara peneliti dan partisipan, peneliti sering membangun kedekatan, empati, dan keterlibatan dengan narator agar cerita dapat diceritakan secara jujur dan mendalam. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
  • Fleksibilitas dalam alur penelitian, arah penelitian bisa berubah berdasarkan narasi partisipan, sehingga peneliti harus adaptif terhadap dinamika cerita. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Jenis-Jenis Penelitian Naratif

Dalam literatur, penelitian naratif tidak selalu seragam, ada sejumlah jenis atau model yang umum digunakan, tergantung tujuan dan objek studi. Berikut beberapa di antaranya:

  • Studi Biografis, menuliskan kisah hidup seseorang mulai dari latar belakang hingga perjalanan hidup, dengan tujuan memahami identitas, perkembangan, dan konteks sosial-budaya individu. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
  • Sejarah Kehidupan (Life History), mirip dengan biografi, namun menekankan pada peristiwa atau fase kehidupan tertentu (misalnya masa remaja, masa migrasi, masa pendidikan) untuk melihat bagaimana pengalaman tersebut membentuk individu. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
  • Sejarah Tutur (Oral History / Narrative History), penelitian berbasis penuturan (wawancara, cerita lisan) yang mengumpulkan refleksi, memori, dan pengalaman personal dari narator, kemudian direkonstruksi dalam narasi tertulis. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
  • Auto-Naratif / Autoetnografi (Autobiographical Narrative / Autoethnography), partisipan sekaligus narator dan kadang peneliti; cerita berasal dari pengalaman pribadi sendiri, memberi refleksi mendalam tentang identitas, budaya, atau fenomena dari sudut pandang personal. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

Jenis dan model ini memungkinkan peneliti memilih bentuk naratif yang paling sesuai dengan tujuan penelitian, apakah ingin mendokumentasikan kehidupan seseorang secara utuh, mengungkap fase kehidupan tertentu, atau menarasikan refleksi pribadi dalam konteks sosial.


Tahapan dan Prosedur Pelaksanaan Penelitian Naratif

Agar metode naratif dapat diterapkan secara sistematis dan menghasilkan data yang kaya serta bermakna, peneliti biasanya mengikuti sejumlah tahapan berikut:

  1. Identifikasi Topik dan Fokus Narasi
    , Tentukan peristiwa hidup, fase kehidupan, atau pengalaman khusus yang ingin diteliti (misalnya pengalaman belajar, migrasi, identitas, kesulitan, keberhasilan, dll).
    , Pastikan topik memungkinkan penggalian cerita mendalam; topik dengan pengalaman pribadi kompleks cocok untuk pendekatan ini.
  2. Pemilihan Partisipan / Narator
    , Pilih individu yang memiliki pengalaman atau kisah relevan dengan topik. Bisa satu, dua, atau beberapa narator, tergantung jenis penelitian (biografi, life history, oral history, dsb.).
    , Bangun kedekatan dan kepercayaan agar narator merasa nyaman menceritakan pengalaman secara jujur dan terbuka.
  3. Pengumpulan Data
    , Teknik utama: wawancara mendalam (in-depth interview), cerita hidup (life story), dokumen pribadi, catatan harian, artefak, tergantung kebutuhan. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
    , Data bisa berbentuk transkrip wawancara, narasi tertulis, refleksi narator, foto, dokumen pendukung, asalkan mendukung narasi dan konteks kehidupan.
  4. Analisis Naratif
    , Mengkaji narasi berdasarkan tema, struktur cerita (plot, setting, aktor, peristiwa, konflik, resolusi), serta makna yang dibawa oleh narator. [Lihat sumber Disini - course-net.com]
    , Menyusun narasi kembali ke dalam bentuk kronologis atau tematik sesuai tujuan penelitian, sambil menjaga “suara” narator agar tetap autentik.
  5. Penyusunan Laporan / Narasi Temuan
    , Hasil penelitian disajikan dalam bentuk narasi: cerita kehidupan, refleksi, interpretasi, bukan tabel atau grafik statistik. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
    , Peneliti bisa menambahkan analisis, interpretasi makna, konteks sosial-budaya, serta refleksi terhadap teori jika relevan.
  6. Evaluasi Kredibilitas dan Etika
    , Karena metode ini sangat subjektif dan personal, peneliti perlu memperhatikan validitas, etika, informed consent, dan sensitivitas dalam merepresentasikan cerita. Membangun kepercayaan dan menjaga anonimitas jika diperlukan. Beberapa literatur menekankan pentingnya kolaborasi dengan narator untuk memastikan representasi tepat dan adil. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Aplikasi Penelitian Naratif: Contoh dan Konteks Pemakaian

Metode penelitian naratif dapat diterapkan di berbagai bidang ilmu, terutama ilmu sosial, pendidikan, kesehatan, antropologi, komunikasi, dan humaniora, ketika peneliti ingin mengeksplorasi pengalaman manusia secara mendalam. Berikut beberapa contoh dan konteks aplikasinya:

  • Dalam pendidikan, untuk meneliti pengalaman siswa atau guru dalam proses belajar, perubahan identitas, motivasi belajar, tantangan dan keberhasilan, atau pengalaman transisi antar jenjang pendidikan. Sebagai contoh, sebuah penelitian naratif dilakukan pada siswa SMP dalam proses pembelajaran bahasa Inggris: peneliti mengumpulkan data melalui dokumentasi dan wawancara siswa untuk merekam pengalaman belajar serta tantangan yang dialami. [Lihat sumber Disini - jurnal.ideaspublishing.co.id]
  • Dalam studi identitas dan budaya: menelusuri bagaimana individu membangun identitas, bagaimana pengalaman hidup membentuk persepsi diri, atau bagaimana memori dan narasi personal merefleksikan latar sosial budaya tertentu. [Lihat sumber Disini - prosiding.unma.ac.id]
  • Dalam kesehatan, sosial, atau pengalaman hidup spesifik, misalnya pengalaman perawatan, penyakit kronis, migrasi, trauma, di mana aspek emosional, psikologis, dan sosio-kultural penting untuk dipahami secara mendalam (meskipun contoh spesifik bisa berbeda bergantung topik penelitian). Pendekatan naratif membantu menangkap kompleksitas pengalaman pribadi yang mungkin hilang jika menggunakan kuantitatif. Pendekatan ini juga memungkinkan pemberian “suara” kepada mereka yang sering kali terpinggirkan atau kurang terdengar dalam penelitian besar. Oleh karena itu, bagi penelitian dengan subjek manusia, pendekatan naratif dapat memberikan wawasan holistik dan bermakna. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Lebih lanjut, dalam kajian komunikasi, misalnya komunikasi korporat, metode naratif dapat digunakan untuk memahami bagaimana individu atau kelompok memaknai pengalaman mereka dalam organisasi, transformasi komunikasi, konflik, dan dinamika sosial internal. Meskipun metode naratif dalam komunikasi belum terlalu populer, beberapa studi menunjukkan potensi besar dalam menggali pengalaman personal, persepsi, serta interpretasi individu/kelompok dalam konteks korporat. [Lihat sumber Disini - journals.upi-yai.ac.id]


Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian Naratif

Seperti metode lain, penelitian naratif memiliki kelebihan dan kekurangan. Memahami ini penting agar peneliti bisa memilih dengan tepat, tergantung tujuan dan konteks penelitian.

Kelebihan

  • Memberi ruang bagi makna subjektif dan suara individu, memungkinkan penelitian terhadap pengalaman yang bersifat personal, emosional, dan unik.
  • Menghadirkan kedalaman dan konteks, narasi memungkinkan pemahaman atas peristiwa dalam kerangka waktu, konteks sosial, dan budaya.
  • Fleksibel dan adaptif, peneliti bisa mengubah fokus penelitian berdasarkan cerita yang muncul dari narator.
  • Memberi kontribusi pada teori dan refleksi, cerita personal bisa membuka perspektif baru, validitas empiris untuk fenomena manusia, dan menghasilkan insight kualitatif yang kaya.
  • Mendokumentasikan pengalaman hidup atau kejadian bersejarah, cocok untuk penelitian sejarah kehidupan, migrasi, perubahan sosial, identitas, dll.

Keterbatasan

  • Subjektivitas tinggi, hasil penelitian sangat bergantung pada narator dan interpretasi peneliti; bisa ada bias memori, seleksi cerita, atau interpretasi berbeda.
  • Sulit digeneralisasi, karena fokus pada individu atau sejumlah kecil partisipan, temuan tidak bisa digeneralisasikan ke populasi luas.
  • Butuh etika dan sensitivitas, dalam menangani data pribadi, emosional, terkadang sensitif; memerlukan kepercayaan, anonimitas, dan persetujuan narator.
  • Waktu dan sumber daya, proses wawancara mendalam, revisi narasi, analisis tematik/naratif, validasi dengan narator bisa memakan waktu lebih lama.
  • Risiko kehilangan suara autentik, jika peneliti tidak hati-hati, interpretasi dan penulisan ulang bisa mereduksi intensitas atau mengubah makna asli cerita.

Panduan Praktis: Kapan Sebaiknya Menggunakan Penelitian Naratif

Berdasarkan karakteristik, kelebihan, dan aplikasi, berikut situasi di mana penelitian naratif sangat cocok digunakan:

  • Ketika topik penelitian berkaitan dengan pengalaman pribadi, identitas, perubahan hidup, memori, atau perjalanan hidup, misalnya migrasi, pendidikan, karier, trauma, kesehatan, budaya.
  • Ketika peneliti ingin memberi “suara” kepada individu atau kelompok yang jarang terdengar dalam penelitian kuantitatif, seperti komunitas marginal, kisah kehidupan unik, migran, minoritas, kelompok rentan.
  • Ketika tujuan penelitian bukan generalisasi, tetapi pemahaman mendalam, refleksi, dan interpretasi makna kehidupan.
  • Ketika data bersifat naratif, seperti wawancara, cerita hidup, dokumen pribadi, dan bukan data kuantitatif.
  • Ketika peneliti siap meluangkan waktu untuk membangun kepercayaan dengan partisipan, mendalami kisah, dan melakukan analisis reflektif serta etis.

Kesimpulan

Penelitian naratif adalah pendekatan kualitatif yang memungkinkan peneliti menggali dan memahami kehidupan manusia melalui cerita hidup, pengalaman, makna, memori, dan interpretasi personal, yang disusun kembali secara naratif dan kronologis. Dari definisi, baik secara umum, menurut definisi leksikal, maupun menurut para ahli, penelitian naratif menekankan narasi sebagai sumber dan bentuk utama data.

Dengan karakteristik khas seperti fokus pada individu, laporan berbentuk narasi, data kontekstual dan kualitatif, serta fleksibilitas dalam proses penelitian, metode ini menawarkan kontribusi penting, terutama ketika tujuan penelitian adalah memahami aspek manusia, pengalaman, identitas, dan makna kehidupan.

Meskipun memiliki keterbatasan seperti subjektivitas, keterbatasan generalisasi, dan kebutuhan etika serta waktu yang cukup, penelitian naratif tetap menjadi pilihan metode yang relevan dan kuat dalam ilmu sosial, humaniora, pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan banyak bidang lainnya.

Dengan mempertimbangkan karakteristik, tujuan, serta konteks penelitian, peneliti dapat menentukan kapan penelitian naratif tepat digunakan, sehingga hasil penelitian tidak hanya sekadar data, tetapi kisah hidup yang bermakna, mendalam, dan kaya konteks.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penelitian naratif adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan cerita atau pengalaman hidup individu sebagai sumber data utama. Pendekatan ini menekankan penafsiran makna, konteks kehidupan, dan perjalanan personal dari narator.

Tujuan utama penelitian naratif adalah memahami pengalaman manusia secara mendalam melalui penggalian cerita hidup. Metode ini digunakan untuk menangkap makna, identitas, refleksi diri, serta interpretasi personal yang tidak dapat dijelaskan dengan pendekatan kuantitatif.

Karakteristik penelitian naratif meliputi fokus pada pengalaman individu, penyajian data dalam bentuk cerita, analisis tematik atau kronologis, hubungan erat antara peneliti dan narator, serta penggunaan data kualitatif seperti wawancara, cerita hidup, dan dokumen pribadi.

Langkah penelitian naratif meliputi: menentukan fokus cerita, memilih partisipan, mengumpulkan narasi melalui wawancara atau dokumen pribadi, menganalisis struktur dan tema cerita, menyusun hasil penelitian dalam bentuk narasi, serta memastikan etika penelitian dan validitas data.

Penelitian naratif banyak digunakan dalam bidang pendidikan, komunikasi, psikologi, kesehatan, antropologi, dan studi budaya. Metode ini cocok untuk meneliti pengalaman hidup, identitas, perjalanan karier, trauma, adaptasi sosial, dan proses pembelajaran.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Paradigma Interpretatif: Pengertian, Karakteristik, dan Aplikasi Paradigma Interpretatif: Pengertian, Karakteristik, dan Aplikasi Desain Penelitian Kualitatif: Langkah dan Jenisnya Desain Penelitian Kualitatif: Langkah dan Jenisnya Metode Grounded Theory: Prinsip dan Aplikasinya Metode Grounded Theory: Prinsip dan Aplikasinya Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Metode Deskriptif: Pengertian, Ciri, dan Contoh Metode Deskriptif: Pengertian, Ciri, dan Contoh Desain Mixed Methods: Struktur dan Implementasi Desain Mixed Methods: Struktur dan Implementasi Intertekstualitas: Pengertian dan Aplikasinya dalam Penulisan Ilmiah Intertekstualitas: Pengertian dan Aplikasinya dalam Penulisan Ilmiah Etika Pengetahuan: Pengertian dan Aplikasinya Etika Pengetahuan: Pengertian dan Aplikasinya Teori Hermeneutika: Pengertian dan Contoh Aplikasinya Teori Hermeneutika: Pengertian dan Contoh Aplikasinya Digitalisasi Penelitian: Pengertian dan Contoh Aplikasinya Digitalisasi Penelitian: Pengertian dan Contoh Aplikasinya Regresi Logistik: Pengertian dan Aplikasinya Regresi Logistik: Pengertian dan Aplikasinya Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Argumentasi Induktif: Ciri dan Aplikasinya Argumentasi Induktif: Ciri dan Aplikasinya Psikologi Belajar Modern: Teori dan Aplikasinya Psikologi Belajar Modern: Teori dan Aplikasinya Narasi Ilmiah: Definisi, Struktur, dan Contoh Penulisan Narasi Ilmiah: Definisi, Struktur, dan Contoh Penulisan Metode Deskriptif Kualitatif: Fungsi dan Contoh Metode Deskriptif Kualitatif: Fungsi dan Contoh Teknik Penarikan Kesimpulan dalam Analisis Data Teknik Penarikan Kesimpulan dalam Analisis Data Analisis Pola Data Kualitatif: Coding dan Kategorisasi Analisis Pola Data Kualitatif: Coding dan Kategorisasi Frekuensi Data: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Statistik Frekuensi Data: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Statistik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…