Terakhir diperbarui: 15 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 January). Konflik Kerja: Konsep, Sumber Konflik, dan Resolusi Organisasi. SumberAjar. Retrieved 15 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/konflik-kerja-konsep-sumber-konflik-dan-resolusi-organisasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Konflik Kerja: Konsep, Sumber Konflik, dan Resolusi Organisasi - SumberAjar.com

Konflik Kerja: Konsep, Sumber Konflik, dan Resolusi Organisasi

Pendahuluan

Konflik kerja merupakan fenomena yang sangat umum terjadi dalam berbagai struktur organisasi modern, baik di sektor publik maupun swasta. Ketika individu atau kelompok bekerja bersama dengan tujuan mencapai hasil tertentu, perbedaan pendapat, nilai, persepsi, atau kepentingan sering kali tidak dapat dihindari. Situasi seperti ini dapat menimbulkan ketegangan yang memengaruhi hubungan interpersonal, proses kerja, dan bahkan produktivitas organisasi jika tidak dikelola dengan tepat. Oleh karena itu, memahami konflik kerja secara komprehensif, mulai dari konsep dasar, sumber dan jenisnya, hingga strategi resolusi yang efektif, menjadi penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id])


Definisi Konflik Kerja

Definisi Konflik Kerja Secara Umum

Konflik kerja dapat dipahami sebagai suatu keadaan di mana terjadi pertentangan, perbedaan pendapat, atau ketidaksesuaian antara dua individu atau lebih dalam konteks pekerjaan yang sama. Konflik ini muncul ketika tujuan, nilai, persepsi, atau kepentingan individu atau kelompok saling bertentangan sehingga menimbulkan ketegangan dan friksi dalam hubungan kerja. Fenomena ini bukan sekedar masalah interpersonal, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dalam sistem organisasi yang kompleks. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])

Definisi Konflik Kerja dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik kerja tidak memiliki entri khusus yang hanya merujuk pada istilah “konflik kerja”, namun secara umum konflik diartikan sebagai pertentangan antara dua pihak atau lebih yang disebabkan oleh perbedaan tujuan, nilai, atau kepentingan yang saling bertentangan. Dalam konteks kerja, ini mencakup semua situasi di tempat kerja di mana terjadinya perbedaan pendapat atau ketidaksepakatan yang dapat memengaruhi hubungan kerja dan hasil organisasi. (KBBI)

Definisi Konflik Kerja Menurut Para Ahli

  1. Stoner mendefinisikan konflik organisasi sebagai ketidaksepakatan atas alokasi sumber daya yang terbatas atau perselisihan mengenai tujuan, status, nilai, dan persepsi dalam organisasi. ([Lihat sumber Disini - journal.unita.ac.id])

  2. Madani et al. (2025) menyatakan bahwa konflik organisasi termasuk konflik kerja merupakan kondisi yang memengaruhi produktivitas, hubungan kerja, dan stabilitas internal organisasi akibat perbedaan kepentingan dan tujuan antar anggota atau tim. ([Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id])

  3. Penelitian jurnal FKM UMI (2021) menyatakan konflik kerja sebagai bentuk pertentangan dalam organisasi yang disebabkan oleh perbedaan tujuan, kesalahan komunikasi, ketergantungan aktivitas kerja, dan perbedaan penilaian antar karyawan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.fkm.umi.ac.id])

  4. Literature review lainnya menggambarkan konflik kerja sebagai suatu fenomena alami dalam interaksi sosial yang dapat memperlihatkan ketidaksepakatan dalam tugas, hubungan, atau struktur organisasi jika tidak dikelola dengan baik. ([Lihat sumber Disini - ojs.ikm.mk])


Jenis dan Sumber Konflik Kerja

Konflik kerja dapat muncul dalam berbagai bentuk dan menggambarkan dinamika yang berbeda antara pihak-pihak yang terlibat dalam organisasi.

  1. Jenis-Jenis Konflik Kerja

  2. Sumber-Sumber Konflik Kerja


Faktor Penyebab Konflik dalam Organisasi

Beberapa faktor yang turut berkontribusi terhadap terjadinya konflik kerja meliputi:

  1. Ketidakjelasan struktur organisasi

    Struktur yang tidak jelas dapat menyebabkan kebingungan tentang garis pelaporan, tugas, dan tujuan kerja, sehingga memicu konflik antara individu atau departemen. ([Lihat sumber Disini - ecampusontario.pressbooks.pub])

  2. Tekanan kerja dan perubahan lingkungan

    Tekanan meningkatnya target kerja, restrukturisasi organisasi, dan perubahan cepat di lingkungan kerja sering kali menjadi sumber stres dan konflik. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Pertentangan nilai pribadi dan budaya organisasi

    Ketika nilai individu bertentangan dengan nilai atau kebijakan organisasi, konflik internal dapat timbul di antara karyawan atau antara karyawan dan pemimpin. ([Lihat sumber Disini - journal.unimar-amni.ac.id])

  4. Perbedaan prioritas dan kompetisi tugas

    Ketika karyawan bersama-sama bergantung pada hasil kerja orang lain untuk menyelesaikan tugas mereka, perbedaan prioritas dapat menciptakan konflik yang intens. ([Lihat sumber Disini - ecampusontario.pressbooks.pub])


Dampak Konflik Kerja terhadap Kinerja

Konflik kerja dapat berdampak baik secara negatif maupun positif terhadap organisasi:

  1. Dampak negatif:

  2. Dampak positif:


Strategi Resolusi dan Manajemen Konflik

Manajemen konflik bertujuan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif, sehingga konflik tidak hanya diminimalkan dampak negatifnya tetapi juga dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperbaiki proses organisasi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])

  1. Negosiasi

    Negosiasi melibatkan dialog antara pihak-pihak yang berkonflik untuk mencapai kesepakatan bersama yang memuaskan semua pihak. ([Lihat sumber Disini - pollackpeacebuilding.com])

  2. Mediasi

    Mediasi dilakukan oleh pihak ketiga netral yang membantu para pihak menemukan solusi yang adil dan dapat diterima bersama. ([Lihat sumber Disini - pollackpeacebuilding.com])

  3. Kolaborasi

    Strategi kolaboratif melibatkan kerjasama aktif antara pihak-pihak yang berkonflik untuk mengeksplorasi solusi inovatif yang memenuhi kebutuhan kedua belah pihak. ([Lihat sumber Disini - pollackpeacebuilding.com])

  4. Komunikasi efektif dan kepemimpinan

    Mengembangkan budaya komunikasi terbuka dan kepemimpinan responsif dapat mencegah konflik berkembang dan memungkinkan penyelesaian yang efektif saat konflik terjadi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.aripafi.or.id])


Konflik Kerja dalam Perspektif Organisasi

Dalam perspektif organisasi modern, konflik kerja adalah bagian inheren dari dinamika kerja. Organisasi yang mampu memahami dan mengelola konflik secara efektif sering kali melihat konflik bukan hanya sebagai ancaman, tetapi sebagai katalisator perubahan positif. Pendekatan organisasi untuk konflik harus meliputi pemetaan sumber konflik, analisis dampak terhadap berbagai unit kerja, serta implementasi strategi resolusi yang adaptif dan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang mendalam terhadap konflik kerja, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, komunikatif, dan produktif yang mendukung pencapaian tujuan bersama. ([Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id])


Kesimpulan

Konflik kerja merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi. Konflik ini muncul akibat perbedaan tujuan, komunikasi yang buruk, distribusi sumber daya yang tidak adil, serta perbedaan nilai antara individu atau kelompok. Meskipun konflik dapat berdampak negatif pada produktivitas, stres, dan hubungan kerja, jika dikelola dengan benar konflik dapat mendorong inovasi, pembelajaran organisasi, dan peningkatan kualitas kerja. Strategi manajemen konflik seperti negosiasi, mediasi, kolaborasi, serta penerapan komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam menyelesaikan konflik secara konstruktif dan menjaga keberlanjutan organisasi. Dengan pemahaman serta pendekatan yang tepat terhadap konflik kerja, organisasi dapat memanfaatkan konflik sebagai alat untuk tumbuh dan berkembang dalam menghadapi tantangan internal maupun eksternal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Konflik kerja adalah kondisi pertentangan atau perbedaan pendapat yang terjadi antara individu atau kelompok dalam organisasi akibat perbedaan tujuan, kepentingan, nilai, persepsi, atau cara kerja yang saling bertentangan.

Jenis konflik kerja meliputi konflik interpersonal, konflik intrakelompok, konflik antarkelompok, konflik tugas, dan konflik hubungan kerja yang muncul dalam struktur dan aktivitas organisasi.

Konflik kerja disebabkan oleh perbedaan tujuan dan kepentingan, komunikasi yang tidak efektif, pembagian sumber daya yang tidak adil, ketidakjelasan peran, tekanan kerja, serta perbedaan nilai dan budaya kerja.

Konflik kerja dapat menurunkan kinerja, meningkatkan stres, dan mengganggu kerja sama tim. Namun, konflik yang dikelola dengan baik juga dapat mendorong inovasi, memperbaiki komunikasi, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Konflik kerja dapat dikelola melalui strategi negosiasi, mediasi, kolaborasi, komunikasi terbuka, serta peran kepemimpinan yang adil dan responsif dalam menciptakan solusi yang saling menguntungkan.

Konflik kerja tidak selalu berdampak negatif. Konflik fungsional yang dikelola secara tepat dapat menjadi sarana evaluasi, meningkatkan kreativitas, serta mendorong perubahan positif dalam organisasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Konflik Interpersonal: Konsep dan Resolusi Konflik Interpersonal: Konsep dan Resolusi Konflik Sosial: Konsep, Faktor, dan Penanganannya Konflik Sosial: Konsep, Faktor, dan Penanganannya Narasi Ilmiah: Definisi, Struktur, dan Contoh Penulisan Narasi Ilmiah: Definisi, Struktur, dan Contoh Penulisan Penelitian Naratif: Pengertian dan Aplikasinya Penelitian Naratif: Pengertian dan Aplikasinya Dialektika Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Dialektika Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Produktivitas Kerja: Konsep, Pengukuran Output, dan Efisiensi Produktivitas Kerja: Konsep, Pengukuran Output, dan Efisiensi Lingkungan Kerja Non-Fisik: Konsep, Hubungan Sosial, dan Kenyamanan Kerja Lingkungan Kerja Non-Fisik: Konsep, Hubungan Sosial, dan Kenyamanan Kerja Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Stres Kerja: Konsep, Sumber Stres, dan Pengelolaan Kerja Stres Kerja: Konsep, Sumber Stres, dan Pengelolaan Kerja Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Lingkungan Kerja Fisik: Konsep, Kondisi Kerja, dan Produktivitas Lingkungan Kerja Fisik: Konsep, Kondisi Kerja, dan Produktivitas Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Budaya Kerja Modern: Konsep dan Perubahan Nilai Budaya Kerja Modern: Konsep dan Perubahan Nilai Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja SPK Pemilihan Laptop untuk Mahasiswa Teknik SPK Pemilihan Laptop untuk Mahasiswa Teknik Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Prekarisasi Kerja: Konsep dan Ketidakpastian Sosial Prekarisasi Kerja: Konsep dan Ketidakpastian Sosial Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya Stress Kerja: Faktor dan Penanggulangannya Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…