Terakhir diperbarui: 11 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 11 January). Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/mayoritas-sosial-konsep-dan-dominasi-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial - SumberAjar.com

Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial

Pendahuluan

Fenomena mayoritas sosial adalah realitas yang senantiasa hadir dalam berbagai bentuk kehidupan bermasyarakat. Di banyak negara, kelompok sosial yang memiliki jumlah terbesar atau kekuatan paling dominan dalam struktur sosial turut membentuk norma, kebijakan, bahkan relasi antar kelompok dalam masyarakat. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan ukuran jumlah, tetapi juga perbedaan kekuasaan sosial, ekonomi, budaya, dan politik antara kelompok yang dominan dan kelompok lain yang jumlahnya lebih kecil atau memiliki akses lebih terbatas terhadap sumber daya. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]


Definisi Mayoritas Sosial

Definisi Mayoritas Sosial Secara Umum

Mayoritas sosial umumnya diartikan sebagai kelompok dalam masyarakat yang memiliki jumlah anggota paling besar dibandingkan kelompok lain, sehingga menguasai berbagai instrumen sosial dan mampu mempengaruhi norma serta kebijakan publik. Kelompok ini sering dikaitkan dengan kekuatan sosial yang lebih kuat, baik dalam politik, ekonomi, maupun budaya. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

Definisi Mayoritas Sosial dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah mayoritas dipahami sebagai “bagian atau jumlah terbesar; golongan yang terbanyak” dalam sebuah konteks populasi atau kelompok sosial. Dalam sosiologi, istilah ini sering dipadukan dengan unsur sosial yaitu pengaruh dan kekuasaan. (Catatan: periksa langsung pada laman KBBI daring untuk definisi resmi terbaru).

Definisi Mayoritas Sosial Menurut Para Ahli

  1. Kinkloch menyatakan bahwa kelompok mayoritas adalah sekumpulan individu yang tidak hanya mayor dalam jumlah tetapi juga memiliki kekuasaan dan posisi sosial yang lebih tinggi dalam masyarakat. Selain itu, kelompok ini sering dianggap sebagai ‘normal’ atau ‘standar’ dalam konteks sosial tertentu. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

  2. Sosiologi EBSCO Research Starters mendeskripsikan mayoritas sebagai kelompok dominan yang memegang kekuasaan sosial, ekonomi, dan politik dibandingkan kelompok minoritas, serta mampu menentukan hubungan sosial dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

  3. LibreTexts Sociology menjelaskan bahwa kelompok dominan (termasuk mayoritas) bukan sekadar jumlah besar, tetapi kelompok yang memiliki “privilese” atau fasilitas istimewa dalam struktur sosial yang diakui oleh institusi masyarakat. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]

  4. Dalam literatur akademik mengenai hubungan mayoritas-minoritas, kekuasaan adalah faktor sentral, relasi sosial dipengaruhi oleh dominasi mayoritas terhadap minoritas baik dalam hukum maupun kebijakan serta struktur sosial lainnya. [Lihat sumber Disini - jstor.org]


Karakteristik Kelompok Mayoritas

Kelompok mayoritas dalam masyarakat memiliki beberapa ciri khusus yang mempengaruhi relasi sosialnya:

  • Jumlah Anggota Lebih Besar: Secara demografis, kelompok ini sering memiliki populasi terbesar dalam suatu wilayah atau institusi sosial tertentu. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

  • Akses terhadap Kekuasaan: Kelompok mayoritas cenderung memiliki akses lebih terhadap kekuasaan politik dan sosial, seperti peran penting dalam pemerintahan atau legislatif. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

  • Kontrol atas Sumber Daya: Mereka juga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan sumber daya ekonomi, pendidikan, dan budaya. [Lihat sumber Disini - kumparan.com]

  • Dominasi Norma Sosial: Mayoritas sering menjadi penentu nilai, norma, bahkan budaya dominan di masyarakat yang kemudian menjadi tolok ukur sosial bagi semua kelompok. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Legitimasi Sosial: Banyak unsur hukum dan praktik sosial yang secara tidak langsung atau langsung memperkuat posisi mayoritas dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - jstor.org]


Mayoritas Sosial dan Dominasi Kekuasaan

Kelompok mayoritas sering kali tidak hanya dominan secara angka tetapi juga memegang kendali terhadap banyak aspek kekuasaan dalam masyarakat. Dominasi ini dapat tampak dalam berbagai ranah:

Politik

Kontrol mayoritas terhadap lembaga politik memungkinkan mereka mempengaruhi kebijakan publik dan sistem perwakilan yang bisa memperkuat posisi mereka dalam struktur pemerintahan dan pengambilan keputusan. [Lihat sumber Disini - kumparan.com]

Ekonomi

Kelompok mayoritas sering memiliki akses lebih besar terhadap peluang ekonomi, peluang kerja, dan distribusi kekayaan yang lebih menguntungkan kelompoknya dibanding kelompok lain. [Lihat sumber Disini - kumparan.com]

Budaya

Mayoritas seringkali menetapkan norma budaya dominan yang menjadi standar sosial yang harus diikuti. Budaya dominan ini dapat mempengaruhi bahasa, pendidikan, dan ekspresi budaya masyarakat luas. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Interaksi Sosial

Dalam interaksi sosial sehari-hari, dominasi mayoritas dapat menciptakan ketidaksetaraan dalam posisi sosial dan akses terhadap layanan sosial, serta memperkuat stereotip terhadap kelompok minoritas. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Dominasi mayoritas ini bukan hanya tentang angka, tetapi bagaimana struktur sosial dan kekuasaan dijalankan untuk mendukung posisi dominan mereka. [Lihat sumber Disini - socialsci.libretexts.org]


Relasi Mayoritas dan Minoritas

Relasi antara kelompok mayoritas dan kelompok minoritas adalah dinamika yang mempengaruhi struktur sosial masyarakat secara luas.

Definisi Minoritas

Kelompok minoritas biasanya merujuk pada kelompok yang memiliki akses lebih sedikit terhadap kekuasaan serta sumber daya dalam masyarakat, serta berada dalam posisi subordinat dibandingkan kelompok mayoritas. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Hubungan Interaksi

Dalam banyak kasus hubungan ini ditandai oleh ketimpangan kekuasaan yang bisa menghasilkan diskriminasi, stereotip, dan ketidaksetaraan dalam kesempatan sosial. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Pandangan Akademik

Dalam Relasi Antar Umat Mayoritas dan Minoritas (Jurnal Harmoni 2021), penelitian menunjukkan bahwa relasi ini sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan sejarah lokal masyarakat, termasuk faktor diskriminasi serta relasi kuasa yang berlangsung dalam praktik kehidupan nyata. [Lihat sumber Disini - jurnalharmoni.kemenag.go.id]


Dampak Dominasi Mayoritas terhadap Integrasi Sosial

Dominasi mayoritas dalam masyarakat dapat mempengaruhi berbagai aspek integrasi sosial:

  • Ketidaksetaraan Sosial: Ketidakseimbangan akses terhadap sumber daya dan kekuasaan dapat memperlebar kesenjangan sosial antara kelompok mayoritas dan minoritas. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

  • Diskriminasi: Dominasi mayoritas sering berkorelasi dengan praktik diskriminatif terhadap kelompok yang lebih lemah, baik dalam pekerjaan, pendidikan, maupun layanan publik. [Lihat sumber Disini - kumparan.com]

  • Tantangan Multikulturalisme: Dalam masyarakat majemuk, dominasi mayoritas dapat menghambat penghormatan terhadap keberagaman budaya yang adil dan inklusif. [Lihat sumber Disini - detik.com]

  • Penghambat Integrasi Sosial: Dominasi yang tidak seimbang dapat meninggalkan rasa ketidakadilan dan menghambat integrasi sosial yang harmonis antar kelompok. [Lihat sumber Disini - jurnalharmoni.kemenag.go.id]


Mayoritas Sosial dalam Kehidupan Demokratis

Dalam konteks demokrasi, prinsip mayoritas memiliki peran penting karena banyak sistem demokrasi mengandalkan suara mayoritas untuk pengambilan keputusan politik dan kebijakan publik. Namun, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan:

  1. Mayoritas Tidak Selalu Adil Sendiri: Walaupun mayoritas menjadi dasar keputusan melalui voting atau representasi, demokrasi modern menekankan bahwa hak kelompok minoritas juga harus dilindungi agar tidak terjadi tirani mayoritas. (Konsep ini dibahas luas dalam teori demokrasi, namun sumber spesifik akademik dapat ditelusuri lebih lanjut).

  2. Demokrasi Ideal: Demokrasi ideal tidak hanya menghormati suara mayoritas, tetapi juga menjamin perlindungan hak minoritas dan mendorong keterlibatan semua kelompok sosial dalam kehidupan publik.


Kesimpulan

Mayoritas sosial adalah kelompok dalam masyarakat yang memiliki pengaruh besar secara numerik maupun struktural dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Mereka sering mendominasi norma dan kebijakan sosial yang kemudian mempengaruhi struktur kekuasaan dalam masyarakat. Relasi antara kelompok mayoritas dan minoritas membentuk dinamika sosial yang kompleks, di mana dominasi mayoritas dapat meningkatkan ketimpangan sosial dan hambatan terhadap integrasi sosial yang adil. Di sisi lain, kehidupan demokratis mendorong perlindungan hak semua kelompok, termasuk minoritas, agar demokrasi tidak hanya dilandaskan oleh suara mayoritas semata tetapi juga oleh prinsip-prinsip inklusivitas dan keadilan sosial.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Mayoritas sosial adalah kelompok dalam masyarakat yang memiliki jumlah anggota paling besar serta pengaruh dominan dalam aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya sehingga mampu membentuk norma dan kebijakan sosial.

Kelompok mayoritas memiliki jumlah anggota lebih besar, akses lebih luas terhadap kekuasaan, kontrol atas sumber daya, legitimasi sosial, serta dominasi terhadap norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Hubungan mayoritas dan minoritas ditandai oleh perbedaan kekuasaan dan akses sumber daya, di mana kelompok mayoritas cenderung dominan sementara kelompok minoritas berada pada posisi subordinat dalam struktur sosial.

Dominasi mayoritas dapat menyebabkan ketimpangan sosial, diskriminasi, melemahnya solidaritas sosial, serta menghambat terciptanya integrasi sosial yang inklusif dan adil dalam masyarakat majemuk.

Dalam demokrasi, mayoritas berperan dalam pengambilan keputusan publik melalui mekanisme suara terbanyak, namun tetap harus diimbangi dengan perlindungan hak minoritas agar tidak terjadi tirani mayoritas.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Dominasi Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Hegemoni: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh dalam Kajian Sosial Paradigma Kritis: Tujuan dan Penerapannya dalam Kajian Sosial Teori Kritis Habermas: Prinsip dan Contoh dalam Riset Sosial Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Paradigma Kritis: Prinsip dan Contohnya dalam Penelitian Sosial Homogenisasi Budaya: Konsep dan Kritik Sosial Paradigma Postmodernisme dalam Dunia Akademik Relasi Kekuasaan: Konsep dan Dinamika Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Conformity: Pengertian dan Contoh Paradigma Ilmu Sosial: Pengertian dan Klasifikasinya Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Budaya Populer: Konsep dan Konstruksi Sosial Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung Ketimpangan Sosial: Konsep, Penyebab, dan Dampaknya Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Analisis Data Outlier Menggunakan Boxplot Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Metode Analisis Wacana: Prinsip dan Langkah
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna