
Health Literacy: Konsep, peran masyarakat, dan implikasi
Pendahuluan
Health literacy atau literasi kesehatan merupakan kemampuan penting yang menentukan bagaimana individu dan komunitas memahami, menilai, serta menggunakan informasi kesehatan untuk membuat keputusan yang tepat. Dalam era informasi digital yang melimpah, kemampuan ini menjadi semakin krusial karena jumlah sumber informasi yang tersedia sangat besar, namun tidak semuanya akurat atau kredibel. Literasi kesehatan yang kuat dapat mengurangi kesalahan dalam pengambilan keputusan kesehatan, meningkatkan perilaku hidup sehat, serta mempengaruhi hasil kesehatan secara keseluruhan. Sebaliknya, rendahnya literasi kesehatan menunjukkan risiko keputusan yang kurang tepat, misinformasi, dan hasil kesehatan yang kurang optimal. Hal ini menjadi tantangan global termasuk di Indonesia dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di tengah arus informasi yang cepat berubah. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Health Literacy: Konsep, Dimensi dan Interpretasi
Definisi Health Literacy Secara Umum
Health literacy atau literasi kesehatan secara umum dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk mencari, mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan dalam rangka membuat keputusan yang berkaitan dengan kesehatan diri sendiri maupun orang lain. Konsep ini mencakup pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, serta kompetensi sosial yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kesehatan dalam kehidupan modern. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Definisi Health Literacy dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi adalah kemampuan individu dalam menulis atau membaca serta kemampuan dalam mengolah informasi dan pengetahuan yang diperoleh. Ketika diterapkan pada konteks kesehatan, literasi kesehatan berarti kemampuan individu untuk memperoleh, memahami, dan menggunakan informasi serta layanan kesehatan yang ada guna membuat keputusan yang tepat dalam upaya menjaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Definisi Health Literacy Menurut Para Ahli
-
Sørensen et al. (2012) mendefinisikan literasi kesehatan sebagai kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menerapkan informasi kesehatan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit, serta promosi kesehatan. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
-
Liu et al. (2020) menyatakan bahwa health literacy merupakan kemampuan individu untuk mendapatkan dan menerjemahkan pengetahuan dan informasi guna mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. [Lihat sumber Disini - fmch.bmj.com]
-
European Health Literacy Survey Consortium menyebut health literacy sebagai kemampuan untuk menemukan, memahami, menilai, serta menggunakan informasi kesehatan untuk bertindak secara efektif dalam konteks kesehatan. [Lihat sumber Disini - de.wikipedia.org]
-
Definisi WHO menekankan aspek kognitif dan sosial yang menentukan motivasi dan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, dan menerapkan informasi kesehatan guna meningkatkan serta mempertahankan kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Tingkat Literasi Kesehatan pada Individu dan Masyarakat
Tingkat literasi kesehatan masyarakat bervariasi secara signifikan baik di tingkat individu maupun komunitas. Banyak penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa literasi kesehatan masih perlu ditingkatkan di berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Sebagai contoh, sebuah studi menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung puskesmas memiliki tingkat literasi kesehatan rendah, hanya sekitar 20% responden memiliki literasi tinggi sementara 80% lainnya tergolong rendah. Faktor pendidikan dan akses informasi kesehatan merupakan penentu penting tingkat literasi tersebut. [Lihat sumber Disini - jurnal.mercubaktijaya.ac.id]
Selain itu, penelitian lain yang fokus pada literasi digital kesehatan di kalangan mahasiswa juga menunjukkan bahwa literasi digital kesehatan, yang merupakan bagian dari literasi kesehatan modern, berdampak pada kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menggunakan informasi kesehatan dalam mengambil keputusan di era informasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Studi tentang digital health literacy menunjukkan bahwa akses informasi kesehatan melalui sumber elektronik dapat meningkatkan kapasitas individu dalam pengambilan keputusan, namun masih terdapat tantangan dalam mengevaluasi kredibilitas informasi yang diperoleh secara digital. [Lihat sumber Disini - repository.unar.ac.id]
Peran Literasi Kesehatan dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan
Literasi kesehatan berperan sentral dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan. Individu dengan literasi kesehatan yang baik lebih mampu memahami instruksi pengobatan, merespon informasi dari tenaga kesehatan, serta mengevaluasi berbagai pilihan tindakan medis yang tersedia. Hal ini secara langsung memengaruhi kualitas keputusan yang diambil dan kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - ajhsjournal.ph]
Studi juga mengungkapkan bahwa literasi kesehatan yang kuat dapat meningkatkan partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan bersama tenaga medis. Pasien yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan mereka cenderung lebih aktif berdiskusi tentang pilihan pengobatan dan hasil yang diharapkan. [Lihat sumber Disini - ajhsjournal.ph]
Selain itu, kemampuan numerasi kesehatan juga menjadi bagian penting dari literasi kesehatan karena berpengaruh pada kemampuan seseorang dalam memahami risiko, statistik medis, dan instruksi terkait pilihan pengobatan atau pencegahan penyakit. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Implikasi Literasi Kesehatan terhadap Perilaku dan Hasil Kesehatan
Literasi kesehatan memiliki implikasi yang luas terhadap perilaku serta hasil kesehatan individu dan masyarakat. Tingkat literasi yang baik sering dikaitkan dengan peningkatan perilaku hidup sehat, termasuk pola makan seimbang, kebiasaan olahraga teratur, serta kemampuan untuk menghindari informasi kesehatan yang tidak akurat atau hoaks. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Penelitian di kalangan remaja menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital yang baik berkorelasi positif dengan perilaku hidup sehat dan kemampuan remaja untuk memilah informasi kesehatan yang tepat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Sebaliknya, literasi kesehatan yang rendah dapat meningkatkan risiko perilaku yang tidak sehat serta hasil kesehatan yang buruk, termasuk penggunaan layanan kesehatan secara tidak efektif, ketidakpatuhan terhadap instruksi medis, serta potensi meningkatnya beban penyakit di masyarakat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Strategi Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat
Peningkatan literasi kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai strategi yang berfokus pada edukasi, promosi, serta peningkatan kemampuan akses informasi yang kredibel. Intervensi berbasis sekolah, komunitas, maupun media digital telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap terhadap informasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal-center.litpam.com]
Program edukasi literasi kesehatan yang berkelanjutan, termasuk pelatihan, seminar, dan penyuluhan oleh tenaga kesehatan terlatih, dapat membantu masyarakat lebih memahami dan menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Selain itu, kolaborasi lintas sektor, termasuk institusi pendidikan, layanan kesehatan, serta media digital, sangat penting untuk menciptakan lingkungan informasi yang mendukung peningkatan literasi kesehatan secara luas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Kesimpulan
Health literacy atau literasi kesehatan merupakan kemampuan kompleks yang mencakup akses, pemahaman, evaluasi, dan penggunaan informasi kesehatan untuk membuat keputusan yang efektif dalam konteks kesehatan. Definisi ini tidak hanya melibatkan keterampilan kognitif individu tetapi juga kompetensi sosial untuk bertindak dalam kehidupan nyata. Tingkat literasi kesehatan masyarakat yang rendah menggambarkan tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, terutama di tengah era digital yang dipenuhi beragam informasi kesehatan dengan tingkat kredibilitas yang berbeda-beda. Peran literasi kesehatan dalam pengambilan keputusan kesehatan sangat penting karena memengaruhi partisipasi pasien, pemahaman terhadap instruksi medis, serta kemampuan dalam menilai risiko dan manfaat layanan kesehatan. Dampaknya terhadap perilaku kesehatan tampak jelas dalam berbagai kelompok masyarakat, dengan literasi yang baik cenderung berasosiasi dengan perilaku hidup sehat dan hasil kesehatan yang lebih baik. Peningkatan literasi kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan multifaset, termasuk edukasi formal dan informal, promosi kesehatan, serta pemanfaatan media digital yang mendukung akses terhadap informasi yang akurat dan kredibel. Strategi-strategi ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih mampu mengambil keputusan kesehatan secara tepat dan berkelanjutan.