Terakhir diperbarui: 28 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 December). Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/literasi-gizi-konsep-peran-edukasi-dan-perilaku-makan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan - SumberAjar.com

Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan

Pendahuluan

Literasi gizi merupakan aspek krusial dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di berbagai kelompok umur. Di tengah perubahan pola konsumsi pangan modern yang didominasi oleh makanan olahan dan kurangnya informasi gizi yang akurat, kemampuan individu untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menerapkan pengetahuan gizi menjadi sangat penting. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang nutrisi, tetapi juga dengan kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam memilih makanan sehari-hari yang mendukung kesehatan jangka panjang. Penguatan literasi gizi di masyarakat dipercaya dapat menjadi pilar utama dalam pencegahan masalah kesehatan gizi, seperti obesitas, malnutrisi dan penyakit tidak menular. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Literasi Gizi

Definisi Literasi Gizi Secara Umum

Literasi gizi secara umum merujuk pada kemampuan seseorang untuk memperoleh, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi tentang gizi dalam kehidupan sehari-hari guna membuat keputusan makan yang sehat dan tepat. Konsep ini tidak hanya terbatas pada pengetahuan tentang nutrisi saja, tetapi juga mencakup keterampilan praktis dalam membaca informasi makanan, mengevaluasi informasi dari berbagai sumber, serta menerapkan pengetahuan tersebut dalam perilaku makan. Literatur internasional menekankan bahwa nutrition literacy mencakup kompetensi untuk memahami peran nutrisi dan membuat pilihan makanan yang tepat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Literasi Gizi dalam KBBI

Berdasarkan sumber Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi merupakan kemampuan untuk membaca, menulis, memahami, serta menggunakan informasi dalam konteks tertentu. Dalam konteks gizi, literasi gizi adalah kapasitas individu untuk memahami dan menggunakan informasi terkait gizi demi pengambilan keputusan yang sehat. Meskipun definisi ini secara langsung mungkin tidak disebutkan dalam KBBI online, istilah literasi gizi dapat dipahami sebagai perluasan literasi kesehatan yang spesifik terhadap informasi gizi. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

Definisi Literasi Gizi Menurut Para Ahli

  1. Taylor et al. (2019) menjelaskan bahwa nutrition literacy adalah derajat kemampuan individu untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi gizi serta keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan gizi yang tepat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Silva et al. (2023) menyatakan bahwa literacy gizi merupakan bagian dari food literacy yang melibatkan kemampuan memahami informasi dasar gizi dan meletakkan dasar bagi keterampilan yang lebih luas dalam pengambilan keputusan makanan sehat. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Fathonah et al. (2020) dalam studi mengenai literasi gizi anak usia dini mendeskripsikan literasi gizi sebagai kemampuan memahami informasi gizi dasar yang diperlukan untuk mengambil keputusan nutrisi yang tepat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

  4. Yang et al. (2024) menyatakan bahwa literasi nutrisi adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menerapkan informasi terkait nutrisi untuk membuat keputusan nutrisi yang sehat dan mendukung perilaku makan yang baik. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Konsep dan Ruang Lingkup Literasi Gizi

Literasi gizi merupakan sebuah konsep yang multidimensional, mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang memungkinkan individu untuk melakukan pilihan makan yang sehat dan tepat bagi dirinya sendiri maupun keluarganya. Konsep ini sering dikaitkan dengan literasi kesehatan dan food literacy, tetapi secara spesifik menekankan pada aspek gizi dari konsumsi makanan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Ruang lingkup literasi gizi mencakup beberapa komponen utama:

  1. Akses informasi, yaitu kemampuan individu untuk mencari dan menemukan informasi gizi yang valid dan relevan.

  2. Pemahaman informasi, yakni kemampuan untuk memahami pesan gizi dari label makanan, media, atau sumber lainnya.

  3. Evaluasi informasi, kemampuan untuk menilai kualitas dan kebenaran informasi gizi yang kompleks.

  4. Penerapan dan pengambilan keputusan, meliputi kemampuan untuk mengintegrasikan pengetahuan gizi ke dalam perilaku makan sehari-hari serta membuat keputusan makanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan.

Literasi gizi juga dapat dilihat sebagai bentuk empowerment individu dan komunitas dalam menghadapi tantangan makanan modern yang seringkali menyesatkan, seperti klaim pemasaran yang salah atau diet yang tidak sehat. Pemahaman literasi gizi memungkinkan individu tidak hanya mengetahui apa yang sehat tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam konteks budaya, ekonomi, dan lingkungan tempat tinggalnya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Tingkat Literasi Gizi pada Masyarakat

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi gizi di berbagai populasi bervariasi berdasarkan latar belakang pendidikan, usia, dan akses informasi. Sebagai contoh, sebuah penelitian di Indonesia menemukan adanya perbedaan literasi gizi di antara mahasiswa dari jurusan kesehatan dan non-kesehatan, di mana mahasiswa gizi cenderung memiliki literasi gizi lebih baik. [Lihat sumber Disini - myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id]

Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa pada beberapa kelompok, tingkat literasi gizi dapat menjadi prediktor penting bagi kualitas diet. Individu dengan literasi gizi yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam memilih makanan sehat dan mengadaptasi informasi gizi dalam pola makan mereka. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Namun, masih banyak masyarakat yang memiliki literasi gizi rendah, yang dapat berkontribusi terhadap keputusan makan yang kurang sehat, peningkatan risiko obesitas, malnutrisi, dan penyakit tidak menular. Faktor seperti tingkat pendidikan, akses informasi, status sosial ekonomi, serta budaya sangat memengaruhi tingkat literasi gizi di masyarakat. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]


Peran Edukasi Gizi dalam Peningkatan Literasi

Edukasi gizi adalah upaya pendidikan yang dirancang untuk menyampaikan pengetahuan gizi dan keterampilan praktis kepada masyarakat guna meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat pilihan makanan yang sehat. Edukasi ini bisa dilakukan melalui sekolah, komunitas, fasilitas kesehatan, maupun media massa. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Penguatan literasi gizi melalui edukasi:

  • Meningkatkan pengetahuan dan sikap: Penelitian menunjukkan bahwa intervensi literasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan gizi serta sikap positif terhadap perilaku makan sehat pada siswa sekolah. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

  • Meningkatkan keterampilan praktis: Edukasi gizi dapat membekali masyarakat dengan keterampilan membaca label makanan, memahami komposisi makanan, serta merencanakan menu sehat.

  • Meningkatkan kemampuan evaluasi informasi: Keterampilan ini membantu individu menyaring informasi gizi yang benar dari yang tidak valid, khususnya di era digital dengan maraknya informasi yang belum terverifikasi.

Edukasi gizi yang efektif tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memperhatikan konteks sosial budaya sehingga pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Upaya edukasi gizi yang terintegrasi dengan strategi kesehatan masyarakat dapat mempercepat peningkatan literasi gizi secara komprehensif.


Hubungan Literasi Gizi dengan Perilaku Makan

Literasi gizi berpengaruh signifikan terhadap pola perilaku makan individu. Individu dengan tingkat literasi gizi yang baik cenderung:

  1. Membuat pilihan makanan yang lebih sehat dan sesuai pedoman gizi seimbang.

  2. Mampu membaca dan memahami label makanan serta komposisi gizinya.

  3. Memiliki kecenderungan untuk menerapkan pola makan sehat dalam jangka panjang.

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa literasi gizi berhubungan positif dengan perilaku makan mahasiswa di beberapa skala perilaku makan tertentu, meskipun hubungan statistiknya bisa bervariasi tergantung populasi dan metodologi penelitian. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Studi lain juga menemukan hubungan positif antara literasi gizi dan perilaku makan sehat di populasi dewasa yang lebih luas, termasuk peningkatan kualitas diet dan konsumsi makanan bergizi. Hal ini mengindikasikan bahwa literasi gizi dapat menjadi prediktor kuat bagi perilaku makan yang mendukung kesehatan. [Lihat sumber Disini - springermedizin.de]


Dampak Literasi Gizi terhadap Status Kesehatan

Literasi gizi tidak hanya memengaruhi perilaku makan, tetapi juga berdampak pada status kesehatan individu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa literasi gizi yang lebih tinggi dikaitkan dengan:

  • Peningkatan kualitas diet dan gizi

  • Penurunan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan gangguan kardiovaskular

  • Perbaikan status gizi pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak usia dini

Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan literasi gizi dapat berdampak positif terhadap pilihan makanan sehat dan kebiasaan makan yang mendukung kesehatan ibu hamil, yang pada akhirnya dapat memengaruhi hasil kehamilan dan kesehatan janin. [Lihat sumber Disini - journalcenter.org]

Meskipun hubungan antara literasi gizi dan status gizi bisa berbeda antar kelompok populasi, bukti yang ada konsisten menunjukkan bahwa literasi gizi memainkan peran penting dalam pencegahan masalah gizi dan peningkatan status kesehatan secara umum.


Strategi Peningkatan Literasi Gizi

Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi gizi di masyarakat antara lain:

  1. Integrasi pendidikan gizi dalam kurikulum sekolah di semua jenjang pendidikan untuk membangun fondasi literasi sejak usia dini.

  2. Kampanye informasi yang akurat dan mudah diakses melalui media sosial, radio, televisi, dan platform digital.

  3. Pelatihan keterampilan praktis seperti membaca label makanan, merencanakan menu sehat, dan memilih makanan bergizi di pasar.

  4. Kolaborasi lintas sektor, seperti antara dinas kesehatan, dinas pendidikan, sektor swasta, serta organisasi masyarakat sipil untuk memperluas jangkauan edukasi gizi.

  5. Program komunitas berbasis bukti yang menggabungkan pendekatan pendidikan, dukungan sosial, dan kebijakan lingkungan yang memudahkan akses makanan sehat.

Strategi ini perlu dirancang dengan mempertimbangkan konteks sosial budaya lokal sehingga program literasi gizi dapat lebih efektif dan berdampak.


Kesimpulan

Literasi gizi adalah kemampuan penting yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memungkinkan individu membuat keputusan makanan yang sehat dan tepat. Konsep literasi gizi memiliki ruang lingkup luas, mencakup akses informasi, pemahaman, evaluasi, hingga penerapan dalam perilaku makan sehari-hari. Individu dan masyarakat dengan literasi gizi yang lebih tinggi cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap status kesehatan mereka. Edukasi gizi memainkan peran penting dalam memperkuat literasi gizi, dan strategi peningkatan literasi gizi perlu dilakukan secara sistematis dan terintegrasi lintas sektor. Literasi gizi bukan hanya tentang pengetahuan saja, tetapi merupakan alat penting untuk pemberdayaan masyarakat dalam mencapai kesehatan optimal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Literasi gizi adalah kemampuan individu untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi gizi dalam kehidupan sehari-hari guna membuat keputusan makan yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Literasi gizi penting karena berperan dalam membentuk perilaku makan yang sehat, meningkatkan kualitas diet, serta membantu mencegah berbagai masalah kesehatan seperti malnutrisi, obesitas, dan penyakit tidak menular.

Edukasi gizi berperan sebagai sarana utama dalam meningkatkan literasi gizi melalui pemberian pengetahuan, pembentukan sikap positif, dan penguatan keterampilan praktis seperti membaca label pangan dan memilih makanan bergizi.

Ya, literasi gizi memiliki hubungan erat dengan perilaku makan. Individu dengan literasi gizi yang baik cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat dan mampu menerapkan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi gizi yang baik dapat meningkatkan kualitas asupan makanan, memperbaiki status gizi, serta menurunkan risiko berbagai penyakit, sehingga berkontribusi positif terhadap status kesehatan secara keseluruhan.

Strategi peningkatan literasi gizi meliputi integrasi edukasi gizi dalam pendidikan formal, kampanye informasi gizi yang akurat, pelatihan keterampilan memilih makanan sehat, serta kolaborasi lintas sektor dalam program kesehatan masyarakat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Nutritional Literacy Nutritional Literacy Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Asupan Makanan Ibu Hamil Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Asupan Makanan Ibu Hamil Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Edukasi Gizi Seimbang Edukasi Gizi Seimbang Status Gizi Anak Sekolah Dasar Status Gizi Anak Sekolah Dasar Gizi Buruk: Konsep, Faktor Penyebab, dan Strategi Pencegahan Gizi Buruk: Konsep, Faktor Penyebab, dan Strategi Pencegahan Pengetahuan Gizi Remaja tentang Makanan Seimbang Pengetahuan Gizi Remaja tentang Makanan Seimbang Efektivitas Konseling Gizi oleh Apoteker Efektivitas Konseling Gizi oleh Apoteker Monitoring Gizi Balita di Posyandu Monitoring Gizi Balita di Posyandu Dampak Kurangnya Edukasi Gizi pada Pasien Rawat Jalan Dampak Kurangnya Edukasi Gizi pada Pasien Rawat Jalan Status Gizi Balita Status Gizi Balita Gizi Buruk: Faktor dan Pencegahan Gizi Buruk: Faktor dan Pencegahan Gizi Seimbang pada Anak Gizi Seimbang pada Anak Status Gizi Remaja: Konsep, Tantangan Nutrisi, dan Pencegahan Status Gizi Remaja: Konsep, Tantangan Nutrisi, dan Pencegahan Literasi Penelitian Mahasiswa: Strategi Peningkatannya Literasi Penelitian Mahasiswa: Strategi Peningkatannya Status Gizi Balita: Konsep, Determinan, dan Pemantauan Status Gizi Balita: Konsep, Determinan, dan Pemantauan Nutritional Status: Pengertian dan Penilaian Nutritional Status: Pengertian dan Penilaian Status Gizi Ibu Menyusui Status Gizi Ibu Menyusui Status Gizi: Konsep, Indikator Penilaian, dan Implikasi Status Gizi: Konsep, Indikator Penilaian, dan Implikasi Evaluasi Pola Makan Harian berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Evaluasi Pola Makan Harian berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…