Terakhir diperbarui: 31 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 31 December). Literasi Risiko Kesehatan: Konsep, Pemahaman Informasi, dan Respons Individu. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/literasi-risiko-kesehatan-konsep-pemahaman-informasi-dan-respons-individu  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Literasi Risiko Kesehatan: Konsep, Pemahaman Informasi, dan Respons Individu - SumberAjar.com

Literasi Risiko Kesehatan: Konsep, Pemahaman Informasi, dan Respons Individu

Pendahuluan

Kesehatan merupakan aset penting dalam kehidupan manusia, namun risiko kesehatan selalu mengintai setiap individu dalam bentuk penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga ancaman dari lingkungan dan gaya hidup. Tantangan terbesar bukan hanya muncul dari risiko itu sendiri, tetapi dari sejauh mana individu mampu memahami, menginterpretasikan, dan merespons informasi yang berkaitan dengan risiko tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Literasi risiko kesehatan menjadi kemampuan krusial yang memengaruhi sejauh mana seseorang dapat mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi diri, keluarga, dan komunitasnya dari dampak risiko kesehatan yang kompleks. Dengan arus informasi yang sangat cepat dan beragam, kemampuan tersebut menjadi penentu antara tindakan preventif yang efektif dengan kesalahan persepsi yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

Dengan demikian, artikel ini akan membahas secara mendalam tentang konsep literasi risiko kesehatan, bagaimana pemahaman informasi risiko kesehatan dibentuk, faktor-faktor yang memengaruhi, respons individu, serta dampaknya terhadap perilaku dan peran edukasi dalam pengembangan literasi tersebut.


Definisi Literasi Risiko Kesehatan

Definisi Literasi Risiko Kesehatan Secara Umum

Literasi risiko kesehatan adalah kemampuan individu untuk memperoleh, memproses, memahami, serta menilai informasi terkait risiko kesehatan sehingga dapat membuat keputusan yang tepat dan bertindak untuk mengurangi kemungkinan dampak buruk dari risiko tersebut. Dalam konteks literasi kesehatan secara umum, literasi mencakup kemampuan akses, penilaian, dan penggunaan informasi yang berkaitan dengan kesehatan, perilaku preventif, dan tindakan promotif dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - who.int]

Konsep literasi risiko merupakan perluasan dari literasi kesehatan tradisional yang tidak hanya mencakup kemampuan memahami informasi kesehatan dasar, tetapi juga bagaimana individu menilai probabilitas, konsekuensi, serta strategi mitigasi terhadap bahaya atau ancaman kesehatan yang bersifat kompleks dan terkadang tidak pasti. Hal ini terkait erat dengan kemampuan memahami dan mengevaluasi risiko serta membuat keputusan bijak di bawah ketidakpastian. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]

Definisi Literasi Risiko Kesehatan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “literasi” secara umum diartikan sebagai kemampuan dalam membaca, menulis, serta memahami sesuatu secara kritis. Sementara itu “risiko” merujuk pada kemungkinan terjadinya sesuatu yang berdampak negatif. Jika dikombinasikan, literasi risiko kesehatan dapat dipahami sebagai kemampuan dalam membaca dan memahami informasi yang berkaitan dengan risiko kesehatan sehingga mampu menilai serta meresponsnya secara tepat. (Definisi KBBI, sumber online KBBI)

Definisi Literasi Risiko Kesehatan Menurut Para Ahli

  1. Nielsen-Bohlman et al. (2004), mendefinisikan literasi kesehatan sebagai derajat di mana individu memiliki kemampuan untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi serta layanan kesehatan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan kesehatan yang tepat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa literasi kesehatan mencakup kemampuan individu dalam mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi serta layanan kesehatan dengan cara yang mempromosikan dan mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan. [Lihat sumber Disini - who.int]

  3. Conceptual Model of Health Literacy as a Risk (Nutbeam, melalui Stein et al.), dalam model ini literasi kesehatan dipandang sebagai faktor risiko yang perlu diidentifikasi dan dikelola dalam konteks perawatan klinis dan kesehatan masyarakat agar komunikasi dan edukasi dapat dioptimalkan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. T. Aven (2024), istilah “risk literacy” menjelaskan kemampuan untuk memahami dan mengevaluasi risiko sehingga individu dapat membuat keputusan yang tepat, termasuk dalam konteks kesehatan. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]


Konsep Literasi Risiko Kesehatan

Konsep literasi risiko kesehatan menggabungkan elemen literasi kesehatan umum dengan pemahaman risiko yang lebih luas, di mana individu tidak hanya mencari dan memahami informasi kesehatan tetapi juga menilai probabilitas serta konsekuensi dari hasil yang tidak pasti. Situasi ini muncul, misalnya, dalam menilai risiko paparan penyakit menular, potensi komplikasi penyakit kronis, atau dampak dari gaya hidup tertentu terhadap kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]

Fokus utama dalam konsep ini adalah interaksi antara informasi yang diterima, kemampuan kognitif untuk memproses probabilitas dan ketidakpastian, serta konteks sosial di mana informasi ini disampaikan dan diterima. Literasi risiko kesehatan melibatkan pengetahuan tentang faktor risiko, mekanisme penyebaran, serta strategi mitigasi dan pencegahan yang didukung oleh bukti ilmiah. [Lihat sumber Disini - who.int]

Selain itu, model literasi kesehatan klasik menekankan empat komponen utama: akses informasi, pemahaman, penilaian, dan penerapan informasi kesehatan. Pada literasi risiko, kemampuan untuk menilai informasi ini menjadi semakin penting karena individu harus mampu menyaring informasi valid dan menilai relevansinya dengan situasi pribadi mereka. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Pemahaman Informasi Risiko Kesehatan

Pemahaman informasi risiko kesehatan merupakan tahap kritis di mana individu menafsirkan pesan tentang potensi ancaman kesehatan dan dampaknya terhadap diri mereka. Proses ini melibatkan kemampuan kognitif dan evaluatif untuk membedakan antara fakta dan opini, menilai kredibilitas sumber informasi, serta memahami probabilitas dan konsekuensi dari risiko tertentu. [Lihat sumber Disini - who.int]

Misalnya, seseorang yang membaca tentang risiko penyakit tidak menular seperti diabetes perlu memahami tidak hanya gejala dan pencegahannya, tetapi juga bagaimana faktor gaya hidup dan genetika dapat meningkatkan probabilitas penyakit tersebut. Kemampuan ini mencakup menilai kuantitas risiko (seberapa besar kemungkinan) dan kualitas risiko (apa konsekuensinya), serta menentukan tindakan yang sesuai berdasarkan informasi tersebut. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Faktor Kognitif dan Sosial dalam Literasi Risiko

Literasi risiko kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor kognitif seperti kemampuan membaca, berpikir kritis, serta tingkat pengetahuan dasar tentang kesehatan. Individu dengan keterampilan kognitif yang lebih baik memiliki peluang lebih besar untuk menafsirkan informasi risiko secara akurat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain faktor kognitif, faktor sosial seperti latar belakang pendidikan, status sosial ekonomi, budaya, dan kepercayaan terhadap sumber informasi memengaruhi bagaimana individu menanggapi informasi risiko. Individu dari latar belakang sosial yang lebih tinggi sering kali memiliki akses lebih baik terhadap sumber informasi terpercaya dan kemampuan lebih besar dalam menilai pesan kesehatan yang kompleks. [Lihat sumber Disini - who.int]

Media sosial dan informasi digital juga memainkan peran besar dalam penyebaran informasi risiko. Dengan arus informasi yang sangat cepat, kemampuan untuk menilai kredibilitas sumber menjadi sangat penting agar tidak terjebak dalam miskonsepsi atau hoaks yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan individu. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Respons Individu terhadap Informasi Risiko

Respons individu terhadap informasi risiko kesehatan bervariasi tergantung pada sejauh mana informasi dipahami dan dinilai. Ketika individu memahami risiko dan percaya pada kredibilitas informasi tersebut, mereka lebih cenderung melakukan tindakan preventif seperti pemeriksaan kesehatan rutin, modifikasi perilaku gaya hidup, dan pengambilan keputusan yang mendukung kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Sebaliknya, rendahnya literasi risiko dapat menyebabkan salah tafsir informasi, ketidakpatuhan terhadap rekomendasi kesehatan, dan pengambilan keputusan yang tidak sehat, yang pada akhirnya memperburuk risiko kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa respons individu merupakan hasil interaksi kompleks antara pemahaman, keyakinan, dan konteks sosial yang melingkupi mereka. [Lihat sumber Disini - who.int]


Dampak Literasi Risiko terhadap Perilaku Kesehatan

Tingkat literasi risiko kesehatan yang tinggi berkorelasi positif dengan perilaku kesehatan yang lebih baik dalam konteks pencegahan dan pengendalian penyakit. Individu yang mampu mengakses, memahami, dan menerapkan informasi risiko secara tepat lebih mampu menyesuaikan gaya hidup mereka untuk mengurangi kemungkinan mengalami dampak negatif risiko kesehatan seperti penyakit kronis atau komplikasi akibat infeksi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan perilaku pencegahan seperti diet seimbang, aktivitas fisik yang teratur, serta pengambilan keputusan yang bijaksana dalam penggunaan layanan kesehatan. Literatur juga menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan tinggi dengan penerapan perilaku pencegahan penyakit tidak menular di kalangan remaja dan dewasa. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

Sementara itu, individu dengan literasi risiko yang rendah lebih rentan terhadap miskonsepsi, tindakan yang tidak efektif, dan kurangnya kepatuhan terhadap rekomendasi kesehatan. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan jangka panjang dan meningkatkan beban biaya perawatan kesehatan. [Lihat sumber Disini - who.int]


Peran Edukasi dalam Peningkatan Literasi Risiko

Edukasi kesehatan memainkan peran sangat penting dalam meningkatkan literasi risiko kesehatan. Program edukasi yang dirancang dengan mempertimbangkan konteks sosial dan kemampuan kognitif target audiens dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menilai informasi risiko dengan lebih efektif. [Lihat sumber Disini - journal-center.litpam.com]

Intervensi edukatif berbasis sekolah, komunitas, dan digital telah terbukti meningkatkan kemampuan individu dalam mengakses dan menggunakan informasi kesehatan secara tepat. Edukasi yang berkelanjutan mendorong peningkatan kesadaran terhadap risiko kesehatan, membekali individu dengan keterampilan menilai risiko secara kritis, serta mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat. [Lihat sumber Disini - journal-center.litpam.com]

Pelatihan literasi risiko tidak hanya menyediakan informasi faktual, tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis dan evaluatif sehingga orang dapat mengidentifikasi informasi tidak akurat dan menghindari keputusan yang berbahaya. Ini sangat relevan dalam era informasi digital di mana hoaks kesehatan mudah tersebar. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Kesimpulan

Literasi risiko kesehatan merupakan konsep yang berkembang dari literasi kesehatan umum yang menggabungkan kemampuan untuk memahami, menilai, dan merespons informasi terkait risiko kesehatan secara kritis dan efektif. Konsep ini tidak hanya mencakup kemampuan dasar untuk mengakses dan memahami informasi kesehatan, tetapi juga kemampuan untuk mengevaluasi probabilitas dan konsekuensi dari risiko yang bersifat kompleks serta membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi tersebut.

Pemahaman informasi risiko sangat dipengaruhi oleh faktor kognitif dan sosial, termasuk pendidikan, status sosial, serta kemampuan individu dalam menilai kredibilitas sumber informasi dalam era digital. Respons individu terhadap informasi risiko dapat menentukan tindakan preventif dan adaptif yang berdampak langsung pada perilaku kesehatan. Literasi risiko kesehatan yang baik terbukti mendorong perilaku preventif yang lebih efektif, sedangkan rendahnya literasi berpotensi menghasilkan misinterpretasi dan pengambilan keputusan yang salah.

Edukasi yang dirancang secara strategis memainkan peran penting dalam meningkatkan literasi risiko kesehatan, menyediakan keterampilan berpikir kritis, serta membantu individu menavigasi arus informasi kesehatan yang kompleks dan terkadang menyesatkan. Implementasi edukasi yang berkelanjutan adalah langkah penting dalam memperkuat kapabilitas masyarakat untuk menghadapi tantangan risiko kesehatan di masa kini dan masa depan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Literasi risiko kesehatan adalah kemampuan individu untuk memperoleh, memahami, menilai, dan menggunakan informasi terkait risiko kesehatan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dan merespons risiko tersebut secara rasional dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi risiko kesehatan penting karena membantu individu memahami potensi ancaman kesehatan, menilai tingkat risiko, serta menentukan tindakan pencegahan yang tepat sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan.

Literasi risiko kesehatan dipengaruhi oleh faktor kognitif seperti tingkat pendidikan dan kemampuan berpikir kritis, serta faktor sosial seperti lingkungan, budaya, akses informasi, dan kepercayaan terhadap sumber informasi kesehatan.

Individu dengan literasi risiko kesehatan yang baik cenderung memiliki perilaku kesehatan yang lebih preventif, seperti menjaga pola hidup sehat, mematuhi anjuran kesehatan, dan menghindari tindakan yang berisiko.

Edukasi berperan penting dalam meningkatkan literasi risiko kesehatan dengan memberikan pengetahuan, membangun kemampuan berpikir kritis, serta membantu individu menilai dan menggunakan informasi risiko kesehatan secara efektif.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Literasi Penelitian Mahasiswa: Strategi Peningkatannya Literasi Penelitian Mahasiswa: Strategi Peningkatannya Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan Literasi Gizi: Konsep, Peran Edukasi, dan Perilaku Makan Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Literasi Digital Tenaga Kesehatan Literasi Digital Tenaga Kesehatan Literasi Obat: Konsep, Urgensi, dan Peningkatan Pemahaman Literasi Obat: Konsep, Urgensi, dan Peningkatan Pemahaman Literasi Kesehatan Reproduksi Masyarakat Literasi Kesehatan Reproduksi Masyarakat Nutritional Literacy Nutritional Literacy Health Literacy: Konsep, peran masyarakat, dan implikasi Health Literacy: Konsep, peran masyarakat, dan implikasi Literasi Media: Konsep dan Kesadaran Kritis Literasi Media: Konsep dan Kesadaran Kritis Health Literacy Masyarakat Health Literacy Masyarakat Tingkat Pengetahuan Pasien tentang Penyakit Tingkat Pengetahuan Pasien tentang Penyakit Pemahaman Informasi Obat: Konsep, Literasi Pasien, dan Keselamatan Pemahaman Informasi Obat: Konsep, Literasi Pasien, dan Keselamatan Edukasi Kesehatan Digital: Konsep, jangkauan, dan efektivitas Edukasi Kesehatan Digital: Konsep, jangkauan, dan efektivitas Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan Edukasi Kesehatan Berbasis Digital Edukasi Kesehatan Berbasis Digital Pencarian Informasi Kesehatan: Konsep, pola perilaku, dan sumber Pencarian Informasi Kesehatan: Konsep, pola perilaku, dan sumber Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Dampak Teknologi AI terhadap Dunia Akademik Dampak Teknologi AI terhadap Dunia Akademik Digitalisasi Perpustakaan Akademik Digitalisasi Perpustakaan Akademik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…