Terakhir diperbarui: 28 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 November). Penelitian Eksplanatori: Pengertian dan Arah Penelitiannya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penelitian-eksplanatori-pengertian-dan-arah-penelitiannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penelitian Eksplanatori: Pengertian dan Arah Penelitiannya - SumberAjar.com

Penelitian Eksplanatori: Pengertian dan Arah Penelitiannya

Pendahuluan

Penelitian merupakan fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui penelitian, para peneliti dapat mengeksplorasi fenomena, menguji asumsi, serta menghasilkan temuan empiris untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Di antara berbagai jenis penelitian, seperti deskriptif, eksploratif, dan eksplanatori, penelitian eksplanatori memiliki peran krusial dalam mengungkap hubungan sebab–akibat dan menguji teori melalui metodologi ilmiah.

Jenis penelitian ini banyak digunakan di berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu sosial, pendidikan, pemasaran, hingga kesehatan, ketika tujuan penelitian tidak hanya untuk mendeskripsikan fenomena, tetapi juga menjelaskan mekanisme di balik fenomena tersebut. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk memahami secara mendalam apa itu penelitian eksplanatori, karakteristiknya, kelebihan dan keterbatasannya, serta arah pengembangannya di masa mendatang.


Definisi Penelitian Eksplanatori

Definisi Secara Umum

Secara umum, penelitian eksplanatori, atau explanatory research, merupakan jenis penelitian yang berorientasi untuk menjelaskan “mengapa” dan “bagaimana” suatu fenomena terjadi. Tujuan utamanya adalah menguji hubungan antar variabel yang disinyalir memiliki hubungan sebab–akibat. Dalam penelitian ini, peneliti tidak sekadar menggambarkan fenomena (seperti dalam penelitian deskriptif), melainkan berusaha menemukan mekanisme, faktor penyebab, dan efek dari fenomena tersebut. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]

Penelitian eksplanatori kerap muncul setelah penelitian eksploratif atau deskriptif ketika peneliti sudah memiliki gambaran awal terhadap fenomena, dan ingin mendalami lebih lanjut untuk menemukan hubungan kausal antar variabel. [Lihat sumber Disini - info.populix.co]

Definisi dalam KBBI

Mengenai definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “eksplanatori” sendiri merujuk pada “bersifat menjelaskan” atau “memberi penjelasan.” Artinya, penelitian eksplanatori dapat dipahami sebagai penelitian yang bersifat menjelaskan peristiwa atau fenomena, bukan semata-mata mendeskripsikan atau menggambarkan kondisi. Meskipun demikian, literatur metodologi penelitian di Indonesia sering menggunakan istilah bahasa Inggris (explanatory research), sehingga definisi KBBI lebih bersifat konseptual daripada operasional.

Definisi ini penting untuk menekankan bahwa fokus penelitian bukan hanya pada “apa yang terjadi” melainkan “mengapa terjadi” dan “bagaimana mekanismenya.”

Definisi Menurut Para Ahli

Berikut definisi penelitian eksplanatori menurut beberapa pakar/metodolog penelitian:

  • Menurut Sugiyono, dalam banyak buku metodologi penelitian, penelitian eksplanatori adalah penelitian yang “menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh antara satu variabel dengan variabel lainnya.” Tujuan utamanya adalah menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. [Lihat sumber Disini - eprints.upj.ac.id]
  • Menurut Umar (1999:36), penelitian eksplanatori adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antar variabel, bagaimana satu variabel mempengaruhi variabel lainnya. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
  • Menurut Singarimbun dan Effendy (1995), penelitian eksplanatori menyoroti hubungan kausal antara variabel penelitian dan bertujuan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
  • Menurut sebuah artikel dari institusi akademik, penelitian eksplanatori, kadang disebut juga penelitian konfirmatori atau korelasional, dirancang untuk menjelaskan hubungan sebab–akibat antara dua atau lebih variabel, serta menguji teori atau hipotesis. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]

Dengan demikian, definisi dari para ahli menggarisbawahi dua aspek utama: (1) adanya variabel yang dibandingkan (variabel bebas / independen dan variabel terikat / dependen), dan (2) adanya tujuan untuk menguji hipotesis serta menjelaskan hubungan sebab–akibat antar variabel.


Karakteristik dan Ciri Khas Penelitian Eksplanatori

Tujuan untuk Menguji Hipotesis dan Teori

Penelitian eksplanatori biasanya dimulai dengan teori atau hipotesis yang telah dirumuskan berdasarkan literatur dan kajian sebelumnya. Peneliti kemudian mengumpulkan data empiris untuk menguji apakah hipotesis tersebut benar, apakah teori tersebut dapat dipertahankan, diperkuat, atau bahkan dibantah. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]

Hal ini berbeda dengan penelitian eksploratif yang sifatnya lebih terbuka, untuk menemukan atau merumuskan hipotesis baru, maupun penelitian deskriptif yang hanya menggambarkan fenomena. [Lihat sumber Disini - mindthegraph.com]

Fokus pada Hubungan Sebab–Akibat dan Variabel

Salah satu ciri utama penelitian eksplanatori adalah fokus pada relasi antar variabel, khususnya variabel independen (penyebab) dan variabel dependen (akibat). Melalui analisis statistik atau metode ilmiah lainnya, penelitian ini berusaha menunjukkan seberapa besar dan seberapa nyata pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. [Lihat sumber Disini - repository.stie-mce.ac.id]

Dengan demikian, penelitian eksplanatori dapat membantu menjawab pertanyaan seperti “mengapa fenomena X terjadi?”, “bagaimana variabel Y mempengaruhi variabel Z?”, atau “apakah variabel A berkontribusi secara signifikan terhadap variabel B?”

Desain dan Metodologi Sistematis

Penelitian eksplanatori umumnya menggunakan desain penelitian yang terstruktur dan sistematis. Metode kuantitatif kerap dipilih, seperti survei, eksperimen, atau analisis data kuantitatif, sehingga data dapat diolah secara statistik untuk menguji hipotesis. [Lihat sumber Disini - repository.stie-binakarya.ac.id]

Meski demikian, dalam literatur juga disebutkan bahwa penelitian eksplanatori bisa dilakukan dengan pendekatan campuran (mixed methods) jika diperlukan pendalaman kualitatif terhadap mekanisme atau konteks tertentu, agar hasil penelitian tidak hanya valid secara statistik tetapi juga kaya secara konteks. [Lihat sumber Disini - tsurvey.id]

Keterkaitan dengan Penelitian Konfirmatori / Korelasional

Dalam beberapa literatur, penelitian eksplanatori juga disebut sejajar dengan istilah “penelitian konfirmatori” (confirmatory research) atau bahkan “penelitian korelasional,” meskipun nomenklatur dapat berbeda tergantung tradisi akademik. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]

Hal ini menunjukkan bahwa penelitian eksplanatori tidak hanya relevan untuk penelitian eksperimental (melalui manipulasi variabel) tetapi juga untuk studi korelasional/regresional yang meneliti hubungan variabel dari data survei atau observasi, asalkan disertai hipotesis dan analisis statistik yang tepat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Arah dan Perkembangan Penelitian Eksplanatori

Pemanfaatan dalam Berbagai Bidang Ilmu

Penelitian eksplanatori terus berkembang dan banyak digunakan di beragam bidang ilmu, tidak hanya di ilmu sosial atau pendidikan, tetapi juga pada penelitian pemasaran, kesehatan, manajemen, psikologi, dan lain-lain. Fleksibilitas metodologinya membuat penelitian ini cocok untuk mengeksplorasi hubungan kausal di berbagai konteks. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]

Contoh penerapannya bisa berupa studi pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas pelanggan, pengaruh pendidikan terhadap penghasilan, atau pengaruh kebiasaan gaya hidup terhadap kesehatan. [Lihat sumber Disini - p3mpi.uma.ac.id]

Integrasi dengan Pendekatan Mixed Methods

Meskipun banyak penelitian eksplanatori mengandalkan metode kuantitatif, ada kecenderungan berkembang bahwa penggunaan pendekatan campuran (mixed methods) menjadi penting. Pendekatan campuran ini memungkinkan peneliti tidak hanya menguji hubungan variabel secara statistik, tetapi juga mengeksplorasi konteks, makna, dan mekanisme di balik hubungan tersebut melalui data kualitatif, misalnya dengan wawancara mendalam atau observasi. Hal ini sangat membantu ketika fenomena yang diteliti bersifat kompleks, multi-dimensi, dan kontekstual. [Lihat sumber Disini - tsurvey.id]

Peningkatan Validitas dan Generalisasi

Dengan desain penelitian yang ketat, meliputi perumusan hipotesis, pemilihan sampel representatif, instrumen yang valid dan reliabel, serta analisis statistik, penelitian eksplanatori dapat menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralisasi ke populasi lebih luas, sehingga memberikan kontribusi ilmiah yang lebih robust. [Lihat sumber Disini - repository.iainkudus.ac.id]

Perkembangan Metodologi dan Kombinasi Desain

Seiring perkembangan penelitian dan kompleksitas masalah di masyarakat, penelitian eksplanatori juga berkembang dalam hal desain. Model penelitian bisa berupa desain survei (explanatory survey), eksperimen, kuasi-eksperimen, maupun desain longitudinal (untuk mengikuti variabel dari waktu ke waktu). Kombinasi desain ini memungkinkan peneliti mengatasi keterbatasan satu metode saja, dan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang sebab–akibat. [Lihat sumber Disini - liputan6.com]


Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian Eksplanatori

Kelebihan

  • Memberi penjelasan kausal, bukan hanya deskripsi, sehingga memungkinkan pemahaman mendalam tentang sebab dan efek fenomena.
  • Memungkinkan pengujian hipotesis dan teori, sehingga dapat memperkuat, memodifikasi, atau menolak teori berdasarkan bukti empiris.
  • Data kuantitatif dan analisis statistik dapat memberikan kekuatan generalisasi jika sampel representatif dan desain penelitian baik.
  • Fleksibilitas: dapat dilakukan dengan survei, eksperimen, atau desain campuran tergantung kebutuhan penelitian.

Keterbatasan

  • Meskipun fokus pada kausalitas, sulit untuk memastikan sepenuhnya bahwa variabel independen benar-benar menjadi penyebab (karena faktor luar/mutlak sulit dikontrol, terutama dalam penelitian non-eksperimental).
  • Jika menggunakan survei atau data observasional, risiko bias, keterbatasan kontrol variabel, serta masalah reliabilitas/validitas data.
  • Desain dan analisis statistik memerlukan keahlian metodologis dan pemahaman teoretis yang baik agar hipotesis diuji dengan tepat.
  • Dalam konteks fenomena kompleks (sosial, psikologis, budaya), kausalitas sulit disederhanakan, kadang dibutuhkan pendekatan kualitatif atau campuran untuk menangkap kompleksitas konteks.

Contoh Penerapan Penelitian Eksplanatori

Misalnya, sebuah penelitian ingin mengetahui apakah ada pengaruh kualitas produk (variabel bebas) dan kualitas pelayanan (variabel bebas kedua) terhadap loyalitas pelanggan (variabel terikat). Peneliti dapat menggunakan metode survei kuantitatif, merumuskan hipotesis bahwa kualitas produk dan pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas, kemudian mengumpulkan data dari sampel konsumen dan menganalisis hubungan kausal dengan teknik statistik. Hal ini sesuai dengan penggunaan penelitian eksplanatori seperti diterapkan dalam berbagai penelitian manajemen dan pemasaran. [Lihat sumber Disini - eprints.upj.ac.id]

Contoh lain di bidang sosial: penelitian yang menguji pengaruh tingkat pendidikan terhadap pendapatan seseorang, bukan hanya melihat korelasi, tetapi mencoba menjelaskan mekanisme dan menguji hipotesis sebab–akibat. [Lihat sumber Disini - p3mpi.uma.ac.id]


Arah Penelitian Eksplanatori ke Depan

Dengan cepatnya perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan budaya, serta munculnya fenomena baru dan kompleks, kebutuhan terhadap penelitian eksplanatori akan terus meningkat. Berikut beberapa arah perkembangan yang potensial:

  • Penggunaan desain campuran (mixed methods): Kombinasi data kuantitatif dan kualitatif untuk menangkap kompleksitas fenomena, terutama di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, budaya.
  • Penelitian longitudinal: Untuk memahami perubahan dan dinamika antar variabel dari waktu ke waktu, bukan hanya snapshot sesaat. Ini penting untuk fenomena yang berkembang, seperti perilaku konsumen, tren sosial, perubahan kebijakan.
  • Interdisipliner: Menggabungkan teori dan metode dari berbagai disiplin (sosial, ekonomi, psikologi, kesehatan, teknologi), agar hasil penelitian lebih holistik dan relevan terhadap permasalahan kontemporer.
  • Pengembangan metode statistik dan analisis kausal lebih maju: Misalnya menggunakan model kausal struktural, analisis multivariat, path analysis, untuk menggali hubungan kausal yang kompleks dan saling terkait.
  • Penekanan pada validitas eksternal dan etika penelitian: Karena penelitian eksplanatori sering melibatkan populasi manusia atau fenomena sensitif, penting menjaga desain yang etis, representatif, dan hasil yang dapat digeneralisasi.

Kesimpulan

Penelitian eksplanatori adalah salah satu jenis penelitian penting dalam metodologi ilmiah karena fokusnya tidak hanya pada mendeskripsikan fenomena, tetapi menjelaskan mekanisme, hubungan sebab–akibat, dan menguji hipotesis secara empiris. Dengan asas deduktif dan analisis variabel, penelitian ini mampu memberikan pemahaman mendalam dan kontribusi terhadap teori.

Karena fleksibilitasnya, penelitian eksplanatori relevan di berbagai bidang ilmu, terutama ketika peneliti ingin menjawab “mengapa” dan “bagaimana” suatu fenomena terjadi. Ke depan, penelitian eksplanatori akan semakin penting, terutama ketika dikombinasikan dengan desain campuran, pendekatan longitudinal, dan metode analisis kausal canggih, demi menangani fenomena kompleks di masyarakat.

Dengan begitu, bagi siapa saja yang hendak melakukan penelitian ilmiah dengan tujuan menjelaskan sebab–akibat dan menguji teori secara empiris, penelitian eksplanatori layak menjadi pilihan metodologis utama.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penelitian eksplanatori adalah penelitian yang bertujuan menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi dengan menganalisis hubungan sebab–akibat antar variabel serta menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Tujuan utama penelitian eksplanatori adalah menguji hipotesis dan teori, menjelaskan hubungan antar variabel, serta memahami mekanisme penyebab sebuah fenomena secara ilmiah.

Ciri-ciri penelitian eksplanatori meliputi fokus pada hubungan sebab–akibat, penggunaan hipotesis, penggunaan metode kuantitatif atau mixed methods, serta analisis variabel independen dan dependen.

Contoh penelitian eksplanatori adalah studi yang meneliti pengaruh kualitas layanan dan kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan, atau penelitian yang menguji pengaruh tingkat pendidikan terhadap pendapatan.

Penelitian eksplanatori digunakan ketika peneliti ingin mengetahui sebab–akibat suatu fenomena, menguji dugaan hubungan antar variabel, atau mengonfirmasi teori yang sudah ada.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Studi Kasus: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Hipotesis Kerja: Pengertian dan Cara Menyusunnya Hipotesis Kerja: Pengertian dan Cara Menyusunnya Quantitative Research: Definisi, Ciri, dan Contoh Penerapan Quantitative Research: Definisi, Ciri, dan Contoh Penerapan Fenomena: Definisi, Karakteristik, dan Contoh Ilmiah beserta sumber [PDF] Fenomena: Definisi, Karakteristik, dan Contoh Ilmiah beserta sumber [PDF] Sistem Mobile Rumah Belajar Sistem Mobile Rumah Belajar Statistik Inferensial: Pengertian dan Contoh Analisis Statistik Inferensial: Pengertian dan Contoh Analisis Populasi dan Sampel: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya Populasi dan Sampel: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penalaran Abduktif: Pengertian dan Contoh dalam Penelitian Penalaran Abduktif: Pengertian dan Contoh dalam Penelitian Quota Sampling: Pengertian, Langkah, dan Contoh Quota Sampling: Pengertian, Langkah, dan Contoh Intertekstualitas: Pengertian dan Aplikasinya dalam Penulisan Ilmiah Intertekstualitas: Pengertian dan Aplikasinya dalam Penulisan Ilmiah Zona Penelitian: Pengertian, Ciri, dan Contohnya Zona Penelitian: Pengertian, Ciri, dan Contohnya Cybersecurity dalam Penelitian Digital Cybersecurity dalam Penelitian Digital Kredibilitas: Pengertian, Cara Menilai, dan Contoh dalam Penelitian Kredibilitas: Pengertian, Cara Menilai, dan Contoh dalam Penelitian Asumsi Teoritis: Pengertian, Fungsi, dan Cara Merumuskannya Asumsi Teoritis: Pengertian, Fungsi, dan Cara Merumuskannya Dashboard Penelitian: Pengertian dan Contoh Desainnya Dashboard Penelitian: Pengertian dan Contoh Desainnya Cakupan: Definisi, Peran, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah [PDF] Cakupan: Definisi, Peran, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah [PDF] One Group Pretest Posttest Design dalam Eksperimen One Group Pretest Posttest Design dalam Eksperimen Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Penelitian Sosial Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Penelitian Sosial Factorial Design dalam Penelitian Eksperimen Factorial Design dalam Penelitian Eksperimen
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…