
Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya
Pendahuluan
Motivasi merupakan salah satu konsep psikologis yang sangat penting untuk memahami perilaku manusia dalam berbagai konteks, mulai dari pendidikan, organisasi, hingga kehidupan sehari-hari. Di antara jenis-jenis motivasi yang ada, motivasi ekstrinsik menempati peranan yang signifikan karena berkaitan dengan dorongan yang bersumber dari luar individu. Berbeda dengan motivasi yang tumbuh dari dalam diri seseorang, motivasi ekstrinsik mendorong individu untuk melakukan suatu tindakan demi memperoleh hasil atau konsekuensi tertentu yang berada di luar aktivitas itu sendiri. Pemahaman komprehensif tentang motivasi ekstrinsik penting untuk merancang lingkungan pembelajaran, strategi manajemen sumber daya manusia, serta intervensi perilaku yang efektif di berbagai bidang kehidupan.
Definisi Motivasi Ekstrinsik
Definisi Motivasi Ekstrinsik Secara Umum
Motivasi ekstrinsik secara umum dapat dipahami sebagai dorongan yang memotivasi seseorang untuk melakukan suatu aktivitas bukan karena kesenangan atau kepuasan yang muncul dari aktivitas itu sendiri, tetapi karena harapan akan mendapatkan reward atau menghindari konsekuensi negatif dari luar dirinya. Extrinsic motivation sering digambarkan dalam literatur psikologi sebagai motivasi yang bersumber dari faktor eksternal seperti imbalan finansial, pujian, atau pengakuan sosial, di mana individu menjalankan suatu tugas demi tujuan yang terpisah dari aktivitas itu sendiri. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Definisi Motivasi Ekstrinsik dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dalam definisi yang sama, istilah ekstrinsik merujuk pada dorongan yang datangnya dari luar diri seseorang. Oleh karena itu, motivasi ekstrinsik dapat dipahami sebagai dorongan yang berasal dari faktor luar individu yang memengaruhi perilaku mereka untuk mencapai tujuan tertentu. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Motivasi Ekstrinsik Menurut Para Ahli
Para ahli psikologi dan pendidikan telah mengemukakan konsep motivasi ekstrinsik dengan kerangka teoretis yang kuat:
-
Richard M. Ryan dan Edward L. Deci, dalam Self-Determination Theory, menjelaskan bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang memunculkan tindakan karena konsekuensi yang diharapkan terpisah dari aktivitas itu sendiri, seperti hadiah, nilai, atau pengakuan sosial. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Dalam penelitian psikologi pendidikan, motivasi ekstrinsik sering didefinisikan sebagai motivasi yang berasal dari faktor luar individu yang berpengaruh untuk mencapai hasil yang diinginkan seperti prestasi belajar atau penghargaan tertentu. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
-
Menurut literatur perkembangan manusia, motivasi ekstrinsik memberi dorongan perilaku melalui imbalan eksternal atau ancaman hukuman, sehingga individu cenderung melakukan aktivitas karena ada reward eksternal yang melekat pada perilaku tersebut. [Lihat sumber Disini - halodoc.com]
-
Dalam kajian pendidikan dan psikologi pembelajaran, motivasi ekstrinsik dipahami sebagai bentuk motivasi yang memfokuskan individu pada hasil yang berada di luar aktivitas itu sendiri, misalnya belajar untuk nilai atau kerja keras untuk promosi kerja. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Bentuk-Bentuk Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik dapat muncul dalam berbagai bentuk yang terlihat dalam perilaku individu di lingkungan sosial, pendidikan, dan pekerjaan. Bentuk-bentuk ini mencerminkan cara eksternal yang memengaruhi aktivitas seseorang untuk mencapai hasil tertentu.
Salah satu bentuk klasik motivasi ekstrinsik adalah reward atau hadiah. Individu dapat termotivasi untuk bekerja keras dan menyelesaikan tugas karena mereka ingin mendapatkan penghargaan berupa imbalan finansial, sertifikat prestasi, atau bonus dari organisasi. Reward seperti ini sering digunakan dalam konteks pendidikan dan pekerjaan untuk meningkatkan performa dan komitmen. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Selain hadiah, bentuk lain dari motivasi ekstrinsik adalah pujian atau pengakuan sosial. Ketika seseorang menerima pujian atau pengakuan dari orang lain atas pencapaian tertentu, hal ini dapat meningkatkan keinginan mereka untuk terus melakukan aktivitas yang mendapat pengakuan tersebut. Dalam konteks pendidikan, misalnya, pengakuan guru atau orang tua atas prestasi belajar siswa dapat menjadi motivator eksternal yang kuat. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Ancaman atau hukuman juga merupakan bentuk motivasi ekstrinsik. Individu dapat melakukan suatu tugas bukan karena mereka menikmatinya, tetapi karena ingin menghindari konsekuensi negatif seperti penalti, hukuman, atau kritik. Misalnya, siswa yang belajar intensif karena takut mendapatkan nilai jelek atau karyawan yang menyelesaikan tugas agar tidak mendapat sanksi dari atasan. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik tidak selalu positif, bentuknya bisa berupa tekanan eksternal yang memaksa individu menjalankan suatu tindakan. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Selain itu, bentuk motivasi ekstrinsik dapat berupa status sosial atau peluang karier yang lebih baik. Banyak individu termotivasi untuk bekerja keras untuk memperoleh promosi, reputasi profesional, atau pengakuan sosial yang lebih tinggi dalam komunitas mereka. Faktor-faktor ini merupakan bentuk motivasi ekstrinsik yang memiliki dampak kuat terhadap perilaku manusia, terutama ketika tujuan jangka panjang mereka dikaitkan dengan hasil eksternal yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik tidak muncul begitu saja; terdapat berbagai faktor eksternal yang memengaruhinya. Faktor-faktor ini membentuk penguatan atau gaya penguatan terhadap perilaku individu sehingga mereka termotivasi untuk melakukan suatu tindakan.
Salah satu faktor penting adalah lingkungan sosial dan budaya di mana seseorang berada. Norma sosial, tekanan kelompok, atau harapan masyarakat sering kali menentukan reward atau hukuman apa yang dianggap bernilai. Misalnya, budaya organisasi yang menekankan penghargaan atas kontribusi tinggi dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras demi mendapatkan pengakuan tersebut. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Kebijakan dan struktur institusional seperti sistem penghargaan di sekolah atau kebijakan insentif di tempat kerja juga menjadi faktor utama dalam motivasi ekstrinsik. Ketika sekolah memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi atau perusahaan menerapkan bonus finansial bagi karyawan berprestasi, kedua kebijakan ini memberikan sinyal eksternal yang kuat bagi individu untuk meningkatkan upaya mereka. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Harapan orang tua, guru, atau atasan merupakan faktor lain yang signifikan. Ekspektasi tinggi dari figur otorasi sering kali menciptakan tekanan untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan. Seorang siswa mungkin termotivasi belajar bukan karena minat belajar intrinsik, tetapi karena ingin memenuhi ekspektasi orang tua akan nilai tinggi. Atau seorang karyawan bekerja lembur karena ingin memenuhi harapan atasan sehingga mendapat kenaikan jabatan. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Faktor penghargaan dan imbalan finansial juga berperan besar dalam membentuk motivasi ekstrinsik. Insentif berupa bonus, komisi, atau penghargaan finansial lainnya sering kali menjadi daya tarik yang kuat bagi individu untuk bekerja lebih keras. Dalam konteks pendidikan, skema beasiswa atau nilai tambahan berdasarkan prestasi juga merupakan bentuk penghargaan eksternal yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Perbedaan Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik
Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik merupakan dua konsep penting yang berbeda dalam psikologi motivasi. Motivasi intrinsik muncul dari dalam diri individu, ketika seseorang melakukan aktivitas karena kesenangan, minat, atau rasa puas yang diperoleh dari aktivitas itu sendiri. Sebaliknya, motivasi ekstrinsik berasal dari luar individu, ketika seseorang melakukan suatu aktivitas demi hasil eksternal seperti penghargaan atau menghindari hukuman. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Secara fungsional, motivasi intrinsik sering kali dikaitkan dengan kualitas pengalaman yang lebih tinggi, kreativitas, dan kepuasan jangka panjang karena aktor termotivasi oleh nilai dan pengalaman pribadi dari aktivitas tersebut. Sebaliknya, motivasi ekstrinsik lebih terkait dengan suatu tujuan hasil yang terukur seperti nilai, gaji, atau penghargaan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Perbedaan lain terletak pada dampaknya terhadap perilaku. Motivasi intrinsik cenderung menghasilkan komitmen yang lebih stabil terhadap aktivitas dan mendorong eksplorasi serta pembelajaran mendalam. Sementara motivasi ekstrinsik terkadang efektif untuk mendorong perilaku tertentu dalam jangka pendek, namun jika terlalu dominan, motivasi ini dapat mengurangi kenikmatan dan keinginan intrinsik seseorang terhadap aktivitas tersebut, sebuah fenomena yang dikenal sebagai overjustification effect. [Lihat sumber Disini - verywellmind.com]
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Perilaku
Motivasi ekstrinsik memiliki dampak luas terhadap perilaku individu dalam berbagai konteks. Dalam pendidikan, motivasi ekstrinsik dapat meningkatkan usaha siswa untuk belajar demi mencapai nilai tinggi atau penghargaan khusus. Misalnya, penelitian menunjukkan hubungan positif antara motivasi ekstrinsik dengan prestasi akademik mahasiswa ketika mereka menilai bahwa reward akademik memiliki nilai penting bagi mereka. [Lihat sumber Disini - ojs.jdss.org.pk]
Dalam konteks kerja, motivasi ekstrinsik sering digunakan sebagai alat manajemen untuk meningkatkan produktivitas dan performa karyawan. Bonus finansial, penghargaan karyawan terbaik, atau sistem promosi karier adalah contoh bentuk motivasi ekstrinsik yang dapat mendorong individu untuk bekerja lebih giat demi penghargaan eksternal tersebut. [Lihat sumber Disini - parentingstyles.com]
Namun, efek motivasi ekstrinsik tidak selalu positif. Ketergantungan yang berlebihan pada reward eksternal dapat menggeser fokus individu dari proses aktivitas itu sendiri ke hasil yang diharapkan, yang dalam jangka panjang dapat menurunkan motivasi intrinsik dan prestasi jangka panjang. Fenomena ini menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik, meskipun efektif dalam jangka pendek, perlu digunakan secara strategis agar tidak mengikis rasa kepuasan intrinsik seseorang terhadap tugas yang dilakukannya. [Lihat sumber Disini - verywellmind.com]
Motivasi Ekstrinsik dalam Konteks Pendidikan dan Kerja
Dalam dunia pendidikan, motivasi ekstrinsik sering diterapkan melalui sistem penghargaan akademik seperti nilai, beasiswa, atau penghargaan siswa berprestasi. Strategi ini efektif untuk meningkatkan usaha belajar siswa, terutama ketika materi pembelajaran dianggap kurang menarik. Namun, para pendidik perlu berhati-hari agar motivasi ini tidak menghambat perkembangan motivasi intrinsik siswa terhadap pembelajaran jangka panjang. [Lihat sumber Disini - ojs.jdss.org.pk]
Sementara di dunia kerja, motivasi ekstrinsik menjadi bagian penting dari praktik manajemen sumber daya manusia. Insentif seperti bonus tahunan, promosi, atau penghargaan karyawan berkontribusi pada keterlibatan dan performa kerja. Namun riset menunjukkan bahwa kombinasi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sering menghasilkan performa terbaik, di mana individu tidak hanya terfokus pada reward eksternal, tetapi juga merasa puas dengan pekerjaan yang mereka lakukan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Kesimpulan
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan perilaku yang berasal dari faktor luar individu, seperti imbalan, pujian, atau ancaman hukuman, yang mendorong seseorang melakukan aktivitas demi mencapai hasil tertentu. Definisi ini diakui baik dalam kajian psikologi modern maupun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bentuk motivasi ekstrinsik bervariasi mulai dari penghargaan finansial hingga pengakuan sosial, dan dipengaruhi oleh lingkungan sosial, kebijakan institusional, serta harapan figur otoritas seperti guru atau atasan. Meskipun motivasi ekstrinsik efektif untuk memacu perilaku dalam jangka pendek, penggunaannya harus dipadukan dengan motivasi intrinsik untuk mencapai hasil yang lebih berkelanjutan dan bermakna, khususnya dalam konteks pendidikan dan dunia kerja. Pemahaman yang baik tentang motivasi ekstrinsik membantu perancang strategi pembelajaran dan manajemen kinerja dalam menciptakan lingkungan yang memaksimalkan potensi individu secara optimal.