Terakhir diperbarui: 02 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 2 January). Internal Motivation: Makna dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/internal-motivation-makna-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Internal Motivation: Makna dan Contoh - SumberAjar.com

Internal Motivation: Makna dan Contoh

Pendahuluan

Motivasi merupakan salah satu konsep penting dalam psikologi dan kehidupan sehari-hari karena berperan sebagai penggerak utama dalam perilaku manusia. Ketika seseorang memiliki motivasi yang kuat, individu akan lebih giat, tekun, dan persistent dalam mencapai tujuan yang diinginkannya, baik itu dalam konteks pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi. Internal motivation atau motivasi internal adalah bentuk motivasi yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri tanpa adanya dorongan atau tekanan dari luar. Motivasi jenis ini sering dianggap sebagai sumber motivasi yang paling kuat karena terhubung langsung dengan minat, kepuasan, dan nilai pribadi yang dimiliki seseorang. Dalam artikel ini akan dibahas secara mendalam tentang apa itu internal motivation, karakteristiknya, faktor-faktor yang mempengaruhinya, hubungannya dengan perilaku individu, peran pentingnya dalam pencapaian tujuan, serta contoh-contohnya dalam kehidupan nyata. Artikel ini juga akan mendasarkan penjelasan pada berbagai sumber ilmiah yang dapat diakses publik, termasuk jurnal akademik terbaru.


Definisi Internal Motivation

Definisi Internal Motivation Secara Umum

Internal motivation, atau motivasi internal, adalah jenis motivasi yang timbul dari dalam diri individu sebagai hasil dari kebutuhan psikologis, minat pribadi, atau kepuasan batin atas suatu aktivitas. Individu yang dimotivasi secara internal melakukan suatu kegiatan bukan karena mendapatkan imbalan atau dorongan dari luar, tetapi karena merasa tertarik, tertantang, atau menikmati proses tersebut tanpa adanya insentif eksternal. Dalam konteks psikologi motivasi, internal motivation sering dikaitkan dengan rasa ingin tahu, kesenangan, dan rasa prestasi yang diperoleh dari aktivitas itu sendiri, bukan dari upah atau pengakuan sosial. Penelitian dalam teori motivasi seperti Self-Determination Theory menekankan bahwa internal motivation berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar psikologis seperti otonomi, kompetensi, dan hubungan sosial, yang pada gilirannya mendorong individu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara optimal. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

Definisi Internal Motivation dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), motivasi diartikan sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dari pengertian ini, motivasi internal dapat dipahami sebagai dorongan yang muncul dari dalam diri individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu karena adanya keinginan atau kebutuhan pribadi, bukan karena pengaruh faktor eksternal seperti imbalan, tekanan sosial, atau perintah dari orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa internal motivation adalah dorongan batin yang mendorong seseorang untuk bertindak berdasarkan tujuan yang dirinya anggap penting tanpa adanya faktor pendorong dari luar. [Lihat sumber Disini - icbs.sch.id]

Definisi Internal Motivation Menurut Para Ahli

Para ahli psikologi dan motivasi memberikan definisi internal motivation dengan perspektif yang lebih teoretis dan ilmiah. Edward L. Deci dan Richard M. Ryan, pengembang Self-Determination Theory, menjelaskan bahwa internal motivation adalah motivasi yang muncul dari dalam diri individu ketika mereka melakukan aktivitas hanya karena hal tersebut memberikan rasa kepuasan, kesenangan, atau tantangan personal, bukan sebagai alat untuk mencapai hasil eksternal tertentu. Internal motivation bersifat otentik dan terhubung dengan nilai serta tujuan pribadi yang menyatu dalam jati diri individu tersebut. [Lihat sumber Disini - stial.ie]

Selain itu, beberapa penelitian akademik juga menyatakan bahwa internal motivation adalah dorongan yang kuat untuk bertindak yang dipicu oleh kebutuhan psikologis untuk mengembangkan diri, belajar, dan mencapai rasa prestasi secara pribadi tanpa adanya penghargaan eksternal. Hal ini menunjukkan hubungan erat antara internal motivation dengan proses pembelajaran serta pencapaian prestasi dalam berbagai bidang kehidupan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Karakteristik Internal Motivation

Internal motivation memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari motivasi eksternal. Pertama, motivasi internal muncul dari dalam diri individu, seperti rasa ingin tahu, kesenangan dalam melakukan aktivitas, atau keinginan untuk mencapai tujuan pribadi yang bermakna. Individu dengan motivasi internal cenderung melakukan aktivitas karena menemukan nilai atau kepuasan intrinsik dari proses itu sendiri. Mereka tidak bergantung pada penghargaan atau tekanan dari luar untuk tetap termotivasi. Hal ini berbeda dengan motivasi eksternal, yang biasanya dipicu oleh imbalan atau hukuman dari pihak lain. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Kedua, internal motivation sering dikaitkan dengan perasaan kendali pribadi atau otonomi. Individu yang termotivasi secara internal merasa bahwa mereka memiliki pilihan atas tindakan mereka sendiri dan melakukan sesuatu karena itu adalah keinginan mereka sendiri. Aspek ini menciptakan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar dan pencapaian tujuan yang lebih tinggi daripada motivasi yang dikendalikan oleh faktor luar. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

Ketiga, motivasi internal biasanya menghasilkan keterlibatan yang lebih dalam dan durasi motivasi yang lebih panjang. Karena dorongan motivasi berasal dari dalam diri, individu cenderung lebih tahan terhadap hambatan atau tantangan yang muncul selama proses. Mereka lebih berkomitmen terhadap aktivitas itu, sehingga lebih mungkin untuk bertahan dan berusaha meskipun menghadapi kesulitan. Hal ini menjadikan internal motivation sebagai salah satu faktor penting dalam pencapaian tujuan jangka panjang serta perkembangan keterampilan dan kompetensi. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

Selain itu, karakteristik lain dari motivasi internal adalah adanya rasa kepuasan batin saat berhasil menyelesaikan aktivitas yang diinginkan. Individu tidak hanya mengejar hasil akhir tetapi menikmati setiap prosesnya sehingga aktivitas itu sendiri menjadi sumber energi psikologis yang positif. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]


Faktor yang Mempengaruhi Internal Motivation

Internal motivation tidak muncul begitu saja; terdapat berbagai faktor psikologis, sosial, dan situasional yang dapat mempengaruhi tingkat motivasi internal seseorang. Pertama, pemenuhan kebutuhan psikologis dasar seperti otonomi, kompetensi, dan relatedness atau hubungan sosial memiliki peran penting. Ketika individu merasa memiliki kontrol atas apa yang mereka lakukan, merasa mampu melakukan tugas tersebut, dan merasa terhubung dengan orang lain atau komunitas mereka, motivasi internal cenderung meningkat. Hal ini sejalan dengan kajian dalam Self-Determination Theory yang menunjukkan bahwa pemenuhan tiga kebutuhan psikologis ini dapat meningkatkan kualitas motivasi internal secara signifikan. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

Kedua, minat pribadi juga menjadi faktor kunci dalam internal motivation. Ketika seseorang memiliki rasa ketertarikan atau keingintahuan terhadap suatu bidang atau aktivitas, kegiatan tersebut akan menjadi lebih menarik untuk diikuti tanpa adanya insentif eksternal. Hal ini sering terlihat pada individu yang mempelajari sesuatu karena memang mereka menyukainya, misalnya membaca buku, memainkan alat musik, atau melakukan hobi tertentu. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Ketiga, pengalaman sukses sebelumnya juga dapat meningkatkan motivasi internal. Ketika seseorang pernah mengalami keberhasilan dalam suatu tugas, mereka akan merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk melakukan tugas serupa di masa depan. Perasaan kompeten yang terbentuk dari pengalaman ini dapat memicu motivasi internal yang lebih kuat. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

Selain itu, dukungan sosial dan lingkungan yang mendukung juga dapat memainkan peran penting. Lingkungan yang memberikan kebebasan untuk bereksplorasi, serta memberikan umpan balik positif tanpa menekan individu, cenderung memupuk motivasi internal lebih baik dibandingkan lingkungan yang penuh tekanan eksternal atau imbalan material. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]


Internal Motivation dan Perilaku Individu

Internal motivation memiliki pengaruh signifikan terhadap cara individu berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Individu yang memiliki motivasi internal cenderung menunjukkan pola perilaku yang proaktif, tekun, dan bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Mereka umumnya bersikap lebih positif terhadap tantangan dan perubahan karena mereka terdorong oleh rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar dari setiap pengalaman yang dihadapi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dalam konteks pendidikan, internal motivation sering dikaitkan dengan keterlibatan siswa yang lebih dalam dalam proses belajar. Siswa yang termotivasi secara internal akan lebih giat dalam mengikuti kegiatan belajar karena mereka merasa belajar memberikan kepuasan pribadi dan membantu mereka mencapai tujuan akademik serta perkembangan keterampilan. Hal ini juga akan memengaruhi perilaku mereka dalam belajar, membuat mereka lebih telaten, kreatif, dan cenderung mempertahankan upaya mereka meskipun menghadapi hambatan dalam pembelajaran. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Demikian pula dalam konteks kerja, pekerja yang dipacu oleh internal motivation biasanya lebih berdedikasi, inovatif, dan memiliki rasa kepemilikan terhadap pekerjaannya. Mereka cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik karena aktivitas yang dilakukan memberikan arti tersendiri bagi mereka secara pribadi, bukan hanya sebagai alat untuk memperoleh gaji atau penghargaan eksternal semata. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

Secara umum, internal motivation membantu individu dalam mengembangkan pola perilaku yang berorientasi pada tujuan, dimana tindakan yang dilakukan bukan semata menyelesaikan tugas tetapi juga meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan mencapai kepuasan batin yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Peran Internal Motivation dalam Pencapaian Tujuan

Internal motivation memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan individu di berbagai aspek kehidupan. Salah satu perannya adalah sebagai pendorong utama dalam proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Individu yang termotivasi secara internal akan lebih bersedia menginvestasikan waktu dan energi untuk belajar karena mereka merasa kegiatan itu bernilai dan bermanfaat bagi perkembangan diri mereka sendiri. Hal ini sering kali menghasilkan hasil belajar yang lebih baik dan prestasi akademik yang lebih tinggi karena upaya yang dilakukan tidak hanya didorong oleh dorongan eksternal seperti nilai atau penghargaan, tetapi oleh rasa kepuasan pribadi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Selain itu, internal motivation juga berperan dalam ketahanan menghadapi hambatan. Individu yang bergerak karena motivasi internal lebih mungkin untuk tetap berkomitmen terhadap tujuan mereka meskipun menghadapi tantangan, karena mereka memahami dan menghargai proses dalam mencapai tujuan tersebut. Hal ini berbeda dengan motivasi yang semata didorong oleh faktor eksternal yang cenderung rapuh ketika imbalan eksternal tidak lagi tersedia. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

Dalam kerangka organisasi dan profesional, internal motivation berkontribusi pada kreativitas, inovasi, dan produktivitas yang berkelanjutan. Individu yang memiliki motivasi internal kuat cenderung menghasilkan ide-ide baru, mencari cara yang lebih baik dalam menyelesaikan tugas, serta menunjukkan keterlibatan tinggi dalam pekerjaan mereka. Hal ini berdampak pada pencapaian tujuan organisasi sekaligus memperkaya pengalaman kerja individu secara pribadi. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

Secara psikologis, internal motivation juga berkontribusi pada perasaan kesejahteraan dan kepuasan hidup. Individu yang terdorong oleh motivasi internal cenderung memiliki tujuan hidup yang jelas dan merasa lebih bermakna dalam aktivitas mereka, yang pada akhirnya memperkuat rasa percaya diri, martabat, dan kesejahteraan mental secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]


Contoh Internal Motivation dalam Kehidupan

Berikut ini adalah beberapa contoh internal motivation dalam berbagai konteks kehidupan yang menunjukkan bagaimana motivasi internal bekerja dan mendorong perilaku positif:

  1. Belajar Bahasa Asing karena Minat Pribadi, Seorang individu belajar bahasa asing bukan karena ada tuntutan akademik atau imbalan dari orang lain, melainkan karena mereka menikmati proses belajar bahasa baru dan ingin menguasainya untuk kepuasan pribadi. Motivasi ini berasal dari keingintahuan dan kesenangan pribadi dalam menguasai keterampilan baru. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Mengembangkan Hobi Seni, Seseorang yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk melukis atau bermain alat musik hanya karena mereka merasa puas dan bahagia ketika melakukan aktivitas tersebut. Mereka tidak mengejar keuntungan finansial, tetapi menikmati proses kreatif dan ekspresi diri. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

  3. Olahraga untuk Kesehatan dan Rasa Pencapaian, Individu yang rutin berolahraga karena ingin menjaga kesehatan, merasa lebih bugar, dan menikmati perkembangan kemampuan fisiknya, bukan semata untuk mendapatkan pujian atau hadiah kompetisi. Motivasi ini muncul dari dalam diri karena mereka merasakan manfaat langsung dari aktivitas tersebut. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Menulis Artikel atau Buku, Seorang penulis yang mengerjakan karya tulis karena mereka merasa tertarik pada topik tersebut dan ingin berbagi pengetahuan atau pemikiran mereka, bukan semata karena adanya penghargaan atau keuntungan finansial. Internal motivation mendorong mereka untuk terus menulis dan memperbaiki karya mereka. [Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org]

  5. Belajar Mandiri di Luar Kelas, Mahasiswa yang belajar secara mandiri di luar jam kuliah karena mereka ingin memahami materi secara mendalam dan meningkatkan kompetensi mereka, bukan hanya untuk meraih nilai bagus. Dorongan untuk memahami dan menguasai pengetahuan ini berasal dari dalam diri mereka sendiri. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kesimpulan

Internal motivation adalah dorongan yang berasal dari dalam diri individu yang mendorong mereka untuk melakukan suatu tindakan karena adanya minat, kepuasan, atau nilai pribadi. Berbeda dengan motivasi yang dipicu oleh faktor eksternal, internal motivation berkaitan dengan rasa otonomi, kompetensi, dan ketertarikan batin terhadap aktivitas tertentu. Internal motivation memengaruhi perilaku individu secara signifikan, membantu mereka bertahan menghadapi tantangan, menikmati proses pembelajaran, serta mencapai tujuan jangka panjang dengan lebih konsisten dan bermakna. Contoh-contoh internal motivation dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bagaimana dorongan internal ini dapat mendorong aktivitas yang produktif dan memuaskan secara pribadi. Internal motivation juga berperan penting dalam perkembangan pribadi, pencapaian tujuan, dan kesejahteraan psikologis. Secara keseluruhan, memahami dan mengembangkan internal motivation dapat membantu individu dalam meraih potensi terbaik mereka di berbagai aspek kehidupan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Internal motivation adalah dorongan yang berasal dari dalam diri individu untuk melakukan suatu aktivitas karena minat, kepuasan, dan nilai pribadi, bukan karena tekanan atau imbalan dari luar.

Internal motivation berasal dari dorongan batin seperti minat dan kepuasan pribadi, sedangkan motivasi eksternal dipicu oleh faktor luar seperti hadiah, nilai, pujian, atau hukuman.

Internal motivation penting karena membantu individu lebih konsisten, tekun, dan bertahan menghadapi tantangan, serta memberikan kepuasan batin yang mendukung kesejahteraan psikologis dan pencapaian tujuan jangka panjang.

Contoh internal motivation antara lain belajar karena ingin memahami ilmu, berolahraga untuk kesehatan dan kepuasan diri, menulis karena ingin mengekspresikan ide, serta mengembangkan hobi karena rasa senang terhadap aktivitas tersebut.

Internal motivation dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan psikologis seperti otonomi, kompetensi, minat pribadi, pengalaman keberhasilan, serta lingkungan yang mendukung kebebasan dan perkembangan diri.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya Motivasi Ekstrinsik: Definisi dan Pengaruhnya Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Faktor Internal: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Faktor Internal: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Konsep Motivasi Belajar Mahasiswa Konsep Motivasi Belajar Mahasiswa Motivasi Intrinsik: Konsep dan Contoh Motivasi Intrinsik: Konsep dan Contoh Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Reliability Internal: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Validitas Eksternal dan Internal: Perbedaan dan Contoh Validitas Eksternal dan Internal: Perbedaan dan Contoh Konstruktivisme dalam Penelitian Kualitatif Konstruktivisme dalam Penelitian Kualitatif Penelitian Hermeneutik: Prinsip dan Tahapan Penelitian Hermeneutik: Prinsip dan Tahapan Perspektif Hermeneutik dalam Penelitian Sosial Perspektif Hermeneutik dalam Penelitian Sosial Kepatuhan Perilaku Kesehatan: Konsep dan Motivasi Kepatuhan Perilaku Kesehatan: Konsep dan Motivasi Kecerdasan Emosional: Komponen dan Pengaruhnya dalam Belajar Kecerdasan Emosional: Komponen dan Pengaruhnya dalam Belajar Paradigma Interpretatif: Pengertian, Karakteristik, dan Aplikasi Paradigma Interpretatif: Pengertian, Karakteristik, dan Aplikasi Representasi Sosial: Konsep dan Pembentukan Makna Representasi Sosial: Konsep dan Pembentukan Makna Pendekatan Kualitatif Fenomenologis: Prinsip dan Aplikasi Pendekatan Kualitatif Fenomenologis: Prinsip dan Aplikasi Fenomenologi Eksistensial: Definisi dan Contoh Fenomenologi Eksistensial: Definisi dan Contoh Audit Internal Rekam Medis Audit Internal Rekam Medis Interpretasi: Pengertian, Tahap, dan Contoh dalam Penelitian beserta Sumber [PDF] Interpretasi: Pengertian, Tahap, dan Contoh dalam Penelitian beserta Sumber [PDF] Teori Hermeneutika Gadamer: Konsep dan Relevansi Teori Hermeneutika Gadamer: Konsep dan Relevansi Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…