Terakhir diperbarui: 14 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 14 January). Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/motivasi-kerja-konsep-teori-motivasi-dan-penerapan-manajerial  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial - SumberAjar.com

Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial

Pendahuluan

Motivasi kerja merupakan elemen fundamental dalam dinamika sumber daya manusia di lingkungan organisasi maupun perusahaan. Dalam konteks persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif dan kompleks, organisasi dituntut untuk mampu memahami faktor-faktor yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku kerja produktif dari karyawannya. Motivasi tidak hanya menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga untuk mempertahankan kepuasan, loyalitas, dan komitmen karyawan terhadap tujuan organisasi. Ketidakhadiran motivasi yang efektif sering kali berkorelasi dengan rendahnya produktivitas, tingginya tingkat absensi, dan turunnya kualitas output kerja. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terkait konsep motivasi kerja, berbagai teori motivasi, serta penerapan manajerialnya menjadi krusial bagi manajer dan praktisi SDM dalam menciptakan lingkungan kerja yang optimal dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.


Definisi Motivasi Kerja

Definisi Motivasi Kerja Secara Umum

Motivasi kerja secara umum dipahami sebagai dorongan yang menggerakkan individu untuk melakukan tindakan dalam konteks pekerjaan demi mencapai tujuan tertentu. Motivasi mencakup aspek internal maupun eksternal yang menjadi rangsangan seseorang untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, berkomitmen tinggi, dan berkelanjutan dalam mencapai target kerja yang ditetapkan organisasi. Motivasi yang kuat dapat berdampak positif terhadap perilaku kerja, produktivitas, serta hasil kerja secara keseluruhan karena karyawan termotivasi cenderung lebih fokus, bersemangat, dan proaktif dalam melaksanakan tugasnya. Studi-studi dalam bidang manajemen dan psikologi organisasi menegaskan bahwa motivasi merupakan energi pendorong yang berperan penting dalam performa kerja individu maupun kelompok di lingkungan organisasi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net])

Definisi Motivasi Kerja dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), motivasi didefinisikan sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu serta usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang diinginkannya atau mendapatkan kepuasan atas perbuatannya. Definisi KBBI ini menyoroti esensi motivasi sebagai dorongan psikologis yang menjadi pemicu tindakan berkelanjutan dalam berbagai konteks, termasuk dalam lingkungan kerja. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Motivasi Kerja Menurut Para Ahli

Para ahli memberikan definisi motivasi kerja dengan pendekatan teoretis yang mendalam:

  1. Abraham Maslow menyatakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang bersifat konstan, kompleks, dan merupakan karakteristik universal yang mendorong individu dalam memenuhi kebutuhannya secara hierarkis. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  2. Fredrick J. McDonald mengemukakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan perasaan dan reaksi untuk mencapai suatu tujuan. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  3. A.W. Bernard berpendapat motivasi adalah fenomena yang melibatkan perangsangan tindakan ke arah tujuan tertentu sehingga seseorang terdorong secara efektif dalam pekerjaannya. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  4. T. Hani Handoko menjelaskan motivasi sebagai keadaan pribadi yang mendorong keinginan individu untuk melakukan aktivitas guna mencapai tujuan. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])


Jenis-Jenis Motivasi Kerja

Motivasi kerja dapat dibedakan menurut berbagai perspektif, mencakup asal sumber motivasi dan cara kerja dorongan tersebut memengaruhi perilaku individu.

  1. Motivasi Intrinsik

    Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri individu, yakni dorongan yang muncul karena kepuasan pribadi, rasa pencapaian, serta minat terhadap tugas itu sendiri. Karyawan yang termotivasi secara intrinsik cenderung bekerja dengan penuh semangat karena merasa pekerjaan tersebut bermakna dan sesuai dengan tujuan pribadi mereka. Motivasi jenis ini sering dikaitkan dengan rasa tanggung jawab, kebanggaan terhadap hasil kerja, dan pencapaian diri yang memuaskan tanpa perlu imbalan eksternal. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

  2. Motivasi Ekstrinsik

    Motivasi ekstrinsik berasal dari faktor luar diri individu, seperti penghargaan finansial, bonus, promosi jabatan, pengakuan dari atasan atau rekan kerja. Faktor-faktor ini memberikan insentif yang memicu perilaku kerja produktif karena individu ingin memperoleh reward tertentu. Motivasi ekstrinsik sering digunakan sebagai strategi manajemen untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas karyawan secara sistematis. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

  3. Motivasi Menurut Kebutuhan

    Dalam perspektif kebutuhan, motivasi kerja dibagi berdasarkan tingkat kebutuhan yang harus dipenuhi individu. Misalnya, kebutuhan fisiologis, rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan aktualisasi diri yang menjadi pendorong motivasi kerja setiap individu berdasarkan prioritas kebutuhan personalnya. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Teori-Teori Motivasi Kerja

Beberapa teori motivasi kerja yang digunakan dalam literatur manajemen membantu memahami bagaimana motivasi terbentuk dan bagaimana ia dapat dikelola:

  1. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

    Teori ini menyatakan bahwa motivasi manusia dipengaruhi oleh hierarki kebutuhan mulai dari kebutuhan dasar (fisiologis) hingga kebutuhan aktualisasi diri. Individu termotivasi untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi hanya setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Teori ini membantu manajer mengidentifikasi tahap kebutuhan yang perlu dipenuhi untuk memotivasi karyawan secara efektif. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  2. Teori Dua Faktor Herzberg

    Herzberg mengemukakan bahwa terdapat dua kelompok faktor yang memengaruhi motivasi kerja: faktor higiene (ekstrinsik) yang mencegah ketidakpuasan, dan faktor motivator (intrinsik) yang meningkatkan kepuasan kerja. Faktor motivator seperti pencapaian, tanggung jawab, dan pengakuan dianggap kunci dalam mendorong motivasi kerja jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])

  3. Teori Harapan Vroom

    Vroom menekankan hubungan antara usaha, kinerja, dan hasil yang diharapkan: motivasi kerja dipengaruhi oleh keyakinan individu bahwa usaha yang diberikan akan menghasilkan kinerja yang diakui dan hasil yang berharga. Ini berarti manajemen perlu memastikan adanya hubungan yang jelas antara upaya karyawan dan reward yang dipersepsikan bagi mereka. ([Lihat sumber Disini - ejournal.insuriponorogo.ac.id])

  4. Teori Motivasi Prestasi McClelland

    Teori ini menyoroti tiga kebutuhan utama yang memengaruhi motivasi: kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kebutuhan akan afiliasi. Individu termotivasi secara berbeda berdasarkan dominasi kebutuhan tersebut dalam dirinya, sehingga strategi motivasi yang efektif dapat disesuaikan dengan profil kebutuhan karyawan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id])


Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja

Motivasi kerja dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal (personal) dan eksternal (organisasi):

  • Faktor Internal: meliputi kebutuhan psikologis, keinginan untuk pencapaian, pengalaman kerja sebelumnya, kompetensi individu, dan aspirasi karier yang dimiliki.

  • Faktor Eksternal: mencakup lingkungan kerja yang kondusif, struktur gaji yang kompetitif, hubungan interpersonal yang sehat, kebijakan perusahaan, serta penghargaan dan pengakuan yang diberikan terhadap karyawan. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik dan psikologis yang baik serta pengalaman kerja yang positif dapat meningkatkan motivasi karyawan secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])


Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan

Beragam studi empiris menunjukkan hubungan positif antara motivasi kerja dan kinerja karyawan. Motivasi kerja yang tinggi terlihat berkorelasi dengan peningkatan kinerja pegawai karena motivasi mempengaruhi semangat kerja, produktivitas, serta upaya individu dalam mencapai target kerja. Penelitian di berbagai konteks organisasi menunjukkan bahwa motivasi kerja berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas kerja, efisiensi proses, serta kualitas hasil kerja dari karyawan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net])


Penerapan Motivasi Kerja dalam Manajemen

Implementasi motivasi kerja secara efektif dalam manajemen mencakup beberapa pendekatan:

  1. Program Pengembangan Karyawan: Pelatihan, coaching, dan mentoring dapat meningkatkan kompetensi serta motivasi intrinsik karyawan.

  2. Sistem Reward dan Pengakuan: Insentif finansial dan non-finansial seperti bonus, penghargaan, dan apresiasi publik terhadap pencapaian kerja dapat memperkuat motivasi ekstrinsik.

  3. Keterlibatan Karyawan dalam Pengambilan Keputusan: Memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada karyawan atas pekerjaannya dapat meningkatkan rasa memiliki dan keterlibatan kerja yang secara psikologis berdampak pada motivasi kerja.

  4. Lingkungan Kerja Positif: Menciptakan kultur kerja yang mendukung kolaborasi dan komunikasi efektif dapat memperkuat semangat kerja dan motivasi kolektif. Strategi organisasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan karyawan untuk menciptakan motivasi kerja yang berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])


Kesimpulan

Motivasi kerja merupakan pendorong utama dalam perilaku kerja individu yang berdampak signifikan terhadap produktivitas, kinerja, dan pencapaian tujuan organisasi. Motivasi tidak hanya merupakan dorongan internal tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dari lingkungan kerja. Pemahaman terhadap konsep motivasi kerja, teori-teori utama seperti hierarki kebutuhan Maslow, teori dua faktor Herzberg, dan teori harapan Vroom, serta faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi sangat penting dalam manajemen sumber daya manusia. Penerapan strategi motivasi kerja yang tepat melalui penghargaan, pengembangan kompetensi, dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dapat meningkatkan kinerja karyawan secara efektif, produktif, dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Motivasi kerja adalah dorongan internal dan eksternal yang memengaruhi seseorang untuk bertindak, berperilaku, dan bekerja secara optimal dalam mencapai tujuan organisasi maupun tujuan pribadi di lingkungan kerja.

Motivasi kerja penting karena dapat meningkatkan semangat kerja, produktivitas, kedisiplinan, dan komitmen karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi kerja tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik dan konsisten.

Jenis motivasi kerja meliputi motivasi intrinsik yang berasal dari kepuasan dan dorongan diri sendiri, serta motivasi ekstrinsik yang berasal dari faktor luar seperti gaji, bonus, penghargaan, dan promosi jabatan.

Beberapa teori motivasi kerja yang paling dikenal antara lain teori hierarki kebutuhan Maslow, teori dua faktor Herzberg, teori harapan Vroom, dan teori kebutuhan berprestasi McClelland.

Motivasi kerja memiliki hubungan yang erat dengan kinerja karyawan. Motivasi yang tinggi mendorong karyawan untuk bekerja lebih giat, fokus, dan bertanggung jawab sehingga berdampak positif terhadap pencapaian kinerja.

Penerapan motivasi kerja dalam manajemen dapat dilakukan melalui pemberian penghargaan, pengembangan karier, pelatihan, lingkungan kerja yang kondusif, serta keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan organisasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Landasan Teoretis dalam Pembangunan Ilmu Landasan Teoretis dalam Pembangunan Ilmu Hubungan antara Teori dan Praktik dalam Ilmu Hubungan antara Teori dan Praktik dalam Ilmu Hierarki Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmiah Hierarki Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmiah Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Landasan Teori: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menyusunnya Landasan Teori: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menyusunnya Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Teori: Definisi, Karakteristik, dan Peranannya dalam Penelitian Teori: Definisi, Karakteristik, dan Peranannya dalam Penelitian Evolusi Teori Ilmiah: Tahapan dan Contoh Evolusi Teori Ilmiah: Tahapan dan Contoh Teori dan Fakta: Hubungan dalam Proses Ilmiah Teori dan Fakta: Hubungan dalam Proses Ilmiah Orientasi Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Orientasi Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Hubungan Teori dan Fakta dalam Proses Ilmiah Hubungan Teori dan Fakta dalam Proses Ilmiah Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh X-Theory: Konsep, Asal-usul, dan Relevansi dalam Kajian Ilmiah X-Theory: Konsep, Asal-usul, dan Relevansi dalam Kajian Ilmiah Teori Sosial: Definisi, Fungsi, dan Contoh Teori Sosial: Definisi, Fungsi, dan Contoh Konstruksi Teori: Pengertian, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Konstruksi Teori: Pengertian, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Tinjauan Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Tinjauan Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Verifikasi dan Falsifikasi dalam Penelitian Ilmiah Verifikasi dan Falsifikasi dalam Penelitian Ilmiah Dimensi Teori: Pengertian, Jenis, dan Contoh Dimensi Teori: Pengertian, Jenis, dan Contoh Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Falsifikasi Karl Popper: Prinsip dan Penerapan Falsifikasi Karl Popper: Prinsip dan Penerapan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…