
Indeksasi Scopus dan Sinta: Pengertian dan Tips
Pendahuluan
Dalam dunia akademik dan penelitian di Indonesia, publikasi pada jurnal ilmiah menjadi salah satu tolok ukur penting bagi kualitas penelitian dan reputasi peneliti atau institusi. Namun demikian, tidak semua jurnal memiliki tingkat kredibilitas dan pengakuan yang sama, aspek indeksasi jurnal memainkan peranan krusial dalam hal ini. Dua sistem indeksasi yang paling dikenal di Indonesia adalah Elsevier melalui Scopus, sebagai pangkalan data internasional, dan SINTA (Science and Technology Index), sebagai sistem indeks nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Artikel ini bertujuan menjelaskan pengertian keduanya, perbedaan, serta memberikan tips bagi peneliti yang ingin publikasi supaya karya mereka lebih optimal dalam hal visibilitas dan pengakuan akademik.
Definisi Indeksasi
Definisi Indeksasi Secara Umum
Indeksasi jurnal/publikasi ilmiah pada dasarnya merupakan proses pendaftaran dan pengindeksan jurnal ke dalam basis data atau sistem katalog ilmiah yang diakui, sehingga artikel-artikel dalam jurnal tersebut dapat diakses, dirujuk, dan diukur dampaknya (sitasi, visibilitas, reputasi). [Lihat sumber Disini - jfpublisher.com]
Dengan kata lain, melalui indeksasi, jurnal memperoleh semacam “label kredibilitas”, memudahkan peneliti, akademisi, dan pembaca untuk menilai apakah jurnal atau artikel di dalamnya memenuhi standar akademik, peer-review, sitasi, dan aspek kualitas lainnya. [Lihat sumber Disini - jfpublisher.com]
Definisi Indeksasi dalam KBBI
Menurut pengertian umum dari istilah “indeks” atau “indeksasi”, dalam konteks literatur atau pustaka, indeksasi berarti penyusunan, pengindeksan, atau pendataan karya tulis agar mudah dicari dan dirujuk oleh publik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “indeks” dapat diartikan sebagai daftar pustaka, petunjuk, atau acuan, sehingga “indeksasi jurnal” berarti memasukkan jurnal ke dalam daftar/daftar acuan resmi agar bisa diakses dan dirujuk orang lain. (Catatan: definisi KBBI terkait “indeksasi” dalam konteks jurnal secara spesifik jarang muncul, sehingga definisi umum indeks + makna pustaka dijadikan acuan).
Definisi Indeksasi Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi menurut literatur/ahli akademik tentang indeksasi atau basis data ilmiah (termasuk Scopus & SINTA):
- Sebagaimana dijelaskan dalam literatur “National and International Journals’ Indexation”, indeksasi adalah proses meregistrasi jurnal pada sebuah organisasi indeks dengan reputasi tertentu sehingga publik akan diinformasikan status index-nya, hal ini penting untuk meningkatkan sitasi dan reputasi global jurnal. [Lihat sumber Disini - jfpublisher.com]
- Menurut penjelasan mengenai pangkalan data internasional, jurnal-jurnal dalam Scopus dipilih melalui proses seleksi ketat yang menjamin peer-review, kualitas sitasi, dan standar penerbitan internasional. [Lihat sumber Disini - ubharajaya.ac.id]
- Untuk konteks nasional di Indonesia, SINTA dikelola untuk memetakan kinerja penelitian, publikasi, sitasi, dan akreditasi jurnal nasional, sehingga indeksasi lewat SINTA menjadi tolok ukur kualitas jurnal dalam skala nasional. [Lihat sumber Disini - iaesjournal.com]
- Dalam studi perbandingan persepsi akademisi Indonesia, jurnal-jurnal yang terindeks di Scopus diakui secara global dan diklasifikasikan dalam quartile (Q1–Q4), menandakan tingkat kualitas dan dampak sitasi, sementara jurnal nasional (terindeks SINTA) lebih berfokus pada konteks lokal dan nasional. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dengan demikian, indeksasi bukan sekadar “terdaftar”, tapi juga indikator kualitas, kredibilitas, dan potensi dampak ilmiah bagi jurnal dan penulisnya.
Scopus
Scopus adalah salah satu pangkalan data abstrak dan sitasi ilmiah internasional terkemuka, dioperasikan oleh Elsevier. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Jurnal-jurnal yang ingin terindeks di Scopus harus melalui proses seleksi ketat, termasuk peer-review, konsistensi penerbitan, kualitas editorial, serta standar internasional lainnya. [Lihat sumber Disini - ubharajaya.ac.id]
Cakupan dan Karakteristik
- Scopus mencakup jurnal internasional dari berbagai disiplin ilmu: sains, teknologi, humaniora, sosial, kesehatan, dan lainnya. [Lihat sumber Disini - blog.institutemandalika.com]
- Banyak jurnal di Scopus bereputasi global, sering diterbitkan dalam bahasa Inggris, menjadikan karya ilmiah dapat diakses oleh komunitas internasional luas. [Lihat sumber Disini - risetmaster.id]
- Scopus menggunakan metrik bibliometrik seperti sitasi, h-Index, dan parameter lain untuk menilai kualitas jurnal secara kuantitatif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
- Jurnal-jurnal terindeks Scopus sering dijadikan acuan utama dalam publikasi internasional, kolaborasi global, serta pengakuan akademik di tingkat internasional. [Lihat sumber Disini - ubharajaya.ac.id]
Keunggulan
- Meningkatkan visibilitas global: artikel dapat diakses dan dirujuk oleh peneliti internasional, memperbesar peluang sitasi dan kolaborasi internasional.
- Standar kualitas tinggi: peer-review, penerbitan teratur, bahasa dan format internasional → menjamin kredibilitas dan daya saing.
- Dukungan karir akademik global: bagi peneliti yang ingin diperhitungkan di kancah internasional, publikasi di jurnal Scopus menjadi nilai tambah penting.
SINTA
SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeksasi nasional di Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. [Lihat sumber Disini - sinta.kemdiktisaintek.go.id]
SINTA mencatat, mengakreditasi, dan mengevaluasi jurnal-jurnal nasional, termasuk mengukur sitasi, kinerja peneliti/institusi, serta akreditasi melalui sistem nasional seperti ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). [Lihat sumber Disini - lppm.trisakti.ac.id]
Cakupan dan Karakteristik
- Fokus pada jurnal nasional, mayoritas jurnal berbahasa Indonesia atau disesuaikan dengan konteks lokal. [Lihat sumber Disini - risetmaster.id]
- Menyediakan metrik publikasi dan sitasi untuk jurnal, peneliti, dan institusi di dalam negeri, sebagai dasar evaluasi kinerja akademik lokal. [Lihat sumber Disini - iaesjournal.com]
- Memudahkan akses bagi peneliti Indonesia untuk mencari referensi nasional yang terakreditasi tanpa harus melalui database internasional. [Lihat sumber Disini - ubharajaya.ac.id]
Keunggulan
- Relevansi lokal: publikasi dalam bahasa Indonesia dan topik sesuai isu nasional → berguna bagi peneliti yang fokus pada konteks Indonesia.
- Proses akreditasi nasional: jurnal terdaftar di SINTA telah melalui seleksi dan akreditasi sesuai standar nasional, menjamin kualitas minimal sebagai rujukan.
- Akses dan transparansi: SINTA mudah diakses oleh siapa saja yang mencari jurnal nasional, mendukung penyebaran pengetahuan dan kolaborasi antar institusi Indonesia.
Perbandingan Scopus dan SINTA
|
Aspek |
SINTA |
Scopus |
|---|---|---|
|
Pengelola / Skala |
Nasional, dikelola Kemdikbud-Ristek |
Internasional, dikelola Elsevier [Lihat sumber Disini - idscipub.com] |
|
Cakupan Jurnal |
Jurnal nasional terakreditasi (bahasa & topik lokal) [Lihat sumber Disini - uptjurnal.umsu.ac.id] |
Jurnal internasional multidisiplin dari berbagai negara [Lihat sumber Disini - ubharajaya.ac.id] |
|
Bahasa Umum Publikasi |
Sering bahasa Indonesia atau bilingual [Lihat sumber Disini - risetmaster.id] |
Umumnya bahasa Inggris (standar internasional) [Lihat sumber Disini - ubharajaya.ac.id] |
|
Tujuan & Pengakuan |
Pengakuan nasional, akreditasi, sitasi lokal/institusi |
Pengakuan internasional, visibilitas global, sitasi global [Lihat sumber Disini - hukumonline.com] |
|
Metrik dan Standar |
Akreditasi ARJUNA, sitasi nasional/institusi [Lihat sumber Disini - lppm.trisakti.ac.id] |
Peer-review ketat, bibliometri internasional (h-Index, SJR, dll.) [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org] |
Dari tabel di atas jelas bahwa keduanya memiliki fungsi dan kelebihan masing-masing. Pilihan antara SINTA atau Scopus, atau bahkan keduanya, tergantung pada tujuan publikasi dan target audiens penelitian.
Mengapa Indeksasi Itu Penting
- Kredibilitas & Validitas Akademik: Jurnal terindeks menunjukkan bahwa artikel telah melalui proses penyaringan (peer-review, editorial, penerbitan teratur), meningkatkan kepercayaan pembaca dan peneliti lain.
- Visibilitas & Sitasi: Indeksasi memudahkan artikel ditemukan, diakses, dan disitasi, memperbesar dampak penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional.
- Reputasi Peneliti & Institusi: Publikasi di jurnal terindeks sering dijadikan tolok ukur dalam promosi akademik, pengajuan dana riset, kolaborasi, serta reputasi institusi.
- Standarisasi & Akreditasi: Khusus di Indonesia, melalui SINTA dan ARJUNA, jurnal memiliki standar minimal agar layak sebagai referensi resmi, terutama untuk pendidikan dan penelitian lokal.
Tips Agar Artikel/Paper Kamu Bisa Terindeks di SINTA atau Scopus
Berikut strategi yang bisa kamu pertimbangkan agar karya ilmiahmu lebih mudah diterima dalam jurnal terindeks:
- Pahami Kriteria Jurnal, sebelum submit, pastikan jurnal memiliki reputasi: peer-review, editorial board, penerbitan berkala, akreditasi (jika nasional) atau reputasi internasional (jika global).
- Sesuaikan Bahasa & Format, untuk Scopus: gunakan bahasa Inggris, format internasional; untuk SINTA: sesuaikan dengan pedoman penerbit dan kebijakan jurnal nasional.
- Tulisan Berkualitas & Relevan, hasil riset harus orisinal, metodologinya kuat, relevan dengan isu terkini; hal ini meningkatkan kemungkinan diterima dan disitasi.
- Rujukan & Sitasi Cermat, gunakan referensi mutakhir dan relevan; sitasi yang tepat bisa meningkatkan reputasi artikel dan peluang indexing.
- Ikuti Panduan Jurnal dengan Teliti, perhatikan panduan penulisan, gaya sitasi, template, serta ketentuan editorial agar tidak ditolak karena hal administratif.
- Kolaborasi & Jaringan Akademik, bekerja sama dengan peneliti/institusi lain bisa memperluas jangkauan penelitian, memperkuat kualitas, serta memudahkan akses ke jurnal bereputasi.
- Submit ke Jurnal Sesuai Scope & Lingkup, pilih jurnal yang cocok dengan bidang risetmu: nasional via SINTA jika topik lokal/Indonesia; internasional via Scopus jika ingin jangkauan global.
Kesimpulan
Indeksasi melalui SINTA dan Scopus memainkan peranan penting dalam menentukan kredibilitas, visibilitas, dan dampak penelitian, baik dalam konteks nasional maupun internasional. SINTA cocok untuk publikasi nasional dengan fokus lokal, akreditasi nasional, dan akses mudah dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya, Scopus menawarkan cakupan global, standar internasional, dan peluang sitasi serta kolaborasi internasional.
Bagi peneliti di Indonesia, terutama mahasiswa, dosen, atau penulis akademik, memahami perbedaan, kelebihan, dan strategi submit ke jurnal terindeks adalah langkah krusial agar karya ilmiah memperoleh pengakuan yang layak. Dengan perencanaan yang baik (topik relevan, penulisan berkualitas, sitasi tepat, dan jurnal sesuai scope), peluang diterima di jurnal SINTA maupun Scopus bisa lebih besar, sehingga mendongkrak reputasi, sitasi, dan kontribusi ilmiah secara signifikan.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memahami indeksasi jurnal dan strategi publikasi ilmiah dengan baik.