
Pendekatan Deskriptif Analitik: Pengertian dan Penerapan
Pendahuluan
Dalam dunia penelitian dan kajian ilmiah, metode dan pendekatan menjadi fondasi yang krusial untuk menghasilkan pemahaman yang valid dan terpercaya tentang fenomena yang diteliti. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah pendekatan deskriptif analitik. Pendekatan ini menggabungkan dua unsur utama: deskriptif (penggambaran) dan analitik (penguraian dan analisis). Melalui kombinasi ini, peneliti tidak hanya menggambarkan keadaan atau fenomena apa adanya, tetapi juga menganalisis data atau fakta untuk memahami makna, pola, dan implikasi yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini sangat relevan terutama pada penelitian sosial, pendidikan, kesehatan, hukum, maupun kajian kebijakan, di mana pemahaman mendalam (analitik) diperlukan di atas sekadar pemaparan (deskriptif).
Memahami secara tepat apa yang dimaksud dengan pendekatan deskriptif analitik, bagaimana definisinya dalam berbagai perspektif (umum, KBBI, menurut para ahli), serta bagaimana penerapannya secara praktis menjadi sangat penting, baik untuk peneliti pemula maupun yang sudah mahir. Artikel ini bertujuan untuk mengupas pengertian pendekatan deskriptif analitik secara komprehensif dan kemudian membahas aspek-penerapannya dalam konteks penelitian dan kajian.
Definisi Pendekatan Deskriptif Analitik
Definisi Secara Umum
Secara umum, pendekatan deskriptif analitik dapat dipahami sebagai suatu cara atau pendekatan dalam penelitian atau kajian yang pertama-tama menggambarkan (deskriptif) objek penelitian secara rinci dan apa adanya, kemudian melakukan analisis (analitik) terhadap fakta-fakta atau data yang telah dikumpulkan untuk mengurai, menafsirkan, dan memahami makna di balik fenomena tersebut.
Sebagai gambaran, salah satu sumber menyebutkan: “metode deskriftif analitik merupakan sebuah metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta, kemudian disusul dengan analisis.” [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu] Dengan demikian, pendekatan ini tidak cukup hanya memaparkan fakta, tetapi juga mengolah dan menganalisisnya agar hasil penelitian lebih bermakna dan dapat ditarik implikasi atau kesimpulan.
Lebih lanjut, dalam definisi yang hampir sama disebutkan bahwa “adapun pengertian metode deskriptif analitik adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul … hasil penelitian akan diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya.” [Lihat sumber Disini - eskripsi.usm.ac.id] Pendekatan ini dengan demikian menegaskan bahwa analisis menjadi tahap berikut setelah deskripsi.
Definisi dalam KBBI
Untuk memahami makna “deskriptif” dan “analitik”, kita lihat definisi di KBBI:
- Kata deskriptif (des·krip·tif) dalam KBBI: “bersifat deskripsi; bersifat menggambarkan apa adanya.” [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
- Kata analitik sendiri dalam kamus atau literatur metodologi penelitian sering diartikan sebagai kemampuan menganalisis, yaitu menguraikan bagian-bagian, hubungan, atau pola dalam suatu fenomena hingga ke akar atau komponennya.
Dengan menggabungkan kedua kata tersebut, maka pendekatan “deskriptif analitik” dapat diterjemahkan secara bahasa sebagai pendekatan yang bersifat menggambarkan keadaan (apa adanya) dan sekaligus menganalisisnya secara sistematis. Artinya, hasil penelitian dengan pendekatan ini bukan hanya foto keadaan saat itu, melainkan juga analisis yang menjelaskan “mengapa”, “bagaimana”, dan “apa maknanya”.
Definisi Menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi menurut para ahli dan peneliti yang bisa dijadikan rujukan:
- Menurut Ratna (2012), sebagaimana dikutip dalam suatu dokumen metodologi penelitian, “metode deskriftif analitik merupakan sebuah metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta, kemudian disusul dengan analisis.” [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
- Menurut dokumen metodologi yang menyebutkan definisi “metode deskriptif analitik adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul …” [Lihat sumber Disini - eskripsi.usm.ac.id]
- Menurut sumber populer yang mengurai berbagai metode penelitian, dijelaskan bahwa “metode penelitian deskriptif analitik adalah metode yang berfungsi untuk mendapatkan data-data secara mendalam. Artinya data-data mana yang mengandung makna dan secara signifikan dapat mempengaruhi substansi penelitian.” [Lihat sumber Disini - serupa.id]
- Sementara dalam konteks penelitian kualitatif, suatu tesis menyebut bahwa penggunaan pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif menekankan bahwa “penelitian kualitatif … bersifat deskriptif … data yang terkumpul berupa kata-kata dan gambar, bukan berupa angka-angka …” [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]
Berdasarkan keempat sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa para ahli sepakat bahwa pendekatan deskriptif analitik menggabungkan dua unsur, penggambaran objek (deskriptif) dan analisis terhadap objek tersebut (analitik) untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam.
Penerapan Pendekatan Deskriptif Analitik
Konteks Penelitian
Pendekatan deskriptif analitik banyak diterapkan dalam penelitian yang:
- Ingin menggambarkan gambaran umum suatu fenomena atau kondisi tertentu (misalnya kondisi sosial, pendidikan, kesehatan, keuangan, kebijakan) dan kemudian melakukan analisis terhadap variabel-fakta yang ditemukan.
- Tidak hanya sekadar mendeskripsikan, tetapi ingin tahu pola, kaitan, makna atau implikasi dari fakta-fakta yang tersedia.
- Baik dalam penelitian kualitatif maupun kuantitatif, meskipun lebih banyak muncul dalam penelitian kualitatif atau campuran (mixed method) yang membutuhkan analisis mendalam.
Sebagai contoh penerapan: dalam suatu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik di sekolah, peneliti menggambarkan profil kompetensi guru secara rinci, kemudian melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi tersebut. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu] Atau dalam penelitian hukum, disebut bahwa “Penelitian bersifat deskriptif analitis yaitu … menujukan untuk menggambarkan secara cermat karakteristik dari fakta-fakta … dan untuk menentukan frekuensi sesuatu terjadi.” [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]
Langkah-Langkah Umum
Berikut garis besar langkah penerapan pendekatan deskriptif analitik:
- Identifikasi dan pemilihan objek penelitian: Memilih fenomena, kelompok, kondisi atau sistem yang akan digambarkan dan dianalisis.
- Pengumpulan data/fakta: Data dapat berupa kuantitatif (angka) atau kualitatif (kata, observasi, wawancara), sesuai kebutuhan penelitian.
- Deskripsi objek: Mendeskripsikan secara sistematis objek penelitian sebagaimana adanya, misalnya karakteristik, kondisi, frekuensi, pola umum.
- Analisis data: Mengurai data yang telah dikumpulkan untuk memahami hubungan, makna, pola, variabel-faktor yang terkait, atau implikasi dari fakta.
- Penarikan kesimpulan dan rekomendasi: Berdasarkan deskripsi dan analisis, peneliti menyimpulkan keadaan dan implikasi praktisnya; pendekatan ini memungkinkan rekomendasi yang lebih kontekstual.
Kelebihan dan Keterbatasan
Kelebihan:
- Memberikan gambaran yang kaya dan mendalam terhadap fenomena yang diteliti, bukan hanya gambaran superfisial.
- Memungkinkan pemahaman yang lebih holistik karena analisis menjadi bagian integral guna menemukan “mengapa” dan “bagaimana” dari fenomena.
- Cocok untuk penelitian eksploratif atau ketika bidang kajian relatif baru dan membutuhkan pemetaan kondisi sebelum penelitian lanjut.
Keterbatasan:
- Karena fokus pada gambaran dan analisis mendalam, terkadang generalisasi ke populasi yang lebih besar menjadi sulit atau terbatas.
- Hasilnya bisa sangat kontekstual atau spesifik sehingga kurang cocok untuk menyimpulkan hukum umum atau prediksi luas.
- Memerlukan waktu, sumber daya, dan keahlian analisis yang memadai agar hasilnya valid dan tidak bias.
Contoh Penerapan Nyata
- Penelitian di bidang pendidikan mengungkapkan bahwa penelitian deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan kemampuan HOTS (Higher Order Thinking Skills) siswa melalui nilai pre-test dan post-test tanpa mencoba menghubungkan variabel lain. [Lihat sumber Disini - journal.stkipsubang.ac.id]
- Dalam penelitian statistik, artikel “Penerapan Statistik Deskriptif: Perspektif Kuantitatif dan Kualitatif” menjelaskan bagaimana langkah deskriptif membantu menganalisis karakteristik utama data sebelum menggunakan analisis lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - ojs.mahadewa.ac.id]
- Di bidang hukum, penelitian deskriptif analitik dilakukan untuk menggambarkan karakteristik fakta dan kemudian dilakukan analisis untuk menjawab pertanyaan penelitian terkait norma atau praktik. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]
Tips Praktis untuk Peneliti
- Pastikan rumusan masalah dan tujuan penelitian jelas, apakah cukup hanya mendeskripsikan atau perlu analisis mendalam.
- Pilih data yang relevan dan cukup representatif agar deskripsi dan analisis menghasilkan insight yang bermakna.
- Saat menganalisis, gunakan kerangka teoritis atau konsep yang kuat agar analisis tidak hanya deskriptif tetapi juga bermakna.
- Sajikan deskripsi dan analisis secara berurutan dan logis dalam laporan penelitian untuk memudahkan pembaca mengikuti alur.
- Sadarilah batasan penelitian, jika generalisasi dibatasi, maka jangan memaksakan kesimpulan yang terlalu luas.
Kesimpulan
Pendekatan deskriptif analitik merupakan metode yang efektif dalam penelitian yang membutuhkan gambaran lengkap sekaligus analisis mendalam terhadap fenomena tertentu. Pendekatan ini melibatkan dua tahap utama: pemaparan objektif (deskripsi) dan penguraian makna dengan analisis (analitik). Definisi dari berbagai sumber menguatkan bahwa kombinasi antara penggambaran dan analisis ini memungkinkan peneliti tidak hanya “melihat” kondisi, tetapi juga “memahami” pola dan faktor di baliknya.
Dalam penerapannya, pendekatan ini sangat relevan untuk penelitian sosial-kemasyarakatan, pendidikan, kesehatan, maupun kebijakan terutama ketika topik yang diangkat masih membutuhkan pemetaan kondisi awal dan analisis faktor-penyebab sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut. Meskipun memiliki kelebihan dalam kedalaman dan konteks, peneliti harus tetap menyadari keterbatasannya terutama dalam aspek generalisasi.
Bagi peneliti yang akan menggunakan pendekatan ini, disarankan untuk memperhatikan kualitas data, kejelasan tujuan penelitian, dan kerangka analisis yang tepat agar hasil penelitian benar-benar bermanfaat dan dapat dijadikan dasar untuk rekomendasi atau pengembangan lebih lanjut.