Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Penerapan Metode Kangaroo Mother Care. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penerapan-metode-kangaroo-mother-care  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penerapan Metode Kangaroo Mother Care - SumberAjar.com

Penerapan Metode Kangaroo Mother Care (KMC)

Pendahuluan

Masalah bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) dan bayi prematur menjadi tantangan signifikan dalam kesehatan neonatal, khususnya di negara berkembang. Kondisi BBLR membuat bayi rentan terhadap hipotermi, infeksi, gangguan tumbuh kembang, hingga kematian neonatal. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang efektif, terjangkau, dan mudah diimplementasikan untuk mendukung kesehatan dan keberlangsungan hidup bayi BBLR/prematur. Salah satu intervensi yang terbukti efektif adalah Kangaroo Mother Care (KMC), metode perawatan yang menekankan kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi serta pemberian ASI eksklusif.

Artikel ini akan membahas definisi KMC, landasannya, syarat dan indikasi, faktor yang mempengaruhi keberhasilan, peran ibu dan keluarga, hambatan dalam pelaksanaan, dukungan tenaga kesehatan, serta dampak KMC terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuannya adalah memberikan gambaran komprehensif bagi tenaga kesehatan, ibu dan keluarga, maupun masyarakat umum tentang pentingnya penerapan KMC.


Definisi Kangaroo Mother Care (KMC)

Definisi KMC Secara Umum

KMC adalah metode perawatan bagi bayi dengan berat lahir rendah atau bayi prematur yang menekankan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) antara bayi dan ibu (atau pengasuh), serta menyusui secara langsung secara sering, menggantikan inkubator bila perlu. KMC dirancang untuk menstabilkan suhu tubuh bayi, mendukung nutrisi melalui ASI, serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Definisi KMC Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut definisi formal di KBBI, istilah “kanguru” dalam konteks perawatan bayi belum secara spesifik dijelaskan sebagai “Kangaroo Mother Care”. Namun, pengertian umum dari “perawatan intensif pada bayi BBLR/prematur” di ruang perawatan khusus bisa diasosiasikan dengan metode perawatan khusus, dalam praktik klinis lokal sering menggunakan istilah “metode kanguru” atau “perawatan metode kanguru (PMK)”. Beberapa pedoman kesehatan nasional di Indonesia menggunakan istilah “Perawatan Metode Kanguru (PMK)” untuk merujuk pada KMC. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Definisi KMC Menurut Para Ahli

  • Menurut studi oleh Fauziyah, Pratomo & Samaria (2021), KMC adalah perawatan bagi bayi berat lahir rendah dengan kontak langsung kulit ibu-bayi, memanfaatkan suhu tubuh ibu untuk menghangatkan bayi, serta sebagai alternatif inkubator. [Lihat sumber Disini - perinasiajournal.id]

  • Berdasarkan penelitian oleh Rahmayanti (2021) di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Jakarta, KMC didefinisikan sebagai metode perawatan untuk bayi LBW (< 2500 gram) dengan skin-to-skin contact antara ibu dan bayi. [Lihat sumber Disini - perinasiajournal.id]

  • Dalam penelitian oleh Novita dkk. (2024), KMC dinyatakan efektif sebagai alternatif perawatan konvensional, karena memberikan kehangatan, nutrisi, perlindungan dari infeksi, stimulasi, rasa aman, dan afeksi kepada bayi BBLR/prematur. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]

  • Penelitian literatur oleh Mudhaifi (2023) menyebut bahwa KMC tidak hanya mendukung stabilitas fisiologis bayi tetapi juga mendukung pertumbuhan berat badan bayi BBLR. [Lihat sumber Disini - repo.uds.ac.id]


Syarat dan Indikasi Bayi yang Mendapatkan KMC

Metode KMC terutama ditujukan bagi bayi dengan karakteristik berikut:

Indikasi lebih luas dari KMC: mencegah hipotermi pada bayi BBLR, mendukung pemberian ASI eksklusif, mempercepat stabilitas fisiologis bayi, mempercepat pelepasan dari rumah sakit, dan memperkuat bonding ibu-bayi. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]


Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan KMC

Beberapa faktor yang menentukan seberapa berhasil KMC dijalankan antara lain:

  • Pengetahuan dan sikap ibu (dan keluarga) mengenai manfaat dan cara pelaksanaan KMC. Penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan pengetahuan baik lebih mungkin menjalankan KMC dengan benar. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]

  • Dukungan dari tenaga kesehatan, konseling, edukasi, serta adanya kebijakan dan prosedur standar KMC di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - perinasiajournal.id]

  • Komitmen dan dukungan keluarga/pasangan (ayah atau anggota keluarga lain), keberhasilan KMC sering dipengaruhi non-medis, misalnya kesiapan keluarga memberikan dukungan emosional dan fisik. [Lihat sumber Disini - perinasiajournal.id]

  • Durasi dan intensitas pelaksanaan KMC, beberapa penelitian menunjukkan bahwa durasi lebih lama (misalnya 2 jam per sesi) lebih efektif dalam meningkatkan berat badan bayi dibanding durasi lebih singkat. [Lihat sumber Disini - ejurnaladhkdr.com]

  • Ketersediaan fasilitas dan sumber daya, seperti lingkungan yang mendukung, privasi, pendidikan pasca-persalinan, serta akses ke layanan kesehatan untuk tindak lanjut. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]


Peran Ibu dan Keluarga dalam Pelaksanaan KMC

Ibu dan keluarga memegang peranan sentral dalam menjalankan KMC, antara lain:

  • Memberikan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) secara konsisten sesuai rekomendasi, untuk menjaga suhu tubuh bayi, kenyamanan, dan stimulasi emosional.

  • Memberikan ASI eksklusif, mendukung nutrisi optimal bayi, serta frekuensi menyusui lebih sering sesuai kebutuhan bayi.

  • Memastikan lingkungan yang mendukung, tempat yang hangat, bersih, nyaman, menyediakan privasi bila perlu, serta meminimalkan gangguan.

  • Memberi dukungan emosional dan psikologis, memberikan rasa aman, bonding, dan kepercayaan diri bagi ibu maupun bayi.

  • Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan, mengikuti edukasi, konsultasi, dan petunjuk medis tentang cara pelaksanaan, durasi, serta perawatan lanjutan setelah pulang dari rumah sakit.

Peran keluarga (ayah, saudara, anggota keluarga lain) juga penting dalam memberikan dukungan fisik, moral, dan membantu ibu agar pelaksanaan KMC bisa berjalan optimal dan konsisten.


Hambatan dalam Penerapan KMC

Meski terbukti efektif, penerapan KMC sering menghadapi sejumlah hambatan, antara lain:

  • Pengetahuan dan kesadaran ibu/keluarga yang belum memadai, kurangnya pemahaman tentang manfaat KMC bisa menyebabkan keengganan atau pelaksanaan yang tidak konsisten. [Lihat sumber Disini - ejournal.umpri.ac.id]

  • Sikap dan budaya, ada keluarga atau fasilitas yang masih menganggap inkubator sebagai perawatan “standar” atau lebih “aman”, sehingga ragu menggantinya dengan KMC. [Lihat sumber Disini - perinasiajournal.id]

  • Keterbatasan fasilitas kesehatan, kurangnya kebijakan, SOP, atau ruang perawatan yang mendukung KMC; serta angka staf kesehatan yang terbatas. [Lihat sumber Disini - scholar.ui.ac.id]

  • Kurangnya dukungan pasca-kelahiran, misalnya kurangnya waktu, tenaga, atau dukungan keluarga sehingga sulit menjalankan KMC terus-menerus.

  • Ketidakpastian atau keraguan medis, apabila bayi memiliki komplikasi, ketidakstabilan kondisi, atau perawatan intensif lain yang memerlukan inkubator, sehingga KMC sulit dijadikan pilihan.


Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Implementasi KMC

Tenaga kesehatan memegang peran penting dalam mendorong keberhasilan KMC melalui:

  • Memberikan edukasi dan konseling kepada ibu dan keluarga tentang manfaat, cara pelaksanaan, durasi, dan tindak lanjut KMC. Studi di rumah sakit menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh pengetahuan ibu setelah edukasi dari tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - perinasiajournal.id]

  • Menyusun dan menerapkan kebijakan/SOP KMC di fasilitas kesehatan, agar KMC menjadi bagian dari standar perawatan bayi BBLR. [Lihat sumber Disini - perinasiajournal.id]

  • Memberikan dukungan teknis dan logistik, membantu posisi bayi-ibu, memastikan keamanan, kebersihan, dan pendampingan bila diperlukan, serta memantau kondisi bayi selama KMC.

  • Melakukan pendampingan dan follow-up pasca-pulang, memberikan edukasi lanjutan, motivasi, dan pemeriksaan kesehatan bayi agar KMC terus diterapkan secara konsisten di rumah.


Dampak KMC terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi

Berdasarkan literatur dan penelitian di Indonesia dan internasional, penerapan KMC menunjukkan berbagai dampak positif, antara lain:


Kesimpulan

Metode Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi perawatan bayi BBLR/prematur yang sederhana, murah, dan efektif. Dengan prinsip kontak kulit-ke-kulit, pemberian ASI, dan dukungan ibu, keluarga serta tenaga kesehatan, KMC terbukti mampu meningkatkan stabilitas fisiologis bayi, mempercepat kenaikan berat badan, memperkuat bonding emosional, serta berpotensi menurunkan angka kematian neonatal. Keberhasilan KMC sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu/keluarga, dukungan dari tenaga kesehatan, durasi dan konsistensi pelaksanaan, serta kebijakan dan fasilitas mendukung. Oleh karena itu, penting bagi fasilitas kesehatan, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung implementasi KMC, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas perawatan neonatal dan mengurangi mortalitas bayi di Indonesia.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kangaroo Mother Care (KMC) adalah metode perawatan bayi BBLR atau prematur dengan melakukan kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi secara langsung, disertai pemberian ASI eksklusif untuk menjaga kehangatan, stabilitas fisiologis, dan tumbuh kembang optimal.

Tujuan utama KMC adalah menjaga suhu tubuh bayi, meningkatkan keberhasilan pemberian ASI, memperkuat ikatan ibu dan bayi, menstabilkan kondisi fisiologis bayi, serta menurunkan risiko komplikasi pada bayi BBLR atau prematur.

KMC dapat diberikan pada bayi dengan berat lahir rendah, bayi prematur, atau bayi tanpa komplikasi berat yang memerlukan perawatan inkubator khusus. Syarat utamanya adalah kondisi bayi relatif stabil dan dapat melakukan kontak kulit ke kulit dengan aman.

KMC memberikan berbagai manfaat seperti menjaga suhu tubuh, meningkatkan berat badan, menstabilkan detak jantung dan pernapasan, meningkatkan keberhasilan menyusu, memperkuat bonding ibu–bayi, serta mengurangi durasi rawat inap.

Keluarga berperan memberikan dukungan emosional, membantu ibu dalam proses KMC, menyediakan lingkungan yang nyaman, serta memastikan pelaksanaan KMC dilakukan konsisten baik di rumah sakit maupun di rumah.

Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga, keterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya dukungan tenaga medis, hambatan budaya, serta kondisi bayi yang belum stabil sehingga tidak dapat langsung dilakukan KMC.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kangaroo Mother Care: Konsep, Manfaat Neonatal, dan Penerapan Kangaroo Mother Care: Konsep, Manfaat Neonatal, dan Penerapan Mother-Infant Bonding Mother-Infant Bonding Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Perawatan Bayi Baru Lahir: Konsep, Praktik Dasar, dan Edukasi Ibu Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Pengetahuan Ibu tentang Pola Makan Balita Pengetahuan Ibu tentang Pola Makan Balita Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Metode Campuran: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Hubungan antara Eksperimen dan Metode Ilmiah Hubungan antara Eksperimen dan Metode Ilmiah Perbedaan Metode Eksperimen dan Observasi Perbedaan Metode Eksperimen dan Observasi SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif Metode Forecasting dalam Penelitian Ilmiah Metode Forecasting dalam Penelitian Ilmiah Metode Deskriptif: Pengertian, Ciri, dan Contoh Metode Deskriptif: Pengertian, Ciri, dan Contoh Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen Penerapan Python dalam Analisis Statistik Pendidikan Penerapan Python dalam Analisis Statistik Pendidikan Metode Historis: Langkah dan Contohnya Metode Historis: Langkah dan Contohnya Metode Eksperimen Sosial: Pengertian dan Contoh Metode Eksperimen Sosial: Pengertian dan Contoh Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Metode Deskriptif Kualitatif: Fungsi dan Contoh Metode Deskriptif Kualitatif: Fungsi dan Contoh Triangulasi Sumber dan Teknik: Pengertian dan Perbedaan Triangulasi Sumber dan Teknik: Pengertian dan Perbedaan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…