Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Pengetahuan Ibu tentang Teknik Pijat Bayi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengetahuan-ibu-tentang-teknik-pijat-bayi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengetahuan Ibu tentang Teknik Pijat Bayi - SumberAjar.com

Pengetahuan Ibu tentang Teknik Pijat Bayi

Pendahuluan

Pijat bayi, sering disebut “baby massage”, telah lama dikenal dalam praktik perawatan bayi sebagai bagian dari tradisi parental care. Sentuhan lembut antara orang tua dan bayi tidak hanya merupakan ekspresi kasih sayang, tetapi juga diyakini memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang fisik dan emosional bayi. Namun efektivitas pijat bayi sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemahaman ibu (atau pengasuh) terhadap teknik pijat yang benar, frekuensi, serta kondisi saat dilakukan. Oleh karena itu, memahami seberapa baik ibu menguasai teknik pijat bayi beserta faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman tersebut menjadi penting agar pijat dapat dilakukan secara aman dan optimal. Artikel ini membahas pengetahuan ibu tentang pijat bayi, manfaat pijat bagi bayi, faktor yang mempengaruhi pemahaman ibu, hingga dampaknya terhadap pola tidur, nafsu makan, dan frekuensi pijat bayi.


Definisi Pijat Bayi

Definisi secara umum

Pijat bayi adalah serangkaian gerakan pijatan lembut oleh orang tua atau pengasuh pada bayi, yang dilakukan setelah kelahiran dan biasanya berlanjut pada masa bayi (0, 12 bulan). Tujuannya bisa beragam: meningkatkan ikatan (bonding), menstimulasi sistem sirkulasi, pencernaan, relaksasi otot, dan mendukung tumbuh kembang bayi.

Definisi dalam KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pijat didefinisikan sebagai “pemijatan; penggarukan atau pemberian tekanan pada bagian tubuh secara teratur dan dengan cara tertentu untuk tujuan pengobatan atau relaksasi.” Maka “pijat bayi” dapat diartikan sebagai pemijatan bayi secara lembut dan hati-hati untuk tujuan perawatan, relaksasi, dan tumbuh kembang.

Definisi menurut para ahli

Berikut beberapa definisi dari literatur atau penelitian terkait pijat bayi:

  • Tiffany Field dkk, menyebut pijat bayi sebagai “tactile-kinesthetic stimulation” yang memfasilitasi kontak kulit ke kulit dan stimulasi sensorik untuk bayi, berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan kesehatan bayi. [Lihat sumber Disini - lifestagemassage.com]

  • Yesvi Zulfiana dkk dalam studinya “Baby Massage on Gross Motor Development in Infants” menunjukkan bahwa pijat bayi merupakan stimulasi penting untuk mendorong perkembangan motorik kasar bayi. [Lihat sumber Disini - jqph.org]

  • Yaumil Fauziah dkk (2025) menyatakan bahwa pijat bayi (termasuk varian baby-spa) dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan fisik bayi, terutama peningkatan berat badan. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]

  • Erlina dkk dalam penelitian 2024 menunjukkan bahwa pijat bayi juga mendukung kualitas tidur bayi, sebagai bagian dari perawatan non-farmakologis yang aman. [Lihat sumber Disini - jurnal.unipasby.ac.id]

Secara konsisten dari perspektif ilmiah, pijat bayi didefinisikan sebagai intervensi Non-farmakologis yang melibatkan stimulasi taktil lembut untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, relaksasi, ikatan emosional, dan kesehatan bayi secara holistik.


Manfaat Pijat Bayi bagi Pertumbuhan dan Perkembangan

Banyak penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi membawa banyak manfaat positif, baik fisik maupun emosional, untuk bayi dan orang tua. Berikut beberapa manfaat utama:

Dengan demikian, pijat bayi bukan sekadar “pelengkap perawatan, ” melainkan intervensi perawatan yang bisa memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang bayi, baik fisik maupun emosional, apabila dilakukan secara tepat.


Pengetahuan Ibu tentang Teknik Dasar Pijat

Pengetahuan ibu (atau pengasuh) tentang pijat bayi meliputi: kapan pijat dilakukan, teknik pijat yang benar, bagian tubuh yang dipijat, durasi, dan tanda-tanda kesiapan bayi. Pemahaman ini menjadi dasar agar pijat dilakukan aman dan efektif.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pijat bayi bagi ibu/pengasuh berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan:

Pengetahuan yang baik memungkinkan ibu untuk menerapkan pijat bayi secara benar: memilih waktu yang tepat, memakai teknik lembut, memperhatikan respon bayi, dan konsisten melakukan pijat secara rutin.


Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman Ibu

Beberapa faktor diketahui memengaruhi seberapa baik ibu memahami pijat bayi:

  • Usia ibu, pendidikan, dan pekerjaan, penelitian 2025 menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara usia, tingkat pendidikan, pekerjaan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  • Pengalaman sebelumnya (memijat bayi), ibu yang pernah punya pengalaman memijat bayi sebelumnya cenderung memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih baik. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  • Sosialisasi / informasi / edukasi dari tenaga kesehatan, ketersediaan edukasi, pelatihan atau demonstrasi dari bidan, kader kesehatan, atau fasilitator pijat bayi berperan penting. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]

  • Lingkungan / komunitas / budaya, di daerah dengan tradisi pijat bayi kuat, ibu mungkin lebih sering mendapat informasi informal dari keluarga atau komunitas. Namun dalam penelitian 2025 di RSUD Sabang disebut bahwa “informasi dan lingkungan” tidak selalu berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu, menunjukkan bahwa aspek formal seperti pendidikan & pengalaman lebih dominan. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi formal, dari bidan, fasilitas kesehatan, atau komunitas, penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu agar pijat bayi dilakukan dengan benar dan aman.


Keamanan dan Kontraindikasi Pijat Bayi

Meskipun pijat bayi umumnya dianggap aman, tetap penting memperhatikan aspek keamanan dan kondisi bayi sebelum melakukan pijat:

  • Menurut tinjauan literatur, sebagian besar studi tidak menemukan efek samping negatif dari pijat bayi. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Namun, efektivitas dan keamanan bisa bergantung pada teknik dan intensitas pijat, pijat lembut, dengan tekanan ringan, dilakukan dengan benar sehingga tidak menyebabkan cedera atau stres pada bayi. [Lihat sumber Disini - lifestagemassage.com]

  • Ibu/pengasuh perlu memperhatikan tanda bayi: bayi harus dalam keadaan tenang, tidak rewel atau sakit, kulit bayi dalam kondisi baik (tidak iritasi, luka, ruam), serta lingkungan pijat bersih dan nyaman. Edukasi tentang tanda kesiapan bayi sebelum pijat menjadi sangat penting. Pelatihan pijat bayi sering mencakup hal-hal ini. [Lihat sumber Disini - journal.optimalbynfc.com]

Dengan pengetahuan dan teknik yang tepat, serta perhatian terhadap kondisi bayi, pijat bayi bisa menjadi praktik aman dan bermanfaat, tetapi kalau dilakukan dengan asal, bisa menimbulkan risiko. Maka edukasi bagi ibu/pengasuh amat krusial.


Peran Edukasi dari Bidan dan Fasilitator Pijat Bayi

Edukasi dan pelatihan formal oleh tenaga kesehatan atau fasilitator pijat bayi memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu:

  • Berdasarkan penelitian di Banjar (2024), pelatihan pijat bayi bagi ibu-ibu meningkatkan secara signifikan pengetahuan mereka tentang manfaat, teknik, tanda kesiapan bayi, dan hal-hal penting sebelum pijat. [Lihat sumber Disini - journal.optimalbynfc.com]

  • Program penyuluhan kepada kader posyandu atau kader kesehatan lokal menunjukkan bahwa setelah pelatihan, kader mampu mendemonstrasikan pijat bayi dengan baik, ini memungkinkan pengetahuan diteruskan ke ibu-ibu di komunitas. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]

  • Dengan edukasi yang baik, ibu lebih siap melakukan pijat bayi secara aman dan rutin, serta lebih memahami kapan dan bagaimana pijat sebaiknya dilakukan, serta manfaat yang bisa diperoleh. Ini memperkuat pijat bayi bukan hanya sebagai tradisi, melainkan praktik perawatan berbasis bukti.

Karena itu, peran bidan, tenaga kesehatan, kader posyandu sangat penting dalam memperluas akses edukasi pijat bayi, terutama di komunitas yang mungkin kurang terpapar literatur atau pelatihan formal.


Hambatan dalam Melaksanakan Pijat Bayi

Meski manfaatnya banyak, ada beberapa hambatan yang bisa menghalangi ibu melakukan pijat bayi secara rutin dan benar:

  • Kurangnya pengetahuan dan keterampilan, tanpa pelatihan atau edukasi formal, ibu mungkin tidak tahu teknik pijat yang benar atau kondisi bayi yang tepat untuk pijat.

  • Kesibukan dan tuntutan kehidupan, ibu dengan aktivitas padat atau banyak tanggung jawab bisa sulit menyediakan waktu rutin untuk pijat bayi.

  • Ketidakpastian tentang efektivitas, jika ibu tidak melihat hasil (misalnya bayi tetap rewel atau tidak ada perubahan berat badan), mereka mungkin menghentikan pijat.

  • Kondisi bayi, bayi sakit, demam, kulit ruam, atau bayi prematur dengan kondisi khusus bisa menjadi kontraindikasi atau memerlukan pijat dengan teknik khusus. Tanpa panduan, ibu bisa ragu untuk pijat bayi.

  • Keterbatasan akses edukasi, di beberapa daerah, pelatihan pijat bayi atau sumber informasi terpercaya mungkin terbatas, sehingga ibu mengandalkan info dari keluarga/tradisi, yang tidak selalu sesuai kaidah.

Identifikasi hambatan ini penting agar intervensi edukasi, dukungan komunitas, atau layanan kesehatan bisa membantu ibu melewatinya.


Pengaruh Pijat terhadap Pola Tidur dan Nafsu Makan

Pijat bayi tidak hanya mendukung pertumbuhan fisik, tapi juga berpengaruh terhadap aspek kesejahteraan bayi seperti tidur dan nafsu makan:

Dengan demikian, pijat bayi dapat menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan, tidak hanya untuk stimulasi fisik, tetapi juga mendukung pola tidur dan makan bayi yang baik, yang semuanya berkontribusi pada tumbuh kembang optimal.


Hubungan Pengetahuan dengan Frekuensi Pijat Bayi

Pengetahuan ibu tentang pijat bayi ternyata berpengaruh pada seberapa sering pijat dilakukan:

  • Studi evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa setelah pengetahuan meningkat, ibu cenderung melakukan pijat bayi lebih rutin karena merasa yakin dengan manfaat dan tekniknya. [Lihat sumber Disini - journal.optimalbynfc.com]

  • Sebaliknya, ibu yang kurang memiliki pengetahuan atau pengalaman sering merasa ragu, dan frekuensi pijat menjadi rendah atau dilakukan asal-asalan, yang bisa membuat manfaat pijat tidak optimal atau bahkan berisiko.

  • Hal ini menunjukkan bahwa investasi waktu untuk edukasi/pelatihan pijat bayi sangat krusial agar pijat menjadi praktik konsisten dan efektif.


Media Informasi yang Digunakan Ibu

Ibu bisa memperoleh informasi tentang pijat bayi dari berbagai media dan sumber:

  • Pelatihan formal dari bidan, fasilitas kesehatan, atau kader posyandu, ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]

  • Media cetak atau materi edukasi (leaflet, buku, panduan perawatan bayi) yang terkadang disediakan oleh fasilitas kesehatan atau komunitas.

  • Informasi dari keluarga atau tradisi turun-temurun, di masyarakat di mana tradisi pijat bayi kuat, ibu sering belajar dari ibu-ibu senior, mertua, atau tetangga. Namun kualitas teknik dan efektivitas bisa bervariasi.

  • Informasi dari literatur populer, internet, artikel kesehatan, tapi penting bagi ibu untuk memilih sumber yang tepercaya agar informasi tidak salah kaprah.

  • Pengalaman langsung, ibu yang sudah pernah memijat bayi (anak sebelumnya) biasanya lebih paham dan percaya diri melakukan pijat.

Karena itu, kombinasi antara edukasi formal dan akses ke informasi yang benar (misalnya melalui tenaga kesehatan, pelatihan, atau literatur terpercaya) sangat disarankan agar pijat bayi dilakukan dengan aman dan optimal.


Pengaruh Pengalaman terhadap Kemampuan Pijat Bayi

Pengalaman praktis memiliki peran besar dalam kemampuan ibu memijat bayi:

  • Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya, memijat bayi untuk anak pertama atau pernah mengikuti pelatihan, cenderung lebih paham, lebih percaya diri, dan melakukan pijat dengan teknik yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  • Sebaliknya, ibu baru atau tanpa pengalaman praktik bisa ragu, takut salah, atau tidak konsisten menjalankan pijat bayi, ini mengurangi potensi manfaat pijat.

  • Maka, pengalaman (baik dari praktik langsung maupun dari pelatihan) menjadi faktor krusial: “teori saja” kadang tidak cukup, praktik langsung memungkinkan ibu memahami bagaimana pijat mempengaruhi bayi (respon bayi, kenyamanan, kondisi kulit, reaksi bayi), dan memperbaiki teknik secara empiris.


Kesimpulan

Pijat bayi merupakan intervensi perawatan yang terbukti membawa banyak manfaat bagi bayi, dari peningkatan berat badan, pertumbuhan fisik, perkembangan motorik dan neuromotorik, hingga peningkatan kualitas tidur, nafsu makan, dan bonding antara orang tua dan bayi. Namun agar pijat bayi bisa membawa manfaat maksimal dengan aman, dibutuhkan pemahaman ibu/pengasuh tentang teknik dasar pijat, tanda kesiapan bayi, frekuensi yang tepat, serta kondisi yang mendukung.

Faktor seperti pendidikan, usia, pengalaman, serta akses ke edukasi formal sangat mempengaruhi pengetahuan ibu tentang pijat bayi. Oleh karena itu, peran bidan, fasilitator pijat bayi, kader kesehatan, dan layanan kesehatan masyarakat sangat penting untuk memberikan edukasi dan pelatihan pijat bayi secara benar. Hambatan seperti kurangnya pengetahuan, keterbatasan waktu, atau keraguan juga perlu dikenali dan diatasi agar pijat bayi bisa menjadi bagian rutinitas perawatan anak.

Dengan pengetahuan dan praktik yang tepat, pijat bayi tidak hanya menjadi tradisi turun-temurun, tetapi merupakan upaya perawatan bayi berbasis bukti yang mendukung tumbuh kembang optimal, fisik, emosional, dan sosial.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pijat bayi adalah rangkaian gerakan pijatan lembut pada tubuh bayi yang bertujuan memberikan stimulasi sensorik, meningkatkan relaksasi, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Manfaat pijat bayi meliputi peningkatan berat badan, perkembangan motorik, kualitas tidur, nafsu makan, ikatan emosional dengan orang tua, serta mendukung kesehatan bayi secara menyeluruh.

Pengetahuan ibu dipengaruhi oleh usia, pendidikan, pengalaman sebelumnya, akses informasi, edukasi dari tenaga kesehatan, serta lingkungan sosial.

Pijat bayi tidak dianjurkan jika bayi sedang demam, sakit, memiliki ruam atau luka pada kulit, atau menunjukkan tanda ketidaknyamanan. Kondisi tertentu membutuhkan konsultasi tenaga kesehatan sebelum dilakukan pijat.

Ya, pijat bayi dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak dan meningkatkan nafsu makan karena stimulasi relaksasi dan peningkatan fungsi sistem pencernaan.

Edukasi bidan membantu ibu memahami teknik pijat yang benar, keamanan, kontraindikasi, serta membuat ibu lebih percaya diri melakukan pijat bayi secara rutin.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Pengetahuan Ibu tentang Pola Tidur Bayi Manajemen Nyeri Masa Nifas Manajemen Nyeri Masa Nifas Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Perawatan Payudara: Konsep, Pencegahan Masalah, dan Dukungan ASI Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Pola Tidur Ibu Selama Kehamilan Pola Tidur Ibu Selama Kehamilan Manajemen Nyeri Non-Farmakologis: Pendekatan dan Peran Perawat Manajemen Nyeri Non-Farmakologis: Pendekatan dan Peran Perawat Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Pola Eliminasi: Pengertian dan Gangguannya Pola Eliminasi: Pengertian dan Gangguannya Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Eksperimen Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Eksperimen Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Pengetahuan Dukun Bayi vs Praktik Medis Pengetahuan Dukun Bayi vs Praktik Medis Teknik Relaksasi: Konsep, Penerapan, dan Implikasi Keperawatan Teknik Relaksasi: Konsep, Penerapan, dan Implikasi Keperawatan Teknik Snowball Sampling: Cara Kerja dan Penerapan Teknik Snowball Sampling: Cara Kerja dan Penerapan Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Bayi Baru Lahir Teknik Sampling Klaster: Pengertian dan Contoh Teknik Sampling Klaster: Pengertian dan Contoh Ketidaknyamanan Masa Menyusui Ketidaknyamanan Masa Menyusui Risiko Gangguan Integritas Kulit Risiko Gangguan Integritas Kulit Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…