Terakhir diperbarui: 09 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 9 December). Ketidaknyamanan Masa Menyusui. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/ketidaknyamanan-masa-menyusui  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Ketidaknyamanan Masa Menyusui - SumberAjar.com

Ketidaknyamanan Masa Menyusui

Pendahuluan

Masa menyusui merupakan periode penting dan sangat dianjurkan bagi kesehatan bayi maupun ibu. Di samping banyak manfaat, proses menyusui sering kali disertai berbagai bentuk ketidaknyamanan fisik bagi ibu, mulai dari nyeri payudara, puting lecet, sampai pembengkakan payudara. Ketidaknyamanan ini jika tidak ditangani dapat mempengaruhi kenyamanan ibu, kelancaran produksi dan aliran ASI, bahkan menyebabkan putus menyusui lebih awal. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab, bentuk, dan cara penanganannya agar ibu bisa menyusui dengan nyaman dan berkesinambungan.


Definisi Ketidaknyamanan Masa Menyusui

Definisi Ketidaknyamanan Masa Menyusui Secara Umum

Ketidaknyamanan masa menyusui merujuk pada segala bentuk rasa tidak enak atau gangguan fisik yang dialami ibu selama periode menyusui, misalnya nyeri pada payudara atau puting, pembengkakan, luka atau lecet pada puting, saluran ASI tersumbat, hingga trauma pada jaringan payudara.

Definisi Ketidaknyamanan Masa Menyusui dalam KBBI

Istilah “menyusui” menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti memberikan ASI (Air Susu Ibu). Meskipun KBBI tidak secara spesifik mendefinisikan “ketidaknyamanan masa menyusui”, frasa tersebut dapat dipahami sebagai kondisi saat menyusui yang menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit pada ibu akibat proses menyusui.

Definisi Ketidaknyamanan Masa Menyusui Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian dari literatur ilmiah:

  • Menurut National Health Service (NHS), nyeri puting umumnya disebabkan “posisi dan pelekatan bayi yang tidak tepat” saat menyusui. [Lihat sumber Disini - nhs.uk]

  • Breastfeeding Network menyebut bahwa sakit pada puting atau payudara selama menyusui paling sering berkaitan dengan cara memegang bayi dan cara bayi “melekat ke payudara (latch)”. [Lihat sumber Disini - breastfeedingnetwork.org.uk]

  • Dalam literatur keperawatan, ketidaknyamanan pasca persalinan dapat mencakup pembengkakan payudara, nyeri akut, puting lecet, serta kesulitan menyusui ketika produksi ASI meningkat drastis. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

  • Menurut penelitian dari Journal of Human Lactation dan sumber ilmiah terkait, "nipple pain" saat menyusui sering disebabkan oleh kombinasi faktor: posisi dan pelekatan bayi, anatomi puting (misalnya flat atau inverted), infeksi, tekanan hisapan bayi yang kuat, atau saluran ASI tersumbat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Dengan demikian, “ketidaknyamanan masa menyusui” dapat diartikan sebagai kondisi multifaktorial yang mencakup nyeri, trauma, atau gangguan fisik pada payudara/puting sebagai dampak dari proses menyusui, yang dapat berasal dari aspek mekanis (latch & posisi), anatomi, maupun fisiologi (produksi/ aliran ASI).


Jenis Ketidaknyamanan Fisik pada Masa Menyusui

Beberapa bentuk ketidaknyamanan fisik selama menyusui antara lain:

  • Nyeri atau lecet pada puting (sore or cracked nipples), luka, iritasi, atau lecet pada kulit puting.

  • Trauma puting / nipple trauma, lecet, luka, bahkan perubahan warna atau tekstur kulit payudara/areola. [Lihat sumber Disini - objnursing.uff.br]

  • Pembengkakan payudara / payudara penuh / payudara keras (engorgement / breast engorgement), payudara menjadi sangat penuh, keras, nyeri, kadang sulit dilekatkan bayi. [Lihat sumber Disini - womenshealth.gov]

  • Saluran ASI tersumbat / obstruksi saluran (plugged duct / blocked milk duct), menyebabkan nyeri lokal, benjolan, kemerahan, bahkan risiko infeksi atau peradangan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Mastitis atau infeksi payudara, jika saluran tersumbat atau ada luka/lecet pada puting, bisa terjadi infeksi, nyeri, demam, kemerahan. [Lihat sumber Disini - idai.or.id]

  • Nyeri akibat posisi & pelekatan bayi yang salah (shallow latch / poor latch / poor positioning), menyebabkan tekanan, lecet, atau rasa perih setiap kali menyusui. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Penyebab Nyeri dan Masalah Payudara

Kenapa kok bisa muncul ketidaknyamanan? Beberapa penyebab utama:


Kesalahan Posisi dan Pelekatan

Kesalahan pada cara bayi diletakkan dan cara ia melekat (latch) ke payudara ibu sering menjadi akar banyak masalah menyusui.

Beberapa studi menunjukkan bahwa koreksi posisi dan pelekatan bayi sejak awal menyusui bisa signifikan menurunkan rasa nyeri dan memperpanjang durasi menyusui. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Strategi Penanganan Non-Farmakologis

Untuk mengatasi atau mencegah ketidaknyamanan menyusui tanpa obat, ada beberapa pendekatan efektif:

  • Koreksi posisi & pelekatan bayi, pastikan payudara dan bayi dalam posisi ideal, mulut bayi melekat pada areola bukan hanya puting, bayi sejajar, tubuh bayi dalam satu sumbu. [Lihat sumber Disini - my.clevelandclinic.org]

  • Kompres hangat/ dingin & pijat payudara (“breast care”), memberi kompres hangat sebelum menyusui bisa membantu melancarkan aliran ASI; kompres dingin setelah menyusui dapat membantu mengurangi pembengkakan. Pijat lembut payudara juga membantu mengosongkan ASI dan mencegah bendungan. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

  • Memompa atau memerah sedikit ASI sebelum menyusui saat payudara terasa keras/ penuh, membantu menurunkan tekanan, mempermudah bayi melekat, mengurangi engorgement. [Lihat sumber Disini - usa.philips.com]

  • Istirahatkan puting jika terjadi lecet, gunakan pelindung puting (nipple shield), ketika puting sakit atau lecet, pelindung puting bisa membantu melindungi sambil tetap memberi ASI. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Perawatan kebersihan & kelembapan puting, misalnya mengoleskan sedikit ASI setelah menyusui sebagai pelembap alami, menjaga puting tetap bersih dan kering agar tidak iritasi atau infeksi. [Lihat sumber Disini - usa.philips.com]

  • Frekuensi menyusui cukup / pengosongan ASI teratur, menyusui bayi atau memompa minimal sesuai kebutuhan (hindari jeda terlalu lama) agar ASI tidak tertahan, mencegah engorgement atau saluran tersumbat. [Lihat sumber Disini - acog.org]


Peran Konselor Laktasi dalam Mengatasi Masalah

Peran seorang konselor laktasi (lactation consultant) sangat penting dalam membantu ibu menyusui mengatasi ketidaknyamanan. Berikut beberapa kontribusinya:

  • Memberi panduan langsung mengenai posisi dan pelekatan bayi (latch & positioning) agar bayi melekat dengan benar, mencegah lecet dan nyeri.

  • Mengidentifikasi bila ada masalah anatomi pada bayi atau ibu, misalnya puting datar/inverted, ankyloglosia (tongue-tie), palatum tinggi, dan memberi rekomendasi solusi seperti latihan, posisi alternatif, atau tindakan medis jika diperlukan.

  • Membantu merencanakan ritme menyusui dan pengosongan ASI, memastikan ASI dikeluarkan cukup rutin sehingga mencegah engorgement dan saluran tersumbat.

  • Memberikan edukasi dan teknik perawatan payudara non-farmakologis, pijat, kompres, perawatan puting, pemakaian nipple shield bila diperlukan, hygienis.

  • Memberi dukungan emosional dan motivasi kepada ibu, karena nyeri dan ketidaknyamanan bisa mempengaruhi psikologis, keinginan menyusui, dan akhirnya kelangsungan menyusui. [Lihat sumber Disini - abm.memberclicks.net]

Peran ini sangat penting agar ibu merasa didampingi sejak awal masa menyusui, sehingga bisa mengatasi masalah sebelum menjadi hambatan besar.


Dampak Ketidaknyamanan terhadap Keberlanjutan Menyusui

Ketidaknyamanan selama menyusui, jika dibiarkan, dapat membawa konsekuensi serius:

  • Berhenti menyusui dini (early cessation / weaning), banyak ibu yang stop menyusui karena nyeri puting atau payudara terus-menerus. Studi menunjukkan nyeri puting sering menjadi alasan utama ibu mengakhirkan masa menyusui. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Produksi ASI menurun atau aliran ASI terganggu, contoh: engorgement, saluran tersumbat, atau puting lecet bisa membuat bayi sulit menyusu efektif, sehingga stimulasi berkurang → produksi ASI pun bisa menurun. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Risiko infeksi dan komplikasi kesehatan ibu, saluran tersumbat, mastitis, trauma puting dapat menyebabkan peradangan, infeksi, bahkan abses payudara. [Lihat sumber Disini - journal-jps.com]

  • Beban psikologis dan stres ibu, nyeri, ketidaknyamanan, kekhawatiran ASI tidak keluar cukup, bisa menimbulkan stres, kelelahan, perasaan gagal, ini berpotensi mengurangi motivasi ibu untuk melanjutkan menyusui. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Kualitas menyusui & perkembangan bayi terpengaruh, jika menyusui terganggu atau berhenti terlalu awal, bayi bisa kehilangan manfaat optimal ASI eksklusif yang direkomendasikan.


Edukasi & Pencegahan Masalah Menyusui

Untuk meminimalkan ketidaknyamanan dan mendukung keberlanjutan menyusui, berikut beberapa langkah edukasi dan pencegahan yang penting:

  1. Pelatihan posisi & pelekatan sejak awal (antenatal & postnatal), edukasi ibu dan keluarga tentang pentingnya posisi dan latch yang benar sebelum bayi lahir.

  2. Pendampingan laktasi oleh konselor laktasi profesional, sejak dini terutama bagi ibu pertama, ibu dengan risiko (puting datar, inverted, riwayat sakit payudara), atau bayi dengan potensi masalah anatomi.

  3. Ritme menyusui/ekspresi ASI reguler, menyusui on-demand, atau jika bayi belum bisa melekat dengan baik, menggunakan pompa/pelengkapan ekspresi ASI agar payudara tidak penuh terlalu lama.

  4. Perawatan payudara dan puting secara rutin, menjaga kebersihan, memberi kelembapan alami (misalnya dengan ASI), dan memakai bra menyusui yang nyaman (tidak ketat, menyokong payudara tanpa menekan).

  5. Pendidikan tentang tanda bahaya, ibu dan keluarga perlu tahu gejala saluran tersumbat, mastitis, infeksi, atau trauma serius agar bisa segera ditangani oleh profesional.

  6. Dukungan emosional dan motivasi, lingkungan keluarga dan tenaga kesehatan perlu memberi dukungan agar ibu tetap termotivasi meskipun menghadapi kesulitan awal.

  7. Akses ke konselor laktasi dan layanan kesehatan, terutama di masa nifas dan minggu pertama menyusui, idealnya ada akses mudah ke konselor untuk konsultasi dan pemantauan.


Kesimpulan

Ketidaknyamanan masa menyusui, berupa nyeri payudara atau puting, lecet, pembengkakan, saluran tersumbat, dan trauma, adalah pengalaman umum yang bisa dialami banyak ibu menyusui. Penyebabnya beragam, mulai dari posisi dan pelekatan bayi yang salah, anatomi ibu atau bayi, hingga produksi ASI yang berlebih atau saluran ASI tersumbat. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan ibu, kualitas menyusui, bahkan memicu berhenti menyusui secara dini. Namun dengan edukasi yang tepat, pendampingan konselor laktasi, perawatan non-farmakologis, serta dukungan penuh dari keluarga dan tenaga kesehatan, banyak masalah dapat dicegah atau diatasi. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu dan keluarga untuk memahami potensi ketidaknyamanan, mengenali gejalanya, dan mendapatkan dukungan sejak awal agar menyusui bisa berjalan nyaman dan keberlanjutan ASI tetap terjaga.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Ketidaknyamanan masa menyusui adalah berbagai bentuk rasa sakit atau gangguan fisik seperti nyeri puting, pembengkakan payudara, saluran ASI tersumbat, atau mastitis yang dialami ibu selama proses menyusui.

Penyebab utama nyeri saat menyusui adalah posisi dan pelekatan bayi yang tidak tepat, puting lecet, produksi ASI berlebih, saluran ASI tersumbat, serta infeksi seperti mastitis.

Penanganan non-farmakologis meliputi perbaikan posisi dan pelekatan, kompres hangat atau dingin, pijat payudara, memerah ASI saat payudara penuh, menjaga kebersihan puting, serta rutin menyusui atau memompa untuk mencegah bendungan.

Konselor laktasi membantu memperbaiki posisi dan pelekatan, mengidentifikasi masalah anatomi, memberikan edukasi perawatan payudara, menyusun ritme menyusui, serta memberikan dukungan emosional untuk keberhasilan menyusui.

Ketidaknyamanan yang tidak ditangani dapat menyebabkan ibu berhenti menyusui lebih awal, mengurangi produksi ASI, meningkatkan risiko mastitis, serta menimbulkan stres dan gangguan emosional.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Self-Efficacy Ibu Menyusui Self-Efficacy Ibu Menyusui Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Menyusui sejak Kehamilan Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Menyusui sejak Kehamilan Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Posisi Menyusui yang Efektif Posisi Menyusui yang Efektif Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Ketidaknyamanan Fisik: Bentuk, Penyebab, dan Pendekatan Keperawatan Ketidaknyamanan Fisik: Bentuk, Penyebab, dan Pendekatan Keperawatan Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Hubungan Paritas dengan Kualitas Laktasi Hubungan Paritas dengan Kualitas Laktasi Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Status Gizi Ibu Menyusui Status Gizi Ibu Menyusui Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Nutrisi Ibu Menyusui: Konsep, Kebutuhan Gizi, dan Kualitas ASI Nutrisi Ibu Menyusui: Konsep, Kebutuhan Gizi, dan Kualitas ASI Faktor yang Mempengaruhi Ketidaknyamanan Trimester Ketiga Faktor yang Mempengaruhi Ketidaknyamanan Trimester Ketiga Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Kesiapan Ibu Menghadapi Proses Laktasi Kesiapan Ibu Menghadapi Proses Laktasi Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif Evaluasi Pengetahuan Pasangan tentang Peran Ayah dalam ASI Eksklusif
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…