
Health Belief Model: Konsep, Komponen Utama, dan Penerapannya dalam Kesehatan
Pendahuluan
Health Belief Model (HBM) merupakan sebuah kerangka kerja teoretis yang digunakan untuk memahami bagaimana keyakinan dan persepsi individu memengaruhi keputusan mereka dalam mengambil tindakan kesehatan. Model ini sering dipakai dalam promosi kesehatan dan program pencegahan penyakit karena fokusnya pada persepsi risiko dan penilaian individu terhadap manfaat serta hambatan dari suatu perilaku kesehatan. Sebagai salah satu teori perilaku kesehatan yang paling sering digunakan dalam penelitian dan praktik kesehatan masyarakat, HBM membantu menjelaskan mengapa seseorang memilih untuk melakukan tindakan pencegahan seperti pemeriksaan dini, vaksinasi, penggunaan fasilitas kesehatan, maupun perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok ataupun meningkatkan aktivitas fisik. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Health Belief Model
Definisi Health Belief Model Secara Umum
Health Belief Model adalah sebuah model kepercayaan atau keyakinan yang bertujuan untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku kesehatan individu berdasarkan persepsi mereka terhadap ancaman kesehatan dan penilaian mereka tentang manfaat serta hambatan dari tindakan tertentu. Model ini berfokus pada bagaimana individu mengevaluasi potensi risiko kesehatan dan kemungkinan hasil dari respons kesehatan yang diambil. Menurut beberapa literatur, HBM digunakan untuk mengetahui alasan mengapa seseorang melakukan atau tidak melakukan tindakan pencegahan atau promosi kesehatan. [Lihat sumber Disini - digilib.uinsa.ac.id]
Definisi Health Belief Model dalam KBBI
Walaupun Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak memiliki entri khusus untuk istilah Health Belief Model, istilah ini dapat dipahami sebagai model kepercayaan kesehatan, yakni suatu kerangka konseptual yang menggambarkan keyakinan individu dalam menilai ancaman kesehatan serta perilaku yang diambil untuk mencegah atau mengelola kondisi kesehatan tersebut. Istilah “kepercayaan kesehatan” dalam konteks ini merujuk pada pandangan subjektif individu tentang risiko dan konsekuensi suatu penyakit, serta manfaat maupun hambatan dari tindakan kesehatan tertentu.
Definisi Health Belief Model Menurut Para Ahli
-
Irwin M. Rosenstock menyatakan HBM sebagai suatu teori yang dikembangkan untuk memahami mengapa individu tidak selalu mengambil tindakan pencegahan meskipun informasi kesehatan tersedia. Model ini berfokus pada persepsi individu terhadap ancaman kesehatan dan evaluasi mereka terhadap manfaat tindakan kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Becker & Janz mengembangkan HBM lebih lanjut dengan memasukkan konsep self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan kesehatan. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
-
Artikel internasional menyebutkan bahwa HBM adalah kerangka konseptual yang mencoba menjelaskan bagaimana keyakinan individu terhadap ancaman penyakit dan manfaat masing-masing tindakan menentukan apakah individu akan melakukan tindakan tersebut. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]
-
Menurut penelitian ilmiah, Health Belief Model dipandang sebagai teori kesehatan perilaku yang berfokus pada keyakinan personal dan persepsi risiko sebagai prediktor dari perilaku kesehatan seseorang. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Komponen Utama Health Belief Model
Health Belief Model memiliki beberapa komponen utama yang menjadi landasan dalam menjelaskan perilaku kesehatan individu. Komponen-komponen ini membantu memahami bagaimana keputusan kesehatan dibuat:
Persepsi Kerentanan dan Keseriusan Penyakit
Komponen pertama dalam HBM adalah perceived susceptibility atau persepsi kerentanan terhadap penyakit. Ini merujuk pada keyakinan individu tentang kemungkinan mereka terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Individu yang merasa dirinya berisiko tinggi biasanya lebih termotivasi untuk melakukan tindakan pencegahan dibanding yang merasa tidak berisiko. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Selanjutnya adalah perceived severity atau persepsi keseriusan penyakit. Komponen ini mencakup keyakinan tentang seberapa serius konsekuensi yang mungkin ditimbulkan oleh suatu kondisi kesehatan, baik secara fisik, sosial, maupun ekonomi. Individu yang memahami dampak serius dari penyakit cenderung lebih memperhatikan tindakan pencegahan. Banyak penelitian kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa kombinasi dari persepsi kerentanan dan keseriusan akan memengaruhi apa yang disebut sebagai perceived threat atau ancaman yang dirasakan terhadap kesehatan seseorang. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Persepsi Manfaat dan Hambatan dalam Perilaku Kesehatan
Perceived benefits adalah keyakinan individu mengenai nilai atau keuntungan dari tindakan kesehatan yang diambil, misalnya apakah tindakan tersebut dapat benar-benar mencegah penyakit atau meringankan dampaknya. Individu cenderung melakukan perilaku sehat apabila manfaat yang dirasakan lebih besar dibandingkan risiko atau kerugian yang mereka bayangkan. [Lihat sumber Disini - omicsonline.org]
Sebaliknya, perceived barriers mencakup segala hambatan atau biaya yang dirasakan dalam mengambil tindakan kesehatan, seperti biaya, waktu, ketidaknyamanan, atau rasa malu. Hambatan ini sering menjadi penghalang utama bagi individu untuk melakukan tindakan yang direkomendasikan, seperti screening kesehatan atau perubahan gaya hidup. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa persepsi hambatan bisa menghambat seseorang meskipun persepsi ancamannya tinggi. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Peran Isyarat Bertindak (Cues to Action)
Isyarat bertindak atau cues to action adalah faktor pemicu yang mendorong individu untuk segera mengambil tindakan kesehatan. Cues bisa berasal dari dalam diri seperti munculnya gejala, atau dari luar seperti kampanye kesehatan, saran dari tenaga medis, pengalaman orang terdekat yang sakit, atau media informasi kesehatan. Cues to action ini penting karena tanpa faktor pemicu, meskipun individu memahami risiko dan manfaat, mereka mungkin tidak mengambil tindakan secara langsung. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Self-Efficacy (Keyakinan Diri)
Walaupun awalnya tidak termasuk dalam model dasar HBM, self-efficacy ditambahkan kemudian sebagai komponen penting. Self-efficacy menggambarkan keyakinan individu bahwa mereka mampu melaksanakan perilaku yang direkomendasikan dengan efektif, misalnya percaya bahwa mereka mampu berhenti merokok atau mampu menjalankan program diet sehat. Komponen ini sangat penting dalam perubahan perilaku jangka panjang. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Penerapan Health Belief Model dalam Program Kesehatan
Health Belief Model telah diterapkan pada berbagai program kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, untuk memengaruhi perilaku masyarakat dalam konteks pencegahan dan kontrol penyakit:
-
Penerapan HBM pada Perilaku Pencegahan Penyakit Kronis (misalnya kanker serviks)
Sebuah penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa penerapan Health Belief Model dalam meningkatkan persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat, dan cues to action dapat berkontribusi pada peningkatan perilaku pencegahan kanker serviks, seperti kesadaran terhadap pap smear atau vaksin HPV. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
-
HBM dalam Perilaku Merokok
Di beberapa studi akademik, HBM digunakan untuk menilai hubungan antara persepsi risiko dan perilaku merokok, membantu memahami faktor psikososial yang membuat individu tetap merokok atau berhenti. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]
-
HBM pada Pencegahan Stunting Anak
HBM juga diaplikasikan dalam penelitian terkait stunting pada anak di mana pemahaman orang tua terhadap risiko dan dampak kurang gizi berperan dalam perilaku pemberian makan sehat kepada anak. [Lihat sumber Disini - jurnalgizi.unw.ac.id]
-
HBM dalam Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19
Penelitian lain juga menerapkan HBM untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan selama pandemi COVID-19, menunjukkan bahwa persepsi manfaat dan cues to action memiliki hubungan dengan perilaku preventif masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
HBM dalam Pencegahan Kanker Payudara
Studi quasi-eksperimen menunjukkan bahwa intervensi edukasi berbasis HBM dapat meningkatkan perilaku pencegahan kanker payudara melalui pemeriksaan Sadari dengan peningkatan skor pada komponen HBM setelah program edukasi. [Lihat sumber Disini - jkk-fk.ejournal.unsri.ac.id]
Dengan penerapan HBM dalam berbagai konteks kesehatan, terlihat bahwa model ini mampu memberikan dasar teoritis yang kuat untuk merancang intervensi yang efektif dalam perubahan perilaku kesehatan.
Kesimpulan
Health Belief Model merupakan kerangka perilaku kesehatan yang kuat dan telah digunakan secara luas dalam penelitian dan program kesehatan untuk memahami serta memprediksi tindakan kesehatan individu. Dengan fokus pada persepsi risiko, manfaat, hambatan, cues to action, dan keyakinan diri, HBM membantu perancang program kesehatan menciptakan strategi yang menargetkan faktor-faktor psikologis yang memengaruhi keputusan kesehatan. Penerapannya dalam berbagai studi menunjukkan efek positif dalam meningkatkan perilaku pencegahan penyakit seperti kanker serviks, peningkatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, serta pencegahan kanker payudara melalui edukasi. Model ini terus menjadi alat penting dalam desain intervensi kesehatan masyarakat yang efektif.