Terakhir diperbarui: 01 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 January). Peer Pressure: Faktor dan Dampaknya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/peer-pressure-faktor-dan-dampaknya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Peer Pressure: Faktor dan Dampaknya - SumberAjar.com

Peer Pressure: Faktor dan Dampaknya

Pendahuluan

Peer pressure, atau sering disebut tekanan teman sebaya, merupakan fenomena sosial yang sangat relevan terutama pada masa remaja. Pada fase perkembangan ini, hubungan dengan teman sebaya menjadi semakin dominan dan seringkali melebihi pengaruh keluarga dalam memengaruhi sikap, nilai, dan perilaku individu. Tekanan ini dapat muncul secara langsung maupun tidak langsung dan dapat mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok, baik dalam konteks perilaku positif maupun negatif. Fenomena ini bukan hanya memengaruhi keputusan sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak pada pola perilaku jangka panjang yang berdampak signifikan pada perkembangan psikososial remaja. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Definisi Peer Pressure

Definisi Peer Pressure Secara Umum

Peer pressure adalah bentuk pengaruh sosial yang berasal dari kelompok teman sebaya atau orang-orang dengan usia, status sosial, dan minat yang serupa, yang mendorong individu untuk mengubah keyakinan, nilai, atau perilaku mereka agar sesuai dengan kelompok tersebut. Tekanan ini dapat bersifat langsung maupun implisit, di mana individu merasakan dorongan untuk diterima atau diakui oleh kelompok. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Definisi Peer Pressure dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fenomena peer pressure dapat diartikan sebagai tekanan yang berasal dari kelompok sebaya atau lingkungan pertemanan yang memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan bertindak seseorang untuk menyesuaikan diri dengan kelompoknya (peer group). Meskipun istilah ini sering digunakan dalam sumber ilmiah dan psikologis, konsep serupa dalam KBBI sering disebut sebagai tekanan sosial dari teman sebaya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Peer Pressure Menurut Para Ahli

  1. Menurut Santor, Messervey, dan Kusumakar, peer pressure merupakan dorongan atau tekanan dari teman sebaya yang mengajak seseorang melakukan aktivitas tertentu yang sama dengan yang dilakukan dalam kelompok tersebut, seringkali karena adanya harapan sosial dari orang lain. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  2. Brown & Clasen menyatakan bahwa peer pressure adalah bentuk tekanan atau dorongan dari teman sebaya untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan, bahkan ketika individu tersebut mungkin memiliki keinginan berbeda secara pribadi. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  3. Santrock menjelaskan peer pressure sebagai tekanan sosial dari suatu kelompok yang memaksa individu untuk bertindak dan berpikir dengan cara tertentu agar diterima oleh kelompok tersebut. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  4. Definisi tambahan oleh para peneliti perkembangan sosial menggambarkan peer pressure sebagai pengaruh sosial yang besar terhadap perilaku remaja, karena pada masa tersebut keterlibatan dengan teman sebaya meningkat signifikan dalam kehidupan individu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Pengertian Peer Pressure

Peer pressure adalah tekanan atau pengaruh sosial yang diberikan oleh teman sebaya yang mendorong individu, terutama remaja, untuk menyesuaikan perilaku, sikap, dan nilai mereka dengan norma kelompok. Pengaruh ini dapat muncul secara eksplisit melalui ajakan langsung atau implisit melalui tekanan untuk diterima dalam kelompok sosial. Dalam masa remaja, peer pressure menjadi salah satu faktor utama yang mengarahkan pemilihan gaya hidup, pilihan perilaku, bahkan keputusan akademik atau sosial, karena pada fase ini hubungan sebaya memiliki peranan penting dalam perkembangan identitas dan sosial remaja. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Bentuk-Bentuk Peer Pressure

Peer pressure tidak hanya berdampak negatif, namun juga memiliki variasi bentuk yang beragam dalam kehidupan sosial remaja. Secara umum, bentuk peer pressure dibagi menjadi dua kategori besar: positif dan negatif.

Peer Pressure Positif

Peer pressure positif mencakup dorongan dari teman sebaya yang mendorong perilaku yang bermanfaat baik bagi individu maupun kelompok. Bentuk ini dapat mengarahkan remaja untuk meningkatkan prestasi akademik, mengembangkan keterampilan sosial, berpartisipasi dalam kegiatan produktif seperti kegiatan sosial atau olahraga, serta menumbuhkan nilai-nilai positif seperti toleransi dan keadilan. Peer pressure positif dapat mendukung perkembangan potensi remaja dan meningkatkan rasa keterlibatan sosial mereka. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

Peer Pressure Negatif

Sebaliknya, peer pressure negatif terjadi ketika tekanan dari teman sebaya mendorong perilaku yang merugikan individu atau kelompok. Ini termasuk ajakan untuk melakukan perilaku maladaptif seperti merokok, minum alkohol, menggunakan zat terlarang, bolos sekolah, berbohong, atau tindakan lain yang bertentangan dengan norma sosial dan aturan yang berlaku. Tekanan semacam ini dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang yang merugikan bagi perkembangan remaja. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Peer pressure juga dapat berbentuk tekanan tidak langsung yang muncul dari keinginan untuk diterima dalam kelompok sosial tertentu, atau tekanan langsung melalui permintaan eksplisit dari teman-teman sebaya untuk meniru perilaku mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor yang Mempengaruhi Peer Pressure

Peer pressure tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan dipengaruhi oleh beragam faktor yang berasal dari individu, konteks sosial, dan dinamika kelompok.

Faktor Individu

Faktor individu meliputi karakteristik personal seseorang yang memengaruhi respons terhadap tekanan teman sebaya. Beberapa di antaranya adalah usia, jenis kelamin, tingkat kepercayaan diri, harga diri, dan kebutuhan untuk diterima dalam kelompok. Individu dengan harga diri rendah atau kepercayaan diri yang kurang cenderung lebih rentan terhadap tekanan teman sebaya karena mereka lebih menginginkan penerimaan sosial. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Faktor Kontekstual/Sosial

Lingkungan sosial juga memainkan peran penting dalam intensitas peer pressure. Lingkungan sekolah, komunitas sosial, status pertemanan, serta norma-norma yang berlaku dalam kelompok sangat memengaruhi bagaimana tekanan teman sebaya bekerja. Kelompok sebaya yang memiliki struktur kuat dan norma ketat cenderung memberikan tekanan lebih besar pada anggota kelompok untuk mematuhi perilaku tertentu. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Empiriknya, kedekatan hubungan dalam kelompok, pentingnya teman sebaya bagi individu, serta kesempatan interaksi yang sering meningkatkan kemungkinan remaja menerima atau menolak tekanan sosial tersebut. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]


Peer Pressure Positif dan Negatif

Seperti telah disinggung, peer pressure dapat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan arah pengaruhnya: positif dan negatif.

Peer Pressure Positif

Peer pressure positif mendorong perilaku yang mendukung perkembangan individu dan kelompok. Contohnya termasuk dorongan untuk membantu teman dalam studi, berpartisipasi dalam kegiatan amal, atau memperbaiki kebiasaan belajar. Tekanan positif seperti ini dapat meningkatkan keterlibatan sosial remaja dan membantu mereka mencapai tujuan yang konstruktif. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

Peer Pressure Negatif

Peer pressure negatif dapat memaksa remaja untuk melakukan perilaku yang merugikan, seperti keterlibatan dalam merokok atau perilaku menyimpang lainnya. Ketika norma kelompok mendukung perilaku yang berisiko, tekanan sebaya menjadi salah satu faktor prediktif utama bagi remaja untuk turut serta dalam perilaku tersebut, seperti penggunaan zat terlarang atau kenakalan. [Lihat sumber Disini - ojs.unm.ac.id]


Dampak Peer Pressure terhadap Perilaku Remaja

Peer pressure memiliki dampak yang luas terhadap perilaku remaja, baik dalam aspek sosial, emosional, maupun akademik.

Dampak Positif

Dalam konteks positif, peer pressure dapat meningkatkan motivasi remaja untuk berprestasi akademik, memperluas keterampilan sosial, serta meningkatkan partisipasi dalam kegiatan produktif seperti olahraga atau kegiatan seni. Ketika teman sebaya mendukung nilai-nilai positif, remaja cenderung tertarik untuk mengikuti perilaku tersebut demi diterima atau dihormati dalam kelompok. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

Dampak Negatif

Dampak negatif peer pressure sering muncul dalam bentuk perilaku menyimpang seperti penggunaan zat terlarang, perokok di kalangan remaja, ataupun keterlibatan dalam perilaku anti-sosial dan kenakalan. Studi menunjukkan bahwa peer pressure sangat berkorelasi dengan perilaku merokok di kalangan remaja, yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara tekanan teman sebaya dan keputusan untuk merokok. [Lihat sumber Disini - ojs.unm.ac.id]

Selain itu, peer pressure juga dapat berdampak pada aspek psikologis seperti self-esteem atau harga diri. Tekanan untuk berperilaku sesuai dengan kelompok dapat menurunkan self-esteem apabila individu merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi sosial tersebut, sementara dalam kasus lain dapat mendorong dampak positif jika kelompok sebaya mempromosikan dukungan sosial. [Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org]

Peer pressure juga dapat memunculkan stres dan perasaan cemas, terutama ketika normanya bertentangan dengan nilai pribadi individu. Pengaruh semacam ini sering dikaitkan dengan peningkatan rasa tekanan emosional dan gangguan kesejahteraan psikologis pada remaja. [Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org]


Peran Lingkungan Sosial dalam Peer Pressure

Lingkungan sosial berperan penting dalam menentukan sejauh mana peer pressure memengaruhi individu. Sekolah, keluarga, dan komunitas adalah arena utama di mana peer pressure berlangsung dan di mana norma sosial ditegakkan.

Lingkungan Sekolah

Dalam setting sekolah, hubungan pertemanan sering sangat erat dan menyediakan konteks di mana tekanan untuk menyesuaikan diri berupa perilaku tertentu menjadi kuat. Struktur sosial dalam sekolah dapat menciptakan norma kelompok yang mendukung atau menghambat perilaku tertentu, sehingga memengaruhi pilihan remaja dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan akademik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Lingkungan Keluarga

Dukungan keluarga juga dapat memitigasi dampak negatif peer pressure. Pola pengasuhan yang hangat dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak terbukti dapat mengurangi tingkat kerentanan remaja terhadap tekanan teman sebaya karena individu memiliki landasan nilai dan dukungan emosional yang stabil. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Komunitas dan Masyarakat

Norma sosial yang ditegakkan dalam komunitas dan masyarakat luas, termasuk partisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya, dapat membentuk pandangan remaja terhadap kelompok sebaya. Lingkungan yang mendorong aktivitas positif dan memberi ruang bagi perkembangan individu dapat mengurangi kemungkinan peer pressure mengarah pada perilaku negatif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Peer pressure merupakan bentuk tekanan sosial dari teman sebaya yang sangat berpengaruh terutama pada masa remaja, di mana individu sedang mengembangkan identitas dan mencari penerimaan sosial. Definisi peer pressure dapat dijelaskan dari berbagai perspektif, baik umum, menurut KBBI, maupun para ahli seperti Santor, Messervey, Kusumakar, Brown, dan Santrock. Fenomena ini dapat muncul dalam bentuk pengaruh positif maupun negatif, dengan pengaruh kontekstual dan individu yang memodulasi intensitasnya. Peer pressure memberi dampak yang signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk perilaku sosial, psikologis, dan akademik. Lingkungan sosial seperti sekolah, keluarga, dan komunitas memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana tekanan teman sebaya bekerja dan bagaimana individu meresponsnya. Pemahaman yang lebih dalam tentang peer pressure dapat membantu menciptakan strategi yang efektif untuk memaksimalkan dampak positifnya dan mengurangi efek negatifnya dalam perkembangan remaja.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Peer pressure adalah tekanan atau pengaruh yang berasal dari teman sebaya yang mendorong individu untuk menyesuaikan sikap, nilai, atau perilaku agar sesuai dengan norma kelompok sosialnya.

Peer pressure sering terjadi pada remaja karena pada fase ini individu sedang mencari jati diri dan penerimaan sosial, sehingga pengaruh teman sebaya menjadi lebih kuat dibandingkan pengaruh keluarga.

Bentuk peer pressure meliputi peer pressure positif yang mendorong perilaku konstruktif seperti belajar dan kegiatan sosial, serta peer pressure negatif yang mendorong perilaku menyimpang seperti merokok atau melanggar aturan.

Peer pressure dapat berdampak positif seperti meningkatkan motivasi dan keterampilan sosial, namun juga dapat berdampak negatif seperti memicu perilaku berisiko, stres, dan penurunan kesejahteraan psikologis.

Lingkungan sosial seperti sekolah, keluarga, dan komunitas berperan besar dalam membentuk norma dan nilai yang memengaruhi munculnya peer pressure serta cara individu merespons tekanan dari teman sebaya.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Luka Dekubitus: Tingkatan dan Pencegahannya Luka Dekubitus: Tingkatan dan Pencegahannya Luka Dekubitus: Tingkatan, Faktor Risiko, dan Pencegahan Luka Dekubitus: Tingkatan, Faktor Risiko, dan Pencegahan Risiko Gangguan Integritas Kulit Risiko Gangguan Integritas Kulit Pola Makan Tinggi Natrium dan Risiko Hipertensi Pola Makan Tinggi Natrium dan Risiko Hipertensi Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Diet Hipertensi: Konsep, Pendekatan Gizi, dan Pencegahan Diet Hipertensi: Konsep, Pendekatan Gizi, dan Pencegahan Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Pencegahan Hipertensi Pencegahan Hipertensi Konseling Nutrisi untuk Pasien Hipertensi Konseling Nutrisi untuk Pasien Hipertensi Bias Kognitif: Jenis, Dampak, dan Cara Menghindarinya Bias Kognitif: Jenis, Dampak, dan Cara Menghindarinya Faktor Risiko Preeklampsia Faktor Risiko Preeklampsia Bias Kognitif Sosial: Konsep dan Pengaruhnya Bias Kognitif Sosial: Konsep dan Pengaruhnya Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Perubahan Tekanan Darah: Konsep dan Pengukurannya Perubahan Tekanan Darah: Konsep dan Pengukurannya Risiko Gangguan Integritas Kulit: Pencegahan dan Pengendalian Risiko Gangguan Integritas Kulit: Pencegahan dan Pengendalian Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan Perilaku Merokok pada Remaja Perilaku Merokok pada Remaja Kerusakan Integritas Kulit: Konsep, Indikator Klinis, dan Pencegahan Kerusakan Integritas Kulit: Konsep, Indikator Klinis, dan Pencegahan Perubahan Tekanan Darah: Konsep, Pemantauan, dan Pengukuran Klinis Perubahan Tekanan Darah: Konsep, Pemantauan, dan Pengukuran Klinis
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…