
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Pendahuluan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan konsep kesehatan yang menjadi dasar pencegahan berbagai penyakit melalui kebiasaan sehari-hari yang bersifat preventif dan promotif. PHBS tidak hanya fokus pada tindakan medis, tetapi merupakan pola perilaku yang dilakukan oleh individu atau keluarga dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kebersihan diri, lingkungan sekitar, serta menerapkan kebiasaan sehat yang berkelanjutan. Karena sifatnya yang berkaitan langsung dengan keseharian masyarakat, PHBS erat kaitannya dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya penyakit infeksi maupun tidak infeksi melalui gaya hidup sehat. Penerapan PHBS secara konsisten berkontribusi besar dalam menciptakan lingkungan yang sehat, menurunkan angka kejadian penyakit, serta meningkatkan taraf kesehatan masyarakat luas. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]
Definisi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Definisi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Secara Umum
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dilakukan individu secara sadar dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh maupun lingkungannya. Hal ini mencakup berbagai tindakan preventif, seperti mencuci tangan, menjaga sanitasi, memilih makanan bergizi, serta kebiasaan lain yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan. Tindakan-tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat kepada individu, tetapi juga kepada keluarga dan komunitas sekitar, sehingga mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sehat dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]
Definisi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam KBBI
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa perilaku adalah tindakan atau reaksi yang dapat diamati secara sosial, sedangkan hidup bersih dan sehat merujuk pada gaya atau kondisi hidup yang menekankan kebersihan dan kesehatan fisik maupun lingkungan. Dalam konteks PHBS, definisi ini mencerminkan tindakan individu yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan demi tercapainya kesehatan optimal. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
Definisi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Menurut Para Ahli
-
Menurut Maryunani, PHBS adalah perilaku yang dipraktikkan oleh setiap individu di suatu keluarga/rumah tangga atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran untuk meningkatkan kesehatan serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
-
Dalam penelitian Nurmahmudah, PHBS merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai bentuk upaya agar individu atau anggota keluarga aktif memelihara kesehatan dan membantu derajat kesehatan keluarga dan masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.umtas.ac.id]
-
PHBS juga didefinisikan sebagai upaya pemberdayaan individu dan masyarakat agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam program kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]
-
Dalam berbagai literatur kesehatan masyarakat, PHBS disebut sebagai orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan suatu komunitas. [Lihat sumber Disini - e-journal.lppmdianhusada.ac.id]
Konsep dan Indikator PHBS
Konsep PHBS berakar pada prinsip bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan formal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku individu setiap hari. PHBS menyasar berbagai tatanan kehidupan seperti rumah tangga, sekolah, tempat kerja, fasilitas kesehatan, dan tempat umum, sehingga konsepnya mencakup integrasi tindakan bersih dan sehat dalam semua aspek kehidupan. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]
Indikator PHBS pada tingkat rumah tangga merupakan tolok ukur praktis dalam melihat keberhasilan penerapan gaya hidup sehat. Pemerintah melalui pedoman PHBS menetapkan 10 indikator utama yang harus dipenuhi oleh keluarga agar rumah tangga dikategorikan sehat. Indikator tersebut antara lain: persalinan yang dibantu tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, menimbang balita secara teratur, penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk di rumah, konsumsi buah dan sayur setiap hari, kegiatan fisik harian, serta tidak merokok di dalam rumah. [Lihat sumber Disini - dinkes.bulelengkab.go.id]
Dengan indikator-indikator tersebut, keberhasilan PHBS tidak hanya dilihat dari satu aspek tetapi merupakan kombinasi kebiasaan hidup bersih dan sehat yang harus diterapkan setiap anggota keluarga secara konsisten. [Lihat sumber Disini - dinkes.bulelengkab.go.id]
Faktor yang Mempengaruhi Penerapan PHBS
Beragam faktor dapat memengaruhi sejauh mana perilaku hidup bersih dan sehat diterapkan dalam kehidupan individu dan keluarga. Faktor-faktor tersebut bersifat sosial, ekonomi, budaya, dan psikologis. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap keluarga tentang kesehatan sangat berkaitan dengan implementasi PHBS di rumah tangga; keluarga yang memiliki pengetahuan baik cenderung lebih konsisten dalam menerapkan PHBS. [Lihat sumber Disini - jurnal.uui.ac.id]
Selain itu, pola asuh orang tua dan dukungan keluarga menjadi determinan utama dalam pembentukan kebiasaan sehat di rumah. Orang tua yang menerapkan gaya hidup bersih dan sehat serta memberikan dukungan aktif terhadap anggota keluarga dapat meningkatkan kemungkinan penerapan PHBS secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - jurnalkesehatanstikesnw.ac.id]
Faktor lain yang memengaruhi PHBS adalah tingkat pendidikan, akses terhadap fasilitas sanitasi dan air bersih, serta peran tenaga kesehatan dan pendidikan di masyarakat. Tingkat kesadaran akan pentingnya PHBS juga dipengaruhi oleh intervensi edukasi kesehatan dari sekolah, puskesmas, atau lembaga masyarakat yang mengedukasi masyarakat tentang dampak positif hidup bersih dan sehat terhadap kesehatan. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
Peran Keluarga dalam Pembiasaan PHBS
Keluarga memainkan peran penting sebagai unit terkecil dalam masyarakat dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat. Sikap, kebiasaan, serta pola asuh orang tua akan menjadi teladan bagi anak dalam menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan penerapan PHBS pada anggota keluarga, terutama dalam situasi pandemi seperti COVID-19, di mana dukungan keluarga sangat menentukan tingkat kesadaran menjaga kesehatan bersama. [Lihat sumber Disini - jurnal.spp.ac.id]
Peran orang tua tidak hanya dalam pengajaran perilaku sehat tetapi juga menciptakan lingkungan rumah yang mendukung perubahan perilaku, seperti menyediakan sarana air bersih, membiasakan cuci tangan, serta membentuk rutinitas aktivitas fisik bersama. Keluarga juga berperan dalam pengawasan konsumsi makanan sehat, menjaga kebersihan lingkungan rumah, dan mengedukasi anak tentang pentingnya hidup bersih dan sehat melalui diskusi dan perilaku teladan. [Lihat sumber Disini - jurnalkesehatanstikesnw.ac.id]
Partisipasi aktif seluruh anggota keluarga dalam upaya pencegahan penyakit dan penerapan standar kebersihan akan memperkuat budaya sehat di lingkungan domestik yang kemudian dapat menular ke lingkungan masyarakat yang lebih luas. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]
Dampak PHBS terhadap Pencegahan Penyakit
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat membawa dampak positif dalam pencegahan munculnya berbagai penyakit, terutama yang ditularkan melalui rute fecal-oral, kontak langsung, atau lingkungan yang tidak bersih. Misalnya, tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit diare, infeksi saluran pernapasan, dan beberapa penyakit menular lainnya. [Lihat sumber Disini - dinkes.bulelengkab.go.id]
Selain mencegah penyakit infeksi, penerapan PHBS seperti konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik teratur, serta tidak merokok juga berkontribusi pada pengurangan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. PHBS yang dijalankan secara konsisten juga meningkatkan daya tahan tubuh anggota keluarga dan memperbaiki kualitas hidup secara umum. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]
Secara kolektif, kebiasaan bersih dan sehat yang diterapkan dalam keluarga dan komunitas menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi beban penyakit, serta mendukung sistem kesehatan masyarakat agar lebih fokus pada promotif dan preventif, bukan hanya kuratif. [Lihat sumber Disini - ayosehat.kemkes.go.id]
Strategi Peningkatan Perilaku PHBS
Strategi peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang terencana. Upaya pertama adalah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kontinu tentang pentingnya kebiasaan hidup bersih dan sehat, termasuk pendidikan kesehatan di sekolah dan komunitas. Edukasi ini dapat dilakukan dengan metode interaktif, penggunaan media sosial, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.edi.or.id]
Strategi selanjutnya adalah pembinaan lingkungan sosial yang mendukung perubahan perilaku. Hal ini mencakup penyediaan fasilitas sanitasi yang layak, akses air bersih yang merata, serta kampanye kebersihan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain itu, dukungan dari tokoh masyarakat, kepala desa, serta lembaga pendidikan sangat penting dalam menciptakan budaya PHBS yang melekat pada aturan sosial masyarakat. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
Advokasi di tingkat kebijakan kesehatan juga menjadi strategi penting, termasuk penyusunan regulasi yang mendukung penerapan PHBS di berbagai tatanan seperti sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum. Kerja sama antar sektor seperti dinas kesehatan, pendidikan, dan lembaga masyarakat dapat memperluas dampak program PHBS ke seluruh lapisan masyarakat. [Lihat sumber Disini - dinkes.slemankab.go.id]
Kesimpulan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah pola hidup preventif dan promotif yang dilakukan secara sadar oleh individu dan keluarga dengan tujuan menjaga kebersihan serta kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. PHBS memiliki dasar operasional yang kuat melalui indikator-indikator seperti cuci tangan dengan sabun, penggunaan air bersih, pemberian ASI eksklusif, dan tidak merokok di rumah. Faktor seperti pengetahuan, pola asuh keluarga, dan dukungan sosial memengaruhi penerapannya, sementara peran keluarga menjadi pilar utama dalam pembiasaan perilaku sehat. Penerapan PHBS membawa dampak signifikan dalam mencegah penyakit infeksi dan tidak infeksi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk mempertahankan dan meningkatkan perilaku ini, strategi yang komprehensif diperlukan, seperti edukasi kesehatan, pembinaan sosial, serta advokasi kebijakan yang sinergis. Dengan demikian, PHBS bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi fondasi penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.