Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Pola Penyakit Tidak Menular. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pola-penyakit-tidak-menular  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pola Penyakit Tidak Menular - SumberAjar.com

Pola Penyakit Tidak Menular

Pendahuluan

Penyakit Tidak Menular (PTM) kini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia dan juga di Indonesia. Perubahan pola hidup, urbanisasi, konsumsi makanan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta faktor lingkungan telah mendorong peningkatan prevalensi penyakit-penyakit kronis ini dalam dekade terakhir. Di banyak negara, PTM bahkan telah mengambil alih posisi penyakit menular sebagai penyebab utama kesakitan dan kematian. Data global menunjukkan bahwa penyakit tidak menular bertanggung jawab atas lebih dari 70 % kematian di seluruh dunia pada tahun 2021, dengan angka kematian prematur yang sangat tinggi di negara berpenghasilan menengah dan rendah seperti Indonesia. [Lihat sumber Disini - who.int]

PTM umumnya berkembang secara perlahan dan membutuhkan penanganan jangka panjang, sehingga tidak hanya berdampak pada kesehatan individu tetapi juga memberikan beban besar terhadap sistem pelayanan kesehatan dan pembangunan nasional. Selain itu, adanya interaksi antara faktor genetik, lingkungan, dan perilaku hidup semakin memperkuat urgensi pemahaman pola penyakit tidak menular di masyarakat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Penyakit Tidak Menular

Definisi Penyakit Tidak Menular Secara Umum

Penyakit tidak menular (PTM) adalah kelompok penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi, tidak ditularkan dari satu individu ke individu lain melalui kontak fisik, dan berlangsung dalam jangka waktu lama atau kronis. PTM biasanya memiliki proses perkembangan yang panjang dengan berbagai komplikasi serius dan merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di banyak negara, termasuk Indonesia. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Definisi Penyakit Tidak Menular dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penyakit tidak menular dapat diartikan sebagai penyakit yang tidak dapat ditularkan dari orang yang sakit ke orang sehat melalui kontak langsung atau tidak langsung. Hal ini membedakan PTM dari penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme virus, bakteri, atau parasit. [Lihat sumber Disini - keslan.kemkes.go.id]

Definisi Penyakit Tidak Menular Menurut Para Ahli

  1. Allen et al. (2023), Menjelaskan PTM sebagai penyakit kronis yang tidak bersifat menular, termasuk berbagai kondisi seperti obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit pernapasan kronis. [Lihat sumber Disini - eprints.umm.ac.id]

  2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mendefinisikan penyakit tidak menular sebagai penyakit yang tidak menular yang dipengaruhi oleh faktor risiko perilaku, fisiologis, dan lingkungan serta menimbulkan beban besar dalam hal kematian global. [Lihat sumber Disini - who.int]

  3. Efrida et al. (2021), Menyatakan bahwa PTM adalah penyakit medis yang tidak ditularkan tetapi muncul karena kombinasi faktor genetik dan gaya hidup yang tidak sehat. [Lihat sumber Disini - journal.unm.ac.id]

  4. Rahayu et al. (2021), Menguatkan bahwa PTM merupakan kondisi kronis yang berkembang lambat dan berkaitan erat dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi melalui perubahan perilaku. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Jenis Penyakit Tidak Menular yang Dominan

Penyakit tidak menular mencakup berbagai kondisi yang berbeda, namun beberapa jenis penyakit menjadi sangat dominan dalam kontribusinya terhadap angka kematian dan beban penyakit di masyarakat. Berdasarkan data epidemiologis di Indonesia dan laporan global, penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes mellitus, serta penyakit pernapasan kronis merupakan tipe PTM yang paling sering ditemukan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Penyakit Kardiovaskular, Termasuk penyakit jantung koroner dan stroke, penyakit ini sering kali berawal dari kondisi seperti hipertensi atau aterosklerosis. PTM ini adalah kontributor terbesar terhadap kematian global dan lokal, dengan prevalensi yang terus meningkat akibat pola makan tinggi lemak dan kurang aktivitas fisik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Kanker, Kanker merupakan pertumbuhan sel abnormal yang invasif dan dapat menyerang berbagai organ. Jenis kanker yang umum di Indonesia meliputi kanker payudara, serviks, paru-paru, serta kanker gastrointestinal. Faktor risiko mencakup merokok, paparan zat karsinogenik, dan pola makan tidak sehat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Diabetes Mellitus, Penyakit metabolik ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, kebutaan, dan penyakit kardiovaskular jika tidak dikelola dengan baik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Penyakit Pernapasan Kronis, Termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), biasanya dipicu oleh paparan asap rokok dan polusi udara. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi pernapasan secara progresif. [Lihat sumber Disini - who.int]

Selain itu, penyakit lain seperti penyakit ginjal kronik, obesitas, dan gangguan metabolik lainnya juga semakin sering ditemukan di berbagai kelompok usia masyarakat Indonesia. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular

Faktor risiko penyakit tidak menular dapat dibagi menjadi dua kategori besar: faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.faperta-unras.ac.id]

Faktor Risiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi, Termasuk usia, genetika/riwayat keluarga, dan predisposisi biologis lainnya. Faktor-faktor ini tidak dapat diubah namun penting dipahami karena membantu dalam penilaian risiko individu terhadap PTM. [Lihat sumber Disini - eprints.umm.ac.id]

Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi, Ini termasuk gaya hidup dan perilaku sehari-hari manusia, seperti:

Faktor risiko ini saling berinteraksi dan sering kali muncul bersamaan dalam satu individu, memperkuat peluang terjadinya PTM apabila tidak dikelola secara baik melalui intervensi kesehatan. [Lihat sumber Disini - badankebijakan.kemkes.go.id]


Pola Distribusi PTM di Masyarakat

Distribusi penyakit tidak menular di masyarakat tidak merata dan dipengaruhi oleh berbagai determinan sosial dan demografis seperti usia, tingkat pendidikan, status ekonomi, serta lokasi geografis. Di Indonesia sendiri telah terjadi transisi epidemiologi dimana prevalensi penyakit infeksi cenderung menurun sementara PTM meningkat secara konsisten. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Berdasarkan survei nasional, PTM seperti diabetes dan hipertensi menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2013 ke 2018. Misalnya, prevalensi diabetes meningkat dari sekitar 6, 9 % menjadi 10, 9 %, sedangkan hipertensi meningkat dari 25, 8 % menjadi 34, 1 %. [Lihat sumber Disini - journals.plos.org]

Selain itu, terdapat variasi distribusi PTM antara daerah perkotaan dan pedesaan, dengan prevalensi obesitas dan gaya hidup tidak sehat lebih tinggi di kawasan urban akibat keterbatasan ruang terbuka dan pola konsumsi modern. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Faktor pendidikan dan informasi kesehatan juga berpengaruh terhadap distribusi PTM, dimana kelompok dengan akses informasi yang lebih baik cenderung memiliki tingkat kesadaran pencegahan yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]


Hubungan Gaya Hidup dengan PTM

Gaya hidup merupakan elemen kunci dalam perkembangan penyakit tidak menular. Bukti ilmiah menunjukkan korelasi yang kuat antara perilaku hidup dengan kejadian PTM dalam populasi. Pola makan tinggi kalori, konsumsi minuman manis, serta rendahnya konsumsi buah dan sayur berkaitan dengan obesitas dan sindrom metabolik yang merupakan faktor risiko utama PTM. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik yang disebabkan oleh gaya hidup modern seperti penggunaan gadget yang tinggi dan pekerjaan sedentari berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes serta penyakit kardiovaskular. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Merokok dan paparan asap rokok juga masih menjadi faktor risiko dominan di masyarakat Indonesia dan secara langsung berkontribusi terhadap penyakit paru kronis, kanker, dan gangguan kardiovaskular. [Lihat sumber Disini - badankebijakan.kemkes.go.id]


Upaya Pencegahan dan Pengendalian PTM

Upaya pencegahan PTM meliputi pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Promosi gaya hidup sehat seperti kampanye aktivitas fisik, edukasi pola makan seimbang, serta pengurangan konsumsi tembakau dan alkohol merupakan strategi prioritas dalam pencegahan primer. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]

Program kesehatan masyarakat seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) berfokus pada perubahan perilaku melalui peningkatan aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk deteksi dini PTM. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]

Deteksi dini melalui skrining rutin pada faktor risiko seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol dianggap penting untuk mencegah perkembangan penyakit kronis yang lebih berat. [Lihat sumber Disini - jurnal-pharmaconmw.com]

Selain itu, keterlibatan multi-sektor secara sinergis antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung implementasi program pencegahan dan pengendalian PTM secara menyeluruh. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kesimpulan

Penyakit tidak menular telah menjadi tantangan kesehatan utama di era modern, termasuk di Indonesia, yang ditandai dengan tingginya prevalensi kondisi kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit pernapasan kronis. Faktor risiko yang mempengaruhi perkembangan PTM meliputi kombinasi antara faktor genetik, perilaku, dan lingkungan, yang paling dominan adalah gaya hidup tidak sehat seperti merokok, pola makan yang buruk, dan kurang aktivitas fisik. Pemerintah dan masyarakat diharuskan bekerja bersama melalui berbagai strategi promotif, preventif dan deteksi dini untuk mengendalikan beban penyakit tidak menular ini. Upaya pencegahan harus menekankan perubahan gaya hidup dan peningkatan kesadaran kesehatan sejak dini untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian yang ditimbulkan PTM dalam jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain dan umumnya bersifat kronis serta berlangsung dalam jangka waktu lama, seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis.

Contoh penyakit tidak menular yang sering terjadi di masyarakat antara lain penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, kanker, hipertensi, penyakit paru obstruktif kronis, obesitas, dan penyakit ginjal kronik.

Faktor risiko utama penyakit tidak menular meliputi gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, konsumsi alkohol berlebihan, serta faktor usia dan riwayat keluarga.

Pola distribusi penyakit tidak menular di masyarakat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, serta perbedaan wilayah perkotaan dan pedesaan, dengan kecenderungan prevalensi lebih tinggi di daerah urban.

Gaya hidup memiliki hubungan erat dengan penyakit tidak menular, dimana kebiasaan seperti merokok, pola makan tinggi lemak dan gula, serta kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis.

Upaya pencegahan penyakit tidak menular meliputi penerapan pola hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, serta edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Menular Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Menular Deteksi Dini Penyakit Menular Deteksi Dini Penyakit Menular Surveilans Penyakit Menular Surveilans Penyakit Menular Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Konsep, gaya hidup, dan risiko Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Pelaporan Penyakit Wajib Lapor Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Sanitasi Lingkungan: Konsep, risiko kesehatan, dan pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia Penyakit Degeneratif pada Lansia Persepsi Penyakit: Konsep dan Respons Individu Persepsi Penyakit: Konsep dan Respons Individu Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Beban Penyakit: Konsep, Pengukuran DALY, dan Implikasi Kebijakan Beban Penyakit: Konsep, Pengukuran DALY, dan Implikasi Kebijakan Peran Kader Kesehatan Peran Kader Kesehatan Penyakit Berbasis Lingkungan Penyakit Berbasis Lingkungan Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis Faktor Perilaku dalam Penyakit Kronis Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Perilaku Cuci Tangan Masyarakat Perilaku Cuci Tangan Masyarakat Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Persepsi Masyarakat terhadap Penyakit Persepsi Masyarakat terhadap Penyakit
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…