Terakhir diperbarui: 25 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 25 December). Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/nyeri-persalinan-konsep-karakteristik-dan-penatalaksanaan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan - SumberAjar.com

Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan

Pendahuluan

Persalinan adalah momen penting dan kompleks dalam kehidupan seorang ibu, menandai peralihan dari kehamilan menuju kelahiran bayi. Proses ini mencakup serangkaian perubahan fisiologis besar yang melibatkan kontraksi uterus, pembukaan serviks, hingga pengeluaran janin dan plasenta dari rahim ibu. Sebagian besar ibu mengalami sensasi yang intens dan berbeda, beda selama proses ini, yang dikenal sebagai nyeri persalinan, suatu pengalaman sensori subjektif yang tak terpisahkan dari proses melahirkan normal. Rasa nyeri ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik tetapi juga psikologis ibu sehingga dapat memengaruhi durasi dan kemajuan persalinan secara keseluruhan. Pemahaman yang mendalam terhadap konsep, karakteristik, faktor, faktor yang memengaruhi, serta pendekatan penatalaksanaan nyeri persalinan sangat penting bagi tenaga kesehatan guna memberikan asuhan yang optimal bagi ibu bersalin. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]


Definisi Nyeri Persalinan

Definisi Nyeri Persalinan Secara Umum

Nyeri persalinan adalah pengalaman subjektif berupa sensasi tidak nyaman yang dirasakan oleh ibu selama proses persalinan sebagai respon terhadap kontraksi otot uterus, dilatasi serviks, penipisan jaringan, dan turunnya janin melalui jalan lahir. Sensasi ini merupakan bagian normal dari persalinan fisiologis dan bervariasi antara individu tergantung pada faktor fisiologis dan psikologis. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

Definisi Nyeri Persalinan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nyeri didefinisikan sebagai rasa tidak enak atau sakit pada tubuh. Persalinan adalah proses pengeluaran bayi dan plasenta dari uterus ibu. Dengan demikian, nyeri persalinan merupakan rasa sakit yang timbul selama proses persalinan ini berlangsung, sebagai bagian dari pengalaman fisik normal yang dialami ibu. (KBBI)

Definisi Nyeri Persalinan Menurut Para Ahli

  1. Menurut Molther and Baby (2017), nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif sensasi fisik yang terkait langsung dengan kontraksi uterus, penipisan serviks, dan turunnya bagian terendah janin selama persalinan fase aktif. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  2. Indriyani (2016) mengartikan nyeri persalinan sebagai rasa nyeri akibat kontraksi uterus yang semakin kuat, yang didukung oleh respons fisiologis seperti peningkatan tekanan darah dan ketegangan otot. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  3. Johara (2024) menyatakan bahwa nyeri selama persalinan merupakan pengalaman normal yang dialami hampir semua ibu, yang terutama disebabkan oleh distensi jaringan serta perubahan fisiologis pada serviks dan uterus. [Lihat sumber Disini - repository.stikesrspadgs.ac.id]

  4. Sari (2023) dalam konteks pendidikan kesehatan, mendefinisikan nyeri persalinan sebagai kombinasi nyeri fisik akibat kontraksi miometrium dan regangan struktur dasar panggul, yang dipengaruhi oleh keadaan psikologis ibu. [Lihat sumber Disini - jurnal.akperdharmawacana.ac.id]


Konsep Nyeri Persalinan

Nyeri persalinan merupakan fenomena fisiologis yang unik karena terjadi sebagai bagian dari proses normal tubuh ibu dalam memfasilitasi keluarnya janin. Rasa ini muncul akibat kontraksi uterus yang intens yang secara mekanik menyebabkan peregangan serviks dan jaringan di sekitarnya. Kontraksi ini juga menyebabkan respons iskemik (berkurangnya pasokan darah sementara) pada otot, otot uterus sehingga memicu impuls nyeri ditransmisikan ke otak melalui jalur saraf somatik dan visceral. [Lihat sumber Disini - jurnal.unigal.ac.id]

Nyeri persalinan termasuk dalam kategori nyeri akut, yang sering digambarkan sebagai nyeri hebat, berdenyut, dan berkaitan langsung dengan intensitas serta frekuensi kontraksi. Sensasi nyeri ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor fisiologis (misal kontraksi serviks, tekanan janin), faktor psikologis (seperti kecemasan dan persepsi nyeri), serta kondisi dukungan sosial ibu bersalin. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Persalinan

Nyeri persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, baik dari segi fisiologis maupun psikososial:

Faktor Fisiologis

Faktor Psikologis

Faktor Sosial dan Lingkungan


Karakteristik Nyeri pada Proses Persalinan

Nyeri persalinan memiliki ciri, ciri spesifik yang membedakannya dari jenis nyeri lain:

Secara umum, nyeri pada fase awal persalinan terasa seperti kram hebat yang dimulai dari punggung bawah dan menyebar ke perut bagian depan, sedangkan pada fase selanjutnya nyeri cenderung lebih tajam dan lokal di area perineum. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Dampak Nyeri terhadap Proses Persalinan

Nyeri persalinan yang intens dapat memiliki dampak signifikan terhadap proses persalinan:


Penilaian Nyeri Persalinan

Penilaian nyeri persalinan penting dilakukan untuk menentukan tingkat nyeri ibu dan memilih pendekatan manajemen yang sesuai. Metode penilaian meliputi:

Penilaian yang akurat menjadi dasar bagi asuhan lanjutan, termasuk pemilihan teknik farmakologis maupun non-farmakologis yang tepat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Penatalaksanaan Nyeri Persalinan

Penatalaksanaan nyeri persalinan dapat dibagi menjadi pendekatan farmakologis dan non-farmakologis:

Farmakologis

Non-Farmakologis

Pendekatan non-farmakologis sering dipilih karena minim efek samping terhadap ibu dan bayi serta dapat dilakukan secara mandiri atau dengan dukungan tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kesimpulan

Nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif yang alami terjadi pada hampir semua ibu selama proses persalinan sebagai respons terhadap kontraksi uterus, dilatasi serviks, dan turunnya janin. Sensasi nyeri ini dipengaruhi oleh berbagai faktor fisiologis, psikologis, dan lingkungan yang dapat berdampak pada durasi dan kemajuan persalinan jika tidak ditangani dengan baik. Penilaian nyeri yang tepat merupakan langkah awal yang krusial dalam menentukan strategi penatalaksanaan yang efektif, baik melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis. Kombinasi kedua pendekatan ini, disesuaikan dengan kondisi ibu dan fasilitas yang tersedia, dapat membantu meredakan nyeri secara optimal dan mendukung proses persalinan yang lebih nyaman serta aman. Pemahaman ilmiah dan dukungan profesional yang tepat menjadi kunci dalam manajemen nyeri persalinan yang berkualitas.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Nyeri persalinan adalah sensasi nyeri yang dialami ibu selama proses melahirkan akibat kontraksi uterus, pembukaan serviks, dan tekanan janin pada jaringan panggul dan jalan lahir.

Penyebab utama nyeri persalinan meliputi kontraksi otot uterus, dilatasi dan penipisan serviks, penurunan bagian terendah janin, serta peregangan jaringan dasar panggul dan perineum.

Intensitas nyeri persalinan dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti kekuatan kontraksi dan pembukaan serviks, faktor psikologis seperti kecemasan dan ketakutan, serta faktor sosial seperti dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.

Nyeri persalinan bersifat akut, berulang, dan meningkat seiring kemajuan persalinan. Pada fase awal bersifat visceral, sedangkan pada fase lanjut menjadi nyeri somatik akibat peregangan perineum.

Nyeri persalinan yang tidak terkelola dapat meningkatkan stres ibu, memperlambat kemajuan persalinan, menyebabkan kelelahan, serta meningkatkan risiko intervensi medis dan komplikasi persalinan.

Penilaian nyeri persalinan dapat dilakukan menggunakan skala numerik, skala deskriptif verbal, serta observasi perilaku dan respons ibu terhadap kontraksi selama persalinan.

Penatalaksanaan nyeri persalinan meliputi metode farmakologis seperti analgesia dan anestesi, serta metode nonfarmakologis seperti teknik pernapasan, pijat, kompres hangat, perubahan posisi, dan dukungan emosional.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Nyeri Kronis: Karakteristik dan Contoh Kasus Nyeri Kronis: Karakteristik dan Contoh Kasus Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Nyeri Akut: Definisi, Penyebab, dan Penatalaksanaannya Nyeri Akut: Definisi, Penyebab, dan Penatalaksanaannya Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Body Awareness pada Ibu Bersalin Body Awareness pada Ibu Bersalin Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Pengaruh Edukasi Prenatal terhadap Pengurangan Ketakutan Persalinan Pengaruh Edukasi Prenatal terhadap Pengurangan Ketakutan Persalinan Ketakutan Menghadapi Proses Melahirkan Ketakutan Menghadapi Proses Melahirkan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Manajemen Nyeri Masa Nifas Manajemen Nyeri Masa Nifas Nyeri Kronis: Karakteristik, Dampak, dan Tantangan Keperawatan Nyeri Kronis: Karakteristik, Dampak, dan Tantangan Keperawatan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Body Awareness Ibu Bersalin: Konsep, Peran Adaptasi, dan Proses Persalinan Body Awareness Ibu Bersalin: Konsep, Peran Adaptasi, dan Proses Persalinan  Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…