
Populasi dan Sampel Penelitian: Perbedaan dan Contoh
Pendahuluan
Dalam dunia penelitian ilmu sosial maupun ilmu eksakta, dua konsep yang sangat krusial agar hasil penelitian dapat diinterpretasikan dengan benar adalah populasi dan sampel penelitian. Pemahaman yang tepat tentang kedua istilah ini tidak hanya memengaruhi validitas dan reliabilitas penelitian, tetapi juga menentukan seberapa jauh hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke kelompok yang lebih besar. Banyak penelitian di Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kesalahan dalam mendefinisikan populasi atau memilih sampel yang tidak representatif sering menjadi salah satu penyebab hasil penelitian yang kurang optimal atau generalisasinya yang lemah. Sebagai contoh, sebuah tinjauan pustaka di tahun 2024 menyoroti bahwa dalam penelitian kuantitatif, populasi dan sampel merupakan landasan utama yang tidak dapat diabaikan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net] Oleh karena itu, artikel ini akan menguraikan secara sistematis perbedaan antara populasi dan sampel penelitian, disertai definisi umum, definisi dari KBBI, definisi menurut para ahli, serta contoh-contoh dan implikasi praktisnya.
Definisi Populasi dan Sampel
Definisi Populasi Secara Umum
Secara umum, populasi dalam konteks penelitian mengacu pada keseluruhan kumpulan elemen (subjek, objek, peristiwa) yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi fokus penelitian. Misalnya, jika peneliti ingin mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan di sebuah perusahaan di Jakarta, maka “keseluruhan karyawan di perusahaan tersebut” bisa disebut sebagai populasi penelitian. Sebagaimana dijelaskan dalam literatur metodologi, “populasi berperan terhadap konsep penelitian kuantitatif” karena populasi merupakan wilayah generalisasi di mana hasil penelitian akan ditarik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Pada saat yang sama, sampel secara umum adalah sebagian kecil dari populasi yang dipilih untuk menjadi objek observasi atau pengumpulan data. Penggunaan sampel adalah salah satu cara peneliti untuk mengatasi keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya saat populasi terlalu besar atau sulit diakses secara penuh. Sebagai contoh, dalam artikel “Konsep Umum Populasi dan Sampel dalam Penelitian” (2023) disebutkan bahwa “sampel diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian.” [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]
Dengan demikian, secara umum, populasi adalah keseluruhan, sedangkan sampel adalah bagian yang mewakili keseluruhan.
Definisi Populasi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi “populasi” adalah sebagai berikut:
“po·pu·la·si n 1 seluruh jumlah orang atau penduduk di suatu daerah; 2 jumlah orang atau pribadi yang mempunyai ciri-cirI yang sama; 3 jumlah penghuni, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya pada suatu satuan ruang tertentu; 4 sekelompok orang, benda, atau hal yang menjadi sumber pengambilan sampel; suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian.” [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Dari definisi tersebut, beberapa poin penting bisa dicatat:
- KBBI menekankan bahwa populasi bisa manusia, makhluk hidup lainnya, atau benda.
- Juga menekankan bahwa populasi dapat berfungsi sebagai “sumber pengambilan sampel”.
- Hal ini menegaskan bahwa populasi dalam penelitian bukan sekadar orang, tetapi setiap elemen yang dimiliki karakteristik relevan dengan penelitian.
Definisi Sampel dalam KBBI
Sedangkan untuk “sampel”, KBBI memberikan definisi sebagai berikut:
“sam·pel n Stat 1 sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar; 2 bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar; percontoh.” [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Beberapa catatan kunci dari definisi tersebut:
- Sampel merupakan “sesuatu” (bisa individu, benda, atau elemen lainnya).
- Fungsi utamanya adalah menunjukkan sifat dari kelompok yang lebih besar (populasi).
- Dengan demikian, pengambilan sampel yang tepat dituntut agar sifat-sifat populasi dapat tergambarkan secara akurat oleh sampel.
Definisi Populasi Menurut Para Ahli
Berikut definisi populasi menurut sejumlah ahli yang relevan:
- Sugiyono (2018:72) menjelaskan bahwa populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.” [Lihat sumber Disini - jurnal.stiebi.ac.id]
- Sujarweni (2016:4) menyatakan bahwa populasi adalah “keseluruhan jumlah yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan kemudian ditarik kesimpulannya.” [Lihat sumber Disini - jurnal.stiebi.ac.id]
- Nawawi (tahun berbeda) mengemukakan bahwa “populasi adalah keseluruhan objek penelitian dan memenuhi karakteristik tertentu” dalam konteks penelitian sosial. [Lihat sumber Disini - jurnal.stiebi.ac.id]
- Netra (1976) menyatakan bahwa populasi adalah “keseluruhan individu yang bersifat general atau umum yang mempunyai karakteristik yang cenderung sama.” [Lihat sumber Disini - liputan6.com]
Definisi Sampel Menurut Para Ahli
Selanjutnya, definisi sampel menurut beberapa ahli:
- Arikunto Suharsimi (1998:117) menyebut bahwa “sampel adalah bagian kecil yang terdapat dalam populasi yang dianggap mewakili populasi mengenai penelitian yang dilakukan.” [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]
- Sudjana (2010:6) mengatakan bahwa “sampel adalah totalitas semua nilai yang mungkin … mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya.” [Lihat sumber Disini - liputan6.com]
- Furqon (1999:2) dalam kumparan menyampaikan bahwa “sebagian anggota dari populasi disebut sampel.” [Lihat sumber Disini - kumparan.com]
- Somantri (2006:63) menyatakan “sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.” [Lihat sumber Disini - kumparan.com]
Perbedaan Antara Populasi dan Sampel Penelitian
Untuk memahami perbedaan antara populasi dan sampel secara lebih konkret, mari kita bahas beberapa aspek utama:
1. Ruang Lingkup
- Populasi: Merupakan keseluruhan elemen yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi fokus generalisasi penelitian. Misalnya, “seluruh mahasiswa S1 di Universitas X tahun angkatan 2024”.
- Sampel: Merupakan sebagian dari populasi tersebut yang dipilih untuk dikumpulkan datanya. Misalnya, “200 mahasiswa dari Universitas X angkatan 2024 yang dipilih melalui teknik acak”.
Karena ruang lingkup populasi lebih luas, maka penelitian menggunakan sampel ketika populasi terlalu besar atau tidak memungkinkan untuk semua elemen dijangkau.
2. Tujuan Penggunaan
- Populasi: Tujuannya adalah sebagai wilayah generalisasi hasil penelitian. Peneliti ingin agar hasil penelitian bisa diterapkan ke “populasi” tersebut.
- Sampel: Tujuannya adalah untuk mempermudah penelitian dalam hal sumber daya, waktu, tenaga, serta agar data yang diperoleh masih dapat mewakili populasi. Sebagaimana literatur menyebutkan bahwa “sampel memungkinkan peneliti untuk bekerja dengan kelompok yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola dari populasi” (contoh: Wicaksono dalam Bab III metodologi). [Lihat sumber Disini - repository.stiegici.ac.id]
3. Ukuran
- Populasi: Bisa besar, sangat besar, bahkan tak terbatas dalam beberapa kasus.
- Sampel: Selalu lebih kecil dari jumlah populasi dan merupakan bagian dari populasi tersebut. Ukuran yang tepat dan representatif menjadi kunci agar sampel dapat menggambarkan populasi secara valid. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
4. Teknik Penarikan (Sampling)
- Untuk populasi, seringkali peneliti menetapkan karakteristik atau elemen yang ingin dijadikan populasi terlebih dahulu (misalnya: “guru SMP di Kota Y”, “pelanggan bank Z di Jakarta”).
- Untuk sampel, terdapat berbagai teknik pengambilan yang perlu dipertimbangkan agar representasi tercapai, seperti probabilitas sampling (simple random, stratified, cluster) maupun non-probabilitas sampling (purposive, quota, snowball) . Sebagai contoh, dalam makalah tahun 2023 disebutkan: “probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel … Nonprobability sampling ialah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama…” [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]
5. Validitas dan Generalisasi
- Populasi: Jika seluruh populasi diobservasi (sensu sensus), maka hasil penelitian bisa sangat kuat dalam hal generalisasi. Namun, sering kali tidak memungkinkan.
- Sampel: Karena hanya sebagian, maka hasil penelitian bergantung pada sejauh mana sampel itu representatif dan sesuai tekniknya. Pilihan sampel yang buruk akan mengurangi kemampuan generalisasi hasil ke populasi.
Contoh Populasi dan Sampel dalam Penelitian
Contoh 1: Penelitian Karyawan Perusahaan
Misalkan sebuah penelitian ingin mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Bina Buana Semesta Jakarta. Dalam penelitian yang dipublikasikan di JEBI (2021) disebutkan bahwa: “Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Bina Buana Semesta sebanyak 100 orang.” [Lihat sumber Disini - jurnal.stiebi.ac.id] Selanjutnya, peneliti menetapkan “sampel sebanyak 80 orang” dari populasi tersebut sebagai objek pengumpulan data. [Lihat sumber Disini - jurnal.stiebi.ac.id]
Dari contoh ini:
- Populasi = 100 karyawan PT Bina Buana Semesta.
- Sampel = 80 karyawan yang dipilih dari 100 tersebut.
Contoh 2: Penelitian Pendidikan
Dalam makalah “Konsep Umum Populasi dan Sampel dalam Penelitian” (2023) disebutkan bahwa populasi bisa dibagi berdasarkan karakteristik seperti terbatas/tak terbatas, homogen/heterogen, target/survey. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id] Contoh konkret: Peneliti ingin meneliti “guru SMP kelas VIII di Kota X yang berusia <40 tahun dan memiliki masa kerja >5 tahun”. Maka:
- Populasi = seluruh guru SMP kelas VIII di Kota X dengan kriteria tersebut.
- Sampel = misalnya 150 guru yang dipilih secara stratified random dari populasi tersebut.
Contoh 3: Penelitian Kuantitatif Dengan Sample Terbatas
Dalam artikel “Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi, Sampel, dan Analisis Data” (2024) dijelaskan bahwa karena akses ke seluruh populasi sering sulit, maka sampel dibuat agar penelitian tetap feasible. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Sebagai contoh: Peneliti ingin meneliti “Mahasiswa S1 Fakultas Teknik Universitas Y semester 6”. Populasi = seluruh mahasiswa semester 6 Fakultas Teknik Universitas Y (misal = 500 orang). Sampel = misalnya 120 orang yang dipilih secara simple random sampling.
Implikasi Praktis: Kenapa Penting Memahami Perbedaan Ini?
- Desain penelitian yang tepat
Penetapan populasi dan sampel harus dilakukan secara jelas sejak awal penelitian. Jika populasi tidak didefinisikan dengan baik, maka sampel yang dipilih bisa jadi tidak representatif, dan hasil penelitian bisa bias atau kurang dapat digeneralisasi. - Pengambilan data yang efisien
Dengan memahami bahwa sampel adalah bagian dari populasi, peneliti dapat merancang strategi pengumpulan data yang hemat biaya, waktu, dan tenaga tanpa mengurangi kualitas hasil karena menggunakan sampel yang representatif. - Argumentasi generalisasi hasil penelitian
Hasil penelitian pada sampel hanya dapat digeneralisasikan ke populasi apabila teknik sampling dilakukan dengan tepat dan sampelnya representatif. Jika terjadi kesalahan dalam teknik atau ukuran sampel, maka klaim generalisasi harus dibatasi. - Laporan metodologi yang transparan
Dalam penulisan laporan penelitian, peneliti wajib menjelaskan populasi penelitian (karakteristik, ruang lingkup) dan sampel (jumlah, teknik pengambilan, alasan). Misalnya, dalam laporan metodologi pernah ditemukan definisi seperti: “Sampel adalah kelompok kecil yang dipilih dari populasi yang besar …” [Lihat sumber Disini - repository.stiegici.ac.id] - Meminimalkan bias pengambilan data
Dengan memahami perbedaan dan mengetahui teknik sampling yang tepat (probability vs non-probability) maka peneliti dapat meminimalkan bias pengambilan data yang dapat merusak kualitas temuan. Studi tahun 2023 menekankan pentingnya teknik sampling yang tepat agar representasi tercapai. [Lihat sumber Disini - jptam.org]
Kesimpulan
Menguasai konsep populasi dan sampel penelitian merupakan fondasi penting dalam metodologi penelitian. Populasi adalah keseluruhan elemen yang menjadi sasaran generalisasi penelitian, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih agar penelitian dapat dilakukan secara praktis namun tetap menghasilkan hasil yang representatif. Definisi-definisi dari KBBI dan berbagai ahli menegaskan peran dan fungsi masing-masing. Penting bagi peneliti untuk mendefinisikan populasi secara jelas, memilih sampel dengan teknik yang sesuai, serta melaporkan secara transparan agar hasil penelitian dapat dipercaya dan digeneralisasikan dengan benar. Dengan demikian, perbedaan dan mekanisme antara populasi dan sampel tidak boleh dianggap sepele,karena kesalahan pada tahap ini dapat berdampak pada validitas, reliabilitas, dan kegunaan hasil penelitian.