Terakhir diperbarui: 03 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 January). Regulasi Diri: Konsep dan Mekanisme Psikologis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/regulasi-diri-konsep-dan-mekanisme-psikologis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Regulasi Diri: Konsep dan Mekanisme Psikologis - SumberAjar.com

Regulasi Diri: Konsep dan Mekanisme Psikologis

Pendahuluan

Regulasi diri merupakan kemampuan psikologis fundamental yang memungkinkan individu mengatur pikiran, emosi, dan perilaku untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Fenomena ini tidak hanya relevan dalam konteks akademik dan pembelajaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari seperti pengambilan keputusan, pengendalian emosi, perencanaan tindakan, hingga hubungan interpersonal. Kualitas regulasi diri yang baik dikaitkan dengan keberhasilan akademik, kesuksesan karier, adaptasi sosial, dan kesejahteraan psikologis secara menyeluruh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa regulasi diri melibatkan proses kompleks di mana individu perlu memonitor kondisi internal dan eksternal serta menyesuaikan perilakunya agar tetap konsisten dengan standar atau tujuan yang ditetapkan. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]


Definisi Regulasi Diri

Definisi Regulasi Diri Secara Umum

Secara umum, regulasi diri dapat dipahami sebagai kemampuan individu untuk mengawasi, mengevaluasi, dan menyesuaikan pikiran, emosi, serta tindakan yang diarahkan pada tujuan tertentu secara sadar dan strategis. Individu yang memiliki regulasi diri yang baik mampu menunda kepuasan sesaat, tetap fokus pada tujuan jangka panjang, serta mampu mengelola godaan atau distraksi yang muncul di sekitar mereka. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

Definisi Regulasi Diri dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), regulasi diri didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri, baik dalam konteks perilaku, emosi, maupun proses mental, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Definisi ini menekankan pada aspek kontrol internal yang dimiliki individu. (Catatan: sumber resmi KBBI online dapat diakses langsung di situs KBBI untuk memastikan definisi valid)

Definisi Regulasi Diri Menurut Para Ahli

  1. Roy F. Baumeister & Kathleen D. Vohs menyatakan bahwa regulasi diri mencakup strategi kontrol diri yang digunakan individu untuk mengubah perilaku, mengelola impuls, dan mempertahankan fokus pada tujuan tertentu. [Lihat sumber Disini - ndl.ethernet.edu.et]

  2. Dale H. Schunk (2012) mendefinisikan regulasi diri sebagai proses di mana individu memfokuskan pikiran, emosi, dan tindakan secara sistematis pada pencapaian tujuan tertentu. [Lihat sumber Disini - jurnal.stipassirilus.ac.id]

  3. Dalam konteks psikologi pendidikan, regulasi diri juga dipahami sebagai kemampuan untuk merencanakan, mengarahkan, memonitor, dan mengevaluasi perilaku belajar yang efektif guna mencapai prestasi akademik. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

  4. Menurut teori Bandura, regulasi diri melibatkan kemampuan individu untuk mengontrol tingkah laku dan memanipulasi lingkungan melalui proses berpikir yang terencana. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]


Komponen-Komponen Regulasi Diri

Regulasi diri bukan sekadar kontrol impuls semata, melainkan mencakup beberapa komponen psikologis penting yang bekerja secara koordinatif:

1. Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Komponen ini melibatkan kemampuan individu mengenali kondisi internal seperti emosi, motivasi, dan kebutuhan. Tanpa kesadaran diri yang baik, individu sulit memahami apa yang harus mereka atur atau ubah. [Lihat sumber Disini - ndl.ethernet.edu.et]

2. Kontrol Emosi (Emotion Regulation)

Ini adalah kemampuan untuk mengatur dan menenangkan emosi yang kuat sehingga tidak mengambil alih proses berpikir atau keputusan. Individu dengan kontrol emosi yang baik mampu tetap tenang dalam tekanan. [Lihat sumber Disini - ndl.ethernet.edu.et]

3. Strategi Kognitif dan Metakognitif

Komponen ini mencakup perencanaan strategi berpikir, pemantauan diri sendiri terhadap proses berpikir, serta evaluasi efektivitas strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. [Lihat sumber Disini - ndl.ethernet.edu.et]

4. Monitoring dan Evaluasi

Setiap proses regulasi diri mencakup pemeriksaan berkelanjutan terhadap respons yang dilakukan individu terhadap situasi tertentu dan menyesuaikannya jika perlu. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

5. Motivasi dan Dorongan Internal

Motivasi adalah mesin internal yang mendorong individu tetap fokus pada tujuan yang ditetapkan meskipun menghadapi kesulitan atau distraksi. [Lihat sumber Disini - ndl.ethernet.edu.et]


Mekanisme Psikologis Regulasi Diri

Secara psikologis, regulasi diri bekerja melalui siklus dinamis berpikir-perasaan-tindakan yang saling berkaitan. Mekanisme ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Sistem Pengaturan Tujuan (Goal Setting)

Proses regulasi diri dimulai dengan menetapkan tujuan yang spesifik dan jelas. Tujuan ini kemudian menjadi standar perilaku yang akan dipantau dan dievaluasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

2. Monitoring Internal

Individu terus menerus memonitor pikiran, emosi, dan perilaku mereka terhadap standar yang telah ditetapkan. Bila terjadi penyimpangan, mekanisme korektif akan diaktifkan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

3. Kontrol Tindakan dan Strategi

Jika individu menemukan bahwa respons atau perilaku mereka tidak sesuai dengan tujuan, mereka akan mengambil langkah untuk menyesuaikan strategi tindakan melalui kontrol kognitif dan emosional. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

4. Umpan Balik dan Evaluasi

Hasil dari tindakan dan strategi yang dilakukan akan dievaluasi dan menjadi umpan balik yang kemudian mempengaruhi siklus selanjutnya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Secara neuropsikologis, regulasi diri juga terkait dengan fungsi eksekutif otak termasuk kemampuan bekerja memori, kontrol perhatian, serta kemampuan menghambat impuls yang tidak relevan terhadap tujuan. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Faktor yang Mempengaruhi Regulasi Diri

Tingkat kemampuan seseorang dalam melakukan regulasi diri dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. Faktor Internal

2. Faktor Eksternal

3. Pengalaman dan Pembelajaran

Regulasi diri dapat berkembang melalui pengalaman belajar yang berulang serta latihan dalam menghadapi situasi yang memerlukan kontrol diri, seperti menghadapi kegagalan atau konflik internal. [Lihat sumber Disini - ndl.ethernet.edu.et]


Regulasi Diri dan Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan yang efektif sangat dipengaruhi oleh kemampuan regulasi diri. Individu yang baik dalam mengatur emosi dan pikiran mereka cenderung mampu mempertimbangkan informasi secara lebih rasional, mengurangi pengaruh impuls atau bias emosional, serta memilih opsi yang paling sesuai dengan tujuan jangka panjang. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kemampuan regulasi diri berhubungan langsung dengan kemampuan seseorang untuk membuat keputusan yang lebih rasional dan adaptif. Ini mencakup kemampuan menahan dorongan sesaat demi manfaat jangka panjang, mengevaluasi konsekuensi dari setiap opsi, serta mempertimbangkan faktor risiko sebelum bertindak. [Lihat sumber Disini - academic.oup.com]

Proses pengambilan keputusan itu sendiri juga merupakan bentuk dari regulasi diri karena melibatkan kontrol terhadap impuls, evaluasi risiko, dan perencanaan tindakan yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. [Lihat sumber Disini - academic.oup.com]


Regulasi Diri dalam Kehidupan Sehari-hari

Regulasi diri mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari, antara lain:

1. Pendidikan dan Belajar

Mahasiswa atau pelajar yang memiliki regulasi diri yang baik mampu merencanakan belajar, mengatur waktu, dan menghindari prokrastinasi, sehingga mencapai prestasi yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

2. Karier dan Pekerjaan

Karyawan dengan regulasi diri yang kuat cenderung memiliki keterlibatan kerja lebih tinggi, mampu mengatasi tantangan, dan tetap fokus pada pencapaian tujuan organisasi. [Lihat sumber Disini - e-journals.unmul.ac.id]

3. Hubungan Interpersonal

Individu yang mampu mengatur emosi dan impulsnya dapat lebih efektif dalam berkomunikasi, menyelesaikan konflik, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. [Lihat sumber Disini - ndl.ethernet.edu.et]

4. Kesehatan Mental dan Emosional

Regulasi diri yang baik dikaitkan dengan kemampuan lebih baik dalam mengatasi stress, menahan tekanan emosional, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. [Lihat sumber Disini - ndl.ethernet.edu.et]


Kesimpulan

Regulasi diri merupakan proses psikologis penting yang melibatkan kemampuan individu untuk memantau, mengevaluasi, dan mengatur pikiran, emosi, serta tindakan demi mencapai tujuan yang diinginkan. Proses ini melibatkan komponen inti seperti kesadaran diri, kontrol emosi, strategi kognitif dan monitoring berkelanjutan. Regulasi diri dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi dan kemampuan kognitif, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari, regulasi diri memainkan peran penting dalam pendidikan, pengambilan keputusan, karier, serta hubungan interpersonal. Individu dengan regulasi diri yang baik cenderung mampu membuat keputusan yang lebih rasional, menjaga fokus dalam situasi sulit, dan mempertahankan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Secara keseluruhan, regulasi diri bukan hanya aspek teori psikologi tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diperkuat melalui pembelajaran, pengalaman, serta latihan reflektif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Regulasi diri adalah kemampuan individu untuk mengatur pikiran, emosi, dan perilaku secara sadar agar selaras dengan tujuan yang ingin dicapai. Regulasi diri melibatkan proses perencanaan, pemantauan, evaluasi, serta pengendalian diri dalam berbagai situasi kehidupan.

Regulasi diri penting karena membantu individu mengendalikan emosi, mengelola stres, mengambil keputusan secara rasional, serta mempertahankan perilaku yang adaptif dalam menghadapi tuntutan akademik, pekerjaan, dan hubungan sosial.

Komponen utama regulasi diri meliputi kesadaran diri, kontrol emosi, strategi kognitif dan metakognitif, monitoring perilaku, evaluasi diri, serta motivasi internal yang mendorong individu untuk mencapai tujuan.

Mekanisme psikologis regulasi diri bekerja melalui penetapan tujuan, pemantauan pikiran dan perilaku, pengendalian impuls, penerapan strategi adaptif, serta evaluasi hasil yang diperoleh sebagai dasar perbaikan perilaku selanjutnya.

Regulasi diri dipengaruhi oleh faktor internal seperti kemampuan kognitif, kondisi emosional, dan motivasi, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial, dukungan keluarga, konteks pendidikan, dan pengalaman belajar individu.

Regulasi diri berperan penting dalam pengambilan keputusan karena memungkinkan individu mengendalikan impuls, mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang, serta memilih tindakan yang paling rasional dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Gangguan Konsep Diri: Penyebab dan Penanganan Konsep Regulasi Emosi dalam Kehidupan Akademik Harga Diri Rendah: Dampak Psikososial dan Pendekatan Keperawatan Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Harga Diri Rendah: Konsep dan Contoh Kasus Gangguan Konsep Diri: Faktor Penyebab dan Respons Keperawatan Konsep Kepercayaan Diri: Dimensi dan Pengukuran Konsep Kesejahteraan Psikologis Persepsi Diri: Konsep dan Evaluasi Personal Kesadaran Diri (Self-Awareness): Konsep dan Perannya Efikasi Diri Belajar: Konsep dan Performa Akademik Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Konsep Penyesuaian Diri Mekanisme: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmiah Konsep Diri Remaja: Faktor dan Perkembangan Gangguan Regulasi Suhu Tubuh: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Konsep Fungsi Psikologis Sehat Efikasi Diri Akademik: Pengertian dan Pengaruhnya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna