
Motivasi Belajar Siswa SD: konsep, faktor, dan peningkatannya
Pendahuluan
Motivasi belajar siswa pada jenjang Sekolah Dasar (SD) adalah salah satu aspek paling krusial dalam proses pendidikan. Tanpa motivasi yang cukup, murid cenderung pasif, kurang antusias, dan sulit mencapai hasil belajar yang optimal. Sebaliknya, siswa yang termotivasi akan menunjukkan tingkah laku belajar yang aktif, antusias mengikuti pembelajaran, serta berusaha mencapai tujuan akademik mereka dengan lebih baik. Pentingnya motivasi belajar ini telah menjadi fokus berbagai penelitian karena hubungan eratnya dengan prestasi belajar, keterlibatan dalam kegiatan kelas, dan perkembangan kognitif anak. Penelitian empiris di sekolah dasar menunjukkan bahwa motivasi belajar berkaitan langsung dengan keberhasilan siswa dalam menyerap materi pembelajaran, bersikap proaktif dalam proses pembelajaran, dan mencapai hasil akademik yang lebih tinggi dibandingkan siswa dengan motivasi belajar rendah. ([Lihat sumber Disini - journal.unm.ac.id])
Pendahuluan ini bertujuan memberikan gambaran awal tentang mengapa motivasi belajar siswa SD perlu dipahami dan dikembangkan, sekaligus menjadi landasan bagi pembahasan konsep, faktor, jenis, serta strategi peningkatannya sepanjang artikel ini.
Definisi Motivasi Belajar
Definisi Motivasi Belajar Secara Umum
Motivasi belajar pada dasarnya adalah dorongan internal maupun eksternal yang mempengaruhi keinginan individu untuk melakukan aktivitas belajar. Motivasi mencakup perasaan keinginan untuk mencapai tujuan tertentu dan menjadi sumber energi yang menggerakkan perilaku belajar siswa. Aktivitas belajar yang didorong oleh motivasi berlangsung lebih konsisten, terarah, dan intens dibandingkan aktivitas tanpa motivasi. Konsep ini sering dibahas dalam psikologi pendidikan karena berperan signifikan dalam menentukan proses dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar merupakan kondisi di mana siswa memiliki dorongan kuat untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran sehingga mampu mencapai tujuan belajar secara optimal. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.pps.ung.ac.id])
Definisi Motivasi Belajar dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), motivasi belajar dapat dipahami sebagai dorongan atau daya penggerak bagi seseorang untuk melakukan suatu kegiatan belajar. Dalam konteks pendidikan, kata “motivasi” berasal dari akar kata “motif” yang berarti pemicu atau alasan yang mendorong seseorang untuk bertindak. KBBI mendefinisikan motivasi secara umum sebagai sebab atau alasan tindakan tertentu, termasuk dalam hal keterlibatan belajar di sekolah. Sebagai contoh, siswa belajar karena dorongan dari kebutuhan untuk memahami pelajaran atau untuk mencapai nilai yang baik. KBBI memberikan kerangka dasar pemahaman ini sebagai fondasi pemahaman lebih lanjut dalam konteks pendidikan formal.
Definisi Motivasi Belajar Menurut Para Ahli
Para ahli pendidikan dan psikologi juga banyak mengemukakan definisi tentang motivasi belajar, berikut beberapa di antaranya:
-
Sardiman mendefinisikan motivasi belajar sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar, serta memberikan arah aktivitas belajar sehingga tujuan belajar dapat tercapai. ([Lihat sumber Disini - ejurnalqarnain.stisnq.ac.id])
-
McDonald menyatakan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga dalam konteks belajar bermakna meningkatnya usaha dan perhatian terhadap materi pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.pps.ung.ac.id])
-
Uno (2016) menyatakan bahwa motivasi belajar mencakup keinginan dan kesediaan siswa untuk secara terus menerus melibatkan diri dalam aktivitas belajar guna mencapai perubahan tingkah laku yang diinginkan. ([Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id])
-
Teori psikologi pendidikan kontemporer seperti yang dikemukakan dalam teori Self-Determination Theory menjelaskan bahwa motivasi belajar merupakan proses psikologis yang terjadi ketika kebutuhan individu akan otonomi, kompetensi, dan hubungan dengan lingkungan pendidikan terpenuhi, sehingga mereka terdorong untuk aktif berpartisipasi dan menyukai aktivitas belajar. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Jenis-Jenis Motivasi Belajar
Motivasi belajar tidak seragam pada setiap individu; ia terbagi menjadi berbagai jenis berdasarkan asal dan orientasinya. Di dalam konteks pendidikan dasar, pemahaman jenis motivasi ini sangat penting untuk menunjang strategi pembelajaran yang efektif. Secara umum, dua jenis motivasi utama yang sering dibahas adalah motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. ([Lihat sumber Disini - selfdeterminationtheory.org])
1. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah dorongan belajar yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri. Siswa yang termotivasi secara intrinsik belajar karena mereka merasa kegiatan belajar itu menyenangkan, menarik, atau relevan dengan minat dan tujuan pribadi mereka. Motivasi ini cenderung menghasilkan keterlibatan belajar yang lebih dalam, ketekunan yang lebih tinggi ketika menghadapi tantangan, serta pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran karena belajar dilakukan bukan semata untuk mendapatkan imbalan luar semata. Teori psikologi kontemporer menekankan bahwa motivasi intrinsik berkaitan dengan rasa ingin tahu, rasa kompeten, serta keinginan untuk menyelesaikan sesuatu karena pengalaman internal yang memuaskan. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan belajar yang berasal dari faktor luar diri siswa, seperti imbalan, nilai, pujian dari guru, atau harapan orang tua. Siswa yang termotivasi secara ekstrinsik mungkin belajar untuk mendapatkan nilai baik, penghargaan, atau menghindari hukuman. Jenis motivasi ini sering digunakan dalam konteks sekolah formal karena cepat memberikan respons terhadap perilaku belajar tertentu, namun jangka panjangnya bisa kurang mendalam jika tidak didukung motivasi intrinsik. ([Lihat sumber Disini - simplypsychology.org])
3. Motivasi Amotivasi
Selain dua jenis di atas, ada pula kondisi amotivasi, yakni ketika siswa tidak memiliki motivasi internal maupun eksternal yang kuat untuk terlibat dalam pembelajaran. Siswa yang mengalami amotivasi biasanya menunjukkan perilaku pasif, rendah partisipasi kelas, dan kurang berusaha memahami pelajaran. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dari pendidik untuk mengidentifikasi hambatan dan membangun kembali minat belajar siswa, misalnya melalui pendekatan individual atau intervensi psikologis. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa
Motivasi belajar siswa SD dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait. Pemahaman tentang faktor-faktor ini penting agar guru dan pihak sekolah dapat merancang strategi pembelajaran yang mendukung motivasi siswa secara optimal.
1. Faktor Internal Siswa
Faktor internal mencakup karakteristik pribadi siswa seperti minat, efikasi diri, rasa percaya diri, dan kondisi emosional. Riset menunjukkan bahwa minat yang kuat terhadap materi pelajaran dan kepercayaan diri dalam kemampuan belajar adalah prediktor utama motivasi belajar yang tinggi di sekolah dasar. Seorang siswa yang yakin akan kemampuan belajarnya cenderung lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])
2. Peran Guru dan Metode Pembelajaran
Peran guru sebagai fasilitator pembelajaran serta metode yang digunakan sangat berpengaruh terhadap motivasi siswa. Guru yang mampu menerapkan metode pembelajaran inovatif, menarik, dan interaktif cenderung mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa. Model pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek, media pembelajaran interaktif, atau teknik reward-based telah terbukti efektif dalam mengoptimalkan motivasi belajar siswa SD. ([Lihat sumber Disini - ojs.indopublishing.or.id])
3. Dukungan Orang Tua dan Lingkungan Sekolah
Dukungan dari orang tua dalam bentuk pengawasan belajar di rumah, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah, serta lingkungan sekolah yang kondusif turut meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian menunjukkan bahwa bantuan orang tua dan kualitas lingkungan belajar berhubungan positif dengan motivasi belajar siswa. ([Lihat sumber Disini - ojs.fkip.umada.ac.id])
4. Kondisi Psikososial dan Teman Sebaya
Interaksi sosial siswa dengan teman sebaya juga menjadi faktor penting. Teman belajar yang suportif dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi siswa untuk terlibat lebih aktif dalam pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - ojs.fkip.umada.ac.id])
Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Guru memegang peranan strategis dalam menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa SD. Keberhasilan guru dalam mengelola kelas, memberikan umpan balik yang mendukung, serta menciptakan suasana belajar yang menarik terbukti membantu siswa merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam proses belajar.
1. Model Pembelajaran yang Menarik
Guru dapat menggunakan model pembelajaran yang variatif, seperti pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan media interaktif. Model pembelajaran seperti ini dapat membantu siswa merasa lebih tertarik dan aktif terlibat dalam kegiatan belajar. ([Lihat sumber Disini - ojs.indopublishing.or.id])
2. Penguatan Positif dan Teknik Reward
Penerapan teknik reward yang tepat, seperti pujian, penghargaan simbolis, atau pengakuan prestasi siswa, dapat meningkatkan motivasi belajar karena siswa merasa dihargai atas usaha mereka. Teknik ini efektif terutama bagi siswa yang masih dalam tahap awal perkembangan motivasi intrinsik. ([Lihat sumber Disini - edu.pubmedia.id])
3. Tujuan Pembelajaran yang Jelas dan Relevan
Guru yang mampu menjelaskan tujuan pembelajaran secara jelas serta mengaitkannya dengan kehidupan nyata siswa dapat membantu siswa melihat relevansi belajar, sehingga mereka memiliki alasan yang kuat untuk belajar. ([Lihat sumber Disini - ojs.indopublishing.or.id])
4. Keterlibatan Emosional dengan Siswa
Hubungan positif antara guru dan siswa, termasuk dukungan emosional dan rasa saling percaya, dapat menciptakan lingkungan kelas yang aman dan menyenangkan sehingga memicu motivasi belajar siswa. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])
Strategi Peningkatan Motivasi Belajar Siswa SD
Berbagai strategi telah terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SD. Strategi ini melibatkan pendekatan pedagogis, psikologis, dan sosial yang dirancang agar siswa merasa tertarik, terlibat, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri.
1. Pembelajaran Kooperatif dan Kolaboratif
Pembelajaran kooperatif melibatkan siswa dalam kelompok kecil sehingga mereka belajar bersama, berdiskusi, dan saling membantu. Model ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa tetapi juga membuat aktivitas belajar menjadi pengalaman sosial yang menyenangkan. ([Lihat sumber Disini - ojs.indopublishing.or.id])
2. Media Pembelajaran yang Interaktif
Penggunaan media pembelajaran digital dan interaktif seperti permainan edukatif, video pembelajaran, atau aplikasi pembelajaran dapat menambah daya tarik proses belajar. Media tersebut membantu siswa melihat materi pelajaran secara visual dan kontekstual sehingga motivasi belajar mereka meningkat. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])
3. Penguatan Tujuan Belajar Individu
Guru dapat membantu siswa menetapkan tujuan belajar personal dan merayakan pencapaian tujuan tersebut, agar siswa merasa belajar adalah proses yang bermakna dan bukan hanya kewajiban. ([Lihat sumber Disini - ojs.indopublishing.or.id])
4. Pemberian Umpan Balik yang Membina
Umpan balik yang bersifat membina dan mengarahkan siswa pada perbaikan akan meningkatkan rasa kompeten siswa sehingga mereka merasa mampu dalam belajar. ([Lihat sumber Disini - ojs.indopublishing.or.id])
Dampak Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar
Motivasi belajar yang tinggi terbukti memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa SD. Penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara tingkat motivasi dan prestasi akademik siswa: siswa dengan motivasi belajar yang tinggi cenderung mencapai nilai yang lebih baik di sekolah serta menunjukkan partisipasi aktif dalam kelas. ([Lihat sumber Disini - journal.unm.ac.id])
Selain itu, motivasi belajar yang baik juga berkaitan dengan keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, serta kecenderungan siswa untuk terus belajar di luar jam sekolah. Ketika siswa terdorong untuk mencapai tujuan pembelajaran mereka, proses belajar berlangsung secara lebih efektif dan tujuan pendidikan dapat lebih cepat dicapai. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Kesimpulan
Motivasi belajar siswa SD adalah elemen penting dalam pendidikan yang mencakup macam-macam dorongan psikologis baik dari dalam diri siswa maupun dari lingkungan eksternal. Dorongan ini memengaruhi sejauh mana siswa terlibat dalam pembelajaran, bertahan menghadapi tantangan, serta mencapai tujuan akademiknya. Penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal seperti minat dan efikasi diri, serta faktor eksternal seperti peran guru, dukungan orang tua, dan metode pembelajaran. Peran guru sangat vital dalam merancang strategi pembelajaran yang menarik, memberikan penguatan positif, serta menciptakan lingkungan kelas yang mendukung. Berbagai strategi pedagogis seperti pembelajaran kolaboratif, penggunaan media interaktif, dan pemberian umpan balik yang membangun terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi siswa. Motivasi belajar yang tinggi kemudian berdampak langsung pada hasil belajar yang lebih optimal, keterlibatan siswa yang lebih besar, serta kesiapan mereka untuk terus belajar sepanjang hidup. Secara keseluruhan, pemahaman mendalam tentang motivasi belajar membantu pendidik merancang pembelajaran yang tidak hanya informatif tetapi juga memotivasi siswa untuk berkembang secara maksimal dalam proses pendidikan mereka.