Terakhir diperbarui: 26 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 26 December). Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/selfefficacy-ibu-menyusui-konsep-peran-motivasi-dan-hasil-laktasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi - SumberAjar.com

Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi

Pendahuluan

Menyusui adalah fase krusial dalam kehidupan seorang ibu pascapersalinan. Keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) bukan hanya berkaitan dengan aspek fisiologis, tetapi juga sangat ditentukan oleh aspek psikologis sang ibu. Salah satu faktor psikologis yang dianggap paling menentukan dalam kesuksesan proses menyusui adalah self-efficacy, yaitu keyakinan seorang ibu atas kemampuannya untuk menyusui secara tepat dan berkelanjutan. Penelitian modern menunjukkan bahwa ibu yang memiliki self-efficacy tinggi cenderung mempertahankan menyusui lebih lama dan lebih konsisten, termasuk dalam pemberian ASI eksklusif dalam enam bulan pertama kehidupan bayi. Hal ini membuat pemahaman tentang konsep self-efficacy dalam konteks menyusui menjadi sangat penting dalam upaya promosi kesehatan ibu dan anak di berbagai setting klinis dan komunitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnalp4i.com]


Definisi Self-Efficacy Ibu Menyusui

Definisi Self-Efficacy Ibu Menyusui Secara Umum

Secara umum, self-efficacy adalah konsep psikologis yang merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk melakukan suatu tugas atau mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks menyusui, self-efficacy menggambarkan seberapa yakin seorang ibu bahwa ia mampu menyusui bayinya dengan baik, mengatasi tantangan penyusuan, serta memenuhi kebutuhan nutrisi bayi melalui ASI. Ibu dengan self-efficacy tinggi cenderung lebih gigih dan lebih mampu mengatasi hambatan praktis seperti ketidaknyamanan awal atau kekhawatiran terkait pasokan ASI. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Self-Efficacy Ibu Menyusui dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah efikasi diri atau self-efficacy sering diartikan sebagai keyakinan atau persepsi individu akan kemampuan dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas tertentu secara efektif. Efikasi diri dalam menyusui merujuk pada keyakinan seorang ibu dalam kemampuan dirinya untuk memberikan ASI kepada bayinya secara konsisten dan memadai. (Catatan: definisi KBBI langsung dari situs resmi KBBI dapat dimasukkan bila tersedia dengan link sumber, tetapi karena keterbatasan akses otomatis di sini, interpretasi ini merujuk pada pengertian umum istilah dalam psikologi dan aplikasi KBBI terhadap konteks menyusui.) [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Self-Efficacy Ibu Menyusui Menurut Para Ahli

Menurut teori psikolog Albert Bandura, self-efficacy adalah keyakinan individu dalam kemampuannya untuk mengorganisasikan dan melaksanakan tindakan yang diperlukan guna mencapai tujuan tertentu. Konsep ini menekankan bagaimana persepsi diri dapat memprediksi bagaimana seseorang mengatasi tugas tersebut. [Lihat sumber Disini - repository.um-surabaya.ac.id]

Cindy-Lee Dennis, ahli kebidanan dan peneliti breastfeeding self-efficacy, memformalkan konsep ini khusus dalam konteks menyusui. Ia menyatakan bahwa breastfeeding self-efficacy adalah keyakinan ibu akan kemampuan dirinya untuk menyusui bayinya, dan ini dapat memprediksi durasi dan keeks­sifan praktik menyusui. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Ilmu keperawatan lain menjelaskan bahwa self-efficacy menyusui adalah prediktor utama perilaku menyusui termasuk kemungkinan ibu untuk mempertahankan pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan pertama. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Sejumlah tinjauan literatur modern juga menguatkan bahwa self-efficacy menyusui merupakan konstruk teoritik yang sangat penting untuk dipahami dalam promosi kesehatan ibu dan anak. [Lihat sumber Disini - repositorium.uminho.pt]


Konsep Self-Efficacy dalam Menyusui

Self-efficacy dalam menyusui mencerminkan keyakinan seorang ibu bahwa ia mampu menyusui dengan baik, termasuk mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul seperti ketidaknyamanan, keraguan terhadap pasokan ASI, atau kurangnya dukungan sosial. Kepercayaan diri ini berakar pada pengalaman sebelumnya, observasi terhadap ibu lain, dukungan sosial, dan kondisi psikologis ibu. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

Teori Social Cognitive Bandura mengasumsikan bahwa self-efficacy memengaruhi motivasi seseorang, pilihan aktivitas, dan ketahanan menghadapi hambatan. Dalam menyusui, ibu yang memiliki self-efficacy tinggi menunjukkan ketekunan yang lebih besar dalam mencoba tata cara menyusui, serta lebih resilien terhadap tantangan awal yang sering terjadi pascapersalinan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Penelitian meta dan tinjauan sistematis menunjukkan bahwa self-efficacy yang tinggi berhubungan dengan durasi menyusui yang lebih panjang dan praktik pemberian ASI eksklusif yang lebih sering dibandingkan ibu dengan self-efficacy rendah. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor yang Mempengaruhi Self-Efficacy Ibu

Beberapa faktor utama telah diidentifikasi mempengaruhi tingkat self-efficacy pada ibu menyusui:

  1. Pengalaman Menyusui Sebelumnya, Ibu yang memiliki pengalaman menyusui berhasil cenderung memiliki self-efficacy lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - ejurnal.malahayati.ac.id]

  2. Pengetahuan tentang Menyusui, Pengetahuan yang baik tentang teknik menyusui meningkatkan keyakinan ibu dalam menyusui. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Dukungan Sosial, Dukungan dari keluarga, pasangan, dan tenaga kesehatan berkaitan erat dengan tingkat self-efficacy ibu. [Lihat sumber Disini - e-jurnal.stikesmitraadiguna.ac.id]

  4. Kondisi Psikologis dan Emosional, Stres atau kecemasan dapat menurunkan self-efficacy dan sebaliknya. [Lihat sumber Disini - ejurnal.malahayati.ac.id]

  5. Modeling (Observasi), Melihat contoh ibu lain yang berhasil menyusui dapat memperkuat keyakinan ibu dalam kemampuannya sendiri. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

Faktor-faktor ini bekerja secara interaktif, yang berarti dukungan yang kuat dan persiapan pengetahuan yang baik dapat meningkatkan self-efficacy meskipun ibu belum memiliki pengalaman langsung dalam menyusui.


Peran Motivasi dalam Keberhasilan Menyusui

Motivasi adalah kekuatan internal yang mendorong ibu untuk tetap berkomitmen dalam menyusui. Motivasi berkaitan erat dengan self-efficacy karena motivasi tinggi membuat ibu bersedia melakukan upaya lebih besar untuk mencapai keberhasilan menyusui. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]

Penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu terhadap menyusui berhubungan signifikan dengan self-efficacy menyusui dan praktik pemberian ASI yang sukses. Dukungan suami dan tenaga kesehatan dalam bentuk informasi, dorongan, dan keterampilan praktis dapat meningkatkan motivasi ini, sehingga ibu lebih percaya diri dalam menyusui. [Lihat sumber Disini - repository.ub.ac.id]

Motivasi juga dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya dan persepsi pribadi terhadap manfaat ASI. Semakin jelas manfaat ASI baik secara nutrisi maupun hubungan emosional ibu-anak, semakin kuat motivasi ibu untuk mempertahankan praktik menyusui. [Lihat sumber Disini - jki.ui.ac.id]


Hubungan Self-Efficacy dengan Produksi ASI

Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa self-efficacy tidak hanya mempengaruhi perilaku menyusui, tetapi juga terkait dengan hasil fisiologis seperti produksi ASI. Studi observasional menemukan bahwa ibu dengan tingkat self-efficacy yang lebih tinggi cenderung memiliki output ASI yang lebih baik dalam minggu-minggu awal pascapersalinan. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

Hal ini terjadi karena ibu dengan self-efficacy tinggi lebih konsisten dalam inisiasi menyusui dini, frekuensi menyusui yang optimal, serta tekun menangani masalah awal seperti posisi atau pelekatan yang kurang tepat, semua faktor yang secara fisiologis memfasilitasi laktasi. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

Selain itu, ibu dengan self-efficacy tinggi cenderung memiliki persepsi yang lebih positif terhadap pasokan ASI yang tersedia meskipun menghadapi tantangan kecil, sehingga tidak berhenti menyusui atau beralih ke susu formula terlalu cepat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Dampak Self-Efficacy terhadap Keberlanjutan Menyusui

Banyak penelitian lokal dan internasional menunjukkan hubungan positif antara self-efficacy tinggi dan keberlanjutan menyusui, serta praktik ASI eksklusif. Hasil penelitian di berbagai wilayah menunjukkan bahwa ibu dengan self-efficacy tinggi lebih mampu mempertahankan praktik menyusui eksklusif hingga enam bulan atau lebih. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Selain itu, self-efficacy berpengaruh pada lamanya durasi menyusui total, bahkan setelah periode eksklusif. Ibu yang percaya diri akan kemampuannya lebih mungkin untuk menyusui bayi hingga lebih dari enam bulan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Faktor psikologis seperti stres atau kekhawatiran tentang pasokan ASI umumnya lebih rendah pada ibu dengan self-efficacy tinggi. Hal ini membantu mengurangi keputusan untuk berhenti menyusui lebih awal dan mengarah pada keteraturan pemberian ASI. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Self-Efficacy

Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam membentuk self-efficacy ibu menyusui. Intervensi pendidikan, konseling, dan dukungan praktis telah terbukti secara signifikan meningkatkan self-efficacy ibu. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

Strategi yang efektif meliputi:

Penelitian juga menunjukkan bahwa intervensi berbasis edukasi, termasuk pelatihan mobile atau digital, dapat meningkatkan self-efficacy ibu dan memperkuat praktik menyusui secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Self-efficacy ibu menyusui adalah keyakinan ibu terhadap kemampuan dirinya untuk menyusui secara efektif, dan merupakan faktor psikologis yang sangat berperan dalam keberhasilan menyusui dan pemberian ASI eksklusif. Konsep ini berasal dari teori Bandura dan telah dimodifikasi oleh para peneliti seperti Cindy-Lee Dennis untuk konteks menyusui.

Faktor-faktor yang mempengaruhi self-efficacy meliputi pengalaman menyusui sebelumnya, pengetahuan, dukungan sosial, dan kondisi psikologis. Motivasi ibu merupakan penggerak utama dalam mempertahankan praktik menyusui dan berkaitan erat dengan self-efficacy. Self-efficacy yang tinggi juga berkaitan positif dengan produksi ASI dan durasi menyusui, dengan ibu yang percaya diri cenderung mempertahankan praktik menyusui lebih lama dan lebih konsisten.

Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam meningkatkan self-efficacy melalui edukasi, konseling, serta dukungan praktis. Intervensi yang tepat dapat meningkatkan keyakinan ibu, membantu mengatasi tantangan, serta meningkatkan keberhasilan pemberian ASI, termasuk ASI eksklusif. Dukungan keluarga dan lingkungan sosial juga turut memperkuat keyakinan dan komitmen ibu dalam menyusui.

Dengan memahami self-efficacy secara mendalam dan mengintegrasikannya dalam praktik pelayanan kesehatan ibu dan anak, diharapkan keberhasilan program menyusui dapat meningkat baik di tingkat klinis maupun komunitas kesehatan publik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Self-efficacy ibu menyusui adalah keyakinan seorang ibu terhadap kemampuan dirinya dalam menyusui bayinya secara efektif, mengatasi hambatan selama menyusui, serta mempertahankan pemberian ASI sesuai anjuran.

Self-efficacy penting karena memengaruhi motivasi, ketekunan, dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Ibu dengan self-efficacy tinggi cenderung lebih konsisten, tidak mudah menyerah, dan mampu mempertahankan pemberian ASI lebih lama.

Faktor yang memengaruhi self-efficacy ibu menyusui meliputi pengalaman menyusui sebelumnya, pengetahuan tentang teknik menyusui, dukungan keluarga dan tenaga kesehatan, kondisi psikologis ibu, serta lingkungan sosial.

Self-efficacy yang tinggi mendorong ibu menyusui lebih sering dan konsisten, sehingga merangsang hormon laktasi dan membantu meningkatkan serta mempertahankan produksi ASI.

Tenaga kesehatan berperan melalui edukasi, konseling, pendampingan teknik menyusui, serta pemberian dukungan emosional yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan ibu dalam menyusui.

Ya, self-efficacy berpengaruh besar terhadap keberlanjutan menyusui. Ibu dengan self-efficacy tinggi lebih mungkin mempertahankan ASI eksklusif dan melanjutkan menyusui hingga usia bayi lebih dari enam bulan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Self-Efficacy Ibu Menyusui Self-Efficacy Ibu Menyusui Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Hubungan Self-Efficacy dengan Kinerja Akademik Hubungan Self-Efficacy dengan Kinerja Akademik Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Menyusui sejak Kehamilan Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Menyusui sejak Kehamilan Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Ketidaknyamanan Masa Menyusui Ketidaknyamanan Masa Menyusui Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Self-Efficacy Kesehatan: Konsep, Determinan Psikososial, dan Pengaruh Perilaku Self-Efficacy Kesehatan: Konsep, Determinan Psikososial, dan Pengaruh Perilaku Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Posisi Menyusui yang Efektif Posisi Menyusui yang Efektif Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Hubungan Paritas dengan Kualitas Laktasi Hubungan Paritas dengan Kualitas Laktasi Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Self-Care Pasien: Konsep dan Faktor yang Mempengaruhi Self-Care Pasien: Konsep dan Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Ibu Menyusui Status Gizi Ibu Menyusui Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Tingkat Pengetahuan Suami tentang ASI Eksklusif Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Nutrisi Ibu Menyusui: Konsep, Kebutuhan Gizi, dan Kualitas ASI Nutrisi Ibu Menyusui: Konsep, Kebutuhan Gizi, dan Kualitas ASI
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…