Terakhir diperbarui: 02 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 2 January). Self-Regulation: Tahapan dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/selfregulation-tahapan-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Self-Regulation: Tahapan dan Contoh - SumberAjar.com

Self-Regulation: Tahapan dan Contoh

Pendahuluan

Self-Regulation menjadi salah satu konsep psikologi yang sangat penting dalam perkembangan individu karena berkaitan langsung dengan kemampuan seseorang mengatur pikiran, emosi, dan perilaku untuk mencapai tujuan jangka panjang. Kemampuan ini sering dipandang sebagai landasan bagi respons adaptif terhadap tantangan kehidupan modern, baik dalam konteks akademik, pekerjaan, maupun interaksi sosial. Sebagai fenomena multidimensi, self-regulation tidak hanya berkaitan dengan perilaku luar yang tampak, tetapi juga proses internal yang kompleks seperti pemantauan diri, evaluasi, serta penyesuaian strategi dalam menghadapi hambatan atau distraksi yang muncul dalam perjalanan menuju tujuan mereka. Pemahaman terhadap komponen, tahapan, serta faktor yang mempengaruhi self-regulation menjadi aspek penting bagi praktisi pendidikan, psikolog, dan tenaga profesional lainnya untuk mendesain intervensi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan ini.


Definisi Self-Regulation

Definisi Self-Regulation Secara Umum

Self-regulation secara umum dapat dipahami sebagai proses di mana individu memantau dan mengendalikan pemikiran, emosi, serta perilaku yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dan menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi atau tuntutan lingkungan. Dalam proses ini, individu bertanggung jawab atas arah tindakan mereka sendiri dan memodifikasi respons internal atau eksternal demi mencapai hasil yang diinginkan. Konsep self-regulation membantu menjelaskan mengapa beberapa individu mampu bertahan di tengah tekanan sementara yang lain mengalami kesulitan dalam mempertahankan fokus atau komitmen terhadap tujuan mereka. Penelitian dan literatur umum menunjukkan bahwa self-regulation melibatkan banyak proses seperti perencanaan, kontrol impuls, pemantauan progres, dan refleksi diri terhadap tindakan yang dilakukan. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

Definisi Self-Regulation dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah regulasi diri atau self-regulation dapat diartikan sebagai proses pengaturan diri sendiri dalam mengontrol pikiran, sikap, emosi, serta perilaku agar sesuai dengan standar atau tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam kehidupan sehari-hari atau dalam konteks tertentu, seperti pendidikan atau pekerjaan. Istilah ini mencerminkan kemampuan seseorang untuk mengelola aspek internal dan eksternal yang hadir dalam pengalaman hidup mereka. [Lihat sumber Disini - journal.unicimi.ac.id]

Definisi Self-Regulation Menurut Para Ahli

Para ahli psikologi telah mengemukakan definisi self-regulation dari sudut pandang teoretis dan empiris berdasarkan penelitian mereka:

  1. Albert Bandura menjelaskan bahwa self-regulation merupakan mekanisme yang memungkinkan individu mengontrol tindakan mereka melalui proses pemantauan, perbandingan dengan standar diri sendiri, serta reaksi terhadap hasil yang diperoleh. Pendekatan ini menekankan peran evaluasi diri dalam mengatur perilaku yang adaptif. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Barry Zimmerman dalam perspektif pembelajaran sosial kognitif melihat self-regulation sebagai seperangkat proses di mana individu secara aktif mengatur diri mereka melalui penciptaan tujuan, penggunaan strategi belajar yang efektif, dan kemudian refleksi atas performa mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Pintrich (2000) memodelkan self-regulated learning sebagai serangkaian fase yang meliputi perencanaan awal (forethought), pemantauan pelaksanaan, pengendalian proses belajar, hingga evaluasi hasil belajar. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Panadero (2017) menjelaskan bahwa model self-regulated learning mencakup empat fase: perencanaan dan aktivasi, pemantauan, kontrol, serta refleksi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Komponen Utama Self-Regulation

Komponen self-regulation merujuk pada elemen-elemen inti yang saling terhubung dan membentuk kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri sendiri dalam berbagai situasi. Beberapa komponen utama yang diidentifikasi oleh para peneliti meliputi:

1. Standar dan Tujuan (Standards & Goal Setting)

Komponen ini mencakup kemampuan individu menetapkan standar atau kriteria hasil yang ingin dicapai, baik berupa tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Standar ini menjadi acuan dalam mengevaluasi perilaku mereka sendiri terhadap hasil yang diharapkan sehingga individu tahu arah tindakan selanjutnya yang perlu diambil. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

2. Motivasi dan Dorongan (Motivation)

Motivasi berfungsi sebagai kekuatan pendorong yang membuat individu termotivasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa motivasi yang kuat, proses self-regulation tidak akan efektif karena individu tidak memiliki dorongan internal yang memandu mereka dalam mengambil keputusan strategis atau mempertahankan tindakan yang relevan dengan tujuan. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

3. Monitoring dan Kontrol (Self-Monitoring & Control)

Monitoring adalah proses di mana individu memperhatikan dan mengevaluasi perilaku, pikiran, dan perasaan mereka selama menjalani aktivitas atau tugas tertentu. Kontrol berarti kemampuan untuk mengatur atau menyesuaikan tindakan yang diperlukan guna tetap berada dalam jalur pencapaian tujuan. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

4. Evaluasi dan Refleksi (Self-Evaluation & Reflection)

Komponen ini terjadi ketika individu mengevaluasi hasil tindakan mereka, membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan, serta melakukan refleksi terhadap keberhasilan atau kegagalan yang terjadi. Tahap ini penting untuk memperbaiki strategi selanjutnya. [Lihat sumber Disini - psychology.wfu.edu]

5. Eksekusi dan Pengendalian Impuls (Execution & Impulse Control)

Aspek ini melibatkan kemampuan untuk menjalankan rencana dan tetap konsisten meski ada distraksi, gangguan emosional, atau godaan yang bisa menjauhkan dari target yang diharapkan. [Lihat sumber Disini - psychology.wfu.edu]


Tahapan Self-Regulation

Self-regulation merupakan proses dinamis yang berlangsung secara berkelanjutan dan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan. Pemahaman tahapan ini membantu memahami bagaimana self-regulation bekerja dalam konteks nyata, terutama dalam situasi pembelajaran atau pencapaian tujuan pribadi.

1. Perencanaan (Forethought / Planning)

Tahap ini merupakan langkah awal di mana individu memikirkan tugas yang dihadapi, mengidentifikasi strategi yang akan digunakan, menilai hambatan potensial, serta menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Proses ini melibatkan penetapan rencana aksi konkret dan kesiapan mental sebelum melakukan tindakan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Pemantauan (Monitoring)

Setelah rencana ditetapkan, individu secara aktif memantau perilaku, pikiran, dan perasaan mereka selama berlangsungnya aktivitas. Pemantauan ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah tindakan yang dilakukan sesuai dengan tujuan atau perlu penyesuaian lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Kontrol Pelaksanaan (Performance / Control Phase)

Di fase ini, individu menggunakan strategi yang telah direncanakan, bersikap adaptif terhadap situasi yang berubah, serta mempertahankan fokus untuk tetap melakukan tindakan yang relevan. Kontrol ini juga mencakup pengendalian impuls atau reaksi emosional yang dapat mengganggu pencapaian tujuan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Refleksi dan Evaluasi (Reflection / Adaptation)

Tahap akhir dari proses self-regulation adalah refleksi terhadap hasil yang diperoleh. Di sini individu mengevaluasi apakah tujuan telah tercapai, apa yang berhasil, apa yang tidak, dan bagaimana strategi dapat ditingkatkan di masa depan. Refleksi yang efektif memungkinkan pembelajaran dari pengalaman sehingga self-regulation menjadi kuat di masa berikutnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor yang Mempengaruhi Self-Regulation

Self-regulation dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari internal individu maupun lingkungan eksternal. Beberapa di antaranya adalah:

1. Faktor Internal Individu

  • Motivasi Internal: Tingkat motivasi seseorang sangat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mempertahankan upaya menuju tujuan.

  • Kesadaran Diri / Metakognisi: Individu yang memiliki kemampuan untuk menyadari proses berpikir mereka cenderung memiliki self-regulation yang lebih baik.

  • Pengalaman dan Pembelajaran Sebelumnya: Individu yang telah terbiasa mengelola tugas dan hambatan secara mandiri memiliki basis keterampilan yang lebih kuat.

2. Faktor Eksternal Lingkungan

  • Dukungan Sosial: Dukungan dari keluarga, teman, atau mentor dapat memperkuat kemampuan individu dalam mempertahankan strategi mereka untuk mencapai tujuan.

  • Tuntutan Konteks Akademik atau Pekerjaan: Lingkungan yang menuntut disiplin tinggi dapat merangsang individu untuk mengembangkan regulasi diri yang lebih baik.

  • Kondisi Lingkungan yang Stabil: Situasi yang kondusif memungkinkan individu fokus pada pencapaian tujuan daripada menghadapi gangguan.

Penelitian empiris menunjukkan bahwa faktor seperti pendidikan, struktur pembelajaran, serta dukungan sosial memiliki peran penting terhadap self-regulation, terutama pada mahasiswa di lingkungan akademik. [Lihat sumber Disini - jurnal.stipassirilus.ac.id]


Peran Self-Regulation dalam Pengendalian Perilaku

Self-regulation berperan penting dalam membentuk perilaku yang adaptif dan bertanggung jawab. Individu dengan kemampuan self-regulation yang baik mampu menahan godaan untuk terlibat dalam perilaku impulsif, mengelola emosi dalam situasi sulit, dan mengambil keputusan yang konsisten dengan tujuan jangka panjang mereka. Dalam konteks pendidikan, self-regulation berkontribusi pada pencapaian akademik karena mahasiswa yang mampu mengatur proses belajar mereka sendiri cenderung memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan yang kurang teratur. [Lihat sumber Disini - edukatif.org]

Dalam konteks perilaku sosial di masyarakat atau lingkungan kerja, self-regulation membantu individu tetap konsisten dalam mematuhi norma atau aturan, serta mengendalikan respon emosional terhadap tekanan sosial. Penelitian juga menunjukkan hubungan positif antara self-regulation dan perilaku patuh terhadap norma akademik maupun sosial. [Lihat sumber Disini - jims.umsida.ac.id]


Contoh Penerapan Self-Regulation

Berikut contoh penerapan self-regulation dalam kehidupan nyata:

1. Dalam Konteks Akademik

Seorang mahasiswa yang menghadapi ujian akhir akan menetapkan jadwal belajar yang terstruktur, memantau progres belajar harian mereka, mengatasi distraksi seperti media sosial, dan mengevaluasi kesiapan mereka menjelang ujian melalui refleksi atas latihan soal yang telah dilakukan. Proses ini mencerminkan semua tahapan self-regulation, mulai dari perencanaan hingga refleksi hasil belajar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Dalam Konteks Perilaku Keseharian

Seorang pekerja yang berkomitmen untuk hidup sehat menetapkan tujuan olahraga setiap minggu, mengatur jadwal latihan, mengatasi godaan untuk bermalas-malasan, serta mengevaluasi hasil aktivitas mereka untuk memperbaiki strategi latihan di minggu berikutnya. Ini merupakan penerapan self-regulation yang membantu tercapainya gaya hidup lebih sehat.

3. Pengelolaan Emosi dalam Situasi Sosial

Individu yang mampu menahan reaksi impulsif ketika menghadapi kritik atau konflik sosial dan memilih merespon dengan cara yang lebih konstruktif menunjukkan penggunaan self-regulation yang efektif. Mereka memantau respons emosional mereka, memilih strategi coping yang tepat, dan melakukan refleksi atas hasil interaksi untuk memperbaiki respon di masa depan.


Kesimpulan

Self-regulation merupakan kemampuan kunci yang memungkinkan individu mengatur pikiran, emosi, dan perilaku secara sadar untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Proses ini terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, pemantauan, pelaksanaan, hingga refleksi, yang saling berkaitan dan memerlukan komponen seperti tujuan, motivasi, kontrol impuls, serta evaluasi diri. Self-regulation dipengaruhi oleh faktor internal, seperti motivasi dan metakognisi, serta faktor eksternal, seperti dukungan sosial dan tuntutan lingkungan. Peranan self-regulation terlihat jelas dalam pengendalian perilaku adaptif di berbagai konteks kehidupan, termasuk akademik dan sosial. Penerapan self-regulation dapat melahirkan hasil yang positif, seperti pencapaian tujuan akademik yang lebih tinggi, pengelolaan emosi yang lebih baik, serta kemampuan membuat keputusan yang lebih rasional. Dengan memahami dan melatih self-regulation, individu dapat meningkatkan kualitas hidup dan keberhasilan jangka panjang mereka.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Self-regulation adalah kemampuan individu untuk mengatur pikiran, emosi, dan perilaku secara sadar agar selaras dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses ini melibatkan perencanaan, pemantauan, pengendalian diri, serta evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan.

Self-regulation penting karena membantu individu mengendalikan impuls, mengelola emosi, membuat keputusan yang rasional, serta mempertahankan konsistensi perilaku dalam mencapai tujuan jangka panjang, baik dalam konteks akademik, pekerjaan, maupun sosial.

Komponen utama self-regulation meliputi penetapan tujuan, motivasi, pemantauan diri, kontrol perilaku dan emosi, evaluasi diri, serta refleksi terhadap hasil yang diperoleh.

Tahapan self-regulation meliputi perencanaan (forethought), pemantauan (monitoring), kontrol pelaksanaan (performance control), serta refleksi dan evaluasi terhadap hasil yang dicapai.

Contoh penerapan self-regulation antara lain mengatur jadwal belajar secara disiplin, mengendalikan emosi saat menghadapi konflik, menahan godaan untuk menunda pekerjaan, serta mengevaluasi kebiasaan hidup guna mencapai tujuan kesehatan atau karier.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Self-Care Pasien: Konsep dan Faktor yang Mempengaruhi Self-Care Pasien: Konsep dan Faktor yang Mempengaruhi Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Self-Care Pasien: Peran, Faktor Pendukung, dan Implikasi Keperawatan Self-Care Pasien: Peran, Faktor Pendukung, dan Implikasi Keperawatan Self-Concept: Definisi, Ciri, dan Dampaknya Self-Concept: Definisi, Ciri, dan Dampaknya Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Hubungan Self-Efficacy dengan Kinerja Akademik Hubungan Self-Efficacy dengan Kinerja Akademik Self Care Management Pasien Self Care Management Pasien Self-Control: Konsep dan Relevansi Self-Control: Konsep dan Relevansi Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Self-Efficacy Kesehatan: Konsep, Determinan Psikososial, dan Pengaruh Perilaku Self-Efficacy Kesehatan: Konsep, Determinan Psikososial, dan Pengaruh Perilaku Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan Farmakovigilans: Konsep, Pelaporan Efek Samping, dan Keselamatan Self-Care Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Mental Self-Care Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Mental Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri Self-Efficacy Ibu Menyusui Self-Efficacy Ibu Menyusui Hubungan Edukasi Obat dengan Penurunan Self-Medication Hubungan Edukasi Obat dengan Penurunan Self-Medication Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…