Terakhir diperbarui: 17 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 17 November). Studi Evaluatif: Langkah dan Contoh dalam Dunia Pendidikan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/studi-evaluatif-langkah-dan-contoh-dalam-dunia-pendidikan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Studi Evaluatif: Langkah dan Contoh dalam Dunia Pendidikan - SumberAjar.com

Studi Evaluatif: Langkah dan Contoh dalam Dunia Pendidikan

Pendahuluan

Dalam kerangka perkembangan pendidikan di Indonesia maupun global, konsep evaluasi-evaluatif memiliki peran yang sangat strategis. Evaluasi tidak semata-mata sekadar pengukuran atau penilaian saja, tetapi juga menjadi alat untuk mengetahui sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai, menegakkan akuntabilitas, serta mendorong perbaikan berkelanjutan. Dalam konteks ini, istilah “evaluatif” muncul sebagai kata sifat yang menunjukkan sifat melakukan evaluasi atau berkaitan dengan evaluasi. Menelaah secara cermat proses evaluatif dalam pendidikan penting agar institusi pendidikan, guru, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memahami mekanisme, langkah‐langkah, serta contoh praktis penerapannya. Artikel ini akan mengulas secara sistematis mulai dari definisi istilah, pengertian menurut KBBI serta para ahli, kemudian membahas langkah‐langkah dalam studi evaluatif di dunia pendidikan, disertai contoh konkret, hingga kesimpulan yang menegaskan implikasi praktisnya.


Definisi Studi Evaluatif

Definisi Secara Umum

Istilah “studi evaluatif” dapat dipahami secara umum sebagai suatu kajian atau survei yang bertujuan untuk menilai, mengukur, atau mengevaluasi suatu program, kebijakan, proses, atau hasil dalam suatu bidang tertentu,dalam hal ini dunia pendidikan,dengan tujuan menghasilkan data, analisis, dan keputusan yang informatif. Studi evaluatif umumnya melibatkan pengumpulan data sistematis tentang bagaimana suatu program atau aktivitas pendidikan dilaksanakan dan mencapai hasil yang diharapkan, serta menyarankan langkah‐langkah perbaikan apabila diperlukan.

Definisi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “evaluatif” didefinisikan sebagai: “yang berhubungan dengan evaluasi; bersifat evaluasi.” [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Sementara “evaluasi” sendiri didefinisikan sebagai: “penilaian: hasil , itu hingga saat ini belum diperoleh; … memberikan penilaian; menilai.” [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Dengan demikian, studi evaluatif dalam ranah pendidikan dapat dimaknai sebagai kajian yang bersifat evaluasi terhadap proses dan hasil pendidikan.

Definisi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi studi evaluatif atau evaluasi pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli:

  1. Ralph Tyler (1950): “Evaluasi adalah sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai; jika belum, bagaimana yang belum dan apa sebabnya.” [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]
  2. Anas Sudijono (1996): Menyatakan bahwa evaluasi pendidikan adalah (1) proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan; serta (2) usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feedback) bagi penyempurnaan pendidikan. [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]
  3. R.L. Linn & N.E. Gronlund (2000): Evaluasi pembelajaran adalah proses sistematis untuk mengumpulkan data dan informasi guna mengevaluasi kemajuan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.stit-almubarok.ac.id]
  4. Dita Riskiana Firdaus et al. (2024): Dalam kajian landasan teoritis evaluasi pendidikan, ditemukan bahwa evaluasi pendidikan harus berdasar pada tiga landasan teoritis: filosofis, sosiologis, dan psikologis. [Lihat sumber Disini - edukatif.org]

Berdasarkan definisi‐definisi tersebut, maka studi evaluatif dalam dunia pendidikan dapat dirumuskan sebagai suatu proses sistematis dan terencana untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data terkait pelaksanaan dan hasil pendidikan, kemudian digunakan sebagai dasar keputusan dan perbaikan dalam sistem pendidikan.


Langkah‐Langkah Studi Evaluatif dalam Dunia Pendidikan

Untuk melakukan studi evaluatif di dunia pendidikan secara efektif, berikut langkah‐langkahnya yang dapat dijadikan panduan:

  1. Perencanaan
    • Identifikasi program, kebijakan, atau aktivitas pendidikan yang akan dievaluasi (misalnya suatu model pembelajaran baru, program remedial, implementasi kurikulum, penggunaan media belajar).
    • Tentukan tujuan evaluasi: apakah untuk mengetahui efektivitas, efisiensi, relevansi, keberlanjutan, atau dampak program.
    • Tentukan kriteria dan standar evaluasi: misalnya pencapaian kompetensi, kepuasan peserta didik, perubahan sikap, atau peningkatan hasil belajar.
    • Rancang instrumen evaluasi: survei, observasi, wawancara, tes, dokumen analisis.
    • Susun timeline dan alokasi sumber daya (manusia, waktu, anggaran, data).
      Institusi pendidikan di Indonesia sering menghadapi kendala dalam tahap perencanaan evaluasi, seperti instrumen yang belum valid atau sumber daya terbatas. [Lihat sumber Disini - jurnal.permapendis-sumut.org]
  2. Pengumpulan Data
    • Laksanakan instrumen terlebih dahulu sesuai rencana (misalnya tes awal dan akhir, pengamatan kelas, wawancara guru dan siswa, dokumentasi).
    • Pastikan data dikumpulkan secara sistematis dan reliabel (konsistensi, validitas).
    • Catat konteks pelaksanaan: kondisi kelas, fasilitas, latar belakang peserta didik, faktor eksternal.
      Dalam praktik di lapangan, pengumpulan data sering terhalang oleh keterbatasan guru/instruktur dan fasilitas. [Lihat sumber Disini - jurnal.permapendis-sumut.org]
  3. Analisis dan Interpretasi Hasil
    • Analisis data kuantitatif (misalnya nilai tes, tingkat pencapaian kompetensi) dan data kualitatif (observasi, wawancara, catatan proses).
    • Bandingkan hasil dengan standar atau tujuan yang telah ditetapkan.
    • Identifikasi faktor‐faktor yang mendukung atau menghambat pencapaian tujuan.
    • Buat interpretasi: mengapa hasil tertentu tercapai atau tidak tercapai; apa implikasinya bagi program.
      Penelitian dalam jurnal nasional mengemukakan bahwa analisis evaluasi pendidikan mencakup tahapan perencanaan, pengumpulan data, analisis, interpretasi hasil, dan tindak lanjut. [Lihat sumber Disini - jurnal.permapendis-sumut.org]
  4. Pelaporan dan Pengambilan Keputusan
    • Susun laporan evaluasion lengkap dengan temuan, analisis, kesimpulan, dan rekomendasi.
    • Laporan harus komunikatif bagi pemangku kepentingan (sekolah, guru, orang tua, pembuat kebijakan).
    • Berdasarkan hasil evaluasi, tentukan alternatif keputusan: apakah program dilanjutkan, diubah, dihentikan, atau dikembangkan.
      Kajian menyebut bahwa evaluasi yang baik digunakan sebagai informasi untuk membuat keputusan. [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]
  5. Tindak Lanjut dan Pemantauan
    • Setelah keputusan diambil, lakukan tindakan perbaikan atau pengembangan sesuai rekomendasi.
    • Pantau implementasi perubahan dan lakukan evaluasi ulang bila perlu (evalusi berkelanjutan).
    • Pastikan ada mekanisme feedback untuk memastikan hasil evaluasi tidak hanya berhenti di laporan tetapi berdampak nyata.
      Studi menunjukkan bahwa meski tahapan sudah ada, pelaksanaan di Indonesia masih menghadapi tantangan pemanfaatan hasil evaluasi untuk perbaikan nyata. [Lihat sumber Disini - ejournal.stitpn.ac.id]

Contoh Praktis Studi Evaluatif dalam Dunia Pendidikan

Berikut beberapa contoh konkret penerapan studi evaluatif di dunia pendidikan yang dapat dijadikan referensi atau inspirasi:

  • Contoh 1: Evaluasi Model Pembelajaran Berbantuan Media Digital di Sekolah Dasar
    Suatu sekolah dasar menerapkan model pembelajaran berbantuan media digital (misalnya video, game edukasi). Tahapan evaluatifnya: merencanakan evaluasi (menentukan tujuan, misalnya peningkatan pemahaman konsep sains), mengumpulkan data (pre‐tes dan post‐tes, observasi guru dan siswa, wawancara), analisis hasil (bandingkan nilai pre‐tes vs post‐tes, identifikasi kendala seperti sarana atau kesiapan guru), pelaporan (guru dan kepala sekolah menerima laporan hasil), kemudian tindak lanjut (pelatihan guru, perbaikan media, penjadwalan ulang). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata‐rata nilai siswa 20 %, namun masih terdapat kendala jaringan internet.
  • Contoh 2: Evaluasi Program Remedial untuk Siswa Kelas IX SMP di Mata Pelajaran Matematika
    Program remedial dilaksanakan selama 6 minggu. Perencanaan evaluasi: menetapkan tujuan (menurunkan jumlah siswa dengan nilai di bawah KKM dari 40 % menjadi <20 %). Pengumpulan data: nilai pre‐remedial, mid‐remedial, dan akhir; data kehadiran; wawancara siswa. Analisis: nilai siswa yang ikut remedial naik rata‐rata 15 poin; namun kehadiran hanya 70 %, faktor rumah dan transportasi jadi kendala. Pelaporan: rekomendasi agar remedial diadakan lebih awal dan dengan opsi daring bagi siswa jauh. Tindak lanjut: program dilanjutkan dengan kelas daring dan tutor tambahan.
  • Contoh 3: Evaluasi Kebijakan Penggunaan Kurikulum Merdeka di SMA
    Sebuah sekolah menengah atas menerapkan kurikulum baru (misalnya Kurikulum Merdeka). Studi evaluatif dilakukan pada tahun pertama: tujuan evaluasi adalah menilai relevansi dan efisiensi implementasi kurikulum. Pengumpulan data: kuesioner guru & siswa, dokumen kurikulum, hasil belajar, wawancara alumni. Analisis: sebagian guru merasa belum siap secara kompetensi, siswa mengalami adaptasi; hasil belajar menunjukkan variasi besar antar kelas. Pelaporan ke dinas pendidikan: rekomendasi pelatihan guru dan pengaturan diferensiasi kelas. Tindak lanjut: program pelatihan dilaksanakan dan evaluasi ulang ditetapkan setelah satu semester.

Contoh‐contoh tersebut memperlihatkan bagaimana studi evaluatif bersifat holistik,tidak hanya mengukur hasil, namun juga proses, konteks, dan tindak lanjut.


Kesimpulan

Studi evaluatif dalam dunia pendidikan merupakan elemen krusial guna memastikan bahwa proses dan hasil pendidikan tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga mampu diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan nyata. Dengan memahami definisi (baik secara umum, dalam KBBI, maupun menurut para ahli), serta mengaplikasikan langkah‐langkah metode evaluatif secara sistematis,perencanaan, pengumpulan data, analisis, pelaporan, dan tindak lanjut,lembaga pendidikan dapat menghasilkan keputusan yang berbasis bukti dan mendorong perbaikan kualitas pendidikan. Contoh‐contoh praktis di atas menunjukkan penerapan nyata dari studi evaluatif di berbagai jenjang pendidikan dan program. Untuk mencapai keberhasilan, evaluasi harus dilengkapi dengan instrumen yang valid dan reliabel, serta komitmen untuk menindaklanjuti hasilnya. Dengan demikian, pendidikan akan berkembang secara responsif dan berkelanjutan.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Studi evaluatif adalah proses kajian sistematis yang bertujuan menilai efektivitas, efisiensi, relevansi, dan dampak suatu program atau kegiatan, termasuk dalam konteks pendidikan.

Tujuan utama studi evaluatif adalah mengetahui sejauh mana tujuan pendidikan tercapai, memberikan umpan balik untuk perbaikan, serta menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data.

Langkah-langkah studi evaluatif meliputi perencanaan evaluasi, pengumpulan data, analisis dan interpretasi hasil, pelaporan, serta tindak lanjut dan pemantauan berkelanjutan.

Contohnya adalah evaluasi efektivitas model pembelajaran digital, evaluasi program remedial, dan evaluasi implementasi kurikulum baru seperti Kurikulum Merdeka.

Studi evaluatif penting karena membantu sekolah dan pendidik memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan efektif, memberikan dasar perbaikan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pendekatan Evaluatif dalam Penelitian Pendidikan Pendekatan Evaluatif dalam Penelitian Pendidikan Manfaat Penelitian: Definisi, Jenis, dan Contohnya Manfaat Penelitian: Definisi, Jenis, dan Contohnya Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Sistem Informasi Evaluasi Pembelajaran Sistem Informasi Evaluasi Pembelajaran Argument Logis: Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Kajian Ilmiah Argument Logis: Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Kajian Ilmiah Analisis Kritis Jurnal Ilmiah: Langkah dan Contoh Analisis Kritis Jurnal Ilmiah: Langkah dan Contoh Langkah-Langkah Melakukan Eksperimen Ilmiah Langkah-Langkah Melakukan Eksperimen Ilmiah Prosedur Metodologis: Langkah-langkah dan Standar Ilmiah Prosedur Metodologis: Langkah-langkah dan Standar Ilmiah Tren Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Analisis Tren Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Analisis Sintesis: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Sintesis: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Fenomenologi Eksistensial: Definisi dan Contoh Fenomenologi Eksistensial: Definisi dan Contoh Paradigma Kritis: Tujuan dan Penerapannya dalam Kajian Sosial Paradigma Kritis: Tujuan dan Penerapannya dalam Kajian Sosial Literasi Risiko Kesehatan: Konsep, Pemahaman Informasi, dan Respons Individu Literasi Risiko Kesehatan: Konsep, Pemahaman Informasi, dan Respons Individu Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Dampak Teknologi AI terhadap Dunia Akademik Dampak Teknologi AI terhadap Dunia Akademik Eksperimen Laboratorium: Definisi, Langkah, dan Contoh Eksperimen Laboratorium: Definisi, Langkah, dan Contoh Reduksi Data Tematik: Langkah dan Contoh Reduksi Data Tematik: Langkah dan Contoh Case Study: Pengertian, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Case Study: Pengertian, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Operasionalisasi Variabel: Definisi, Langkah, dan Contoh Operasionalisasi Variabel: Definisi, Langkah, dan Contoh Pendekatan Studi Kasus Ganda dalam Penelitian Sosial Pendekatan Studi Kasus Ganda dalam Penelitian Sosial
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…