Terakhir diperbarui: 25 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 25 December). Depresi Pascapersalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Deteksi Dini. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/depresi-pascapersalinan-konsep-faktor-risiko-dan-deteksi-dini  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Depresi Pascapersalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Deteksi Dini - SumberAjar.com

Depresi Pascapersalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Deteksi Dini

Pendahuluan

Depresi pascapersalinan merupakan salah satu tantangan kesehatan mental yang penting untuk dipahami dalam konteks perawatan ibu setelah melahirkan. Momen setelah persalinan seringkali diwarnai oleh perubahan fisik, hormonal, dan psikososial yang signifikan. Pada sebagian ibu, perubahan ini memicu gangguan suasana hati yang lebih berat daripada “baby blues” biasa, yaitu depresi pascapersalinan, yang berbeda dari perasaan sedih sementara dan dapat bertahan hingga berbulan-bulan jika tidak ditangani dengan benar. Kondisi ini bukan sekadar perubahan emosi ringan, tetapi sebuah gangguan mental yang berpotensi serius dan berdampak tidak hanya pada ibu tetapi juga pada bayi dan keluarga (StatPearls, NCBI Bookshelf; Mayo Clinic). [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Ini bukan sekadar pengalaman emosional biasa; depresi pascapersalinan dapat memengaruhi kemampuan seorang ibu untuk merawat dirinya sendiri dan bayinya secara efektif. Oleh sebab itu, pemahaman mendalam tentang definisi, faktor risiko, gejala klinis, dampak, serta strategi deteksi dini sangat krusial bagi tenaga kesehatan untuk memberikan dukungan yang tepat waktu dan efektif bagi ibu yang baru melahirkan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Definisi Depresi Pascapersalinan

Definisi Depresi Pascapersalinan Secara Umum

Depresi pascapersalinan, yang dalam istilah medis juga dikenal sebagai postpartum depression (PPD), adalah gangguan suasana hati yang dialami oleh perempuan setelah melahirkan. Secara umum, kondisi ini melibatkan perasaan sedih berkepanjangan, kecemasan, kelelahan ekstrem, perubahan pola tidur dan makan, serta kehilangan minat atau kepuasan pada aktivitas sehari-hari, termasuk dalam merawat bayi yang baru lahir. Gejala ini jauh lebih intens dan menetap daripada mood swing ringan yang umum terjadi setelah melahirkan, yang disebut “baby blues”. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Berbeda dengan baby blues yang biasanya hanya berlangsung beberapa hari hingga dua minggu setelah persalinan, depresi pascapersalinan dapat muncul dalam rentang waktu hingga satu tahun setelah melahirkan dan memerlukan perhatian klinis karena dapat mengganggu fungsi sehari-hari ibu. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]

Definisi Depresi Pascapersalinan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah depesi pascapersalinan merupakan padanan dari postpartum depression, yaitu depresi yang terjadi setelah persalinan dalam ranah kedokteran (informasi istilah bahasa). [Lihat sumber Disini - pasti.kemdikbud.go.id]

Definisi Depresi Pascapersalinan Menurut Para Ahli

  1. American Psychiatric Association (APA): Depresi pascapersalinan dijelaskan sebagai bagian dari perinatal depression, yaitu episode depresi yang muncul selama kehamilan atau dalam waktu satu tahun setelah persalinan, ditandai oleh suasana hati yang rendah, kehilangan minat, gangguan tidur, dan kesulitan fungsi sosial serta keluarga. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Z. Khamidullina et al. (2025): Dalam penelitian epidemiologi, depresi pascapersalinan digambarkan sebagai kondisi mental serius yang memengaruhi sekitar 10, 20% ibu setelah melahirkan di seluruh dunia, lebih berat dan menetap dibandingkan gejala ringan pascapersalinan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Rahayuningsih (2023): Depresi pascapersalinan merupakan gangguan mood yang termasuk dalam spektrum gangguan mood postpartum dan memiliki gejala klinis yang bervariasi dari mood swing ringan hingga depresi berat. [Lihat sumber Disini - ejournal.seaninstitute.or.id]

  4. Anggarani et al. (2024): Depresi pascapersalinan adalah gangguan suasana hati yang dapat diukur melalui instrumen seperti Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), menunjukkan pentingnya pengukuran yang sistematis untuk identifikasi dini. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]


Faktor Risiko Depresi Pascapersalinan

Depresi pascapersalinan tidak muncul secara tiba-tiba tanpa sebab; sejumlah faktor predisposisi secara ilmiah telah diidentifikasi melalui penelitian. Faktor-faktor ini bisa bersifat biologis, psikologis, dan sosial.

Beberapa faktor risiko yang paling sering dilaporkan meliputi:

Faktor biologis seperti perubahan hormonal, genetika, dan ketidakseimbangan neurotransmitter juga dianggap sebagai komponen yang berkontribusi pada munculnya depresi pascapersalinan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Tanda dan Gejala Depresi Pascapersalinan

Gejala depresi pascapersalinan bervariasi antara individu, tetapi secara klinis umumnya meliputi:

Beberapa kasus berat bahkan dapat melibatkan pikiran bunuh diri atau ide untuk menyakiti diri sendiri atau bayi, yang merupakan indikator kondisi darurat medis dan memerlukan penanganan segera. [Lihat sumber Disini - mayoclinic.org]


Dampak Depresi terhadap Ibu dan Bayi

Depresi pascapersalinan lebih dari sekadar perasaan sedih; konsekuensinya dapat bersifat jangka panjang:


Deteksi Dini Depresi Pascapersalinan

Deteksi dini sangat penting untuk memastikan intervensi cepat dan efektif. Salah satu alat paling sering digunakan secara internasional dan dalam praktik klinis adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), instrumen skrining 10 item yang dirancang untuk mengidentifikasi gejala depresi setelah melahirkan dan telah divalidasi di berbagai konteks klinis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Dalam praktiknya, EPDS sering digunakan oleh bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya untuk menilai gejala depresi pada masa nifas dan periode pascapersalinan awal. Skrining yang dilakukan dalam beberapa minggu pertama setelah persalinan meningkatkan kemungkinan identifikasi ibu yang berisiko, memunculkan rujukan lanjutan untuk evaluasi psikologis atau psikiatri profesional. [Lihat sumber Disini - ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Depresi Pascapersalinan

Tenaga kesehatan memiliki peran kunci dalam memastikan ibu yang baru melahirkan mendapatkan dukungan mental yang diperlukan, melalui:

Tenaga kesehatan juga berperan dalam mendukung strategi lingkungan sosial bagi ibu, termasuk dukungan keluarga dan komunitas untuk membantu pemulihan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Depresi pascapersalinan adalah gangguan suasana hati serius yang dapat memengaruhi jutaan ibu di seluruh dunia setelah melahirkan. Berbeda dari baby blues yang ringan dan sementara, kondisi ini dapat menetap hingga berbulan-bulan dan dipicu oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan sosial. Gejalanya meliputi perasaan sedih berkepanjangan, gangguan tidur, dan kesulitan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Dampaknya dapat serius, termasuk gangguan perawatan bayi dan perkembangan anak, sehingga deteksi dini melalui alat skrining seperti Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) sangat penting. Tenaga kesehatan memainkan peran besar dalam edukasi, skrining, rujukan, dan dukungan berkelanjutan untuk manajemen depresi pascapersalinan. Penerapan pendekatan yang holistik dan kolaboratif di layanan kesehatan akan membantu mengurangi beban depresi pascapersalinan bagi ibu, keluarga, dan masyarakat luas. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Depresi pascapersalinan adalah gangguan suasana hati yang dialami ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kelelahan emosional, kecemasan, serta kesulitan menjalankan peran sebagai ibu.

Baby blues bersifat ringan dan sementara, biasanya hilang dalam dua minggu setelah melahirkan, sedangkan depresi pascapersalinan berlangsung lebih lama, lebih berat, dan memerlukan penanganan profesional.

Faktor risiko depresi pascapersalinan meliputi riwayat depresi, kurangnya dukungan sosial, stres psikologis, komplikasi persalinan, masalah ekonomi, serta pengalaman traumatis selama kehamilan atau persalinan.

Gejala depresi pascapersalinan meliputi perasaan sedih terus-menerus, mudah menangis, kelelahan berlebihan, gangguan tidur, sulit menjalin ikatan dengan bayi, serta munculnya pikiran negatif terhadap diri sendiri.

Deteksi dini depresi pascapersalinan dapat dilakukan melalui skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) yang membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi ibu berisiko mengalami depresi.

Tenaga kesehatan berperan dalam edukasi, skrining rutin, konseling, serta merujuk ibu ke layanan kesehatan mental untuk memastikan penanganan depresi pascapersalinan dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Pengetahuan KB Pascapersalinan: Konsep, Perencanaan, dan Keberlanjutan Pengetahuan KB Pascapersalinan: Konsep, Perencanaan, dan Keberlanjutan Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Tingkat Depresi Pasien: Faktor Psikologis dan Dampak Klinis Tingkat Depresi Pasien: Faktor Psikologis dan Dampak Klinis Tingkat Depresi Pasien: Pengertian dan Faktor Tingkat Depresi Pasien: Pengertian dan Faktor Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui SPK Deteksi Kecurangan Transaksi SPK Deteksi Kecurangan Transaksi Deteksi Dini Penyakit Menular Deteksi Dini Penyakit Menular Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Kebersihan Masa Nifas: Konsep, Pencegahan Infeksi, dan Praktik Aman Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Perawatan Masa Nifas: Konsep, Praktik Ibu, dan Pencegahan Komplikasi Perawatan Masa Nifas: Konsep, Praktik Ibu, dan Pencegahan Komplikasi Faktor yang Berhubungan dengan Perdarahan Postpartum Faktor yang Berhubungan dengan Perdarahan Postpartum Postpartum Depression: Faktor dan Deteksi Postpartum Depression: Faktor dan Deteksi Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Pengetahuan Ibu tentang Senam Kegel Pengetahuan Ibu tentang Senam Kegel Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Kunjungan ANC: Konsep, Kepatuhan Ibu, dan Implikasi Kesehatan Kunjungan ANC: Konsep, Kepatuhan Ibu, dan Implikasi Kesehatan Pengetahuan Ibu tentang Manfaat Rooming-In Pengetahuan Ibu tentang Manfaat Rooming-In
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ