Terakhir diperbarui: 09 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 9 December). Postpartum Depression: Faktor dan Deteksi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/postpartum-depression-faktor-dan-deteksi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Postpartum Depression: Faktor dan Deteksi - SumberAjar.com

Postpartum Depression: Faktor dan Deteksi

Pendahuluan

Kehamilan dan kelahiran bayi sering dianggap sebagai momen penuh kebahagiaan. Namun bagi sejumlah ibu baru, periode setelah melahirkan bisa membawa tantangan kesehatan mental yang serius, yaitu Postpartum Depression (PPD) atau depresi pascamelahirkan. Kondisi ini bukan sekadar “lelah setelah melahirkan”, melainkan gangguan suasana hati yang bisa berdampak pada kesejahteraan ibu, kualitas pengasuhan, dan tumbuh-kembang bayi. Oleh sebab itu, penting untuk memahami definisi, faktor penyebab, gejala, serta metode deteksi PPD, agar bisa dikenali sejak dini dan ditangani dengan tepat.


Definisi Postpartum Depression

Definisi Postpartum Depression Secara Umum

Postpartum Depression adalah gangguan suasana hati (mood disorder) yang dialami ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat, cemas, kelelahan ekstrim, serta gangguan aktivitas sehari-hari. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]
Berbeda dengan “baby blues” yang sifatnya sementara dan ringan, PPD lebih berat, berlangsung lebih lama, dan seringkali mengganggu fungsi ibu sebagai orangtua. [Lihat sumber Disini - journals.lww.com]

Definisi Postpartum Depression dalam KBBI

Menurut dokumen-kamus standar (meskipun istilah “postpartum depression” mungkin tidak tercantum persis dalam KBBI), definisi “depresi pasca melahirkan” mengacu pada kondisi gangguan suasana hati/mental yang muncul setelah ibu melahirkan, dengan gejala seperti kelelahan, sedih, sulit tidur, gangguan nafsu makan, perubahan mood, dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. (Untuk definisi baku, sumber umum menggambarkan hal tersebut sebagaimana di atas.)

Definisi Postpartum Depression Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi dari literatur/penelitian ilmiah:

  • Menurut tinjauan oleh Dimcea dkk. (2024), PPD adalah kondisi psikiatrik disabilitas yang prevalensinya meningkat, dan merupakan salah satu komplikasi penting kesehatan ibu setelah melahirkan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Dalam artikel model biopsikososial oleh Žutić dkk. (2023), PPD dipahami sebagai gangguan heterogen yang melibatkan interaksi faktor biologis, psikologis, dan sosial. [Lihat sumber Disini - journals.copmadrid.org]

  • Sebagai penggolongan diagnostik, menurut referensi psikiatri, PPD termasuk ke dalam spektrum Perinatal Depression, yakni depresi yang muncul selama kehamilan atau dalam satu tahun setelah persalinan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Sedangkan dalam kajian epidemiologi global 2025, disebutkan bahwa PPD mempengaruhi sekitar 10, 20% wanita pascamelahirkan, dengan gejala seperti kesedihan persisten, kecemasan, kelelahan, dan kesulitan berfungsi di kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor Psikologis dan Sosial Penyebab Depresi

Faktor psikologis dan sosial sering menjadi penentu utama munculnya PPD. Berikut beberapa di antaranya:


Faktor Biologis dan Perubahan Hormon

Selain faktor psikososial, aspek biologis juga memainkan peran dalam PPD. Mekanisme ini sering dijelaskan melalui model biopsikososial. [Lihat sumber Disini - journals.copmadrid.org]

Beberapa faktor biologis meliputi:

  • Perubahan hormon drastis setelah melahirkan, termasuk penurunan drastis hormon estrogen dan progesteron, yang dapat mempengaruhi suasana hati dan keseimbangan kimia otak. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Predisposisi genetik atau riwayat keluarga dengan gangguan mood atau mental, ibu dengan latar belakang tersebut memiliki risiko lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Komplikasi obstetrik atau masalah kesehatan fisik selama kehamilan/persalinan, misalnya metode persalinan, trauma persalinan, atau kondisi medis ibu, yang dapat meningkatkan beban stres biologis dan psikologis sehingga memicu PPD. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Faktor gaya hidup dan kondisi fisik, seperti kurang tidur, kelelahan tubuh, kurang nutrisi, yang bisa memperburuk perubahan hormonal dan membuat tubuh serta pikiran rentan terhadap depresi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Tanda dan Gejala Dini Depresi Postpartum

Kenali gejala awal PPD agar bisa dilakukan deteksi dan intervensi cepat. Beberapa tanda umum antara lain:


Metode Deteksi dan Skrining

Deteksi dini sangat penting agar PPD bisa segera ditangani. Berikut metode yang umum digunakan:


Peran Keluarga dan Tenaga Kesehatan

Peran keluarga, terutama pasangan, serta tenaga kesehatan sangat krusial dalam mencegah dan menangani PPD, antara lain:

  • Keluarga dan pasangan perlu memberikan dukungan emosional, membantu ibu beradaptasi dengan peran baru, membantu merawat bayi, serta menciptakan lingkungan yang suportif, karena kurangnya dukungan sosial terbukti meningkatkan risiko PPD. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id]

  • Tenaga kesehatan (bidan, dokter, perawat) perlu melakukan skrining rutin untuk PPD, mengenali gejala, memberikan konseling psikologis, serta merujuk ke layanan kesehatan mental jika diperlukan. [Lihat sumber Disini - emedicine.medscape.com]

  • Pendidikan kesehatan mental kepada ibu, selama kehamilan dan nifas, agar ibu dan keluarga memahami bahwa perubahan emosi dan mood bisa terjadi, sehingga stigma bisa ditekan dan ibu merasa aman untuk meminta bantuan. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suska.ac.id]

  • Intervensi psikososial dan komunitas pendukung, misalnya kelompok ibu, konseling kelompok, peer-support, atau edukasi parenting, terbukti membantu mengurangi risiko dan dampak PPD. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suska.ac.id]


Dampak Depresi terhadap Ibu dan Bayi

Depresi pascamelahirkan tidak hanya berdampak pada ibu secara psikologis, tetapi juga bisa mempengaruhi bayi dan dinamika keluarga. Beberapa dampak antara lain:

  • Ibu bisa sulit menjalankan fungsi pengasuhan, misalnya malas atau sulit menyusui, kurang enerjik untuk merawat bayi, sehingga kualitas perawatan bayi menurun. [Lihat sumber Disini - ejr.umku.ac.id]

  • Bayi bisa mengalami gangguan perkembangan, mulai dari berat badan lahir rendah, pertumbuhan terhambat, hingga gangguan emosional atau kognitif jika PPD berkepanjangan. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

  • Hubungan ibu-anak dan bonding bisa terganggu, hal ini berpotensi merusak ikatan emosional awal yang penting untuk perkembangan bayi. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Ibu berisiko mengalami depresi jangka panjang, jika tidak mendapat penanganan, PPD bisa berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, memengaruhi kualitas hidup, hubungan sosial, dan kesejahteraan keluarga. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Postpartum Depression adalah kondisi serius yang bisa dialami oleh ibu setelah melahirkan, melampaui sekadar “baby blues”. Penyebabnya kompleks, melibatkan faktor psikologis, sosial, biologis, dan kondisi sekitar ibu. Gejala bisa sangat beragam, mulai dari kelelahan, perubahan mood, gangguan tidur/nafsu makan, hingga penurunan fungsi dalam peran sebagai ibu. Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining (seperti EPDS), wawancara klinis, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting. Jika diabaikan, dampaknya tidak hanya pada ibu, tapi juga bisa mengganggu perkembangan bayi dan kesejahteraan keluarga. Dengan pemahaman yang baik, dukungan sosial, dan intervensi tepat waktu, risiko serta dampak PPD bisa ditekan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Postpartum Depression adalah gangguan suasana hati yang muncul setelah ibu melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kecemasan, kelelahan ekstrem, dan penurunan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.

Penyebab Postpartum Depression meliputi faktor psikologis seperti stres, kurang dukungan sosial, serta faktor biologis seperti perubahan hormon drastis setelah persalinan, riwayat gangguan mental, dan kondisi kesehatan ibu.

Gejala awal meliputi kesedihan berkepanjangan, mudah menangis, kehilangan minat, sulit tidur, perubahan nafsu makan, kelelahan, kecemasan, serta kesulitan merawat diri atau bayi.

Deteksi dilakukan melalui wawancara klinis dan instrumen skrining seperti Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Pemeriksaan rutin selama masa nifas sangat dianjurkan.

Keluarga berperan memberikan dukungan emosional dan bantuan dalam perawatan bayi. Tenaga kesehatan bertugas melakukan skrining, memberikan edukasi, serta merujuk ibu ke layanan kesehatan mental jika diperlukan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Depresi Pascapersalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Deteksi Dini Depresi Pascapersalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Deteksi Dini Faktor yang Berhubungan dengan Perdarahan Postpartum Faktor yang Berhubungan dengan Perdarahan Postpartum Deteksi Dini Penyakit Menular Deteksi Dini Penyakit Menular SPK Deteksi Kecurangan Transaksi SPK Deteksi Kecurangan Transaksi Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Dukungan Sosial dalam Mencegah Depresi Pascapersalinan Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Pola Aktivitas Masa Nifas: Konsep, Pemulihan, dan Kesehatan Ibu Pola Aktivitas Masa Nifas: Konsep, Pemulihan, dan Kesehatan Ibu Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Pascapersalinan Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Manajemen Nyeri Pascapersalinan: Konsep, Pendekatan Kebidanan, dan Pemulihan Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Manajemen Nyeri Masa Nifas Manajemen Nyeri Masa Nifas Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Analisis Outlier: Cara Deteksi dan Penanganannya Analisis Outlier: Cara Deteksi dan Penanganannya Tingkat Depresi Pasien: Pengertian dan Faktor Tingkat Depresi Pasien: Pengertian dan Faktor Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesadaran Pemeriksaan Kesehatan Rutin Kesadaran Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…