
Perilaku Belajar Anak SD: konsep, pola, dan pengaruh lingkungan
Pendahuluan
Perilaku belajar anak Sekolah Dasar (SD) menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan karena menggambarkan bagaimana proses anak terlibat dalam kegiatan pembelajaran formal. Anak SD berada pada masa perkembangan yang pesat baik secara kognitif, afektif, dan sosial, sehingga perilaku belajar mereka tidak hanya menjadi indikator prestasi akademik tetapi juga menunjukkan kematangan perkembangan psikososial anak. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, termasuk motivasi, lingkungan sekolah dan rumah, serta pola interaksi sosial mereka.[([Lihat sumber Disini - researchgate.net])]
Definisi Perilaku Belajar
Definisi Perilaku Belajar Secara Umum
Perilaku belajar secara umum dapat diartikan sebagai rangkaian tindakan, sikap, dan respons yang ditunjukkan siswa dalam situasi pembelajaran yang mencerminkan keterlibatan mereka untuk menerima, memproses, dan mengaplikasikan informasi yang dipelajari. Dalam konteks pendidikan, perilaku belajar mencakup aktivitas siswa yang dapat diamati dalam kelas seperti memperhatikan penjelasan guru, mengerjakan tugas, berdiskusi, atau bertanya.[([Lihat sumber Disini - repository.ubharajaya.ac.id])]
Definisi Perilaku Belajar dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “perilaku” diartikan sebagai tingkah laku, sikap, atau respons seseorang terhadap sesuatu. Sedangkan “belajar” diartikan sebagai usaha sadar yang dilakukan untuk memperoleh perubahan perilaku melalui pengalaman atau latihan.[Catatan: Dibangun berdasarkan pemahaman umum KBBI terkait perilaku dan belajar karena sumber langsung KBBI online sering dipakai dalam terminologi pendidikan.]
Definisi Perilaku Belajar Menurut Para Ahli
Beberapa ahli pendidikan mendefinisikan perilaku belajar sebagai:
-
Menurut Tohirin dan Wasty Soemanto, perilaku belajar mencakup respon siswa terhadap aktivitas belajar mengajar yang menunjukkan bagaimana siswa menanggapi materi pelajaran dan proses pembelajaran mereka.[([Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id])]
-
Dimyati dan Mujiono menyatakan bahwa perilaku belajar adalah proses belajar yang dialami dan dihayati individu yang menghasilkan perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungan belajar.[([Lihat sumber Disini - digilib-iakntoraja.ac.id])]
-
Mahdalina (2022) menjelaskan perilaku belajar sebagai sikap antusias dan tanggung jawab siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang mencerminkan motivasi dan karakter belajar mereka.[([Lihat sumber Disini - ejournalwiraraja.com])]
-
Penelitian internasional menjelaskan bahwa perilaku belajar mencerminkan kesiapan dan strategi yang digunakan siswa dalam menerima berbagai bentuk pembelajaran serta menunjukkan kemampuan adaptif mereka dalam proses belajar.[([Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com])]
Bentuk-Bentuk Perilaku Belajar Anak SD
Perilaku belajar anak SD tidak hanya satu bentuk, tetapi beragam tergantung pada konteks pembelajaran dan karakteristik siswa. Secara umum bentuk perilaku belajar ini dapat dibagi menjadi komponen berikut:
1. Perilaku Aktif dalam Kelas
Perilaku aktif adalah bentuk keterlibatan yang menunjukkan siswa berpartisipasi secara langsung dalam pembelajaran, seperti menjawab pertanyaan guru, berdiskusi dengan teman, dan mengikuti tugas kelompok. Perilaku ini merupakan indikator adanya motivasi belajar yang kuat dan menunjukkan keberanian siswa dalam menghadapi proses pembelajaran.[([Lihat sumber Disini - repository.ubharajaya.ac.id])]
2. Perilaku Metakognitif
Perilaku metakognitif mencakup strategi yang digunakan siswa untuk mengatur, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya sendiri. Ini mencakup kemampuan untuk memilih strategi belajar yang sesuai, merencanakan waktu belajar, dan mengevaluasi hasil yang dicapai.[([Lihat sumber Disini - publication.k-pin.org])]
3. Perilaku Sosial dan Interaksi
Perilaku sosial adalah cara siswa berinteraksi dengan guru, teman sebaya, dan lingkungan kelas secara umum. Interaksi ini dapat terlihat dari kemampuan siswa bekerja dalam kelompok, saling menghargai pendapat, dan berkomunikasi secara efektif. Pola interaksi ini memiliki dampak langsung terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.[([Lihat sumber Disini - researchgate.net])]
4. Perilaku Disiplin Belajar
Disiplin belajar menunjukan sikap konsisten siswa terhadap peraturan belajar, seperti datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, dan memelihara konsentrasi saat pelajaran berlangsung. Perilaku ini sangat penting terutama di usia SD untuk membangun kebiasaan belajar yang baik di masa mendatang.[([Lihat sumber Disini - repository.uin-malang.ac.id])]
Pola Perilaku Belajar Siswa di Sekolah
Pola perilaku belajar adalah cara sistematis bagaimana siswa terlibat secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran selama proses belajar berlangsung. Untuk anak SD, beberapa pola perilaku yang umum ditemukan antara lain:
Keterlibatan Aktif Terhadap Pembelajaran
Siswa yang menunjukkan pola keterlibatan aktif cenderung ikut serta dalam kegiatan tanya jawab, berdiskusi, atau mengekspresikan gagasan dalam kelompok. Pola ini merupakan bukti keterlibatan kognitif dan emosional dalam proses belajar.[([Lihat sumber Disini - repository.ubharajaya.ac.id])]
Adanya Kebiasaan Belajar Rutin
Kebiasaan ini tercermin dari konsistensi siswa dalam melakukan tugas rumah, membaca materi pelajaran secara mandiri, dan mengulang materi yang telah dipelajari. Pola ini seringkali mencerminkan internal motivasi belajar siswa yang kuat.[([Lihat sumber Disini - publication.k-pin.org])]
Pola Belajar Kolaboratif
Dalam lingkungan sekolah yang mendukung, siswa sering belajar bersama temannya untuk saling membantu memahami materi. Pola belajar kolaboratif ini memperkuat keterampilan sosial dan meningkatkan pertukaran ide yang bermanfaat untuk pemahaman materi yang lebih dalam.[([Lihat sumber Disini - researchgate.net])]
Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Perilaku Belajar
Lingkungan belajar adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi perilaku dan hasil belajar siswa SD. Lingkungan tidak hanya fisik tetapi juga sosial dan budaya di mana siswa menghabiskan waktu belajarnya.
Lingkungan Fisik Sekolah
Lingkungan fisik seperti kondisi ruang kelas, kebersihan, pencahayaan, dan fasilitas belajar mempengaruhi kenyamanan dan fokus belajar siswa. Ruang kelas yang kondusif memungkinkan siswa merasa nyaman sehingga lebih mudah berkonsentrasi dalam proses belajar.[([Lihat sumber Disini - researchgate.net])]
Lingkungan Sosial dan Interaksi
Hubungan antar siswa, interaksi dengan guru, dan suasana kelas yang saling menghargai dapat memperkuat perilaku belajar positif. Sekolah dengan budaya interaksi sosial yang baik meningkatkan keterlibatan akademik dan motivasi belajar siswa.[([Lihat sumber Disini - researchgate.net])]
Lingkungan Keluarga
Keluarga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku belajar sejak dini. Dukungan orang tua, rutinitas belajar di rumah, dan stimulasi intelektual yang diberikan orang tua kepada anak berkontribusi signifikan terhadap kebiasaan belajar anak SD. Lingkungan keluarga yang mendukung dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan belajar anak.[([Lihat sumber Disini - journal.ilmudata.co.id])]
Peran Guru dan Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Belajar
Peran Guru
Guru di sekolah menjadi fasilitator utama yang membentuk perilaku belajar anak. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengelola kelas, memberikan strategi belajar yang efektif, serta memberikan motivasi dan apresiasi. Pola pengajaran yang inovatif mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan merangsang perilaku belajar mereka menjadi lebih aktif dan positif.[([Lihat sumber Disini - researchgate.net])]
Peran Orang Tua
Di luar sekolah, orang tua menjadi model perilaku dan sumber pertama pembelajaran bagi anak SD. Orang tua yang terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar anak di rumah, memberikan bimbingan, dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman akan membantu anak mengembangkan strategi belajar yang baik serta meningkatkan minat belajar mereka.[([Lihat sumber Disini - journal.ilmudata.co.id])]
Dampak Perilaku Belajar terhadap Keberhasilan Pembelajaran
Perilaku belajar yang baik memberikan dampak positif yang signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran anak SD. Anak yang terlibat aktif dalam kelas, memiliki rutinitas belajar yang baik, serta mampu berkolaborasi secara efektif cenderung mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi dibandingkan anak yang kurang terlibat.[([Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com])]
Peningkatan Prestasi Akademik
Siswa dengan perilaku belajar positif cenderung memiliki pencapaian akademik yang baik karena mereka mampu memproses informasi secara efektif, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan memaksimalkan kesempatan belajar yang ada.[([Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com])]
Pengembangan Keterampilan Sosial
Selain prestasi akademik, perilaku belajar positif juga meningkatkan keterampilan sosial siswa seperti kemampuan bekerja sama, toleransi, dan komunikasi. Hal ini berkontribusi pada hubungan sosial yang lebih sehat di lingkungan sekolah, yang kemudian berdampak pada suasana belajar yang kondusif.[([Lihat sumber Disini - researchgate.net])]
Kesimpulan
Perilaku belajar anak SD merupakan aspek penting dalam pendidikan yang mencakup tindakan aktif siswa dalam proses pembelajaran, strategi internal yang digunakan, serta pola interaksi sosial di kelas. Definisi perilaku belajar menurut para ahli menegaskan bahwa perilaku belajar bukan hanya sekedar aktivitas fisik, tetapi juga mencerminkan sikap, strategi kognitif, motivasi, dan perubahan dalam perilaku siswa sebagai hasil pengalaman belajar. Lingkungan sekolah dan keluarga memiliki pengaruh besar dalam membentuk dan mendukung perilaku belajar positif, sedangkan peran guru dan orang tua sangat penting dalam membentuk pola belajar yang efektif. Perilaku belajar yang positif tidak hanya berdampak pada prestasi akademik tetapi juga pada keterampilan sosial dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran secara menyeluruh.