
Sikap Belajar Siswa SD: konsep, faktor, dan implikasi pembelajaran
Pendahuluan
Sikap belajar siswa pada jenjang Sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan dasar yang tidak hanya mencerminkan kemampuan kognitif, tetapi juga sikap, motivasi, dan orientasi perilaku peserta didik terhadap kegiatan belajar mengajar. Sikap belajar dapat memengaruhi tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, kecenderungan mereka untuk mencari pengetahuan lebih dalam, serta hasil akhir yang mereka capai dalam pembelajaran. Dalam konteks pendidikan di SD, mengembangkan sikap belajar yang positif merupakan fondasi utama agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi individu yang bertanggung jawab, kritis, dan memiliki disiplin dalam belajar. Sikap belajar tidak hanya dilihat dari hasil akademik yang diperoleh siswa, namun juga dari bagaimana siswa merespons, terlibat, dan beradaptasi dalam lingkungan belajar mereka sehari-hari di sekolah dasar. Pemahaman konsep sikap belajar, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta implikasi terhadap proses pembelajaran menjadi sangat penting bagi para pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif.
Definisi Sikap Belajar
Definisi Sikap Belajar Secara Umum
Secara umum, sikap belajar merujuk pada kecenderungan psikologis peserta didik dalam menanggapi proses pembelajaran yang meliputi perasaan, pikiran, dan perilaku terhadap seluruh unsur pembelajaran, termasuk guru, materi, tugas, dan lingkungan kelas. Sikap ini mencakup dimensi afektif, kognitif, dan konatif, dimana siswa menunjukkan perasaan senang atau tidak senang, pemikiran positif atau negatif, serta kecenderungan bertindak tertentu terhadap proses belajar. Chaplin (2002) menjelaskan bahwa sikap merupakan kecenderungan yang relatif stabil untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara tertentu, baik itu positif maupun negatif, dan melibatkan aspek afeksi, kognisi, dan perilaku. Definisi ini juga relevan dalam konteks sikap belajar karena sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran mencerminkan evaluasi evaluatif mereka terhadap materi, metode, atau pengalaman belajar itu sendiri. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Definisi Sikap Belajar dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata belajar diartikan sebagai berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, serta perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Dengan demikian, sikap belajar dalam perspektif KBBI mengandung makna bagaimana seorang siswa menunjukkan disposisi psikologisnya terhadap proses mendapatkan pengetahuan dan pengalaman belajar, yang melibatkan respons emosional dan perilaku dalam konteks pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])
Definisi Sikap Belajar Menurut Para Ahli
Para ahli pendidikan dan psikologi pendidikan memberikan definisi sikap belajar yang lebih rinci dan berkomponen. Menurut Slameto, sikap belajar siswa adalah kecenderungan untuk bereaksi terhadap situasi belajar yang mencakup perasaan suka atau tidak suka terhadap tujuan, materi, guru, dan tugas yang terkait dalam proses belajar. Sikap ini menentukan bagaimana siswa merespon situasi tersebut, termasuk perilaku dan pilihan mereka dalam aktivitas belajar. Sedangkan menurut Muhibbin Syah, sikap belajar merupakan fenomena internal berdimensi aktif berupa kecenderungan untuk merespon atau bereaksi secara relatif tetap terhadap objek tertentu, baik secara positif atau negatif. Secara keseluruhan, sikap belajar adalah kecenderungan perilaku siswa ketika mereka terlibat dalam kegiatan belajar yang tercermin dalam perasaan dan reaksi positif atau negatif terhadap objek-objek akademik di kelas. ([Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id])
Komponen Sikap Belajar Siswa
Komponen sikap belajar siswa terdiri dari tiga dimensi utama: kognitif, afektif, dan perilaku. Dimensi kognitif mencakup cara berpikir siswa terkait materi atau proses belajar; dimensi afektif berkaitan dengan perasaan, minat, dan motivasi siswa dalam belajar; sedangkan dimensi perilaku mencakup tindakan fisik siswa saat mereka terlibat dalam kegiatan belajar. Sikap belajar bukan sekadar perilaku yang terlihat, tetapi juga mencakup proses pemikiran internal dan evaluasi emosional terhadap pengalaman belajar. Studi literatur psikologi pendidikan menegaskan bahwa sikap merupakan kecenderungan evaluatif seseorang terhadap sesuatu yang mencakup perasaan, keyakinan, dan kecenderungan bertindak, yang sangat relevan dalam konteks perilaku belajar siswa. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Sikap belajar siswa mencakup kesiapan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, tingkat kepercayaan diri mereka dalam menyelesaikan tugas, serta kemampuan mereka untuk mengatur dan memotivasi diri dalam belajar. Ketiga komponen ini saling berkaitan, dimana perubahan positif dalam satu komponen akan berdampak pada perubahan positif pada komponen yang lain. Sebagai contoh, ketika seorang siswa menunjukkan pemikiran positif terhadap materi pelajaran (kognitif), hal ini akan mempengaruhi perasaan mereka untuk lebih termotivasi (afektif) dan akhirnya tercermin dalam perilaku aktif selama proses pembelajaran (perilaku).
Guna mengukur komponen ini dalam konteks pembelajaran SD, peneliti pendidikan sering menggunakan kuesioner sikap dan observasi langsung dalam kelas untuk mengevaluasi sejauh mana siswa menunjukkan keterlibatan yang positif dalam ketiga dimensi tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap Belajar
Faktor yang mempengaruhi sikap belajar siswa dapat diperinci menjadi dua kategori besar: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, seperti minat, motivasi, kepercayaan diri, dan persepsi terhadap pembelajaran. Motivasi dan minat yang tinggi biasanya mendorong siswa untuk memiliki sikap yang lebih positif terhadap kegiatan belajar, sehingga keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran juga meningkat. Sementara itu, faktor eksternal berasal dari lingkungan di luar diri siswa, seperti peran guru, strategi pembelajaran yang digunakan, dukungan orang tua, dan budaya belajar di sekolah. Guru yang mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dapat membentuk sikap belajar yang lebih positif pada siswa melalui interaksi yang suportif dan metode pengajaran yang efektif.
Dalam penelitian lain yang fokus pada faktor sosial dan kontekstual, teori Social Cognitive Theory menyebutkan bahwa sikap dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara faktor personal, perilaku, dan lingkungan sekitar, yang berarti bahwa lingkungan sekolah, konteks sosial kelas, serta pengalaman belajar siswa di rumah turut menentukan sikap belajar yang mereka miliki. ([Lihat sumber Disini - jiip.stkipyapisdompu.ac.id])
Beberapa faktor internal spesifik, seperti minat dan motivasi, cenderung mempengaruhi bagaimana siswa memproses informasi dan bertahan menghadapi tantangan belajar, sementara faktor eksternal, seperti metode pengajaran guru, struktur tugas, dan lingkungan kelas dapat memperkuat atau memperlemah kecenderungan sikap positif siswa terhadap pembelajaran.
Peran Guru dalam Membentuk Sikap Belajar Positif
Guru memainkan peran sentral dalam pembentukan sikap belajar siswa di SD. Guru bukan hanya sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan memotivasi. Interaksi guru yang bersifat suportif dan penuh empati dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa serta membuka ruang bagi siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Interaksi seperti memberi umpan balik positif, mendorong kerja sama antar siswa, serta merancang kegiatan yang relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa.
Selain itu, strategi pembelajaran yang inovatif seperti pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, atau kegiatan berbasis eksplorasi dapat merangsang respon afektif dan perilaku positif siswa, sehingga menciptakan sikap belajar yang lebih proaktif. Guru juga berperan dalam memodelkan sikap positif terhadap proses belajar itu sendiri, sehingga siswa dapat meniru dan menginternalisasi sikap positif tersebut dalam aktivitas belajar mereka.
Implikasi Sikap Belajar terhadap Proses Pembelajaran
Sikap belajar siswa memiliki implikasi penting dalam seluruh tahapan proses pembelajaran. Siswa yang memiliki sikap belajar positif cenderung lebih aktif dalam diskusi kelas, lebih gigih dalam menyelesaikan tugas, dan lebih mudah menerima umpan balik sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sikap positif siswa juga membantu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan suportif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas interaksi sosial antar peserta didik dan antara siswa dengan guru.
Sebaliknya, sikap belajar negatif dapat menghambat keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memicu perilaku pasif, dan menurunkan hasil belajar yang dicapai. Siswa dengan sikap negatif terhadap pembelajaran sering menunjukkan apatis terhadap materi, kurangnya motivasi, dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga potensi akademiknya tidak dapat tereksplorasi dengan optimal.
Hubungan Sikap Belajar dengan Hasil Belajar
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sikap belajar siswa berhubungan erat dengan hasil belajar yang mereka capai. Sikap belajar termasuk dalam ranah afektif yang merupakan salah satu domain penting dalam hasil belajar yang lebih luas, bersama dengan ranah kognitif dan psikomotor. Sikap belajar yang positif memperkuat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan prestasi akademik mereka. Penelitian kuantitatif menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara sikap belajar dan hasil belajar siswa, dimana siswa yang menunjukkan sikap positif terhadap pembelajaran lebih cenderung mendapatkan hasil belajar yang baik dibandingkan siswa dengan sikap negatif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umko.ac.id])
Kesimpulan
Secara komprehensif, sikap belajar siswa SD merupakan aspek penting yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan hasil yang dicapai. Sikap belajar mencakup tiga komponen utama: dimensi kognitif, afektif, dan perilaku, yang saling berinteraksi dalam konteks pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap belajar berasal dari dalam diri siswa serta lingkungan eksternal seperti peran guru dan suasana kelas. Guru memiliki peran strategis dalam membentuk sikap belajar positif melalui interaksi yang suportif dan strategi pembelajaran yang menarik. Implikasi sikap belajar terhadap proses pembelajaran sangat signifikan karena sikap yang positif akan mendorong keterlibatan aktif siswa dan memperbaiki hasil belajar mereka. Hubungan antara sikap belajar dan hasil belajar menunjukkan bahwa memperhatikan aspek sikap siswa tidak dapat diabaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar.