Terakhir diperbarui: 15 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 15 November). Fakta Ilmiah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Opini. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/fakta-ilmiah-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-opini  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Fakta Ilmiah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Opini - SumberAjar.com

Fakta Ilmiah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Opini

Pendahuluan

Di era informasi yang makin masif seperti sekarang, kita sering dihadapkan pada pernyataan-yang tampak “keren” atau “menarik” namun belum tentu berbasis bukti. Di sisi lain, ada pernyataan yang benar-benar bisa diverifikasi secara ilmiah , atau disebut fakta ilmiah. Kemampuan untuk membedakan antara fakta ilmiah dan opini bukan sekadar soal “kira-kira benar” atau “sesuai selera”, melainkan juga berkaitan dengan kualitas pemahaman, literasi ilmu, dan kewaspadaan terhadap informasi yang diterima sehari-hari. Artikel ini akan mengupas secara mendalam pengertian fakta ilmiah, pendefinisian menurut berbagai sumber (umum, KBBI, dan ahli), kemudian mendalami karakteristik dan perbedaannya dengan opini, serta implikasinya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam proses ilmiah. Dengan begitu, pembaca diharapkan lebih kritis dalam menerima dan menyampaikan informasi.


Definisi Fakta Ilmiah

Definisi Fakta Ilmiah Secara Umum

Fakta secara umum dapat dipahami sebagai keadaan atau peristiwa yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan keberadaannya. Sebagai contoh, dalam artikel populer disebut bahwa “fakta merupakan suatu informasi atau pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya secara objektif berdasarkan data dan bukti yang ada”. [Lihat sumber Disini - liputan6.com]
Lebih khusus, fakta ilmiah adalah fakta yang diperoleh melalui observasi atau pengukuran dengan metode ilmiah yang sistematis, dan dapat diuji ulang oleh peneliti lain dalam kondisi yang sama. [Lihat sumber Disini - liputan6.com]
Misalnya: suhu titik didih air pada tekanan satu atmosfir adalah 100 °C (pada kondisi standar) , ini sering dijadikan contoh fakta ilmiah karena dapat diulang, diuji, dan diverifikasi. [Lihat sumber Disini - liputan6.com]
Dengan demikian, secara umum bisa dikatakan: Fakta ilmiah adalah kenyataan empiris yang terbukti dan dapat diverifikasi secara sistematis oleh komunitas ilmiah.

Definisi Fakta Ilmiah dalam KBBI

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), kata fakta diartikan sebagai “keadaan yang benar-benar terjadi atau ada” atau “data kenyataan yang objektif”. (Catatan: definisi KBBI mungkin tidak secara khusus menyebut “ilmiah”, tapi fungsi pemahaman dasar tetap relevan.)
Sayangnya saya tidak menemukan definisi KBBI yang persis dengan frasa “fakta ilmiah” , namun definisi dasar “fakta” tersebut memberikan landasan bahwa fakta adalah yang “benar-benar terjadi” dan “objektif”.
Oleh karena itu, untuk keperluan artikel ini kita dapat menyebut: dalam KBBI, fakta berarti kenyataan yang ada dan dapat dipertanggungjawabkan; untuk menjadi “fakta ilmiah”, maka tambahan syarat keilmiahan (metode, verifikasi, reliabilitas) perlu diterapkan.

Definisi Fakta Ilmiah Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pendapat ahli dan hasil penelitian yang relevan tentang fakta ilmiah:

  1. Dalam penelitian oleh Erwan Effendy dkk. (2023) disebutkan bahwa “fakta adalah keadaan, peristiwa yang merupakan kenyataan yang benar-benar terjadi dan dijamin kebenarannya” dan bahwa fakta bisa menjadi titik tolak terbentuknya konsep dan generalisasi. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
  2. Dalam artikel “Fakta dan Kebenaran Perspektif Filsafat Ilmu” oleh Ali Wardani et al. (2023) disebut bahwa fakta dalam pengetahuan positif adalah apa yang dapat diamati serta diukur untuk menilai kebenarannya. [Lihat sumber Disini - ejournal.iainu-kebumen.ac.id]
  3. Menurut liputan populer, fakta ilmiah harus dapat diuji ulang (replikasi) dan dapat diverifikasi oleh semua pihak yang mempunyai metode ilmiah. [Lihat sumber Disini - liputan6.com]
  4. Dalam konteks epistemologi dan ilmu pengetahuan di jurnal, fakta juga dikaitkan dengan kriteria metode penelitian yang valid: fakta menjadi landasan yang kokoh dalam proses pengembangan teori. Dalam penelitian “Peran Ilmu Pengetahuan dalam Perkembangan Penelitian Ilmiah” (Oktaviani, 2024) disebut bahwa pengetahuan ilmiah harus menentukan kriteria kebenaran berdasarkan fakta. [Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id]
    Dengan rangkuman tersebut, maka dapat dikatakan bahwa menurut para ahli: fakta ilmiah adalah realitas yang telah melewati proses pengamatan, pengukuran, atau eksperimentasi, diverifikasi, dan digunakan sebagai dasar pembentukan pengetahuan atau teori.

Definisi Opini

Definisi Opini Secara Umum

Opini secara umum adalah pendapat atau pandangan seseorang atau kelompok terhadap suatu hal. Sebagai contoh, dalam kajian literatur disebut bahwa “opini adalah tanggapan atau jawaban terhadap sesuatu persoalan yang dinyatakan berdasarkan kata-kata, bisa juga berupa perilaku, sikap, tindakan, pandangan.” [Lihat sumber Disini - digilib.uinsa.ac.id]
Dengan kata lain, opini bersifat subjektif , artinya dipengaruhi oleh sudut pandang, pengalaman, atau konteks individu/kelompok , bukan semata-mata kenyataan objektif yang dapat diuji secara bebas.
Contoh sehari-hari: “Menurut saya, film X sangat menginspirasi” adalah opini , karena tidak dapat dibuktikan secara objektif bahwa “sangat menginspirasi” itu berlaku untuk semua orang.

Definisi Opini dalam KBBI

Dalam KBBI, kata opini didefinisikan sebagai “pendapat” atau “pandangan” terhadap suatu hal yang disampaikan secara lisan atau tulisan. (Catatan: kembali, definisi umum ini tidak selalu memuat unsur ilmiah atau verifikasi.)
Contoh: seseorang boleh menyampaikan opini di kolom redaksi surat kabar: “Saya berpendapat bahwa…”
Dengan demikian, definisi KBBI membantu kita memahami bahwa opini adalah puntuk pemikiran atau pandangan yang bersifat individual atau kelompok, bukan fakta terverifikasi.

Definisi Opini Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pendapat dan penelitian yang membahas opini:

  1. Menurut Leonard W. Doob (dalam Sunarjo) disebut bahwa “opini adalah suatu sikap atau pendapat seseorang mengenai sebuah persoalan ataupun keadaan yang pernah maupun sedang terjadi”. [Lihat sumber Disini - repository.radenfatah.ac.id]
  2. Dalam kajian “Struktur dan Kebahasaan Teks Opini pada Media Massa Online” (Novelia, 2024) ditemukan bahwa opini ditandai oleh struktur-bahasa yang subjektif dan tendensi evaluatif. [Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id]
  3. Dalam artikel “Peran Komunikasi Digital dalam Pembentukan Opini Publik” (2024) disebut bahwa opini publik dibentuk melalui interaksi digital, di mana opini individu bisa bergabung dan berkembang menjadi opini kolektif. [Lihat sumber Disini - journal.iapa.or.id]
  4. Dalam penelitian “Peran Media Massa dalam Membentuk Opini Publik” (2025) disebut bahwa opini publik bukan sekadar jumlah opini individu, tetapi integrasi pendapat yang menyebar dan diterima dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
    Dari pendapat-pendapat tersebut kita dapat merumuskan: opini adalah pandangan, keyakinan, atau penilaian yang bersifat subjektif, diungkapkan oleh individu atau kelompok, dan tidak selalu dapat diverifikasi seperti fakta ilmiah.

Perbedaan antara Fakta Ilmiah dan Opini

Setelah memahami definisi masing-masing, penting untuk melihat perbedaan mendasar antara fakta ilmiah dan opini. Berikut beberapa aspek pembeda utama:

  1. Sifat Kebenaran
  2. Kemampuan Verifikasi
  3. Sumber dan Dukungan Bukti
  4. Tujuan/Peran
  5. Contoh dalam Konteks Nyata
    • Fakta ilmiah: “Berdasarkan penelitian, 78 % siswa mampu membedakan fakta dan opini dalam teks surat kabar.” (Andhira, 2021) [Lihat sumber Disini - p3i.my.id]
    • Opini: “Menurut saya, media sosial terlalu banyak menebar opini tanpa verifikasi” , ini adalah penilaian pribadi.
  6. Dampak dalam Informasi / Edukasi
    • Fakta ilmiah yang tepat membantu meningkatkan literasi informasi, menjamin keputusan yang rasional.
    • Opini yang berlebihan tanpa dasar bisa memicu misinformasi, bias persepsi, atau polarisasi. Penelitian “Pengaruh Fakta vs Opini dalam Mempengaruhi …” (2024) menekankan bahwa opini yang dibalut emosi sering memiliki pengaruh besar terhadap keyakinan masyarakat, meski data faktualnya lemah. [Lihat sumber Disini - artmediapub.id]

Implikasi dan Pentingnya Memahami Keduanya

Pemahaman yang baik tentang fakta ilmiah dan opini memiliki implikasi penting dalam berbagai aspek:

  • Dalam pendidikan: Siswa dan mahasiswa perlu dilatih untuk membedakan mana yang fakta dan mana yang opini agar tidak keliru mengutip atau menyimpulkan. Contoh: penelitian “Kemampuan Membedakan Fakta dan Opini dalam Surat Kabar” (2021) menunjukkan masih ada hambatan dalam proses pembelajaran. [Lihat sumber Disini - p3i.my.id]
  • Dalam media dan informasi publik: Konsumen media harus memiliki literasi agar tidak hanya “tertarik opini” yang viral, tapi juga mengecek kebenaran faktual. Dengan meningkatnya penyebaran melalui media sosial, opini mudah tersebar dan memengaruhi persepsi.
  • Dalam penelitian ilmiah: Peneliti tidak boleh menganggap opini sebagai fakta; harus ada bukti empiris, metodologi yang jelas dan verifikasi sebelum menyimpulkan.
  • Dalam pengambilan keputusan (individu/kelompok): Keputusan berbasis bukti (fakta) cenderung lebih rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, keputusan hanya berbasis opini bisa rentan bias, fluktuasi, atau manipulasi.
  • Dalam era disinformasi/hoaks: Pengetahuan tentang perbedaan fakta ilmiah dan opini membantu masyarakat menjadi lebih kritis terhadap klaim yang muncul , “Apakah ini hanya pendapat?” vs “Apakah ini berdasarkan bukti dan metode?”.

Kesimpulan

Secara ringkas: fakta ilmiah adalah kenyataan empiris yang dapat diverifikasi dan diuji, serta menjadi landasan bagi pengetahuan dan teori; sedangkan opini adalah pandangan atau penilaian yang bersifat subjektif, tidak selalu bisa diverifikasi, dan lebih menggambarkan perspektif daripada kenyataan objektif. Memahami perbedaan ini bukan hanya soal akademis , melainkan keterampilan penting dalam menghadapi derasnya arus informasi di zaman digital. Dengan mengembangkan kemampuan mengenali fakta ilmiah dan membedakannya dari opini, kita dapat menjadi pengguna informasi yang lebih kritis, lebih bertanggung jawab, dan lebih rasional dalam berpikir dan berkomunikasi.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Fakta ilmiah adalah kenyataan atau informasi yang dapat dibuktikan melalui metode ilmiah, dapat diuji ulang, dan diverifikasi oleh siapa pun menggunakan prosedur yang sama.

Fakta ilmiah bersifat objektif dan dapat diverifikasi, sedangkan opini bersifat subjektif berdasarkan pandangan atau penilaian seseorang dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Fakta ilmiah menjadi dasar penyusunan teori dan kesimpulan penelitian. Tanpa fakta yang valid, hasil penelitian tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Contoh fakta ilmiah adalah air mendidih pada suhu sekitar 100°C pada tekanan satu atmosfer. Pernyataan ini dapat diuji ulang dan hasilnya tetap konsisten.

Opini dapat berubah menjadi fakta jika didukung bukti ilmiah yang dapat diverifikasi. Namun selama belum dibuktikan, opini tetap menjadi pandangan subjektif.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Fakta: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Lengkap Fakta: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Lengkap Teori dan Fakta: Hubungan dalam Proses Ilmiah Teori dan Fakta: Hubungan dalam Proses Ilmiah Opini Publik: Konsep dan Proses Pembentukannya Opini Publik: Konsep dan Proses Pembentukannya Hubungan Teori dan Fakta dalam Proses Ilmiah Hubungan Teori dan Fakta dalam Proses Ilmiah Argumentasi Induktif: Ciri dan Aplikasinya Argumentasi Induktif: Ciri dan Aplikasinya Echo Chamber Sosial: Konsep dan Polarisasi Opini Echo Chamber Sosial: Konsep dan Polarisasi Opini Justifikasi Ilmiah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Justifikasi Ilmiah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Teori Correspondence: Pengertian dan Kritiknya Teori Correspondence: Pengertian dan Kritiknya Media Sosial: Konsep dan Pembentukan Opini Publik Media Sosial: Konsep dan Pembentukan Opini Publik Kebenaran Ilmiah dalam Perspektif Filsafat Sains Kebenaran Ilmiah dalam Perspektif Filsafat Sains Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Literasi Ilmiah: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Pendidikan Penalaran Abduktif: Pengertian dan Contoh dalam Penelitian Penalaran Abduktif: Pengertian dan Contoh dalam Penelitian Jurnal Ilmiah: Pengertian, Struktur, dan Contoh penulisan beserta sumber [pdf] Jurnal Ilmiah: Pengertian, Struktur, dan Contoh penulisan beserta sumber [pdf] Kebenaran Ilmiah: Pengertian, Jenis, dan Kriterianya Kebenaran Ilmiah: Pengertian, Jenis, dan Kriterianya Prinsip Rasionalitas Ilmiah dalam Penalaran Akademik Prinsip Rasionalitas Ilmiah dalam Penalaran Akademik Penalaran Ilmiah: Ciri, Langkah, dan Contoh Penalaran Ilmiah: Ciri, Langkah, dan Contoh Kompres Hangat: Konsep, Manfaat Klinis, dan Efektivitas Kompres Hangat: Konsep, Manfaat Klinis, dan Efektivitas Pendekatan Deskriptif Analitik: Pengertian dan Penerapan Pendekatan Deskriptif Analitik: Pengertian dan Penerapan Idealisme Ilmiah: Konsep dan Contohnya Idealisme Ilmiah: Konsep dan Contohnya Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…