
Growth Mindset: Pengertian dan Contoh
Pendahuluan
Growth mindset adalah salah satu konsep psikologi yang sangat penting dalam konteks pendidikan dan pengembangan diri. Di era modern ini, kemampuan belajar, adaptasi terhadap perubahan, serta respons terhadap tantangan bukan lagi dipandang sebagai sesuatu yang tetap atau statis. Sebaliknya, banyak penelitian ilmiah menunjukkan bahwa keyakinan tentang kemampuan diri dapat berubah dan berkembang melalui usaha dan proses pembelajaran yang kontinu. Hal ini memicu pergeseran cara pandang dalam pendidikan dan pembelajaran di mana proses, usaha, dan refleksi menjadi aspek kunci dalam mengembangkan potensi individu secara optimal. Konsep ini semakin relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang mengharuskan siswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga ulet, adaptif, dan resilien dalam menghadapi dinamika lingkungan pendidikan dan kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - tll.mit.edu]
Definisi Growth Mindset
Definisi Growth Mindset Secara Umum
Growth mindset dapat dipahami sebagai pola pikir yang melihat kemampuan, kecerdasan, dan bakat bukan sebagai sesuatu yang tetap atau statis, tetapi sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan melalui usaha, strategi, pembelajaran, pengalaman, dan ketekunan dalam menghadapi tantangan. Dalam konteks pendidikan, siswa dengan growth mindset cenderung percaya bahwa kemampuan akademik mereka dapat terus meningkat seiring dengan usaha dan refleksi terhadap proses belajar yang dilakukan. [Lihat sumber Disini - cyril-picard.medium.com]
Definisi Growth Mindset Dalam KBBI
Saat ini, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) masih memiliki keterbatasan dalam mencantumkan definisi psikologis khusus seperti growth mindset. Secara terminologis, mindset dapat diartikan sebagai cara berpikir atau pola pikir. Dengan imbuhan “growth”, istilah ini merujuk pada pola pikir berkembang yang meyakini kemampuan dapat tumbuh. Untuk pengertian resmi dari KBBI dapat langsung diakses di laman KBBI daring, namun fokus utama KBBI adalah deskripsi umum kata, bukan istilah psikologis terapan secara spesifik. (Direkomendasikan untuk cek langsung KBBI via situs resmi KBBI Online untuk istilah “mindset” jika diperlukan)
Definisi Growth Mindset Menurut Para Ahli
-
Carol S. Dweck (Psikolog Stanford)
Growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang dapat berkembang melalui upaya, pembelajaran, dan ketekunan. Individu yang percaya pada growth mindset melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai ancaman kemampuan. [Lihat sumber Disini - digilib.uinkhas.ac.id]
-
Yeager & Dweck (Penelitian Pendidikan)
Growth mindset merupakan kepercayaan bahwa karakteristik personal seperti kemampuan intelektual bukan sifat tetap, tetapi dapat dikembangkan melalui strategi yang tepat dan usaha berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Nasril Nasar & Ichsan (Jurnal Pendidikan)
Growth mindset memengaruhi motivasi belajar siswa karena motivasi sendiri dipengaruhi oleh keyakinan individu atas kemampuan yang dimiliki untuk berkembang melalui proses belajar. [Lihat sumber Disini - staitbiasjogja.ac.id]
-
Penelitian Konstruksi Alat Ukur Psikologi
Growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan, kecerdasan, dan potensi dapat berkembang melalui usaha, pembelajaran, dan pengalaman belajar, yang membantu individu menghadapi tekanan akademik dan meningkatkan motivasi belajar. [Lihat sumber Disini - jcs.greenpublisher.id]
Karakteristik Individu dengan Growth Mindset
Individu yang memiliki growth mindset cenderung menunjukkan beberapa karakteristik psikologis yang konsisten dalam konteks belajar dan perkembangan diri, antara lain:
-
Menyikapi Tantangan dengan Positif
Mereka cenderung menerima tantangan sebagai kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan, bukan sebagai ancaman terhadap self-esteem atau kemampuan. [Lihat sumber Disini - cyril-picard.medium.com]
-
Resilien dalam Menghadapi Kegagalan
Ketika menghadapi kegagalan, individu dengan growth mindset melihatnya sebagai bagian dari proses belajar dan bukan sebagai bukti ketidakmampuan. Kesalahan dipandang sebagai data untuk refleksi dan strategi baru. [Lihat sumber Disini - tll.mit.edu]
-
Berusaha Secara Berkelanjutan
Growth mindset dikaitkan dengan upaya yang konsisten dan strategi belajar yang adaptif untuk mencapai tujuan atau kemajuan pembelajaran. [Lihat sumber Disini - jurnal.ensiklopediaku.org]
-
Berorientasi pada Pembelajaran (Process) daripada Hasil Akhir
Mereka lebih fokus pada perkembangan kemampuan melalui belajar, umpan balik, dan perbaikan terus-menerus, bukan hanya terpaku pada nilai atau hasil akhir. [Lihat sumber Disini - tll.mit.edu]
-
Mencari Umpan Balik dan Belajar dari Kritik
Orang dengan growth mindset lebih terbuka pada kritik karena kritik dianggap sebagai informasi yang dapat membantu peningkatan diri. [Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id]
-
Menghargai Usaha Orang Lain dan Belajar dari Keberhasilan Orang Lain
Alih-alih merasa terancam oleh keberhasilan orang lain, mereka melihatnya sebagai inspirasi dan sumber pembelajaran yang berguna. [Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id]
Individu seperti ini umumnya lebih adaptif dalam proses pembelajaran dan cenderung menunjukkan dinamika psikologis yang lebih kuat terhadap stres akademik dan hambatan pembelajaran jangka panjang.
Faktor yang Mempengaruhi Growth Mindset
Beberapa faktor dapat mempengaruhi perkembangan growth mindset dalam diri seseorang, baik di ranah pendidikan maupun kehidupan sehari-hari:
-
Lingkungan Pendidikan dan Guru
Pola pengajaran dan respons guru terhadap upaya siswa sangat menentukan. Guru yang memotivasi usaha, strategi, dan refleksi membantu siswa membangun growth mindset. [Lihat sumber Disini - jurnal.ensiklopediaku.org]
-
Umpan Balik yang Mendorong Proses
Umpan balik yang menekankan strategi, upaya, dan pertumbuhan kemampuan lebih efektif dalam menumbuhkan growth mindset dibandingkan pujian atas hasil atau bakat bawaan. [Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id]
-
Budaya Sekolah yang Mendukung Belajar dari Kesalahan
Sekolah yang memperlakukan kesalahan sebagai bagian penting dalam pembelajaran cenderung lebih berhasil menumbuhkan growth mindset pada siswanya. [Lihat sumber Disini - jurnal.ensiklopediaku.org]
-
Penguatan Keluarga dan Lingkungan Emosional
Bahasa orang tua, dukungan emosional, dan cara orang tua mengapresiasi usaha anak sangat mempengaruhi bagaimana anak memproses tantangan dan kegagalan. [Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id]
-
Refleksi Pribadi dan Kesadaran Diri
Individu yang aktif melakukan refleksi terhadap proses belajar serta menetapkan tujuan pembelajaran cenderung lebih kuat mengembangkan growth mindset. [Lihat sumber Disini - tll.mit.edu]
Faktor-faktor ini bekerja sinergis dan mempengaruhi sejauh mana seseorang mampu beradaptasi, mempertahankan motivasi, serta menumbuhkan keyakinan tentang potensi perkembangan diri.
Peran Growth Mindset dalam Pembelajaran
Growth mindset memiliki peran penting dalam proses pembelajaran, baik di sekolah maupun pendidikan tinggi:
-
Meningkatkan Motivasi Belajar
Growth mindset berkontribusi pada motivasi intrinsik siswa karena mereka percaya bahwa usaha dan strategi yang tepat dapat mengembangkan kemampuan mereka. [Lihat sumber Disini - staitbiasjogja.ac.id]
-
Meningkatkan Keterlibatan dalam Proses Belajar
Siswa yang memiliki growth mindset cenderung lebih aktif mencari strategi baru, bertanya, dan mengatasi hambatan belajar secara proaktif. [Lihat sumber Disini - tll.mit.edu]
-
Mendorong Resiliensi Akademik
Growth mindset terbukti berkaitan positif dengan resilensi akademik, kemampuan untuk tetap bertahan dan pulih dari kesulitan dalam pembelajaran. [Lihat sumber Disini - journal.minangdarussalam.or.id]
-
Mengembangkan Keterampilan Metakognitif
Individu dengan growth mindset lebih sering melakukan refleksi diri dan memilih strategi yang efektif untuk pembelajaran berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - tll.mit.edu]
-
Mengurangi Ketakutan terhadap Tantangan
Mereka memandang tantangan bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai peluang untuk mengasah keterampilan dan membangun pemahaman yang lebih dalam. [Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id]
Peran-peran tersebut menjadikan growth mindset sebagai landasan penting dalam merancang kurikulum, program pembelajaran, dan strategi pengajaran yang berorientasi pada proses serta pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Growth Mindset dan Prestasi Akademik
Hubungan antara growth mindset dan prestasi akademik telah banyak diteliti:
-
Prediktor Prestasi Belajar
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan growth mindset menunjukkan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak memiliki pola pikir berkembang. Dalam konteks pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), growth mindset terbukti menjadi prediktor signifikan terhadap prestasi akademik siswa SD. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]
-
Pengaruh Growth Mindset terhadap Grit Akademik
Penelitian lain menunjukkan growth mindset berpengaruh positif terhadap grit akademik mahasiswa, yang juga berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan tugas akademik secara konsisten. [Lihat sumber Disini - e-journal.sari-mutiara.ac.id]
-
Resiliensi Akademik di Indonesia dan Malaysia
Studi komparatif juga mengindikasikan bahwa growth mindset berkontribusi terhadap resiliensi akademik mahasiswa di Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan belajar. [Lihat sumber Disini - journal.minangdarussalam.or.id]
Meski ada variasi dalam literatur, tren umum menunjukkan adanya hubungan positif antara growth mindset dan prestasi akademik karena mereka yang percaya kemampuan bisa berkembang cenderung lebih tekun dalam belajar.
Contoh Penerapan Growth Mindset
Contoh penerapan growth mindset dapat terlihat dalam situasi pembelajaran:
-
Menerima Tantangan Akademik Baru
Seorang siswa yang awalnya kesulitan memahami matematika tetap berusaha dengan mencoba berbagai strategi belajar, bertanya kepada guru, dan memakai latihan tambahan, melihat kesulitan sebagai tantangan, bukan hambatan pada kemampuan mereka.
-
Belajar dari Umpan Balik
Ketika menerima nilai yang kurang memuaskan, seseorang memilih untuk memeriksa kesalahan, merefleksikan proses belajar, dan mengubah strategi belajar untuk meningkatkan hasil berikutnya.
-
Pengembangan Diri dalam Ekstrakurikuler
Seorang siswa yang ingin meningkatkan keterampilan presentasi mengikuti berbagai workshop, mencoba teknik komunikasi baru, dan menerima kritik teman untuk memperbaiki modul presentasi mereka. Tujuan utama bukan hanya mendapatkan pujian, tetapi belajar menjadi lebih baik.
-
Refleksi Pribadi setelah Ujian
Siswa memeriksa bagian materi yang belum dikuasai setelah ujian, menyusun rencana belajar ulang yang berfokus pada konsep yang belum dipahami, dan kemudian mencatat kemajuan mereka pada ujian berikutnya.
Contoh-contoh ini menggambarkan bagaimana keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang dengan usaha dan strategi mendorong perilaku belajar yang produktif.
Kesimpulan
Growth mindset adalah konsep psikologis yang menekankan bahwa kemampuan, bakat, dan kecerdasan bukan sifat tetap, tetapi dapat dikembangkan melalui usaha, strategi pembelajaran, dan refleksi berkelanjutan. Individu dengan growth mindset menunjukkan karakteristik seperti menerima tantangan, resilien terhadap kegagalan, dan berorientasi pada proses pembelajaran. Faktor-faktor seperti lingkungan pendidikan, umpan balik yang mendukung, dan refleksi pribadi mempengaruhi pertumbuhan mindset seseorang. Peran growth mindset dalam pembelajaran sangat besar, termasuk mendorong motivasi, keterlibatan dalam belajar, dan resiliensi akademik. Berbagai penelitian menunjukkan hubungan positif antara growth mindset dan prestasi akademik. Contoh penerapan mindset berkembang dapat dilihat dalam tindakan nyata siswa atau individu dalam menghadapi tantangan akademik dan pengembangan keterampilan. Growth mindset menjadi landasan penting dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berkelanjutan.