
Komunikasi Guru dan Siswa: konsep, pola, dan pengaruhnya
Pendahuluan
Komunikasi merupakan komponen fundamental dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar, interaksi antara guru dan siswa menjadi pusat dari tercapainya tujuan pendidikan. Komunikasi yang efektif tidak hanya menyampaikan materi pelajaran namun juga mencakup proses pertukaran informasi, ide, dan pemahaman antara dua pihak yaitu guru sebagai pemberi materi dan siswa sebagai penerima materi. Interaksi dua arah ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pembelajaran yang berkualitas, karena tanpa komunikasi yang baik pembelajaran dapat berjalan stagnan dan tidak efektif. Dalam konteks pembelajaran, komunikasi menjadi sarana untuk membangun hubungan sosial, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta menumbuhkan motivasi dan hasil belajar siswa yang optimal. Penelitian terkini menunjukkan bahwa pola komunikasi yang baik antara guru dan siswa sangat berkaitan erat dengan capaian hasil belajar serta pembentukan karakter siswa secara menyeluruh. ([Lihat sumber Disini - e-jurnal.jurnalcenter.com])
Definisi Komunikasi dalam Pembelajaran
Definisi Komunikasi Secara Umum
Komunikasi secara umum diartikan sebagai proses penyampaian pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain sehingga pesan tersebut dapat dipahami oleh pihak penerima. Proses ini mencakup elemen seperti komunikator, pesan, media, dan komunikan yang saling berinteraksi dalam mencapai tujuan tertentu. Secara esensial, komunikasi adalah tindakan dasar dalam kehidupan sosial manusia yang memungkinkan terciptanya hubungan sosial yang efektif. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Definisi Komunikasi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komunikasi didefinisikan sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan yang memiliki tujuan untuk menyampaikan dan memahami maksud dari pesan yang dikomunikasikan. Penekanan KBBI pada proses pengiriman dan penerimaan menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar berbicara tetapi juga melibatkan pemahaman dan interpretasi pesan oleh pihak penerima. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Definisi Komunikasi dalam Pembelajaran Menurut Para Ahli
Para ahli pendidikan dan komunikasi memberikan definisi khusus terkait komunikasi dalam konteks pembelajaran. Menurut Rizal Masdul, komunikasi pembelajaran adalah proses penyampaian gagasan dari guru kepada siswa yang bertujuan untuk mencapai keberhasilan dalam penyampaian pesan secara efektif dan efisien di dalam proses pembelajaran. Proses ini mencakup interaksi dua arah yang memungkinkan siswa menerima dan memahami materi pelajaran dengan baik. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id])
Definisi lain menyatakan bahwa komunikasi pembelajaran mencakup transfer informasi dari pendidik kepada peserta didik, yang tidak hanya sekadar menyampaikan materi tetapi juga menciptakan umpan balik yang penting dalam memahami pesan yang diterima. Umpan balik ini merupakan aspek krusial dalam proses belajar karena menunjukkan apakah pesan yang disampaikan telah dipahami oleh siswa atau belum. ([Lihat sumber Disini - ejournal.an-nadwah.ac.id])
Menurut Sudjana dan Rivai, komunikasi dalam pembelajaran adalah suatu proses pertukaran makna antara guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Definisi ini menekankan bahwa komunikasi pembelajaran tidak hanya sebatas penyampaian informasi tetapi juga pertukaran makna yang mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi. (Sumber jurnal pendidikan internasional atau nasional yang relevan pada topik komunikasi pendidikan). Catatan: Anda dapat menambahkan referensi para ahli lain jika jurnal yang tersedia mencantumkannya dari sumber yang bisa diakses publik.
Bentuk dan Pola Komunikasi Guru dan Siswa
Komunikasi dalam pembelajaran dapat berlangsung dalam berbagai bentuk dan pola yang berbeda. Bentuk komunikasi ini secara umum dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal mencakup penggunaan bahasa lisan maupun tulisan yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Sementara itu, komunikasi non-verbal mencakup ekspresi wajah, gerakan tubuh, intonasi suara, dan simbol lain yang memberikan makna tambahan terhadap pesan yang disampaikan oleh guru. Pemanfaatan kedua bentuk komunikasi ini secara tepat dapat meningkatkan efektivitas penyampaian materi serta pemahaman siswa terhadap pesan pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Pola komunikasi antara guru dan siswa bisa berbentuk komunikasi satu arah atau dua arah. Pola komunikasi satu arah biasanya terjadi ketika guru lebih dominan dalam penyampaian materi, sedangkan siswa hanya berperan sebagai pendengar pasif. Sebaliknya, pola komunikasi dua arah terjadi ketika guru dan siswa saling bertukar informasi secara aktif, dimana siswa memiliki kesempatan untuk bertanya dan mengklarifikasi pemahamannya terhadap materi pelajaran. Pola komunikasi dua arah ini cenderung lebih efektif dalam menciptakan suasana belajar yang partisipatif dan meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id])
Pola komunikasi yang efektif antara guru dan siswa juga melibatkan keterampilan interpersonal dari guru, termasuk kemampuan mendengar secara aktif, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta menciptakan suasana kelas yang mendukung partisipasi siswa. Keterampilan ini memungkinkan terjalinnya hubungan yang lebih dekat antara guru dan siswa sehingga proses belajar menjadi lebih dinamis dan interaktif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Pembelajaran
Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam pembelajaran. Faktor pertama adalah kemampuan guru dalam menyampaikan pesan secara jelas, tepat, dan sesuai dengan kemampuan pemahaman siswa. Guru yang mampu menyusun pesan pembelajaran secara sistematis akan lebih mudah dipahami oleh siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.an-nadwah.ac.id])
Faktor kedua adalah hubungan interpersonal antara guru dan siswa. Hubungan yang positif cenderung menciptakan suasana belajar yang nyaman dan memungkinkan siswa merasa lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan positif guru-siswa berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar, partisipasi siswa, dan prestasi akademik secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - e-journal.my.id])
Faktor lain yang mempengaruhi komunikasi pembelajaran adalah lingkungan kelas. Lingkungan yang kondusif akan mendukung proses komunikasi terjadi secara efektif, misalnya ruang kelas yang bebas dari gangguan suara atau gangguan lain yang dapat menghambat penyampaian materi. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang sesuai juga dapat meningkatkan kualitas komunikasi antara guru dan siswa. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])
Peran Komunikasi Guru dalam Menciptakan Iklim Belajar
Peran komunikasi guru dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif sangat penting. Komunikasi yang dilakukan guru tidak hanya sebatas penyampaian materi pelajaran, tetapi juga mencakup kemampuan menciptakan hubungan emosional yang baik dengan siswa. Guru yang mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan mendukung keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id])
Melalui komunikasi interpersonalnya, guru dapat mengenali kebutuhan siswa, memberikan motivasi, dan membantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru yang baik berkontribusi pada peningkatan motivasi belajar serta capaian akademik siswa. ([Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id])
Selain itu, komunikasi guru juga berperan dalam membangun disiplin dan tanggung jawab siswa. Guru yang mampu menyampaikan aturan dan nilai-nilai pembelajaran dengan jelas akan menciptakan struktur kelas yang teratur dan dapat mendorong siswa untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. ([Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id])
Pengaruh Komunikasi Guru dan Siswa terhadap Motivasi Belajar
Motivasi belajar siswa merupakan salah satu variabel yang sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi antara guru dan siswa. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa komunikasi antara guru dan siswa berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Ketika komunikasi berlangsung dengan baik, siswa cenderung merasa lebih termotivasi untuk belajar karena mereka merasa didengar, dihargai, dan memperoleh dukungan dari guru. ([Lihat sumber Disini - jurnal.um-palembang.ac.id])
Komunikasi yang efektif, termasuk umpan balik positif yang diberikan oleh guru, juga dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi materi pembelajaran. Siswa yang merasa diperhatikan secara individu oleh guru akan menunjukkan tingkat motivasi yang lebih tinggi untuk aktif berpartisipasi dalam pembelajaran serta berusaha mencapai hasil belajar yang lebih baik. ([Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id])
Dampak Komunikasi terhadap Hasil Belajar Siswa
Dampak komunikasi terhadap hasil belajar siswa tidak bisa dianggap remeh. Proses komunikasi yang efektif antara guru dan siswa memungkinkan siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik dan lebih cepat. Hal ini karena pesan yang disampaikan oleh guru tidak hanya ditransmisikan, tetapi juga diklarifikasi melalui umpan balik langsung dari siswa. Guru yang mampu berkomunikasi dengan jelas dan responsif akan membantu siswa mencapai pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran. ([Lihat sumber Disini - e-jurnal.jurnalcenter.com])
Selain itu, komunikasi yang baik juga menciptakan suasana kelas yang suportif sehingga siswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan pemikiran kritisnya. Lingkungan belajar yang demikian sangat berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa karena siswa merasa dilibatkan dalam proses belajar secara aktif. ([Lihat sumber Disini - e-jurnal.jurnalcenter.com])
Kesimpulan
Komunikasi guru dan siswa dalam pembelajaran merupakan landasan utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, interaktif, dan berpusat pada siswa. Komunikasi ini melibatkan proses penyampaian informasi dan pemahaman pesan yang saling terkait antara guru dan siswa. Bentuk komunikasi pembelajaran mencakup komunikasi verbal dan non-verbal yang saling memperkaya proses interaksi. Pola komunikasi dua arah cenderung lebih efektif dalam menciptakan keterlibatan aktif siswa serta meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Faktor-faktor seperti kemampuan guru dalam berkomunikasi, kualitas hubungan interpersonal, dan lingkungan kelas turut berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pembelajaran. Komunikasi yang efektif tidak hanya meningkatkan pemahaman materi tetapi juga membangun iklim kelas yang kondusif, meningkatkan motivasi siswa, serta berkontribusi pada capaian hasil belajar yang optimal.