Terakhir diperbarui: 07 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 7 January). Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/psychological-flexibility-konsep-dan-kesejahteraan 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan - SumberAjar.com

Psychological Flexibility: Konsep dan Kesejahteraan

Pendahuluan

Dalam menghadapi dinamika kehidupan modern yang penuh perubahan dan tantangan psikologis, kemampuan seseorang untuk beradaptasi secara efektif merupakan aspek fundamental dalam kesejahteraan mental. Salah satu konstruk psikologis yang paling sering dibahas dalam penelitian psikologi kontemporer adalah psychological flexibility, kemampuan individu untuk tetap hadir secara sadar terhadap pengalaman internal (pikiran, emosi) dan memilih perilaku yang konsisten dengan nilai yang berarti, meskipun menghadapi tekanan atau situasi yang sulit. Konsep ini sangat penting dalam memahami bagaimana seseorang mempertahankan kualitas hidupnya ketika menghadapi stres, tantangan emosional, dan tuntutan hidup yang kompleks [Lihat sumber Disini - verywellmind.com].

Psikolog dan peneliti klinis telah menunjukkan bahwa psychological flexibility tidak hanya berperan dalam kesehatan mental, tetapi juga merefleksikan inti dari kesejahteraan psikologis dan adaptasi emosional yang sehat, serta menjadi fokus utama dalam intervensi psikoterapi modern seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT) [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com].


Definisi Psychological Flexibility

Definisi Psychological Flexibility Secara Umum

Psychological flexibility secara umum didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk hadir sepenuhnya pada pengalaman saat ini, termasuk pikiran dan emosi yang tidak menyenangkan, tanpa upaya menghindar secara berlebihan, serta memilih tindakan yang konsisten dengan nilai-nilai pribadi meskipun mengalami kondisi internal yang tidak nyaman. Individu yang fleksibel secara psikologis mampu merespons tuntutan hidup secara adaptif dan kreatif untuk mencapai tujuan hidup yang bermakna [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com].

Definisi Psychological Flexibility dalam KBBI

Catatan: Hingga saat ini, KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) belum secara khusus mencantumkan istilah psychological flexibility karena ini adalah istilah psikologi teknis yang umum digunakan dalam literatur internasional. Oleh karena itu, istilah yang paling mendekati dalam KBBI adalah gabungan makna kata “fleksibilitas” dan “psikologis”.

  • Fleksibilitas di KBBI berarti: kemampuan menyesuaikan diri atau lentur terhadap pengaruh atau perubahan.

  • Psikologis berarti: hal-hal yang berhubungan dengan psikologi atau jiwa manusia.

    Sehingga secara terjemahan bebas, psychological flexibility dapat dipahami sebagai kemampuan mental atau psikologis untuk beradaptasi terhadap perubahan, tantangan, dan pengalaman internal tanpa mengorbankan tujuan hidup yang berarti [Lihat sumber Disini - dosen.ung.ac.id].

Definisi Psychological Flexibility Menurut Para Ahli

  1. Hayes et al. (2025), Psychological flexibility adalah kemampuan untuk menghubungi momen saat ini secara penuh dan melakukan perubahan atau mempertahankan perilaku yang melayani nilai-nilai pribadi yang penting, meskipun menghadapi pengalaman internal yang tidak menyenangkan. Struktur ini mencakup enam proses inti: acceptance, defusion, present moment, self-as-context, values, dan committed action [Lihat sumber Disini - mdpi.com].

  2. Klein (2022), Psychological flexibility melibatkan kemampuan untuk mengalami emosi negatif secara terbuka dan penuh tanpa menghindar, dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan yang dapat memperkaya kesejahteraan psikologis dan pilihan perilaku adaptif, bukan sebagai penghalang untuk hidup secara bermakna [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov].

  3. Cherry (2021), Dalam definisi klinis, psychological flexibility dianggap sebagai konstruksi penting dalam psikologi klinis yang memungkinkan individu untuk menangani perbedaan internal dan eksternal melalui sikap terbuka, sadar, dan terlibat dalam tindakan yang bermakna, yang menjadi target utama dalam proses perubahan terapeutik ACT [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com].

  4. Verywell Mind (populer ilmiah), Psychological flexibility mencakup kemampuan untuk tetap hadir saat menghadapi pikiran atau emosi sulit, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai penting bagi individu, bukannya bereaksi secara impulsif terhadap tekanan emosional atau situasi eksternal [Lihat sumber Disini - verywellmind.com].


Komponen Psychological Flexibility

Psychological flexibility tidak terdiri dari satu aspek tunggal, tetapi merupakan gabungan dari beberapa proses atau komponen psikologis yang saling terkait dan memperkuat adaptasi mental seseorang.

1. Acceptance

Komponen pertama adalah acceptance, kemampuan untuk secara terbuka dan tanpa penolakan menghadapi pikiran dan perasaan yang tidak menyenangkan, tanpa berupaya mengubah atau menekannya. Hal ini mencakup kesediaan untuk mengakui pengalaman internal tanpa penilaian reaktif [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com].

2. Cognitive Defusion

Defusion adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari fusion atau keterikatan berlebihan pada pikiran. Ini berarti melihat pikiran bukan sebagai kebenaran mutlak, tetapi sebagai peristiwa mental yang fleksibel dan dapat dikelola [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com].

3. Present Moment Awareness

Kontak dengan momen saat ini adalah kemampuan untuk fokus pada pengalaman saat ini tanpa terganggu oleh pikiran masa lalu atau masa depan. Komponen ini meningkatkan kesadaran diri dan konsistensi tindakan dalam situasi nyata [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com].

4. Self-as-Context

Ini berarti individu memiliki sudut pandang yang lebih luas tentang diri mereka sendiri, bukan sebagai kumpulan pikiran atau emosi, tetapi sebagai konteks yang lebih besar dari pengalaman internal yang terus berubah [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com].

5. Contact with Values

Individu yang fleksibel secara psikologis mampu mengenali dan menghubungkan perilaku mereka dengan nilai-nilai yang penting secara personal, seperti kasih sayang, tanggung jawab, atau kreatifitas [Lihat sumber Disini - mdpi.com].

6. Committed Action

Bagian akhir dari komponen ini adalah tindakan yang konsisten dengan nilai meskipun menghadapi batu sandungan internal. Ini adalah manifestasi perilaku adaptif yang konkrit dalam kehidupan sehari-hari [Lihat sumber Disini - mdpi.com].


Faktor yang Mempengaruhi Psychological Flexibility

Psychological flexibility tidak muncul begitu saja, beberapa faktor memengaruhi tingkat dan efektivitasnya:

1. Mindfulness dan Kesadaran Diri

Penelitian menunjukkan bahwa mindfulness, yaitu kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini, bertindak sebagai mediator dalam meningkatkan psychological flexibility. Individu yang melatih mindfulness biasanya menunjukkan lebih sedikit pola avoidance dan lebih banyak penerimaan terhadap pengalaman emosional mereka [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com].

2. Strategi Regulasi Emosi

Kemampuan seseorang untuk mengatur emosinya secara adaptif juga terkait erat dengan psychological flexibility. Ketika regulasi emosi lebih efektif, individu memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menghadapi pikiran atau perasaan sulit tanpa bereaksi impulsif, ini memperkuat fleksibilitas psikologisnya [Lihat sumber Disini - hqlo.biomedcentral.com].

3. Lingkungan Sosial dan Dukungan

Faktor lingkungan seperti dukungan sosial dan hubungan interpersonal yang sehat dapat mendorong rasa aman dan kepercayaan diri untuk mengeksplorasi pengalaman internal tanpa rasa takut akan penilaian, sehingga memperkuat psychological flexibility seseorang [Lihat sumber Disini - dosen.ung.ac.id].

4. Kondisi Stres atau Trauma Sebelumnya

Pengalaman stres berat atau trauma dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk tetap fleksibel secara psikologis, terkadang menurunkan kapasitas untuk menerima rasa sakit emosional di masa depan [Lihat sumber Disini - jurnalp3k.com].

5. Intervensi Psikoterapi

Metode psikoterapi seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT) secara sistematis dirancang untuk meningkatkan psychological flexibility melalui latihan penerimaan, mindfulness, dan komitmen terhadap nilai-nilai personal [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov].


Psychological Flexibility dan Regulasi Emosi

Psychological flexibility dan kemampuan regulasi emosi merupakan kontstruk yang saling berkaitan secara erat. Individu dengan regulasi emosi yang adaptif dapat menghadapi respon emosional internal mereka tanpa menghindari atau menekannya, sehingga memungkinkan mereka tetap bertindak sesuai nilai bahkan di tengah emosi negatif. Sebaliknya, mereka yang memiliki regulasi emosi yang buruk cenderung experiential avoidance (menghindari pengalaman internal), yang merupakan kebalikan dari psychological flexibility yang adaptif [Lihat sumber Disini - hqlo.biomedcentral.com].

Penelitian menunjukkan bahwa ketidakmampuan dalam regulasi emosi berkorelasi dengan penurunan tingkat psychological flexibility dan berimbas pada kesejahteraan psikologis yang menurun [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan regulasi emosi menjadi aspek penting dalam intervensi untuk meningkatkan fleksibilitas dan kesejahteraan psikologis.


Psychological Flexibility dan Kesejahteraan Psikologis

Bukti empiris dari berbagai penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara psychological flexibility dan kesejahteraan psikologis. Sebuah penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa fleksibilitas psikologis secara simultan berkontribusi hingga 69, 6% terhadap varians kesejahteraan psikologis pada mahasiswa, menandakan peran besar fleksibilitas tersebut dalam kualitas kesehatan mental [Lihat sumber Disini - etd.repository.ugm.ac.id].

Selain itu, psychological flexibility terkait dengan berkurangnya stres, kecemasan, dan depresi, serta peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk kepuasan hidup, rasa percaya diri, dan kemampuan menjalani hubungan yang lebih sehat [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]. Hal ini konsisten dengan penelitian global yang menyatakan bahwa tingkat psychological flexibility yang tinggi berkorelasi positif dengan kesejahteraan psikologis yang lebih kuat.


Psychological Flexibility dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, psychological flexibility tercermin ketika seseorang menghadapi tantangan atau perubahan secara adaptif. Contohnya:

  • Ketika gagal dalam suatu tujuan, individu fleksibel secara psikologis dapat menerima kekecewaan tanpa larut dalam pikiran negatif, belajar dari pengalaman tersebut, dan mengevaluasi tindakan selanjutnya secara rasional.

  • Saat mengalami konflik interpersonal, mereka mampu mengelola emosi negatif seperti marah atau kecewa tanpa reaksi impulsif, kemudian memilih respon yang sesuai dengan nilai hubungan seperti empati atau kompromi.

  • Dalam situasi pekerjaan atau studi yang menuntut perubahan dan tekanan waktu, psychological flexibility membantu mempertahankan fokus pada tujuan jangka panjang meskipun ada distraksi emosional atau hambatan internal.

Praktik mindfulness, refleksi terhadap nilai personal, dan latihan kesadaran terhadap proses internal adalah contoh nyata bagaimana psychological flexibility diterapkan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kesejahteraan psychosocial.


Kesimpulan

Psychological flexibility adalah konstruksi psikologis kompleks yang merujuk pada kemampuan individu untuk tetap hadir terhadap pengalaman internal secara sadar serta memilih tindakan yang konsisten dengan nilai pribadi, meskipun menghadapi tekanan atau pengalaman emosional yang sulit. Komponen utama dari psychological flexibility mencakup acceptance, defusion, awareness, self-as-context, values, dan committed action.

Faktor-faktor seperti mindfulness, strategi regulasi emosi, dukungan sosial, serta intervensi psikoterapi terbukti memengaruhi tingkat psychological flexibility seseorang. Keterkaitan yang kuat antara psychological flexibility dan kesejahteraan psikologis menunjukkan bahwa meningkatkan kemampuan ini dapat berkontribusi signifikan terhadap kesehatan mental, keseimbangan emosional, dan kualitas hidup secara umum.

Secara praktis, psychological flexibility bukan sekadar teori psikologis, tetapi juga fungsi adaptif yang dapat dikembangkan melalui kesadaran diri, latihan mindful engagement, dan tindakan bermakna dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Psychological flexibility adalah kemampuan individu untuk menerima pikiran dan emosi yang muncul tanpa menghindarinya, serta tetap bertindak sesuai dengan nilai-nilai hidup yang penting meskipun menghadapi tekanan atau ketidaknyamanan psikologis.

Psychological flexibility penting karena membantu individu menghadapi stres, emosi negatif, dan perubahan hidup secara adaptif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, mengurangi kecemasan, dan menjaga kualitas hidup.

Komponen utama psychological flexibility meliputi acceptance, cognitive defusion, kesadaran terhadap momen saat ini, self-as-context, kejelasan nilai hidup, dan komitmen untuk bertindak sesuai nilai tersebut.

Psychological flexibility berkaitan erat dengan regulasi emosi karena individu yang fleksibel secara psikologis mampu mengelola emosi negatif tanpa menghindar atau bereaksi impulsif, sehingga dapat memilih respons yang lebih adaptif.

Ya, psychological flexibility dapat dilatih melalui latihan mindfulness, refleksi nilai hidup, serta pendekatan psikoterapi seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT) yang berfokus pada penerimaan dan tindakan bermakna.

Dalam kehidupan sehari-hari, psychological flexibility membantu individu menghadapi kegagalan, konflik, dan tekanan dengan lebih tenang, adaptif, serta tetap fokus pada tujuan dan nilai hidup yang bermakna.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Psychological Safety: Konsep dan Lingkungan Sosial Psychological Well-Being: Konsep dan Indikator Psychological Empowerment Psychological Capital: Komponen dan Manfaatnya Fleksibilitas Kognitif: Konsep dan Adaptasi Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Konsep Fungsi Psikologis Sehat Konsep Kesejahteraan Psikologis Konsep Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Kesejahteraan Subjektif: Konsep dan Pengukuran Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Kreativitas Siswa: Pengertian dan Cara Mengembangkannya Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Pengelolaan Stres Pasien Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Resiliensi: Definisi, Faktor Pembentuk, dan Contoh Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna