Terakhir diperbarui: 28 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 November). Model Evaluasi CIPP: Pengertian dan Penerapan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/model-evaluasi-cipp-pengertian-dan-penerapan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Model Evaluasi CIPP: Pengertian dan Penerapan - SumberAjar.com

Model Evaluasi CIPP: Pengertian dan Penerapan

Pendahuluan

Evaluasi program, terutama di bidang pendidikan, merupakan hal penting untuk memastikan bahwa sebuah program berjalan sesuai tujuan, efektif, dan mampu menunjang perbaikan apabila diperlukan. Evaluasi tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga meninjau bagaimana kondisi awal, persiapan, pelaksanaan, sampai hasil akhir dari sebuah program. [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]

Salah satu kerangka evaluasi yang paling banyak digunakan di lingkungan pendidikan dan program lainnya adalah CIPP Model, singkatan dari Context, Input, Process, Product. Model ini menawarkan pendekatan menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penilaian hasil akhir, sehingga cocok digunakan untuk evaluasi program secara komprehensif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Artikel ini akan membahas pengertian CIPP, mulai dari definisi umum, definisi menurut kamus dan para ahli, komponen-komponennya, cara penerapan, kelebihan dan keterbatasan, serta contoh penerapan di konteks pendidikan di Indonesia.


Definisi Model Evaluasi CIPP

Definisi secara umum

CIPP merupakan sebuah model evaluasi program yang dirancang untuk membantu pengambilan keputusan mengenai kelayakan, keberlanjutan, dan perbaikan program. Model ini menilai berbagai aspek program, mulai dari kondisi awal, sumber daya, pelaksanaan, hingga hasil, agar evaluasi tidak hanya berfokus pada produk akhir saja, tetapi memperhatikan keseluruhan konteks dan proses. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]

Dengan demikian, evaluasi menggunakan CIPP memungkinkan pemangku keputusan untuk memperoleh informasi sistematis yang menggambarkan kondisi menyeluruh dari program, apakah program tersebut relevan, feasible, dan efektif dijalankan. [Lihat sumber Disini - core.ac.uk]

Definisi dalam KBBI

Istilah “evaluasi” dalam konteks program atau pelayanan dapat dimaknai sebagai proses penilaian secara sistematis terhadap suatu kegiatan, sistem, atau program untuk menentukan nilai, kualitas, efektivitas, dan relevansi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]

Sementara “model evaluasi” mengacu pada kerangka kerja atau pola sistematis yang digunakan untuk melakukan evaluasi tersebut, yang dalam hal ini adalah model dengan komponen Context, Input, Process, dan Product. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Definisi menurut para ahli

Berikut sejumlah definisi dari para ahli mengenai model CIPP dan evaluasi berdasarkan CIPP:

  • Menurut I. Mahmudi, CIPP adalah model evaluasi program pendidikan yang mencakup empat aspek: “context, input, process, product”. Model ini dirancang tidak hanya untuk mengevaluasi hasil, tetapi juga untuk mendukung pengambilan keputusan mengenai keberlanjutan dan perbaikan program. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]
  • Dalam buku “Evaluasi Program Model CIPP (Context, Input, Process, and Product): antara Teori dan Praktiknya”, dijelaskan bahwa tujuan model CIPP adalah untuk mengevaluasi strategi dan komponen secara menyeluruh, serta membantu menjawab pertanyaan penting seperti: apakah desain evaluasi telah berfungsi baik, apa saja permasalahan yang muncul, dan bagaimana meningkatkan efektivitas program. [Lihat sumber Disini - books.google.com]
  • Menurut penelitian dalam konteks pendidikan (literature study) yang dilakukan secara sistematis tahun 2025, model CIPP digunakan karena fleksibilitas dan kemampuannya mengevaluasi program secara holistik, dari aspek kebutuhan, sumber daya, pelaksanaan, hingga outcomes, sehingga lebih tepat untuk kondisi pendidikan saat ini. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  • Menurut penelitian terkini di Indonesia (2025), CIPP dipandang sebagai model evaluasi program yang manajemen-oriented, artinya memberi informasi sistematis bagi para pengambil keputusan, terutama dalam konteks program pendidikan atau pelatihan. [Lihat sumber Disini - journal.as-salafiyah.id]

Komponen dan Prinsip Model CIPP

Model CIPP terdiri dari empat komponen utama, masing-masing merepresentasikan tahap/kategori evaluasi, yaitu:

Context (Konteks)
Evaluasi konteks berfokus pada analisis kebutuhan, lingkungan, masalah, dan tujuan program sebelum dilaksanakan. Pertanyaan utama: “Apa yang dibutuhkan?” atau “Apakah program ini relevan dengan kondisi dan kebutuhan?” Evaluasi ini membantu menentukan apakah program harus dilakukan atau tidak. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Input (Masukan)
Setelah konteks dipahami, evaluasi input menilai sumber daya, strategi, rencana, desain program, materi, staff, fasilitas, semua hal yang dibutuhkan agar program dapat dilaksanakan dengan baik. Tujuannya: menilai, dengan mempertimbangkan konteks, apakah program dirancang dengan masuk akal serta siap dilaksanakan. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]

Process (Proses)
Evaluasi proses mengamati pelaksanaan program, pemantauan jalannya kegiatan, keberlanjutan proses, kendala, dinamika pelaksanaan, dan apakah program dijalankan sesuai rencana. Hal ini memungkinkan identifikasi dini jika ada masalah pelaksanaan, sehingga evaluator atau pengelola bisa melakukan perbaikan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Product (Produk / Hasil)
Setelah pelaksanaan, evaluasi produk menilai hasil dan dampak program, apakah tujuan tercapai, apakah ada perubahan/perbaikan, seberapa efektif hasilnya. Berdasarkan evaluasi produk, pengambil keputusan bisa menentukan apakah program dilanjutkan, direvisi, atau dihentikan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Model CIPP dapat digunakan baik sebagai evaluasi formatif (selama pelaksanaan program, untuk perbaikan dan monitoring) maupun evaluasi sumatif (setelah program selesai, untuk pengambilan keputusan). [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]


Penerapan Model CIPP dalam Konteks Pendidikan di Indonesia

Model CIPP telah digunakan dalam berbagai penelitian dan evaluasi program pendidikan di Indonesia, baik pada sekolah dasar, menengah, pelatihan guru, maupun program kurikulum. Berikut beberapa contoh nyata:

  • Sebuah riset pada sekolah dasar bilingual di Bali mengevaluasi program “Teaching Assistance” menggunakan model CIPP: hasilnya menunjukkan bahwa aspek konteks memperoleh skor 83%, input 82%, proses 81%, dan produk 80%, menandakan bahwa program secara keseluruhan dalam kategori “baik”. [Lihat sumber Disini - ejournal.upi.edu]
  • Evaluasi pelaksanaan kurikulum inklusif di beberapa Madrasah Aliyah menggunakan CIPP menunjukkan bahwa komponen konteks, input, dan proses telah terpenuhi, tetapi aspek produk belum optimal, menunjukkan bahwa meskipun persiapan dan pelaksanaan sudah baik, hasil akhir belum sesuai harapan. [Lihat sumber Disini - e-journal.uac.ac.id]
  • Pada program pembelajaran sains di era revolusi 4.0, meta-analisis terhadap 20 publikasi (2022–2024) menunjukkan bahwa penggunaan model CIPP memiliki efek positif signifikan terhadap kualitas evaluasi pembelajaran, dengan nilai effect size sangat tinggi (d = 0.861; p < 0.001). [Lihat sumber Disini - obsesi.or.id]
  • Program pelatihan teknis (seperti pelatihan IBF di BMKG) juga dievaluasi menggunakan CIPP, hasil menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan sebagai modal untuk implementasi operasional. [Lihat sumber Disini - ejournal.iwi.or.id]

Lebih luas lagi, sebuah tinjauan literatur sistematis tahun 2025 terhadap penerapan CIPP dalam program pendidikan di Indonesia menyimpulkan bahwa model ini sangat relevan dan banyak digunakan, namun ada kecenderungan bahwa banyak penelitian hanya fokus pada aspek “process” dan “product”, sementara aspek “context” dan “input” kurang mendapat perhatian. Hal ini melemahkan sifat komprehensif dari CIPP dalam praktik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kelebihan dan Keterbatasan Model CIPP

Kelebihan

Keterbatasan / Tantangan

  • Implementasi ideal model CIPP terkadang tidak konsisten: banyak penelitian hanya mengevaluasi aspek proses dan produk, sementara aspek konteks dan input terabaikan. Hal ini mengurangi keuntungan komprehensif model. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  • Membutuhkan sumber daya, waktu, data, manajemen, agar evaluasi bisa dilakukan menyeluruh. Bila sumber daya terbatas, kemungkinan aspek tertentu diabaikan. [Lihat sumber Disini - books.google.com]
  • Bila tidak dirancang dengan baik, evaluasi bisa jadi hanya formalitas, tanpa memberikan rekomendasi nyata atau perbaikan kualitas program. [Lihat sumber Disini - books.google.com]
  • Interpretasi hasil terkadang kompleks karena harus mempertimbangkan berbagai aspek: kondisi awal, input, proses, hasil, sehingga evaluator perlu memiliki pemahaman mendalam dan analisis kritis. [Lihat sumber Disini - core.ac.uk]

Panduan Umum Penerapan Model CIPP

Untuk menerapkan model CIPP secara baik dalam evaluasi program, berikut langkah-langkah yang umum dilakukan:

  1. Analisis Konteks (Context Evaluation), Identifikasi masalah, kebutuhan, lingkungan, stakeholder, tujuan program. Pastikan program relevan dengan kebutuhan nyata dan tujuan yang jelas.
  2. Perencanaan Masukan (Input Evaluation), Siapkan sumber daya, strategi, desain program, materi, staf, fasilitas. Tentukan indikator keberhasilan, rencana pelaksanaan, anggaran, timeline.
  3. Monitoring Pelaksanaan (Process Evaluation), Lakukan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan program, dokumentasikan proses, identifikasi hambatan/kelemahan, ambil tindakan perbaikan jika diperlukan.
  4. Evaluasi Hasil (Product Evaluation), Setelah pelaksanaan program, nilai hasil dengan indikator yang telah ditetapkan: efektivitas, efisiensi, dampak, keberlanjutan. Bandingkan dengan tujuan awal.
  5. Rekomendasi & Keputusan, Berdasarkan hasil evaluasi, putuskan apakah program dilanjutkan, dihentikan, atau direformasi. Buat rekomendasi perbaikan.

Langkah-langkah ini memungkinkan evaluasi yang sistematis dan mendasar, bukan sekadar penilaian akhir.


Kesimpulan

Model CIPP menawarkan kerangka evaluasi yang holistik dan sistematis untuk menilai program, dari masa perencanaan, pelaksanaan, sampai hasil akhir. Dengan memperhatikan aspek konteks, input, proses, dan produk, evaluasi tidak hanya berhenti pada output, tetapi memberi gambaran menyeluruh tentang keberhasilan dan kualitas program.

Dalam konteks pendidikan (atau pelatihan, layanan, program lainnya), penerapan CIPP memungkinkan pemangku kebijakan dan evaluator untuk membuat keputusan berdasarkan data valid, serta memberikan dasar perbaikan program yang efektif dan berkelanjutan. Namun, agar manfaat model ini optimal, pelaksanaannya harus konsisten, mencakup semua aspek, dan dilakukan dengan pemahaman serta pertimbangan matang terhadap indikator dan konteks.

Dengan demikian, Model Evaluasi CIPP sangat cocok dijadikan kerangka utama evaluasi program pendidikan maupun program non-pendidikan, terutama jika tujuan evaluasi mencakup perbaikan kualitas, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan strategis.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Model Evaluasi CIPP adalah kerangka evaluasi yang terdiri dari empat komponen yaitu Context, Input, Process, dan Product. Model ini digunakan untuk menilai program secara menyeluruh, mulai dari analisis kebutuhan hingga penilaian hasil akhir.

Context berfungsi mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan program. Input menilai sumber daya dan strategi yang disiapkan. Process memantau pelaksanaan program. Product mengevaluasi hasil, dampak, dan pencapaian tujuan program.

Model CIPP banyak digunakan karena memberikan gambaran yang komprehensif mengenai suatu program pendidikan. Model ini tidak hanya menilai hasil tetapi juga proses dan kesiapan program sehingga lebih tepat untuk perbaikan dan pengambilan keputusan.

Penerapan Model CIPP dilakukan melalui empat langkah: menentukan kebutuhan dan tujuan program, menilai sumber daya dan desain, memantau pelaksanaan secara berkala, dan mengevaluasi hasil sesuai indikator. Setelah itu, hasil evaluasi digunakan sebagai rekomendasi pengambilan keputusan.

Kelebihan utama Model CIPP adalah sifatnya yang komprehensif, fleksibel, dan berorientasi pada pengambilan keputusan. Model ini dapat digunakan untuk evaluasi formatif maupun sumatif, sehingga mendukung perbaikan berkelanjutan pada sebuah program.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Riset Evaluasi Program: Pengertian dan Penerapan Riset Evaluasi Program: Pengertian dan Penerapan Model Penelitian: Jenis, Struktur, dan Contohnya Model Penelitian: Jenis, Struktur, dan Contohnya Pendekatan Evaluatif dalam Penelitian Pendidikan Pendekatan Evaluatif dalam Penelitian Pendidikan Model Konseptual: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Teknik Validasi Model Penelitian Teknik Validasi Model Penelitian Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Teori dan Model dalam Pendekatan Ilmiah Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Model Teoritis: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Model Teoritis: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Analisis Residual: Pengertian dan Interpretasi Analisis Residual: Pengertian dan Interpretasi Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Model Evaluasi Formatif dan Sumatif Model Evaluasi Formatif dan Sumatif Koefisien Determinasi R²: Fungsi dan Arti Koefisien Determinasi R²: Fungsi dan Arti Metode Spiral dalam Pengembangan Software Metode Spiral dalam Pengembangan Software Model Spiral Penelitian Tindakan Model Spiral Penelitian Tindakan Model: Definisi, Jenis, dan Contohnya dalam Penelitian Model: Definisi, Jenis, dan Contohnya dalam Penelitian Evaluasi: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya dalam Penelitian Evaluasi: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya dalam Penelitian Model Dick and Carey: Prinsip dan Langkah Model Dick and Carey: Prinsip dan Langkah
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…