Terakhir diperbarui: 28 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 November). Riset Evaluasi Program: Pengertian dan Penerapan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/riset-evaluasi-program-pengertian-dan-penerapan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Riset Evaluasi Program: Pengertian dan Penerapan - SumberAjar.com

Riset Evaluasi Program: Pengertian dan Penerapan

Pendahuluan

Evaluasi program merupakan bagian penting dalam manajemen dan pengelolaan kebijakan, intervensi, maupun proyek,baik di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi, maupun sektor lainnya. Melalui evaluasi, pemangku kebijakan dan pelaksana program dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang seberapa efektif program berjalan, apakah tujuan tercapai, serta aspek mana yang perlu diperbaiki atau dilanjutkan. Dengan demikian, riset evaluasi program membantu memastikan bahwa sumber daya yang dikeluarkan untuk program benar-benar memberikan manfaat sesuai harapan, dan meningkatkan akuntabilitas serta kualitas pelaksanaan. Artikel ini membahas pengertian evaluasi program dari berbagai perspektif, definisi menurut kamus dan para ahli, serta bagaimana penerapannya dalam praktik, dengan harapan memberikan pemahaman komprehensif bagi pembaca tentang konsep dan pentingnya evaluasi program.


Definisi Riset Evaluasi Program

Definisi Secara Umum

Secara umum, evaluasi program dapat dipahami sebagai suatu aktivitas atau proses terencana yang bersifat sistematis, dengan tujuan mengukur, menilai, dan memperoleh informasi tentang pelaksanaan suatu program, meliputi apakah program telah berjalan sesuai rencana, apakah mencapai tujuan, dan bagaimana kualitas pelaksanaannya. [Lihat sumber Disini - lmsspada.kemdiktisaintek.go.id]

Dalam arti ini, evaluasi program bukan hanya sekadar memeriksa hasil akhir, tetapi juga melihat aspek input, proses, dan output secara menyeluruh. Hal ini menjadikan evaluasi sebagai alat penting untuk pengambilan keputusan, perbaikan, atau pembaruan program. [Lihat sumber Disini - ejournal.utp.ac.id]

Definisi dalam KBBI

Menurut etimologi, kata “evaluasi” berasal dari bahasa Inggris evaluation yang maknanya “to form opinion of the amount, value or quality of something after thinking about it carefully”. Dalam bahasa Indonesia, evaluasi sering diterjemahkan sebagai penilaian atau penaksiran terhadap nilai, kualitas, atau mutu sesuatu. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Dengan demikian, secara terminologis dalam KBBI dan penggunaan umum, evaluasi program berarti suatu upaya menilai dan menentukan nilai/kualitas dari program tertentu, apakah program itu efektif, bermanfaat, atau sudah sesuai dengan kriteria dan tujuan yang ditetapkan.

Definisi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi evaluasi program menurut para ahli:

  • Menurut Suharsimi Arikunto, evaluasi program adalah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk mengetahui informasi suatu kegiatan, yang kemudian informasi tersebut diolah untuk menentukan alternatif dalam pengambilan keputusan. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
  • Menurut Gronlund (dalam referensi yang dikutip oleh beberapa literatur), evaluasi adalah proses sistematis yang menentukan dan membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
  • Menurut Bloom (dalam konteks evaluasi pendidikan), evaluasi program mencakup pengumpulan fakta secara sistematis untuk menunjukkan apakah terjadi perubahan atau hasil sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
  • Menurut Daniel L. Stufflebeam dan rekan-rekannya (termasuk Charles O. Jones dan Alkin), evaluasi program adalah aktivitas sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan informasi yang berguna bagi pengambil keputusan mengenai kelanjutan, perbaikan, atau penghentian program. [Lihat sumber Disini - repository.umj.ac.id]

Dari ragam definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun terminologi dan fokus bisa berbeda (tujuan tercapai, kualitas, pengambilan keputusan, perubahan, dsb.), intinya evaluasi program melibatkan proses sistematis dan berbasis data untuk menilai nilai/kualitas, efektivitas, dan relevansi suatu program.


Penerapan Riset Evaluasi Program

Tujuan dan Fungsi Evaluasi Program

Riset evaluasi program memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:

Model / Pendekatan Evaluasi Program

Dalam praktik, riset evaluasi program tidak dilakukan secara acak, melainkan menggunakan model atau kerangka teoritis untuk memastikan bahwa proses evaluasi komprehensif dan sistematis. Berikut beberapa model/pendekatan yang umum:

  • CIPP Model (Context-Input-Process-Product): dikembangkan oleh Stufflebeam dan kolega, model ini mengevaluasi program dari empat dimensi: konteks (kebutuhan, relevansi), input (sumber daya, kesiapan), proses (pelaksanaan), dan produk (hasil/ outcome). Pendekatan ini memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap program. [Lihat sumber Disini - journal.al-matani.com]
  • Pendekatan berbasis tujuan (goal-oriented / goal free): Evaluasi diarahkan untuk menilai sejauh mana tujuan program tercapai. Cocok untuk program dengan target/tujuan yang jelas. [Lihat sumber Disini - repository.unj.ac.id]
  • Pendekatan keputusan (decision-focused evaluation): Evaluasi diarahkan untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pengambil keputusan, misalnya untuk menentukan kelanjutan, perbaikan, atau pengakhiran program. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
  • Pendekatan partisipatif / responsif (tergantung konteks dan stakeholder): Melibatkan peserta program, pelaksana, dan pemangku kepentingan dalam proses evaluasi, cocok terutama untuk program sosial, komunitas, atau berbasis masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Prosedur Pelaksanaan Riset Evaluasi Program

Biasanya riset evaluasi program mengikuti langkah-langkah seperti berikut:

  1. Menetapkan tujuan evaluasi: Apa yang ingin dievaluasi (efektivitas, relevansi, efisiensi, dampak, dsb.) dan untuk siapa hasil evaluasi ditujukan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  2. Merancang kerangka evaluasi / logika program (theory of change / logic model) agar jelas bagaimana input, proses, output, outcome, dan dampak saling terkait. Pendekatan berbasis teori sangat membantu dalam memahami mekanisme perubahan program. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  3. Mengumpulkan data: menggunakan metode kuantitatif (survei, statistik, indikator) maupun kualitatif (observasi, wawancara, dokumentasi), tergantung jenis program dan tujuan evaluasi. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
  4. Menganalisis data: mengevaluasi apakah hasil sesuai dengan target, apakah ada ketidaksesuaian, faktor penghambat atau pendukung, serta mempertimbangkan aspek kontekstual. [Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id]
  5. Pelaporan hasil dan rekomendasi: menyajikan laporan evaluasi yang dapat dipahami oleh pemangku kepentingan, apakah program berhasil, perlu perbaikan, perlu diteruskan, atau dihentikan. [Lihat sumber Disini - repository.unj.ac.id]
  6. Tindak lanjut (jika relevan): berdasarkan temuan evaluasi, melakukan revisi program, perbaikan desain, alokasi ulang sumber daya, atau perencanaan lanjutan agar program lebih optimal.

Contoh Penerapan, Kasus di Indonesia

Salah satu contoh riset evaluasi program di Indonesia ialah penelitian terhadap Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditujukan untuk pemerataan pendidikan. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan PIP dan bagaimana program tersebut berkontribusi terhadap pemerataan pendidikan, sekaligus mengidentifikasi hambatan seperti ketidaktepatan penentuan penerima, keterlambatan pencairan dana, sosialisasi kurang, serta kurangnya kesadaran wali murid terhadap tujuan bantuan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dalam penelitian semacam ini, evaluasi program memberikan gambaran yang konkret apakah PIP efektif dalam menjangkau target, bagaimana pelaksanaannya di lapangan, serta rekomendasi perbaikan agar tujuan pemerataan pendidikan dapat tercapai secara optimal.

Selain itu, penelitian di lingkungan pendidikan menggunakan model CIPP untuk mengevaluasi program sekolah, menunjukkan bahwa evaluasi semacam ini mampu mengevaluasi berbagai aspek, dari konteks sekolah, kesiapan sumber daya, proses pembelajaran, hingga hasil (output/ outcome). [Lihat sumber Disini - journal.al-matani.com]


Manfaat dan Tantangan dalam Riset Evaluasi Program

Manfaat

  • Memberikan informasi objektif dan komprehensif tentang efektivitas dan relevansi program.
  • Menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat, apakah program dilanjutkan, diperbaiki, atau dihentikan.
  • Meningkatkan akuntabilitas penggunaan sumber daya (waktu, dana, tenaga).
  • Membantu penyempurnaan desain program berdasarkan temuan empiris dan realitas di lapangan.
  • Mendorong transparansi dan partisipasi stakeholder, terutama bila melibatkan penerima manfaat dan masyarakat.

Tantangan

  • Sulitnya mendapatkan data yang lengkap dan akurat, terutama dalam program berskala besar atau multi-lokasi.
  • Keragaman konteks: program yang sama bisa menghasilkan efek berbeda di tempat berbeda, sehingga generalisasi temuan bisa sulit.
  • Keterbatasan sumber daya (waktu, dana, tenaga) untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
  • Resistensi dari pelaksana atau pemangku kepentingan terhadap evaluasi, terutama bila hasil mengekspos kelemahan atau kegagalan.
  • Kompleksitas pengukuran outcome/dampak jangka panjang, terutama untuk program sosial atau pembangunan, dimana efek bisa bersifat tidak langsung atau memerlukan periode evaluasi panjang.

Kesimpulan

Riset evaluasi program adalah proses sistematis dan terencana untuk menilai nilai, kualitas, dan keberhasilan suatu program, apakah dalam pendidikan, sosial, kebijakan publik, maupun proyek pembangunan. Berangkat dari definisi umum, kamus, hingga definisi para ahli, evaluasi program memiliki landasan teoritis dan metodologis yang kuat, yang memungkinkan proses penilaian dilaksanakan secara objektif dan komprehensif.

Melalui penerapan berbagai model seperti CIPP atau pendekatan berbasis tujuan, riset evaluasi membantu mencakup berbagai aspek program: dari konteks dan input, hingga proses dan outcome. Hasil evaluasi memberikan dasar bagi pengambilan keputusan, perbaikan program, dan peningkatan akuntabilitas. Namun demikian, riset evaluasi juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan data, perbedaan konteks, dan sumber daya.

Dengan demikian, bagi siapa pun yang merancang atau melaksanakan program,baik di pemerintahan, lembaga non-profit, organisasi pendidikan, maupun sektor swasta,melakukan riset evaluasi program bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan penting agar program dapat berjalan efektif, efisien, dan berdampak sesuai tujuan.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Riset evaluasi program adalah proses sistematis untuk menilai nilai, efektivitas, dan kualitas suatu program berdasarkan data yang terstruktur. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan program, kesesuaian pelaksanaan dengan tujuan, serta rekomendasi perbaikan.

Tujuan utama evaluasi program adalah menilai efektivitas program, menyediakan informasi objektif bagi pengambil keputusan, meningkatkan akuntabilitas, serta mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki maupun dikembangkan.

Beberapa model evaluasi program yang umum digunakan yaitu model CIPP (Context, Input, Process, Product), evaluasi berbasis tujuan, evaluasi responsif, dan evaluasi berbasis keputusan. Masing-masing model digunakan sesuai kebutuhan dan karakteristik program.

Evaluasi program penting untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai rencana, mencapai tujuan yang ditetapkan, dan memberikan manfaat yang optimal. Selain itu, evaluasi membantu meningkatkan mutu program, transparansi, efisiensi sumber daya, serta akuntabilitas pelaksana.

Langkah-langkah pelaksanaan riset evaluasi program meliputi: menentukan tujuan evaluasi, menyusun kerangka evaluasi, mengumpulkan data melalui metode yang sesuai, menganalisis hasil, menyusun laporan rekomendasi, serta melakukan tindak lanjut atas temuan evaluasi.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Teknologi Adaptif untuk Riset Sosial Teknologi Adaptif untuk Riset Sosial Riset Terapan di Dunia Industri dan Pendidikan Riset Terapan di Dunia Industri dan Pendidikan Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Riset Modern Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Riset Modern Keamanan Informasi dalam Riset Online Keamanan Informasi dalam Riset Online Riset Kolaboratif antar Universitas Riset Kolaboratif antar Universitas Aksiologi Ilmu: Nilai dan Etika dalam Riset Aksiologi Ilmu: Nilai dan Etika dalam Riset Evaluasi Program Pendidikan: Langkah dan Contoh Evaluasi Program Pendidikan: Langkah dan Contoh Kontribusi Teknologi terhadap Riset Modern Kontribusi Teknologi terhadap Riset Modern Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Riset Kuantitatif di Era Digital Riset Kuantitatif di Era Digital Masa Depan Penelitian Digital di Era AI Masa Depan Penelitian Digital di Era AI Riset Bibliometrik: Definisi dan Contoh Riset Bibliometrik: Definisi dan Contoh Model Evaluasi CIPP: Pengertian dan Penerapan Model Evaluasi CIPP: Pengertian dan Penerapan Cloud Computing dalam Riset dan Pendidikan Cloud Computing dalam Riset dan Pendidikan Digitalisasi Penelitian: Pengertian dan Contoh Aplikasinya Digitalisasi Penelitian: Pengertian dan Contoh Aplikasinya Prosedur Etik dalam Riset Sosial Prosedur Etik dalam Riset Sosial Pendekatan Evaluatif dalam Penelitian Pendidikan Pendekatan Evaluatif dalam Penelitian Pendidikan Tren Penelitian Ilmiah Tahun 2025 Tren Penelitian Ilmiah Tahun 2025 Riset Replikasi: Pentingnya dalam Dunia Akademik Riset Replikasi: Pentingnya dalam Dunia Akademik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…