
Hubungan Gizi Buruk dengan Risiko Infeksi
Pendahuluan
Gizi buruk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih prevalen di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan fisik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kemampuan tubuh dalam melindungi diri dari infeksi. Risiko mengalami penyakit infeksi, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, pneumonia, dan penyakit menular lainnya, meningkat secara signifikan pada individu yang mengalami gizi buruk karena sistem imun yang terganggu. Fenomena ini menjadi perhatian penting dalam upaya pencegahan penyakit serta perbaikan status gizi populasi terutama anak-anak. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Definisi Gizi Buruk
Definisi Gizi Buruk Secara Umum
Gizi buruk secara umum merujuk pada kondisi kurangnya asupan dan keseimbangan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsi biologis normalnya. Kondisi ini dapat bersifat akut atau kronis dan mencakup kekurangan energi, protein, vitamin, serta mineral yang dapat menghambat pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi fisiologis tubuh. Pada anak-anak, misalnya, gizi buruk dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, gangguan perkembangan kognitif, serta menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Definisi Gizi Buruk dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gizi buruk didefinisikan sebagai kondisi di mana tubuh tidak memperoleh atau tidak dapat menggunakan zat-zat gizi secara memadai sehingga berdampak pada fungsi tubuh. Gizi buruk sering dikaitkan dengan kurangnya asupan nutrisi yang cukup dari makanan, namun juga dapat terjadi akibat gangguan penyerapan atau metabolisme nutrisi dalam tubuh. (Sumber: KBBI. Jika ingin referensi KBBI online, Anda dapat merujuk ke [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])
Definisi Gizi Buruk Menurut Para Ahli
-
World Health Organization (WHO) menyatakan gizi buruk adalah rendahnya status gizi anak yang diukur melalui indikator antropometri seperti berat badan terhadap tinggi badan di bawah standar yang ditetapkan karena kurangnya asupan nutrisi yang diperlukan tubuh. [Lihat sumber Disini - journal.lppm-unasman.ac.id]
-
Morales et al. (2023) menyebutkan bahwa malnutrisi, yang termasuk gizi buruk, berhubungan dengan status peradangan tubuh dan peningkatan risiko infeksi akibat fungsi imun yang menurun. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Majumdar (2025) dalam kajian nutrisinya menguraikan bahwa kekurangan nutrisi mikro dan makro berkontribusi signifikan terhadap supresi sistem imun sehingga tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
-
Munteanu (2022) menyatakan bahwa malnutrisi karena diet buruk mengurangi efektivitas sistem imun dalam menghadapi patogen, memperlemah tanggapan imun dan memperbesar kemungkinan infeksi. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
Peran Gizi dalam Sistem Imun
Peran gizi dalam sistem imun sangat esensial karena nutrisi merupakan dasar bagi sintesis sel imun, pemeliharaan fungsi barrier tubuh, serta produksi molekul-molekul yang terlibat dalam respon imun. Nutrisi yang adekuat mendukung berbagai komponen pertahanan tubuh, termasuk sel T, sel B, makrofag, serta antibodi yang melawan patogen. Kekurangan nutrisi, terutama protein dan mikronutrien seperti vitamin A, zinc, dan vitamin C, berkontribusi pada penurunan fungsi sistem pertahanan tubuh. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Protein, misalnya, diperlukan untuk sintesis enzim, antibodi, serta reseptor imun yang penting dalam menghadapi infeksi. Tanpa asupan protein yang mencukupi, produksi sel imun mengalami hambatan yang signifikan. Selain itu, Vitamin A sangat berperan dalam pemeliharaan epitel dan mukosa saluran pernapasan serta pencernaan sebagai garis pertama pertahanan tubuh. Kekurangan vitamin A telah dikaitkan dengan respons imun yang menurun terhadap infeksi virus dan bakteri. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Zinc dan sejumlah mineral lain berhubungan dengan proliferasi dan fungsi T-cell serta produksi sitokin yang mengatur respon imun. Zinc juga mendukung integritas membran sel dan fungsi fagosit. Tanpa mikronutrien ini, fungsi sel-sel imun primer menjadi terganggu, sehingga tubuh tidak mampu merespons patogen secara efektif. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Selain itu, asupan energi yang cukup juga memainkan peran penting karena aktivitas metabolik tinggi yang terkait dengan respon imun membutuhkan energi yang memadai. Kekurangan energi menyebabkan tubuh berfokus pada fungsi dasar metabolisme, mereduksi kemampuan untuk mempertahankan fungsi imun optimal. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
Dampak Gizi Buruk terhadap Daya Tahan Tubuh
Gizi buruk memiliki dampak serius pada daya tahan tubuh, terutama terhadap sistem imun adaptif dan innate. Kekurangan nutrisi secara kronis mengurangi jumlah dan fungsi sel imun, termasuk sel T, sel B, makrofag, serta neutrofil. Akibatnya, tubuh tidak lagi mampu mengenali, memulai, dan mempertahankan respon efektif terhadap patogen yang masuk. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Kondisi gizi buruk juga memperlemah fungsi barrier tubuh seperti kulit dan mukosa saluran pencernaan serta pernapasan, yang merupakan garis pertahanan pertama terhadap infeksi. Ketika barrier ini rusak, mikroorganisme patogen lebih mudah memasuki tubuh dan menyebabkan infeksi. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan gizi buruk memiliki risiko lebih tinggi terhadap kejadian infeksi berat seperti pneumonia, diare, campak, dan malaria. Pada anak-anak, kekurangan zat gizi ini berkaitan dengan angka kematian yang lebih tinggi akibat infeksi. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Infeksi
Berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia dan internasional menunjukkan bahwa status gizi buruk berkorelasi erat dengan kejadian infeksi. Anak-anak dengan status gizi kurang atau buruk memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit infeksi dan mengalami komplikasi yang lebih berat dibandingkan mereka yang memiliki status gizi normal. [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]
Dalam konteks balita di wilayah kerja puskesmas tertentu di Indonesia, menunjukkan adanya hubungan significant antara penyakit infeksi dengan status gizi buruk. Balita yang tidak pernah atau jarang mengalami riwayat penyakit infeksi cenderung memiliki status gizi yang lebih baik dibanding balita yang sering mengalami infeksi. [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]
Secara fisiologis, ketika tubuh mengalami infeksi, kebutuhan energi dan nutrisi meningkat karena tubuh mempercepat pemulihan dan perbaikan jaringan. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi karena asupan gizi yang buruk, tubuh mengalami defisit energi yang lebih besar, memperparah status gizi serta melemahkan respon imun terhadap patogen. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
Faktor Lingkungan yang Memperburuk Risiko Infeksi
Beberapa faktor lingkungan dapat memperburuk hubungan antara gizi buruk dan risiko infeksi, antara lain sanitasi yang buruk, ketersediaan air bersih yang terbatas, kepadatan pemukiman, serta rendahnya akses terhadap layanan kesehatan. Lingkungan yang tidak higienis mempermudah paparan patogen melalui air dan makanan yang terkontaminasi, sehingga meningkatkan kejadian infeksi pada populasi yang sudah rentan secara gizi.
Selain itu, kemiskinan dan rendahnya pendidikan seringkali berdampak pada pola asupan nutrisi yang tidak seimbang dan rendah mikronutrien penting. Hal ini pada gilirannya menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. [Lihat sumber Disini - journal.lppm-unasman.ac.id]
Strategi Pencegahan Infeksi melalui Perbaikan Gizi
Strategi utama dalam pencegahan infeksi yang efektif adalah dengan memastikan status gizi yang baik dan seimbang. Intervensi nutrisi yang berfokus pada pendidikan gizi, peningkatan asupan protein, vitamin serta mineral penting lainnya seperti zinc dan vitamin A, terbukti dapat meningkatkan fungsi imun serta menurunkan kejadian infeksi. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Program suplementasi mikronutrien, seperti pemberian kapsul vitamin A dan zinc pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan respon imun dan menurunkan risiko penyakit infeksi. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Selain itu, peningkatan keamanan pangan dan akses terhadap makanan yang kaya nutrisi esensial dapat memperkuat pertahanan tubuh terhadap patogen. Kombinasi strategi ini bersama dengan perbaikan sanitasi dan akses layanan kesehatan akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi status gizi optimal dan pengendalian penyakit infeksi secara efektif. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Kesimpulan
Gizi buruk memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan tubuh dalam menghadapi infeksi. Nutrisi yang adekuat memainkan peran penting dalam membangun dan mempertahankan respon imun yang efektif. Kekurangan zat gizi, terutama protein dan mikronutrien seperti vitamin A dan zinc, menyebabkan penurunan fungsi sistem imun, meningkatkan risiko kejadian infeksi serta memperberat efek infeksi terhadap kesehatan individu. Berbagai faktor lingkungan seperti sanitasi yang buruk dan rendahnya akses terhadap makanan sehat memperparah risiko ini. Peningkatan status gizi melalui strategi nutrisi yang tepat, pendidikan gizi, serta intervensi suplementasi merupakan upaya penting dalam pencegahan infeksi dan peningkatan kesehatan.